BETWEEN TWO SHOTA
Chap.2
T / Romance
Disclaimer: Vocaloid bukan punya Mikan, tapi punya Crypton, Yamaha, dkk, Mikan hanya memiliki cerita ini.
Warning! GJness, OOC, OOT, Aneh, Abal.
Between Two Shota(c)Kuro 'Kumi' Mikan ~Mikan~
FFn ke2 Mikan dechu =3
Maap apdet telat (_ _) mood lagi ga beres. Untuk Vampire Trouble, saia usahakan Jumat atau Sabtu besok~
.
.
Enjoy~
Len POV
Kriiiinnnngggg!
"Hngghh..." desahku. Pagi sudah tiba, aku segera mematikan jam wekerku yang setia membangunkanku tiap pagi. Kulihat, pukul 6.00 a.m. Masih terlalu pagi untuk kesekolah, tapi biarlah. Yo! Perkenalkan, namaku Kagamine Len, seorang bintang yang terkenal dengan lagu Spice! Dan Migikata no Chounya, berumur 15 tahun, dan akan bersekolah di Voca Gakuen. Aku memiliki teman sesama bintang bernama Utatane Piko yang tingginya lebih 1cm dariku. Ia sudah seperti saudara kembar(yang berbeda ayah dan ibu bahkan tidak ada hubungan darahnya) bagiku, sampai-sampai kami berdua digosipkan gay, aku menolaknya mentah-mentah, aku masih straight, tidak menyimpang. Entah kenapa Piko hanya cuek bebek mendengar gosip itu, atau jangan-jangan... Ah, ini menyimpang dari tujuan fic yang sebenarnya! Lupakan.
Orang tuaku dan orang tua Piko bekerja sama membuat Crypton Record. Tempat para artis merekam lagu mereka.
Satu lagi, jangan pernah memanggilku shota! Atau Kau akan merasakan balasan yang setimpal!
Ini pertama kalinya aku masuk ke sekolah, yah butuh perjuangan untuk mendapat kepercayaan ayahku dalam memasuki sekolah, apalagi saat aku bilang untuk berhenti konser dan syuting dalam 3 tahun ini, ia tidak memperbolehkanku, tetapi untung ibuku menyetujuinya, ia berkata, nikmatilah masa mudaku sebelum terlambat, dan hal-hal membosankan lainnya seperti mencari pasangan hidup.
Selama ini aku hanya mendapat home tutor bersama dengan Piko, yang bernama Luka-sensei, karena ayah kami tidak memperbolehkan untuk bersekolah.
Jujur, aku tidak menyukai Luka-sensei.
Semangatku bertambah setelah mengingat aku akan bersekolah dengan Piko, Ted, dan Rin, cewek manis yang kutemui kemarin. Ia sangat berbeda dengan fangirls lainnya yang akan berteriak, lompat-lompat, guling-guling, sesak napas, pingsan, bahkan bunuh diri(?) ketika melihatku dan Piko. Unik. Entah kenapa, hatiku berdebar-debar jika bertemu dengannya. Apa ini... ah lupakan.
Aku meregangkan tubuhku dan menuju ke kamar mandi, dan mandi(ya iyalah!). Setelah itu aku memakai seragam berwarna biru putih dan pergi ke luar kamar. Karena aku baru datang di Osaka 2 hari yang lalu, ayahku belum memberikanku apartment untuk ditinggali. Aku menuju kelantai bawah untuk mendapatkan sarapan. Sedari tadi aku berjalan, semua orang menatapku dengan tatapan aku-ingin-memakanmu. "Itu kan Kagamine Len!" "Yang bintang itu ya?" "Kemana dia kemarin?" bisikan-bisikan seperti itu memenuhi ruangan. Aku tidak terlalu memedulikannya, lalu menuju ketempat breakfast disediakan.
"Yo!" kataku sembari menepuk pundak Piko yang sedang mengunyah roti isinya. "Hagi En!" (Pagi Len!) "Telen dulu, baru ngomong!" kataku sembari mengambil satu roti isi dari atas piring Piko. "Cuy, udah jam segini, berangkat yok!" kataku sembari melihat jam tangan yang menunjukkan tepat pukul 7.00 a.m. "Iya, iya!" kata Piko sembari menghabiskan jus cherrynya. Sekolah dimulai pukul 7.30 a.m. dan jarak sekolah dengan hotel cukup dekat, jadi dengan jalan kakipun cukup, tetapi aku dan piko lebih memilih naik taksi, jika mau selamat dari para fangirls.
