Baekhyun Prisoner

##

"Bagaimana kau sudah dapat informasi nya Kai?"

Tanya Chanyeol pada Kai yang terlihat serius menatap layar Laptop nya.

"Byun Luhan putra pertama dari Byun Jae Won dan Xi Liu Mei. Ibunya meninggal saat melahirkan putra keduanya yang bernama Byun JunMyeon. Saat ini Luhan adalah wakil dari appanya untuk menjalankan perusahaan di Korea dan China. Dan sudah dipastikan, Byun Luhan adalah penerus keluarga Byun." Kai membaca sederet kalimat yang tertera di layar Laptopnya dan menatap kearah Chanyeol yang memasang wajah serius.

"Jadi bisa dikatakan Luhan dan Baekhyun adalah saudara tiri?"

Kai mengangguk mengiyakan. "Keluarga Byun lima bersaudara namun berbeda ibu. Dan Baekhyun adalah putra dari isteri kedua Byun Jae Won yang bernama Kim Hanna. Dan kedua adiknya bernama Byun Kyungsoo dan Byun Se Hun."

Chanyeol menghela nafas dan membaringkan tubuhnya diranjang miliknya yang empuk namun sangat berantakan.

"Saudara tiri. Kkamjongie, mungkin tidak jika Luhan sering menyiksa Baekhyun?"

"Aishh, kau pikir ini drama televisi begitu? Cinderella? Jangan konyol Virus!" Kai berujar sinis membuat Chanyeol mendengus.

"Tapi kenapa Baekhyun tidak cerita jika dia adik dari Luhan?"

"Kau tahu siapa Baekhyun, Chanyeol. Dia ceria tapi dia hampir sama sekali tidak pernah bercerita tentang dirinya sendiri."

Chanyeol menghela nafas, menatap langit langit kamarnya membayangkan Baekhyun yang ternyata menyembunyikan sesuatu yang besar padanya.

"Byun Baekhyun, kau berhutang penjelasan padaku..."

"Coklat?"

"Tidak terimakasih."

"Bunga?"

"Aku tidak suka!"

"Per_

"Lay sudah hentikan!"

Suho menatap datar kearah Zhang Yi Xing atau biasa dipanggil Lay itu dengan tatapan jengah. Suho lelah. Lelah dengan Yixing yang tak pernah berhenti mendekatinya padahal sudah jelas jelas ia menolak.

Lay memang namja yang baik, akan tetapi Suho tidak bisa menerima pernyataan cinta Yixing. Hatinya sudah terlanjur tertambat pada seseorang. Seseorang yang bahkan sangat jauh untuk ia jangkau.

Pria berdarah asli China itu menarik nafas. Dan membuang semua coklat, bunga dan permennya asal.

"Aku tidak akan menyerah, Junnie. Aku akan terus berusaha." Ujarnya pelan dengan senyum yang dipaksakan.

"Itu tidak akan berg_

Cup

"Anyyeong, Junmyeonnie."

Lay tersenyum manis dan meninggalkan Suho yang terdiam mematung saat Lay mengecup pipinya.

"Shit! Brengsek!"

Drtt

Drtt

Suho berhenti mengumpat tatkala dirasanya I phone nya bergetar.

"Ya hyung?"

"..."

"Ya aku sudah selesai, aku akan pulang secepatnya. Iya hyung aku tidak akan mampir kemana mana dulu, dan aku pastikan Baekhyun akan tetap dirumah kau tidak usah khawatir."

"..."

"Ne, anyyeong."

Klik

Suho mendengus marah, selalu begitu dan akhir akhir ini malah semakin parah, dan Suho sebenarnya sudah sangat sangat gerah menghadapi situasi yang seperti ini. Apa Luhan tidak sadar jika ia masih punya adiknya yang lain? Apa Luhan tidak sadar justru dialah yang adik kandungnya sebapak seibu? Tapi kenapa perlakuan Luhan padanya dan pada Baekhyun begitu berbeda dan sangat mencolok? Kyungsoo benar, bagaimana mereka bisa menyayangi anak penyuka Stroberi itu jika perlakuan Luhan saja begitu special pada Baekhyun dibanding mereka.

