I Kill My Husband!
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, D.O Kyungsoo
Pairing: ChanBaek , SooBaek, slighat BaekYoon.
Genre: Drama Angst.
Warning: Typo, BL.
Rate: M untuk bahasa^^
Disclaimer: FF ini milik asli dari author Zhiekyu eonn, Byunnie Cuma menggantinya dengan pair ChanBaek karna Byunnie suka ceritanya. Dan ada beberapa Scene yang Byunnie tambah tambahin dari cerita aslinya hehe
Kali ini Yoona membawaku bukan lagi ke Pub miliknya, namun Yoona membawaku ke sebuah Hotel ternama. Dan lagi, Yoona mencengkram tanganku dan menyeretku memasuki Lift dan memencet tombol 12. apalagi yang akan ku hadapi kali ini? apa seperrti Luhan kemarin yang benar benar menyiksaku dan memperlakukanku layak nya binatang peliharaan? Yah, saat aku kabur kemarin, Yoona menghubungi Luhan lagi dan meminta maaf dan sebagai gantinya Yoona mempersilahkan Luhan untuk menyetubuhiku sepuasnya. Dan benar saja Luhan memperkosaku dengan berbagai Sex Toys hingga membuatku pingsan berkali kali. Ah atau akan lebih dari itu? Aku semakin gelisah, aku lelah seperti ini dan merutuki ketololanku yang sama sekali tak bisa lepas dari seorang Kim Yoona yang jelas jelas hanyalah seorang yeoja. Memalukan kau Byun Baekhyun, Park Chanyeol… kau dimana?
"Kau takut Little boy?" Aku mendelik tak menggubris ledekannya.
"Jawab aku!"
"Ukhh" Kenapa yeoja ini senang sekali mencengkram pipiku sih?
"Akkuh sama sekalihh tidak takut Nyonyaa" Ucap ku susah payah. Yoona memalingkan wajahku kasar.
"Huh, kau bisa bilang tidak takut sekarang bitch, tapi setelah kau menemuinya aku yakin kau akan ketakutan!" Yoona memandang ku sinis aku hanya tersenyum saja menunjukkan padanya bahwa aku sama sekali tak takut.
Yoona mendekati ku dan membelai pipiku.
"Ternyata kau memang manis Little bitch." Yoona menarik tengkuk ku dan menciumku kasar dan dengan cepat menggigit bibir bawahku hingga aku membuka mulutku, Yoona memasukkan lidahnya ke mulutku namun dengan cepat aku mendorong lidahnya. Tak akan kubiarkan ia menciumku ini menjijikkan.
Yoona masih berusaha menciumku dan mendominasiku dijambaknya rambutku namun aku balas menjambak rambutnya keras hingga ciumannya terlepas aku tersenyum senang.
"Kau benar benar brengsek!" Teriaknya marah aku tersenyum mengejekmya.
Plakk
Ukhh meski sering ditampar tapi tetap saja ini terasa perih, apalagi kukunya yang panjang itu sedikit melukai pipiku.
"Jangan melawanku!" Tekannya marah. Aku hanya diam saat Yoona menyambar bibirku lagi dan mencubit nipple kananku.
"Eumhh" Sial aku mendesah dan itu membuat Yoona tersenyum sinis dalam ciuman kami dan semakin menciumku kasar. Harus kuakui, yeoja sialan ini bahkan lebih lihai berciuman dibandingkan aku.
Ciuman Yoona beralih mencium leherku dan menggigit gigit kecil di daerah sensitifku, dan brengseknya aku mendesah semakin keras.
"Ahh kau memang bicth" Desisnya puas, tangannya mulai merayap keselangkanganku dan meremas penis ku kasar begitu kuat hingga aku kesakitan.
"Aakkhh, sshh"
Srett
Yoona membuka restsleting celanaku dan mengeluarkan penis ku yang mulai ereksi, bisa kudengar dia tertawa mengejek.
"Little Dick!"
Srat
"AAKKHH!"
Aku berteriak kencang, Yoona meremas penisku kasar dan menariknya dengan kasar juga. Sakit sekali, aku merutuki kenapa Lift belum juga terbuka.
"Sakit hem?" Tanyanya mengejek , tangannya semakin menyakiti penisku. Aku tidak bisa menjawabnya karna rasa sakit dipenisku begitu terasa.