(~ouo)~ Skip Time ~(,~)
Sampailah kami didepan gerbang Voca Gakuen, gerbang besar berwarna hitam.
Setelah turun dan memberikan tanda tangan kepada supir taksi, ya dia hanya meminta tanda tangan daripada uang, aku dan Piko memasuki halaman sekolah itu. Ramai, sangat ramai, apalagi ketika, "KYAAA! LEN-KUN DAISUKI~" "PIKO-KUN, BE MY BOYFRIEND!" teriakan histeris para fangirls mengerubungi kami. "Oy... oy.. WOY! MINGGIR KALIAN!" teriak seseorang yang tidak terlihat dibelakang kermunan, bubarlah para fangirls tersebut. "Aku pikir kalian terlambat," kata Ted. "Enak aja, hari pertama sekolah telat, ga kece!" kataku, sementara Piko hanya melihat sekeliling. "Ayo, ke kantor kepala sekolah dulu!" ajak Ted, aku mengiyakannya dan pergi bersama Ted, Piko mengekor dibelakangku.
"Wahhh, 2 bintang akan bersekolah disekolahku! Bangganya daku sebagai kepala sekolah~" kata kepala sekolah saat kami tiba dikantornya, Ted hanya mengantar kami sampai kedepan ruangan, ia telah kembali kekelasnya. "Aku kepala sekolah kalian, Sakine Meiko, panggil saja Meiko-sensei! Aku percaya kalian sudah mendapat tata tertib sekolah ini, sesudahnya, kuserahkan pada guru kelas kalian, Gakupo-sensei!" kata Meiko-sensei sembari menunjuk wanita...ralat pria berambut ungu panjang dikepang, Kamui Gakupo-sensei, pacar dari sang 'Tuna Lover' Luka-sensei, aku pernah bertemu dengannya, ini juga salah satu alasan ayahku memperbolehkanku sekolah disini, karena ia bisa mempercayai Megurine-sensei. "Silakan panggil aku Gaku-sensei, Len, Piko!" katanya sembari tersenyum dengan bodohnya(Len: *ditimpuk sama Gakupo). "Mari kita kekelas." Katanya. Aku dan Piko mengangguk.
Tampaknya bel sudah berbunyi, karena koridor telah sepi karena para siswa telah memasuki ruangan kelas masing-masing, meskipun masih terdengar keributan dari kelas yang gurunya belum datang. Tibalah kami didepan kelas dengan papan nama '8A'. "Tunggu disini, kalau kalian kupanggil, barulah masuk kekelas." Perintah sensei.
"Menurutmu kelasnya kayak apa Len?" tanya Piko yang menunjukkan wajah bosannya. Sehari-hari kegiatan(refreshing)nya ialah didepan komputer. "Entah." Jawabku singkat.
"Nah, anak-anakku yang cantik dan ganteng-ganteng, hari ini kita kedatangan dua ekor murid baru, silakan masuk!" terdengar suara Gaku-sensei dari dalam kelas. Aku membuka pintu itu dan masuk, Piko mengikutiku dibelakangku dan bertugas menutup pintu(?). Aku melihat Ted dibangku paling depan dibaris ketiga. Wew, berarti aku sekelas dengan Rin-chan, dong! Tapi dimana dia?
.
.
.
"KYAAAA! LEN-KUN, PIKO-KUN, DAISUUKKIII!" yap, sambutan histeris para fangirls. "O-oy kalian..." kata Gaku-sensei yang sedang berusaha menenangkan kelasnya. Kepribadiannya sangat bertolak-belakang dengan kepribadian Luka-sensei yang tegas nan disiplin, sementara pacarnya...
.
.
Cemen.