Dan jika ingat semua itu membuat amarah Suho semakin di ubun ubun. Sudah kesal dengan Lay yang selalu mengejarnya, sekarang ditambah lagi dengan Luhan yang memintanya agar segera pulang untuk menjaga Baekhyun dirumah. Memangnya dia babysitter? Baekhyun sudah dewasa dan sudah bukan anak kecil lagi. Dan Luhan benar benar brengsek menurutnya.

"Suho hyung tumben jam segini kau sudah pulang?" Tanya Sehun saat melihat Suho memarkirkan mobilnya. Suho menghela nafas dan berujar sinis.

"Luhan hyung memintaku menjaga bayi besar itu."

Sehun terkikik, ternyata Suho si malaikat penjaga itu merasa kesal juga eoh? Dan Sehun yakin si Angel tak lama lagi akan menjadi Evil jika sedang kesal.

"Apa ada masalah hyung?"

"Kau jangan banyak tanya Sehunnie, sekarang dimana anak itu? Dan ah, apa Kyungsoo sudah pulang?" Tanya Suho teringat akan adik kesayangannya.

"Baekhyun ada dikamarku sedang mengerjakan tugas ku dan Kyungsoo hyung sedang kencan dan sudah dipastikan dia akan pulang sedikit malam. Dan kau tahu hyung, aku malas sekali berduaan dengan Baekhyun hyung." Keluh Sehun seraya mengikuti Suho memasuki rumah besar mereka dan berjalan kearah kamar Sehun.

Klek

Baekhyun menoleh kearah terbukanya pintu. Dirinya sedang berbaring bertelengkup mengerjakan tugas Sehun dan juga dirinya seketika merubah posisinya menjadi duduk dan menatap kearah Suho yang menatapnya datar.

Melihat Baekhyun, kekesalan Suho semakin menjadi. Ingatan kejadian tadi di kampus melayang dipikirannya dan percakapannya dengan Luhan tadi masih diingatnya. Didekatinya Baekhyun dan berdiri tepat dihadapannya.

Baekhyun cantik. Bibirnya sangat tipis dan merah alami, matanya yang kecil semakin menambah kadar keimutan wajahnya begitu pula hidungnya yang kecil namun berbentuk sempurna. Suho tahu mengapa Luhan begitu mencintai anak ini. Suho tahu mengapa Luhan begitu menjaga ketat malaikat kecilnya itu. Baekhyun memang begitu menarik, dan lihatlah tubuhnya yang ramping. Ia dan Kyungsoo lebih pendek dari Baekhyun namun entah mengapa melihat tubuh kecil itu bahkan seperti lebih terlihat mungil dibanding mereka.

Perlahan, tangan besar Suho menapak kepipi Baekhyun dan mengelusnya. Bukan, bukan Suho begitu menyayangi Baekhyun, tapi memang ia sedang memuji kecantikan Baekhyun namun membuatnya begitu muak.

"Kau tahu, kau cantik Baekhyun."

Baekhyun memicingkan matanya yang sipit begitu mendengar ucapan pelan Suho.

"Dan kau memang menarik. Tak heran jika Luhan hyung begitu menjagamu melebihi kami, dan aku suka melihatmu."

Baekhyun semakin tak mengerti dengan ucapan hyung nya itu, namun satu hal yang dimengerti Baekhyun, Suho tengah berada dalam suasana kurang baik dan itu pun akan berlaku pada yang akan ia dapat kali ini. Dan Baekhyun merasa harus menyiapkan fisik maupun mentalnya dari sekarang sebelum_

Srekk

"Akhh!"

Suho menyiksanya.

"Aku suka melihatmu tersiksa seperti ini, dan saat itu pula aku merasa bahagia!" Desis Suho kejam dan semakin menarik rambut Baekhyun hingga Baekhyun mengerang sakit merasakan kepalanya yang berdenyut sakit dan wajahnya yang mendongak paksa.

Bruk

Suho mendorong kasar tubuh Baekhyun sehingga tubuh mungil itu terlentang pasrah.

"Aku tahu kau cantik Baekhyun, tapi haruskah Luhan begitu mengisimewakanmu dan melupakan fakta jika akulah adik kandungnya sendiri hemm?"