"Akhhh he hentikan ss sakkitt hhh!" Aku mengerang, Yoona semakin menyakiti penisku dengan memutarnya, memerasnya kasar.
"Hahaha dasar jalang, begini saja kau sudah kesakitan hah? Dan dengan beraninya sering melawanku? Rasakan ini!"
"Eunggghhh sshh.."
Yoona menarik rambutku dan mencium bibirku kasar, memelintir lagi nipple ku dan aku hanya bisa terus meringis karna Yoona belum juga berhenti menyiksa penisku.
Setelah puas menciumku, Yoona melepaskan ciumannya dan tertawa keras, benar benar seperti seorang Psikopat saja.
"Dadamu seperti yeoja Baek, kau pantas jika menjadi pemuas nafsu sex para namja itu hahaha!" Hinaan lagi yang kudengar aku berusaha untuk tidak marah ataupun sakit hati, bukankah sudah biasa?
"Aku anggap itu sebuah pujian Nyonya, terima kasih." Aku membungkukkan badanku Yoona mengatupkan bibirnya dan menatapku kaget. Mungkin terkejut dengan reaksiku? entahlah.
0605
303.
Inikah kamarnya? Jantungku berdetak cepat. Yoona mengetuk pintu itu 3 kali namun pintu itu tak kunjung terbuka membuat Yoona mendengus kesal. Sekali lagi Yoona mengetuk pintunya dengan tidak sabaran.
"Masuk saja!" Ujar sebuah suara dari dalam. Yoona memutar kedua bola matanya dan membuka pintu itu yang ternyata tak terkunci. Yoona menyeretku masuk dan membawaku ke hadapan seorang namja yang duduk membelakangi kami.
"Kau boleh pergi Yoona ssi." Ucap namja itu, Yoona menghela nafas dan berjalan keluar.
"Siapa kau?" Tanyanya masih membelakangi ku. Tapi tunggu aku seperti mengenalnya.
"Aku Baekhyun " jawabku pelan.
Tiba tiba namja itu berdiri dan membalikkan tubuhnya dan seketika itu juga aku tersenyum sumringah. Namja itu merentangkan kedua tangannya menyambutku untuk memeluk tubuh kurus miliknya.
"Kyungsoo !" Seruku dan berlari menerjangnya dan memeluknya erat,aku menangis dipelukannya.
"Uljima Baek, jangan menangis lagi ne. Kau sudah aman bersamaku." Kyungsoo mengelus punggungku lembut da menenangkanku yang masih menangis.
"Gomawo Kyung." aku mengecup pipinya.
.
.
.
.
Keadaan Apartemen Chanyeol sangat gelap. Aneh rasanya apa Chanyeol tidak pulang? aishh, Baekhyun mana mungkin Chanyeol mu pulang, dan lupakan Chanyeol, bukankah ia sudah membuangmu dan menjualmu?
"Baek, kenapa kau melamun? Ayo masuk, kau harus mengepak pakaian mu bukan?"
Kyungsoo menyadarkanku, perlahan aku melangkahkan kakiku masuk semakin dalam keruang tengah dan Kyungsoo menghidupkan lampu membuatku bisa melihat sesuatu yang tak keadaan apartemen ini masih sama seperti saat aku pergi? Apa Chanyeol benar benar melupakanku? Entah kenapa hatiku masih perih.
"Kyungsoo," Panggilku Kyungsoo mendekatiku dan memegang tanganku. "Bisakah besok saja kita pergi dari sini? Aku… masih ingin disini sampai besok saja?" Pintaku memohon. Kyungsoo tersenyum lalu mengecup keningku. Sebenarnya aku ingin tertawa karna Kyungsoo harus berjinjit untuk mengecup keningku, namun kutahan.
"Tentu saja My Princess" Ucapnya menggodaku aku cemberut dan menonjok perutnya pelan.
"Kau menyebalkan." Dengusku Kyungsoo hanya tertawa.
"Mandilah Baek, aku akan membuatkan mu Ramen." Suruhnya, aku hanya mengangguk dan masuk kekamarku.
.
.
.
Aku baru saja selesai mandi saat Kyungsoo tengah menaruh Ramen ke mangkuk dan meletakkannya di meja. Kyungsoo tersenyum saat melihatku dan memegang tanganku dan menuntunku untuk duduk dipangkuannya.
"Kau manis sekali Baek, memakai piyama beruang seperti ini." Ujarnya, aku tersipu malu.