"Ehem... DIAM!" pada akhirnya, Tedlah yang mengeluarkan suara. "Terima kasih Teddy~ Utatane-san, Kagamine-san, ada yang mau kalian ucapkan pada teman-temanmu?" lanjut sensei. Kok Luka-sensei mau 'sih, sama orang kayak dia yang terlihat uke nan seme? "Errr, mohon bantuannya." Jawabku. "Salam kenal," lanjut Piko tersenyum. "Ba-" BRAK! Pintu lugu itu dibuka dengan kasarnya, kata-kata sensei juga terpotong. "Sensei! Maafkan saya datang terlambat!" kata seorang gadis berambut blonde dan berpita putih sembari menunduk.
Megamine Rin.
"Uoow, sang putri kesiangan bangun ya? Silakan masuk Rinny-san~" Kata sensei. Ihhh, jiji aku sama dia. "Terima kasih sensei, ehh..." katanya sembari menegakkan tubuhnya. "Rin-chan?" kataku dan Piko bersamaan.
Hening.
.
.
"EEEEEHHHHH? PIKO-KUN DAN LEN-KUN MENGENALMU?" teriak semua murid dikelas(minus Ted) kepada Rin yang sekarang sudah sweatdrop ditempat.
Kembali Hening
.
.
.
"Rinny-san, apa kamu mengenal mereka?" tanya sensei memecah keheningan. "Ya, gitulah, sensei." Jawab Rin pelan sembari Ia menggaruk kepalanya yang kuyakin tidak gatal itu. "Baiklah, kalian silakan duduk ketempat masing-masing. Rinny-san, karena kamu telah mengenal mereka berdua, tolong ajak mereka berkeliling saat istirahat nanti." Perintah Gaku-sensei. Rin mengangguk dan segera menuju ke tempat duduknya, sementara tempat duduk kosong berada di samping kanan dan kiri Rin-chan. "Piko-kun, Lenny-kun, silakan duduk disamping Rinny-san, dan kita akan memulai pelajaran." Kurang ajar, nama yang sangat..
Shota.
Aku menuju bangku sebelah kiri Rin, dan Piko sebelah kanan. Sembari berjalan menuju tempat duduk, banyak siswa yang membicarakan Rin, tetapi dalam hal negatif, seperti akan mencincangnya jika dia SKSD denganku dan Piko. Dan jelas hal itu membuatku sebal. Sapa lo, sapa gue geto!
Pelajaranpun dimulai. Gaku-sensei memulainya dengan mengobral koleksi biji-biji(?) terong yang dijualnya dengan harga murah. Satu-satunya harapanku sekarang adalah istirahat(agar aku bisa bertemu dan mengobrol Rin).
Piko POV
Moodku sangat jelek hari ini. Kenapa? Tentu karena aku tidak bisa bermain komputer dan membuka situs... yah kau tahu seperti Facebook, de el el. Hai! Aku Utatane Piko, seorang bintang yang sekarang berumur 15 tahun, dan bersekolah di Voca Gakuen, kelas 8... Apa tadi? (Piko: psst, thor, kelas 8 apa? Author: -_-;; A.) 8A. Kedua orang tuaku adalah pemilik Crypton Record, bekerja sama dengan orang tua Len, teman baikku, yang sudah kuanggap kembaranku sediri, aku tidak peduli jika mereka mengaggapku seme, lagipula fakta mengatakan Len itu cantik(Author: WOY! Jangan jadi yaoi kenapa?). Oh, ya jangan memanggilku shota! Mengerti? (Author: ngangguk-ngangguk)
Bagus.
Aku memasuki kelas 8A ketika dipanggil oleh Gaku-sensei, The Seme Sensei, aku yakin Len telah menceritakan siapa dia. Len membuka pintu dan memasuki ruang kelas, sementara aku mengikutinya dari belakang dan menutup pintu.
.
.
.
"KYAAAA! LEN-KUN, PIKO-KUN, DAISUUKKIII!" Sambutan histeris para fans. Rupanya fansku banyak ya~ (Author: baru nyadar...)
"O-oy kalian..." kata Gaku-sensei yang sedang berusaha menenangkan kelasnya. Beda jauh sama Luka-sensei yag akan langsung membentak dengan aura Lucifer dibelakangnya.
"Ehem... DIAM!" pada akhirnya, teman-Len-yang-berambut-merahlah yang mengeluarkan suara. "Terima kasih Teddy~ Utatane-san, Kagamine-san, ada yang mau kalian ucapkan pada teman-temanmu?" lanjut sensei.