Srakk

Sehun hanya diam. Terpaku melihat Suho yang merobek kaus yang dipakai Baekhyun dengan mudahnya. Suho sudah duduk diatas tubuh ringkih Baekhyun dan mengelus elus pipinya namun gerakannya terhenti dan memandang kearahnya.

"Sehunnie kau mau bergabung atau pergi?" Tanyanya lembut namun mencekam. Sehun menggeleng pelan, dirinya tak mau menambah siksaan terhadap Baekhyun. Walaupun begitu, ia masih punya hati meski ia sama bencinya pada anak itu.

"Teruskan saja hyung, aku lebih baik keluar."

"Ah oke," Suho tersenyum manis pada Sehun, dan Sehun hanya tersenyum tipis lantas keluar dari kamarnya sendiri tapi sebelum itu ia berujar.

"Hyung, sebisa mungkin kau jangan membuatnya tak bisa berjalan dengan benar. Luhan hyung akan pulang sebentar lagi dan kau tahu apa akibatnya."

Bruk

"Ah sayang sekali, aku baru ingat kalau Luhan sudah menetap dirumah ini karna urusannya di China sudah selesai. Kau beruntung sekali Baekkie." Ucap Suho murung, dirinya beranjak dari tubuh telentang Baekhyun dan menarik lengan Baekhyun agar dalam posisi duduk.

Baekhyun hampir saja bernapas lega saat Suho mengurungkan niatnya menyetubuhinya namun barus sepersekian detik Baekhyun memekik keras saat Suho memelintir nipple nya dengan sangat kasar dan kuat.

"Unghhh hh hyunghhh,,,"

Baekhyun merintih sakit, nipplenya seketika bengkak dan Suho tersenyum.

"Tapi bukan berarti aku tidak bisa menyentuhmu Baekkie. Aku sedang kesal hari ini dan aku butuh pelampiasan."

"Ja jangan hyung a aku mohon. Mianhae mianhae..." Ratap Baekhyun dirinya sudah ingin menangis namun ia tak berani mengeluarkan isakannya karna tak mau semakin membuat Suho semakin kasar padanya.

"Ahh lehermu penuh kissmark rupanya. Siapa yang melakukannya?" Tanya Suho mengelus leher mulus Baekhyun yang penuh tanda kemerahan.

"Apa Sehun?"

Baekhyun menggeleng lemah.

"Ahh pasti Kyungsoo?" dan Baekhyun terdiam dan Suho sudah tahu jawabannya.

"Anak itu bodoh sekali, saat ada Luhan begini ia malah meninggalkan jejak." Suho beringsut dari ranjang milik Sehun dan menarik lengan Baekhyun.

"Ikut aku kau harus menghilangkan bercak merahnya kalau kau tak mau Luhan hyung menyiksamu."

Baekhyu menurut. Lagi, Baekhyun selalu tak mengerti dengan sikap Suho padanya. Terkadang Suho akan bertindak kasar padanya, dan terkadang pula Suho akan bertindak lembut padanya dan bahkan membelanya jika Kyungsoo atau Sehun yang membully nya.

Suho keluar sebentar dari kamar Sehun dan menemui salah satu Maid dirumahnya dan menyuruhnya membawakannya beberapa butir bawang, dan setelah maid itu memberikannya bawang yang diperlukannya, Suho masuk lagi kedalam kamar Sehun, menarik lengan Baekhyun dan membawanya ke dalam kamar mandi lantas mendudukkan Baekhyun di closet.

"Bersihkan dengan ini," Titah Suho dan menyerahkan bawang putih itu ketelapak tangan Baekhyun. Baekhyun menggeleng pelan.

"Ini akan perih sekali hyung," Ucap Baekhyun pelan. Suho mendesah keras.

"Lakukan Baekhyun! Aku tidak mau Luhan marah padaku karna di anggap tidak menjagamu! Cepat!" Sentak Suho tak sabar. Baekhyun mengangguk takut dan mulai memotong bawang putih itu dan menggesekkannya ke kulitnya yang benuh dengan Kissmark Kyungsoo.

Baekhyun meringis, lehernya terasa perih bukan main saat bawang bawang itu menggesek lehernya dan juga bahunya. Baekhyun semakin menggigit bibir bawahnya begitu ia menggesekkan bawang itu tepat di selangkangannya sementara Suho membantu Baekhyun membersihkan kissmark di bagian dadanya.