"Jangan mengejekku Kyungsoo." Ucapku pura pura marah.
"Aishh kau ini pemarah sekali." Gerutunya aku tertawa dan menyenderkan kepalaku didadanya dan memainkan tangan kurusnya itu sementara Kyungsoo mengirup aroma sampoo dirambutku dan mengecup pucuk kepalaku berulang kali.
"Kyungsoo, Chanyeol hyung…"
"Ssst" Kyungsoo menempelkan jari telunjuknya dibibirku.
"Lupakan Chanyeol, Baek. Dia sudah menjualmu? kenapa kau masih menginginkannya? kenapa kau membiarkan kau kesakitan sendiri hmm? Chanyeol itu Psikopat Baek, tak sadarkah kau?" Ucapnya membuatku terisak, Kyungsoo benar, seharusnya aku melupakannya. melupakan sosok seorang Chanyeol yang sering menyakitiku. Aku mengangguk pelan membuat Kyungsoo makin memeluk tubuh ku erat.
"Kyungsoo, kenapa kau bisa tahu aku di sandera Yoona?" Tanyaku setelah lama kami saling terdiam. Kyungsoo menghela nafasnya.
"Appa mu yang memberitahuku." Aku terkejut dan mendongakkan kepalaku menatap mata Kyungsoo tak percaya.
"Appa?" Kyungsoo mengangguk.
Flashback
"Aku membutuhkan bantuanmu" Kyungsoo mendesis.
"Bantuanku? kenapa anda ingin menjual Baekhyun lagi karna anda membutuhkan uang begitu?" Sindir Kyungsoo. Kris menundukkan wajahnya.
"Aku tahu aku memang orang tua yang jahat untuk Baekhyun. tapi aku mohon padamu, saat ini Baekhyun berada ditangan Yoona karna Park Chanyeol yang menjual Baekhyun. aku tidak bisa apa apa Kyungsoo ssi, karna aku berada di bawah ancaman Yoona, aku mohon hanya kau satu satunya harapanku untuk menolong Baekhyun." Jelas Kangin sambil berlutut dikaki Kyungsoo dan menangis.
"Berdirilah ahjussi, maafkan aku. Aku akan menolong Baekhyun." Ujar Kyungsoo tersenyum membuat Kris tersenyum lega.
"Terima kasih."
Flashback end
Aku mengerjapkan mataku berkali kali agar tidak menangis lagi, Kris Appa masih menyayangiku?
"Baekhyunnie, percayalah tidak ada seorang Appa yang benar benar tega membuang anaknya. Apa yang dilakukan appa mu padamu itu hanya kekhilafan dia sesaat. Kau memaafkannya kan?" Tanya Kyungsoolembut, aku mengangguk.
"Tentu saja Kyungsoo, dia Appaku. aku pasti memaafkannya." Kyungsoo membelai pipiku dan mendekatkan wajahnya pada wajahku. Aku tahu maksudnya, meski aku tak bisa mencintainya akan tetapi setidaknya aku membalas semua kebaikannya semampu aku bisa.
Aku memejamkan mataku saat bibir Kyungsoo menempel dibibirku dan melumatnya pelan dan lembut, aku tak merespon membuat Kyungsoo semakin memperdalam lumatannya dan aku pun dengan sukarela membuka sedikit mulutku dan membiarkan lidah Kyungsoo perlahan menerobos masuk dan menghisap lidahku.
"Eunggh" Lenguhku semakin membuatnya bersemangat mencium bibirku, aku meremas pakaian yang Kyungsoo kenakan didadanya karna hisapan Kyungsoo dilidahku semakin mengganas hingga aku seditit terbuai. Kyungsoo melepaskan ciumannya dibibirku dan menciumi leher putihku dan menjilatnya membuatku semakin mengerang dan kegelian.
"Ukkhh Kyungiehh…" Aku mendesah saat Kyungsoo menggigit leherku dan menghisapnya membuat Kissmark dileherku.
Braakk!
Aku tersentak dan refleks mendorong Kyungsoo dan menatap kearah pintu dan mataku membulat saat melihat siapa yang datang.
"Cha Chanyeol Hyung…" Ucapku terbata menyebut namanya. Kyungsoo berdiri dan memegang tanganku membantuku berdiri. aku menunduk takut karna melihat kilatan amarah dimata tajam Chanyeol. Aku menggigit bibir bawahku menahan isakan, kali ini aku mengakui kesalahanku.