Ternyata ia bernama Teddy, kayak boneka bebekku.
"Errr, mohon bantuannya." Kata Len. "Salam kenal," lanjutku sembari tersenyum. "Ba-" BRAK! Ah, pintu malang. "Sensei! Maafkan saya datang terlambat!" kata seorang perempuan berambut seperti Len hanya lebih rapi dan memakai bando seperti Len... Ralat, kecuali soal bando, Len rambutnya hanya diikat ponytail. "Sensei! Maafkan saya datang terlambat!" katanya sembari menunduk.
"Uoow, sang putri kesiangan bangun ya? Silakan masuk Rinny-san~" Kata sensei.
SKSD dasar.
"Terima kasih sensei, ehh..." lanjut gadis itu sembari menegakkan tubuhnya, yang ternyata, "Rin-chan?" kataku dan Len bersamaan.
Hening.
.
.
"EEEEEHHHHH? PIKO-KUN DAN LEN-KUN MENGENALMU?" teriak semua murid dikelas, yah kebanyakan sih perempuan yang berteriak(minus teman-Len-yang-berambut-merah) kepada Rin yang sekarang sweatdrop ditempat.
Kembali Hening
.
.
.
"Rinny-san, apa kamu mengenal mereka?" tanya sensei memecah keheningan. "Ya, gitulah sensei." Jawab Rin pelan, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Baiklah, kalian silakan duduk ketempat masing-masing. Rinny-san, karena kamu telah mengenal mereka berdua, tolong ajak mereka berkeliling saat istirahat nanti." Perintah Seme-sensei(Piko:*ditabok Gakupo). Rin mengangguk dan berjalan menuju tempat duduknya. "Piko-kun, Lenny-kun, silakan duduk disamping Rinny-san, dan kita akan memulai pelajaran." Lanjut sensei.
Nice nickname for Len~
Wajah Len menjadi kecut ketika dipanggil 'Lenny'.
Tanpa merespon perkataan sensei, aku langsung menuju tempat dudukku yang berada di samping kanan Rin, sementara Len disamping kiri Rin. Saat aku berjalan menuju tempat dudukku, pandangan mata menuju ke arah Rin, Aku, dan Len. Mereka membicarakan diri kami. Bahkan ada yang mengancam akan membunuh Rin jika dekat-dekat dengan aku atau Len. Aku tidak mempedulikannya, tapi jika Rin terluka, aku akan mendelete siapapun pelakunya dari dunia ini.
Pelajaran-pun dimulai...
"Biji Terong, goceng satu! Ada yang mau beli?" kata Sensei.
Edan nih guru.
Normal POV
Kriiiinnngggg!
Bel berbunyi, waktu menunjukkan pukul 11.30 a.m, yang bertanda waktu istirahat bagi semua siswa Voca Gakuen. "Baik, anak-anak pelajaran kita tunda dulu, kalian boleh istirahat." Kata wali kelas 8A, Kamui Gakupo-sensei, yang dijawab dengan kata-kata "Baik sensei!" dari semua murid kelas tersebut. "Rin-chan! Ke kantin bareng yuk!" kata salah satu murid perempuan berambut rose pink kepada temannya yang diketahui bernama Rin itu. Dialah Sukone Miki, adik dari Sukone Tei, yandere pangkat 5 siswa kelas 9, yang sekarang sedang memeluk Megamine Rin dari depan.
"Ah.. ma-" kata-kata Rin dipotong oleh kedua laki-laki yang berada disamping Rin. "Maaf ya, Rin-chan mau mengantarkan kami keliling dulu," kata seorang shota, ralat seorang laki-laki berambut keperakan dengan ahoge berbentuk mirip huruf P, yang kita ketahui bernama Utatane Piko bersama dengan temannya Kagamine Len, satu lagi shot- maaf, laki-laki berambut honey blonde. Rin hanya menatap Piko dengan tatapan bingung, sementara semburat merah dan senyuman kecil tampak di wajah Miki.
"M-maaf, permisi," katanya berlari menjauh. Ia mengisyaratkan Rin untuk menghubunginya nanti. Meskipun ia menghindar, perasaan ingin menangis tidaklah muncul, tetapi perasaan bahagia ketika melihat sang bintang, Utatane Piko berbicara dengannya.