"Akhhh sshhh..."

Suho menghentikan kegiatannya begitu mendengar desahan sexy yang keluar dari mulut Baekhyun. Dipandanginya kearah selangkangan Baekhyun dan mata nya membulat sempurna saat melihat jemari lentik itu bergerak erotis. Dan sepertinya Suho terangsang dengan cepat. Dan tanpa perhitungan lagi, Suho meraup cepat bibir tipis Baekhyun dan menghisapnya kuat kuat.

"Eumphh hhyumph..."

Baekhyun berusaha meronta akan tetapi Suho tak peduli dan memilih memperdalam ciuman mereka membuat namja cantik itu kehabisan nafas, Baekhyun bahkan sudah memukul pelan dada Suho agar menyudahi ciumannya, akan tetapi Suho bahkan tidak peduli.

"Eumphh eumphh..."

Suho tersadar, pergerakan Baekhyun mulai melemah dan dengan terpaksa ia menyudahi ciumannya dan melanjutkan kegiatan nya menghilangkan Kissmark yang masih tersisa sementara Baekhyun mengatur nafasnya yang tersengal sengal.

"Sudah selesai. Mandilah Baek, Luhan hyung sebentar lagi pulang."

Luhan mengemudikan mobilnya sedikit mengebut, terlihat jelas sekali jika namja tampan namun manis itu tak sabar untuk segera pulang kerumah menemui kekasih hatinya. Dalam angannya, Luhan bisa melihat wajah kekanakkan Baekhyun yang menyambut kepulangannya. Dan setelah itu mereka akan menghabiskan waktu malam hanya mereka berdua.

Luhan tersenyum sendiri, pandangannya tak fokus hingga ia terlambat menyadari jika didepannya seseorang menyebrang jalan dengan pelan membuat Luhan mengerem mendadak dan namja itu berteriak dan memejamkan matanya.

CKITTTT

"Brengsek!"

Luhan memaki pemuda didepannya dan dengan tergesa keluar dari mobilnya dan memperhatikan namja mungil yang berjongkok dengan kedua lengan menutup telinganya dan kedua matanya terpejam.

"Aku yakin kau bukan anak kecil lagi tapi mengapa menyebrang jalan saja kau tidak bisa hah?" Sentak Luhan marah. Namja itu, yang semula masih berkomat kamit tidak jelas berhenti dan mulai memejamkan matanya dan berdiri menghadap pemuda tampan dihadapannya.

"Aku sudah menyebrang jalan dengan benar, akan tetap_ KAU!"

Pria mungil itu menunjuk wajah Luhan dengan tatapan terkejut sementara Luhan hanya mendengus dan menepuk pelan lengan namja kecil itu agar berhenti menunjuk wajahnya. Tidak sopan pikirnya.

"K kau Lu Luhan hyung kan?" Tanya namja kecil itu.

"Darimana kau tahu namaku?" Tanya Luhan waspada.

"Namaku Kim Minseok hyung, teman sekelas Baekhyun. Kau masih ingat padaku?" Tanya Xiumin dengan mata berbinar membuat Luhan sedikit terpana dengan wajah imut itu.

"Ahh kau, iya aku ingat." Ucapnya singkat. Yah, Luhan baru ingat namja dihadapannya adalah teman satu satunya Baekhyun yang ia setujui. Minseok atau Xiumin adalah anak dari sekretarisnya, jadi Luhan menyetujui persahabatan mereka.

"Ahh syukurlah, eumh Luhan hyung boleh aku tahu dimana Baekhyun bersekolah sekarang?" Tanya Xiumin semangat dengan senyuman manisnya. Luhan menggeleng dan senyum Xiumin seketika menghilang.

"Wae, waeyo hyung?"

"Baekhyun harus melupakan teman temannya di sekolah yang dulu, jadi maaf saja aku tidak akan memberitahukan dimana Baekhyun bersekolah. Kau bisa menemui Baekhyun dirumah Xiumin." Jelas Luhan membuat Xiumin murung.