"Hahaha, kau sudah kembali Slutty? ku kira kau masih bersama Yoona, ternyata Si kecil ini yang menolongmu hmm?" Tanyanya dingin. Aku tak berani berbicara, karna saat ini Chanyeol dihadapanku bukanlah Chanyeol yang biasa berlaku lembut padaku.
"Kau gila Chanyeol!" Teriak Kyungsoo marah Chanyeol hanya tertawa keras.
"Dengar Kyungsoo ssi, Baekhyun isteriku dan aku punya hak untuk melakukan apapun padanya!" Desisnya tajam membuat amarah Kyungsoo semakin memuncak.
"Tapi tidak dengan menjualnya, brengsek!" Umpatnya keras.
"Memangnya siapa kau?" Chanyeol berjalan makin mendekatiku dan Kyungsoo membuatku dan Kyungsoo berjalan mundur.
"Aku akan melepaskanmu kalau kau menyerahkan pelacur itu padaku." Tawarnya. Kyungsoo meludah.
"Cih, jangan harap!" Chanyeol tertawa lagi.
"Baekyunnie, kau tahu aku akan memaafkan kesalahanmu sekarang jika kau menyuruh selingkuhanmu itu pergi, sebelum aku membunuhnya!" Ucapnya padaku dengan nada pelan namun sangat mengancam.
"Kyung.. Kyungiee.. pe.. pergilah…" Kyungsoo menatapku lekat.
"Aku mohonn…" Ujarku lemah membuat Kyungsoo mendengus keras.
"Kyungie aku akan baik baik saja percayalah padaku." Aku berusaha meyakinkan Kyungsoo membuat Kyungsoo terpaksa mengangguk.
"Baiklah Baekyun, aku pergi." Ujarnya mengalah dan mencium keningku. Kyungsoo melepaskan ciumannya dan mendekati Chanyeol.
'Kau menang Chanyeol" Chanyeol hanya tersenyum. Kyungsoo melanjutkan langkahnya dan Chanyeol hyung berjalan mendekatiku dan meraih pinggangku dan berbisik ditelingaku.
"Kau akan menyesal karna mengkhianatiku Bitch!" Ucapnya dan mengeluakan Pistol disaku celananya dan mengarahkannya ke arah Kyungsoo yang tengah membelakangi kami, aku hendak berteriak namun tangan kiri Chanyeol membekap mulutku, aku menangis.
"Ucapkan selamat tinggal pada dunia Kyungsoo ssi."
DORR
Seiringan ucapan Chanyeol, Tubuh Kyungsoo terkapar dengan darah dikepalanya, aku menangis keras dan menjatuhkan tubuhku. Chanyeol sungguh jahat. Kali ini aku tidak akan membiarkannya.
"Kau gila Chanyeol!' Teriakku marah dan berdiri tegak menghadapi namja yang kucintai.
"Kenapa kau baru menyadarinya hmm?" Chanyeol hyung meraih pinggangku mendorongku dan menghimpitku ke dinding membuatku terhimpit, aku mencoba memberontak namun tenaganya lebih besar dariku.
"Arkkh sakit hyungg…" Aku berteriak kencang, Chanyeol menggigit leherku kuat membuatku menangis.
"Hmm ini Kissmark dari Kyungsoo mu itukah?" Tanyanya sinis.
"Argghh sakkitt…" Rintihku Chanyeol menjambak rambutku dan menggigit leherku berulangkali dan menghisapnya lagi dan lagi.
"Hen.. hentikk kan hyung…" Mohonku kesakitan namun Chanyeol seolah tuli tak mendengar rintihanku.
"Am.. pun Yeoll hikss…" Aku tak tahan lagi ini benar benar sakit. Chanyeol menyambar bibirku dan menciumku kasar, aku harus lepas darinya, dia gila…
Aku berusaha berpikir cepat. bagaimana caranya melepaskan diri dari bajingan ini. Mataku menatap tubuh Kyungsoo yang sudah terkapar membuat amarahku kembali meluap, dan saat itulah mataku menangkap Pistol Chanyeol yang tergeletak tak jauh dari tubuh kaku Kyungsoo.