"Mou, Piko-kun, kalo Miki marah gimana?" tanya Rin kepada Piko, sembari berdiri dari tempat duduknya. Piko hanya mengangkat bahunya yang bertanda 'entahlah'. "Hahh... kalian mau kemana dulu?" tanya Rin lagi. "Terserah kau..." kali ini, sang Kagamine Len-lah yang angkat bicara.
Rin mengajak mereka menuju semua tempat, kelas-kelas, Ruang Guru, Ruang Kepala Sekolah, toilet, gudang olah raga, bangunan berhantu, sampai ketempat dimana para siswa sering berpacaran. Dalam perjalanan(?) ini, mereka sering mendapat kesulitan layaknya monster alias fangirls yang datang menyerang, yang akhirnya pergi karena dibentak oleh sang ketua kelas, Kasane Ted, entah pelet apa yang digunakan, tetapi jika para perempuan sudah dibentak Ted, mereka pasti akan menurut dan tidak melakukannya lagi.
Tibalah mereka di Ruang Olah Raga...
"Nah ini ruang olah raga, tempat kalian akan melakukan... olah raga senam, hari ini, tidak ada pelajaran olah raga, sehingga gudang ini sepi." Jelas Rin kepada Len dan Piko yang berada dibelakangnya. "HAA? KITA HARUS SENAM JUGA?" tanya Piko dan Len. "Tentu saja! Memangnya kalian pikir tidak?" kata Rin lagi, yang sekarang memasang wajah (=3=). "Kupikir kita ga ada senam! Aku benci senam!" teriak Piko disambut anggukan dari Len.
"Dasar Shota, senam 'kan gampang!" gumam Rin pelan, tapi cukup terdengar dengan 2 orang dibelakangnya. "Apa kau bilang?" tanya Piko dan Len bersamaan. "Ng-nggak!" jawab Rin. "Shota kau bilang?" kata mereka lagi. Rin menggeleng pasti. "Heee, Nona Rin mau cari mati ya?" tanya Len tegas, sementara Piko hanya melipat keduatangannya didepan dada, dan mereka berjalan mendekati Rin.
Mata Piko dan Len menatap tajam dirinya, sementara Rin hanya menelan ludah dan mundur beberapa langkah, sembari bergumam, bagaimana ini? dihatinya.
.
.
.
TBC
Yo! Mikan-chan desu~ mangap sebesar-besarnya karena udah lama banget ga apdet (_ _)a. Mood saya hancur berkeping-keping (lebay).
Untuk merayakan pengumuman hasil UN yang menyatakan lulusnya saia, daku mengapdet fic ini~
Rin: Apdet lo~
Len: Apdet yang Vampire Trouble donk... aku haus akan darah~
Rin: Minum jus tomat aja
Len: ==
Gakupo: Kok, saya jadi seme gini sih!
Mikan: Kan mirip Bang Gaku~
Luka: Misi-misi numpang lewat~
Mikan:...
Eniwei, ini balesan ripiu, sebelum itu, ..
Ehem, oke ini memalukan ^^a, ampuni hamba sebelumnya, begini, bales ripiu itu harus di ficnya ato emang bisa langsung? Nda modalnya saya, zuzur, mau nanya Kuro nda enak =w=... ada yang mau memberi tempe saya? Dimohon... trims~
Hehehe, eniwei, tak bales dulu ripiunya disini...;
Chiao-chan Kumikawa :
Makasih sudah mampir~~ xD
Iya saya juga sebenernya bingung bagian itu ^^a, trimakasih lagi sarannya~
Iyah, abis ga kepikiran apa2, K-Off jadi deh xDDD
.
Writer TYPE-1925 :
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin~ xD (gaje)
Ini apdet, maap lama ^^a
.
Ruuyamaleslogin :
Sebenernya itu mau kubikin pov owo.. makasih sarannya, akan Mikan coba~
.
Authorjelek :
Uwooo w makasi~ Iya tuh Rin, Len kapan jadiannya? *ditimpuk*
Hehe, ini apdet, maap lama ^^a~
V
Ripiu pliss OwO