"Tapi_"

"Xiumin aku harus pergi, Baekhyun pasti menungguku dirumah. Permisi." Pamit Luhan cepat dan segera memasuki mobilnya dan tanpa menoleh lagi, Luhan menjalankan mobilnya tanpa mengindahkan Xiumin yang murung.

"Luhan hyung... Baekhyun itu adikmu, bukan kekasihmu..." Lirihnya sedih. Ia merasa kasihan pada Baekhyun yang begitu tertekan. Jangan heran mengapa Xiumin tahu bagaimana sikap Luhan. Baekhyun bercerita banyak padanya, dan Xiumin sudha tentu akan merahasiakan semua itu karna Baekhyun yang memintanya.

##

Luhan tergesa gesa memarkirkan mobilnya dan segera masuk kedalam rumah. Ditangannya tertenteng sebuah Boneka beruang raksasa untuk diberikannya pada Baekhyun. Senyum manis tak pernah lepas dari wajah tampan Luhan begitu ia membayangkan akan sesenang apa Baekhyun saat ia memberikan boneka itu.

"Luhan hyung!"

Luhan menghentikan langkahnya dan menoleh kearah belakang dimana Sehun tengah berdiri menatapnya.

"Ah Sehunnie, ada apa?" Tanyanya lembut.

"Boneka itu untuk siapa hyung?" Tanya Sehun saat melihat Luhan membawa Boneka.

"Ah ini. ini untuk Baekhyun, bagus kan?" Tanya Luhan antusias sementara Sehun telah merubah mimik wajahnya kesal.

"Bagus hyung!" Jawabnya singkat lantas berjalan mendahului Luhan menaiki tangga tanpa menoleh lagi. Luhan sebenarnya merasa heran kenapa dengan Sehun namun seperti biasa Luhan menanggapinya dengan santai dan berpikir Sehun sedang ada masalah disekolahnya dan itu akan ia tanyakan nanti. Byun Luhan memang tak pernah tahu apa yang sebenarnya Sehun rasakan saat ia lebih memperhatikan Baekhyun.

Kriett

"BAEK... iee" Luhan memelankan suara nya begitu melihat Baekhyun tengah berbaring dengan mata terpejam. Didekatinya adik kesayangannya itu dan duduk ditepi ranjang sambil matanya tak lepas memandang Baekhyun yang tengah terlelap.

Luhan mengelus pelan rambut halus adiknya dan tersenyum lembut. Sungguh Luhan tak pernah bosan memandang sosok cantik yang tengah tertidur itu. Bahkan Luhan merasa hidupnya bahagia cukup dengan ia bersama Baekhyun.

Baekhyun kecil sering membuat hidupnya berwarna. Meski usia mereka terpaut lima tahun, namun itu tak membuat mereka jauh. Sejak kecil Luhan sudah dituntut untuk menjadi penerus perusahaan, hingga waktu nya hanya untuk belajar, belajar dan belajar.

Dibanding dengan adik adiknya, hidup Luhan nyaris seperti mati. Tak ada waktu bermain keluar rumah bahkan hanya sekedar jalan jalan ke taman bermain. Semua waktu Luhan habiskan dengan mempelajari semua berkas berkas perusahaan. Ayah mereka bahkan tak sedikitpun memberikan waktu Luhan untuk bernapas. Ayahnya bahkan tidak mengijinkan Luhan bergaul dengan teman teman sekolahnya dan akhirnya Ayahnya menghentikan sekolah umum Luhan menjadi Home Schooling dengan alasan agar Luhan lebih fokus pada pelajaran bisnis keluarga.

Semua itu membuat pribadi Luhan menjadi sedingin es. Tak pernah ada senyum di wajahnya. Hingga saat Baekhyun menginjak umur ke 10, Baekhyun tak pernah berhenti mengganggu Luhan. Baekhyun kecil akan selalu membawakannya makanan, mengajaknya menonton kartun, dan mengajaknya paksa ketaman bermain.

Hanya Baekhyun yang sering memaksanya keluar rumah. Sementara yang lain begitu takut mengajak Luhan karna mereka takut di marahi sang ayah. Baekhyun bahkan menerima tamparan pertama dari ayahnya saat menginjak usia 11 tahun ketika Baekhyun mengajak Luhan bermain seharian sehingga Luhan lupa mengerjakan tugas dari sang ayah.