Bukk
"Agghh" Chanyeol melepaskan cengkramannya dirambutku saat aku menendang Juniornya dengan lututku, aku terseyum kemenangan dan segera berlari meraih pistol itu, namun sebelum tanganku meraihnya Chanyeol menjambak rambutku dan melempar tubuhku hingga aku tersungkur kelantai. Punggungku terasa nyeri sekali.
Chanyeol meraih pistolnya dan mendekatiku, kembali menjambak rambutku dan menyeretku kekamar.
Brakk
Dilemparnya aku keatas kasur dan Chanyeol menertawaiku yang benar benar lemah. Aku benci itu.
"Kau ingin membunuhku Byun Baekhyun? kau tak akan pernah bisa!" Chanyeol merobek piyamaku dan melepaskan celananya dan membalikkan tubuhku hingga aku menungging. aku yang sudah telanjang hanya pasrah menunggu apa yang akan dilakukan Chanyeol selanjutnya.
"Aaaaaargghh" ini sakit, Chanyeol menerobos hole ku dengan sekali sentakan membuatnya tertawa tawa. Aku mencoba untuk bertahan dengan menopang tubuhku dengan kedua tanganku. Chanyeol menarik rambutku hingga membuat kepalaku terangkat, dan saat itu mataku menangkap Pisau kecil yang terletak dimeja kecil disamping tempat tidur. Aku berusaha menggapainya dan berharap Chanyeol tak melihat apa yang aku lakukan. Dengan menahan kesakitan dibawah tubuhku, tanganku menggapai pisau itu dengan susah payah dan berhasil! Aku berhasil meraihnya. Dengan sekuat tenaga aku membalikkan tubuhku dan menghujam pisau itu tepat di dadanya membuatnya terkejut.
"Aakhhh"
Aku tertawa dan berdiri sedang Chanyeol memegang dadanya yang kini bersimbah darah.
"Hahahaha kau pikir aku takut padamu Chanyeol?" Teriakku pedih.
"K.. kauu" Chanyeol menunjuk mukaku tak percaya.
"Aku bisa membalasmu Chanyeol! Aku bisa!" Teriakku dan dengan cepat aku duduk di perutnya dan menghunuskan pisau itu berkali kali. Aku kesetanan hingga tak memperdulikan darah yang memuncrat mengotori wajahku. Aku tak peduli lagi. Aku berhasil membalaskan segala rasa sakit hatiku padanya. Aku berhasil.
Aku tersadar dan menjatuhkan pisau itu ditanganku. Aku melihatnya. Melihat tubuh Chanyeol yang penuh tusukan hasil kerjaku. Tubuhnya sudah tak bernyawa membuatku ambruk dan memeluk lututku sendiri. Aku membunuhnya… aku membunuhnya… aku membunuh suamiku sendiri. Hiksss salahkah aku?
Kesadaranku mulai hilang, tubuhku lemas dan mataku menatap kosong kearah tubuh tak bernyawa orang yang kucintai. Aku tersenyum hambar, kenapa berakhir seperti ini? Perlahan aku menutup mataku saat kesadarannku benar benar akan hilang, bahkan tubuhku seperti melayang. Saat aku hampir ambruk seseorang menyangga tubuhku dan memanggil namaku.
"Baby~ bangunlahh Baby~"
~BAEK~
Someone pov
"Bagaimana dokter apa masih bisa disembuhkan?' Tanyaku cemas. ku tatap tubuh ringkih itu, Park Baekhyun hanya duduk memeluk lututnya dan memandang kosong ke depan tanpa adanya kehidupan didalam matanya.
"Hanya Baekhyun sendiri yang dapat menyembuhkan sakitnya Chanyeol ssi. Dan aku yakin kau bisa membuatnya kuat!" Zhou Mi dokter yang menangani Baekhyun selama 3 bulan ini. Air mataku mengalir, tak peduli meski aku disebut namja cengeng.
"Bagaimana aku bisa membantunya dokter, setiap melihatku saja Baekhyun ku ketakutan dan berteriak histeris bila aku mendekatinya." Lirihku putus asa.
"Aku yakin kau bisa Chanyeol." Zhou Mi berusaha terus untuk menyemangatiku.
.
.
.