Namun itu tak membuat Baekhyun gentar sekalipun. Baekhyun selalu mengajak Luhan diam diam di saat ayah nya pergi. Dan Luhan bersumpah seumur hidupnya ia akan menjaga Baekhyun. Baekhyun nya yang bahkan telah membuatnya tahu cara tertawa, membuatnya tahu bagaimana merasakan alam bebas.

Luhan menghentikan usapan tangannya dirambut Baekhyun ketika ia merasakan sepasang tangan menangkup pipinya dan mengapus airmatanya yang tanpa ia sadar meleleh kepipinya. Yah Luhan tanpa sadar telah menangis saat mengingat masa lalunya. Dan jemari lentik itu menyadarkannya dari masa lalu Luhan.

"Kau menangis hyung?" Tanya Baekhyun dengan suara parau khas orang yang bangun tidur. Dengan cepat Luhan menghapus airmatanya dan tersenyum.

"Tidak, akhirnya kau bangun juga Baekkie aku sudah lelah menunggumu tahu," Luhan tersenyum dan menjawil pipi Baekhyun membuat Baekhhyun mengaduh. Baekhyun mendudukkan tubuhnya sambil cemberut.

"Pipiku sakit hyung jangan mencubitnya!"

Luhan tertawa keras dan menciumi pipi Baekhyun gemas.

"Hyung..." Baekhyun merengek.

"Kau menggemaskan Baekkie,"

"Aku bukan anak kecil lagi hyung."

"Bagiku kau tetap malaikat kecilku!" Baekhyun tersenyum manis.

"Ahh lihat aku membelikan ini untukmu, kau suka?"

Mata Baekhyun berbinar saat melihat Luhan mengangkat sebuah Boneka beruang raksasa dan memberikannya padanya.

"WHOAAA INI UNTUKKU HYUNG?" Tanya Baekhyun tak percaya.

"Tentu saja Baeby."

"Gomawo hyung aku suka," Baekhyun berseru girang dan memeluk boneka itu erat sambil menciumi wajah boneka itu saking senangnya. Luhan tersenyum senang melihat Baekhyun nya begitu gembira menerima hadiah darinya.

Dengan perlahan di singkirkannya boneka itu dari pelukan Baekhyun dan Luhan mulai mencium kening Baekhyun berlanjut kekedua pipi berisi Baekhyun dan terakhir mengecup bibir tipis itu perlahan. Baekhyun hanya diam, meski sebenarnya dalam hati kecilnya ia ingin memberontak. Perlakuan Luhan terhadapnya tak bisa dikatakan wajar. Akan tetapi Baekhyun bahkan tak tahu harus bagaimana bersikap. Ia terlalu menyayangi hyungnya. Hyungnya yang bahkan tak pernah merasakan masa kecil bahagia karna beban berat yang dipikulnya hingga membuat ia tak bisa menolak semua perlakuan Luhan padanya.

Sejauh manapun Luhan menyentuhnya, Baekhyun tak akan pernah bisa menolak. Meski hatinya menjerit tak menerima semua itu, akan tetapi terkalahkan oleh rasa sayangnya terhadap hyungnya.

"Ahhh eumph..."

Baekhyun mendesah saat Luhan mulai menjilati lehernya. Nafas Luhan memburu karna nafsu, mendengar desahan halus Baekhyun membuatnya semakin ingin menyentuh adiknya. Baekhyun miliknya, dan Luhan rasa ia berhak menyentuh Baekhyun sesuka hatinya.

Ciuman Luhan berganti menjadi hisapan kuat dileher jenjang Baekhyun. Dan itu semakin membuat Baekhyun semakin mendesah keras, jejak jejak kemerahan telah di buat luhan disekitar lehernya, dan Baekhyun menangis. Menangis karna ia bahkan sama sekali tidak bisa memberontak.

'Chanyeol...'

Bibir Baekhyun bergetar menahan isak tangisnya begitu mengingat Chanyeol. Ia merasa bersalah pada kekasihnya. Dan tak bisa dipungkiri jika ia merindukan Chanyeol disisinya.