3 bulan Baekhyun, ini sudah 3 bulan kau seperti ini tanpa mengingatku, pernikahan kita. Apa yang harus kulakukan agar kau sembuh? Ini memang salahku! Salahku yang terlalu bodoh tak cepat menyadari ada yang aneh di antara kita berdua. Aku selalu menganggapmu berhalusinasi jika kau berkata bahwa aku menyakitimu. Seharusnya aku sadar dari dulu ada orang ketiga diantara kita baby, orang ketiga yang selama ini kucari dan kusembunyikan darimu.
Aku ingat saat seminggu kita menikah chagi, saat aku baru saja pulang dari pencarianku kau sangat terlihat berantakan. dan pipimu bengkak. aku terkejut dan bertanya padamu namun kau menjawab bahwa aku yang melakukannya. Baby tak tahukah kau bahwa kau sangat berarti untukku? tak mungkin aku melukaimu barang sehelai rambutpun.
Kejadian itu terus berlanjut, aku pulang dan selalu mendapatimu terluka ataupun dalam keadaan telanjang bulat ditempat tidur, saat itu aku berpikir kau mengkhianatiku. Tapi aku tahu kau baby. Kau namja paling polos yang sangat kukenal. Kau tidak mungkin mengkhianatiku. Dan seperti biasa saat kutanya kau kenapa kau selalu bilang kalau aku jangan pura pura amnesia dan melupakan apa yang telah aku lakukan padamu. Saat itu aku ingin marah padamu, kenapa kau selalu menuduhku baby? idiotnya aku yang selalu mengira kau berhalusinasi karna trauma mu saat masih berada ditangan Yoona.
Terbersit dalam diriku untuk membawamu ke Psikiater namun aku tahu kau tak akan suka. Maka aku membiarkanmu menuduhku yang tidak mungkin melukaimu apalagi menyiksamu. aku mencintaimu baby.
Kulangkahkan kakiku mendekatimu dengan perlahan. Kau masih terduduk memeluk kedua lututmu dan memaju mundurkan tubuh kurusmu. Hatiku sakit melihatmu baby, kau yang dulu selalu berusaha ceria didepanku kini bagai sebuah boneka lusuh.
"Baekhyun …" Panggilku lembut, aku ikut duduk disampingmu namun kau tetap diam memandang lurus kedepan.
"Baby, kau masih ingat tidak saat kita pertama bertemu di Pub?" tanyaku namun kau tetap diam. Aku tidak peduli baby kau mendengarkanku atau tidak namun aku hanya ingin ka tahu bagaiman kesan pertamaku saat kita bertemu.
"Saat itu aku tengah mencari seseorang yang sudah lama kuincar baby. Dan saat itu orang yang kucari berada di Pub Yoona. Aku menemukannya baby dan berusaha menangkapnya namun terhenti karna aku melihatmu Baekhyuni…" Aku menghentikan ceritaku dan membelai rambut indamu. Masih halus seperti dulu. Aku menghela nafasku dan melanjutkan ceritaku, namun kau masih diam seperti orang mati.
"Aku melihatmu yang tengah diseret paksa oleh namja mesum yang aku yakin ingin memperkosamu. saat itu aku tak tahu kau seorang yang dipaksa untuk menjadi pekerja sex. aku melupakan orang yang kucari Baby karna begitu terpesona melihatmu. aku datang menghampiri mu yang diseret oleh lelaki bejat itu dan meninjunya menghajarnya sampai pingsan. dan kau tersenyum baby, senyum termanis yang pernah aku lihat. dan melihat senyummu aku berjanji pada diriku sendiri untuk terus melindungimu. karna aku sudah jatuh cinta padamu." Kutatap wajahmu berharap kau mulai mendengarkan ceritaku, namun kau matamu masih kosong. aku menggigit bibir bawahku menahan airmata yang hampir jatuh. Tidak Chanyeol kau harus kuat. aku tersenyum dan mulai memeluk tubuh ringkihmu dan kusenderkan kepalamu ke dada bidangku dan aku bersorak gembira, kau tak lagi berontak jika aku memelukmu. ada perubahan darimu Baekhyun, itu membuatku bahagia, aku memulai ceritaku lagi.
"Tak mudah untuk membawamu keluar baby. dan saat itu aku melakukan transaksi untuk membelimu. Aku tahu kau bukan barang dagangan. Tapi itu satu satunya cara untuk membebaskanmu bukan?" kucium ubun ubun kepalamu " Saat itu aku menjual semua Aset perusahaanku untuk mu Baby, tak peduli jika aku menjadi miskin, yang terpenting adalah membawamu keluar. Dan akhirnya Yoona menyetujuinya Baby, dia menyerahkanmu padaku dan saat itu tak kusadari mungkin bahwa orang yang kucari selama bertahun tahun itu tengah mengincarmu juga." Aku merasakannya. aku merasakan kau meremas tanganku dan aku tersenyum bahagia kau meresponku Chagiya.
"Aku ingat saat itu kau marah dan membanting semua perabotan apartemen yang baru saja kubeli untuk tempat tinggal kita berdua. Saat itu kau berpikir aku sama seperti mereka yang hanya menginginkan tubuhmu saja. Tapi aku berusaha meyakinkanmu hingga akhirnya kau percaya. dan kau ingat bukan baby Kyui, setelah 6 bulan kita bersama aku menikahimu sebagai bukti bahwa aku serius dengan ucapanku padamu. dan saat pernikahan itulah aku melihat tawamu baby. tawamu yang sempat membuat duniaku berhenti berputar karna kau sangat cantik jika tertawa seperti itu." Aku menghentikan ceritaku lagi saat kau meremas tanganku lagi dan kali ini kau terisak keras membuatku khawatir.
"Baekhyun…" Panggilku namun kau mendorongku dan menjauhiku dan kau duduk dipojok ruangan dan menutup telingamu dan berteriak keras hingga membuatku menangis.
"Baekhyuni~"
"Aku Pembunuh… hikss" Lirihmu. baby…
"Aku membunuh suamiku… aku membunuh Chanyeolku…" Kau meraung keras hingga aku tak sanggup lagi aku memelukmu erat namun kau memberontak lagi.
"Aku pembunuh! aku pembunuh!" Kau menjambak rambutmu sendiri membuatku sangat terluak aku tak kuat. Zhou Mi datang menghampiri kita dan menarik mu dari pelukanku. Kau makin memberontak hingga akhirnya Zhou Mi menyuntikmu dengan obat penenang. Ini semua salahku.
~Baek~
Kau berhasil Park Sehun. Kutatap makam yang berisikan saudara kembarku. Terkejutkah kalian? Dia Park Sehun. Orang yang selama ini kucari keberadaanya. Orang yang wajahnya sama denganku, dan orang yang telah menghancurkan hidupku hanya rasa iri hatinya padaku.
Park Sehun adik kembarku yang selalu merasa dirinya terlupakan oleh kedua orang tuaku karna lebih memperhatikanku. Tak sadarkah kau Sehun? Orang tua mu lebih menyayangimu. Appa begitu memberi kebebasanmu dan menekanku untuk selalu menjadi yang sempurna. aku mengorbankan diriku untuk mu Sehun agar Appa tidak mengatur jalan hidupmu. tapi kau berpikir lain dan kau mulai aneh. Kau menjadi lebih gelap Sehun. kau mulai kasar dan tak terkendali. Dan setiap kau marah kau akan melukai orang yang dihadapanmu termasuk aku dan orang tua kita. Dan entah apa yang ada dalam pikiranmu kau membunuh mereka! kau membunuh orang tua kita dengan keji. Dan saat itu aku tahu kau mulai gila hanya rasa iri yang berlebih. Aku sudah menduga kau sakit Sehun a. aku memergokimu saat kau membunuh seekor kucing tanpa belas kasihan saat kita masih berumur 10 tahun, dan saat itu aku tahu kau mulai mengerikan.
Kau melarikan diri setelah membunuh orang tua kita. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk terus mengejarmu sampai kau dipenjara. Namun kau terlalu licik dan pintar. Bahkan kau berhasil membodohiku dengan hadir diantara aku dan Baekhyun. Diam - diam kau menyamar menjadi aku saat bersama Baekhyun. kau menyiksanya untuk membalasku. Dan kau berhasil brengsek! Kau bajingan! Dan aku bahagia Baekhyun berhasil membunuhmu meski sekarang Baekhyun trauma. Aku semakin membencimu meski kau telah mati. Aku ingin kau hidup lagi Park Sehun agar aku bisa menyiksamu sama seperti kau menyiksa isteriku.
Namun aku tahu, semua salahku. Salahku yang tak menyadari Baekhyun terluka dan tersiksa karna keegoisanku untuk mengejarmu. andai aku tahu dari dulu, mungkin Baekhyunku tidak akan semenderita ini. Mianhae Baekhyun … My Baby Baekhyun
END