"Akhhh uhhh hyumphhh!" Rintihan sakit Baekhyun terbungkam oleh bibir Luhan yang menciumnya ganas. Saliva keduanya tercampur jadi satu, dengan nafsu yang terus menyelebungi hati Luhan. Luhan tak peduli siapa yang ia tiduri. Luhan melupakan fakta jika yang ia setubuhi adalah adiknya sendiri.

Tubuh Baekhyun bergetar saat ciuman Luhan turun kedaerah pinggangnnya. Meninggalkan jejak kemerahan di sekitar perutnya, menggigit gigit pelan kulitnya membuat ia mendesah keras dengan kedua tangan yang mencengkram seprai dibawahnya.

Tangan Luhan perlahan membuka celana yang baekhyun kenakan dan melemparnya asal hingga kini Baekhyun sukses telanjang. Nafsu Luhan semakin meningkat, dan Baekhyun mendesis saat tangan Luhan meraih penisnya dan mengusapnya perlahan. Luhan tersenyum melihat wajah memerah Baekhyun yang tengah terpejam. Luhan menyukai ekspresi Baekhyun saat ia menyentuhnya.

Perlahan tangan Luhan memaju mundur memanjakan penis Baekhyun bahkan sesekali memijatnya pelan.

"Ahhh hyunghh... ti tidak..." Baekhyun menggeleng pelan saat melihat penisnya mulai menegang. Airmatanya semakin keluar banyak. Baekhyun membenci dirinya sendiri yang tak bisa berbuat apa apa. Dirinya telah mengkhianati Chanyeol kekasihnya...

"Ahhh ahhh hyunghh..."

Baekhyun membenci desahannya yang keluar nyaring saat Luhan memasukkan penisnya kedalam mulutnya dan memompanya hingga membuat Baekhyun terus terusan mendesah. Luhan menatap Baekhyun sambil terus memanjakan milik Baekhyun yang sudah menetes precum nya dan ia semakin semangat memanjakan milik Baekhyun hingga akhirnya...

Crott

Baekhyun tak tahan lagi, cairannya keluar dan masuk sempurna kedalam mulut Luhan dan tanpa rasa jijik Luhan menelannya. Tenaganya sudah hilang, nafas Baekhyun memburu namun ia tahu ini belum berakhir.

"Lebarkan kaki mu Baek,"

Perintah Luhan, dan dengan terpaksa Baekhyun membuka lebar kakinya hingga menampilan hole kemerahan miliknya yang membuat Luhan menjilat bibirnya. Luhan perlahan mengelus hole Baekhyun yang berkedut dan sesekali menekan nekan holenya membuat Baekhyun lagi lagi mendesah.

"AHHH..."

Luhan memasukkan jarinya dan perlahan menyodok nyodok lubang itu hingga Baekhyun menggigit bibir bawahnya. Luhan semakin terbawa nafsu, di tambahnya dua jari kedalam hole Baekhyun hingga tiga jari itu tertanam di hole adiknya dan mulai mengeluar masukkan ketiga jarinya denga cepat membuat Baekhyun mendesah desah.

"Ahhh ahhh hyungh ahhhh hhh..."

"Kau suka Baekkie?"

"Akhhh..."

"Kau suka dengan sentuhanku hemm?"

"Akhhh hyunghh ahhh!" Baekhyun tak mampu menjawab, dirinya sibuk mendesah saat Luhan semakin mempercepat gerakan tiga jarinya dan sesekali meremas remas penisnya.

"Baekkhhh jawab aku!" Titah Luhan geram dan meremas penis adiknya kasar membuat Baekhyun menjerit.

"Agghh akhhh nnehh nneehh..." Baekhyun menjawab meski sulit Luhan semakin mempercepat gerakannya.

"Aku tidak dengar Baekk! Kau suka?"

"AKHHH SAHKITTHHH!"

"Katakan dengan jelas sayang kau suka? Kalau tidak aku akan membuat penis mu kesakitan!" Ancam Luhan, Baekhyun semakin mengeratkan cengkramannya pada seprai dibawahnya dan berusaha mengatur nafasnya yang memburu, ditahannya rasa sakit pada hole dan penisnya dan mengangguk pelan.

"Ne nehh a aku suka hyunghhh aku sukahh..." Luhan tersenyum manis.

Crott

"Akhhh!"

Akhirnya Baekhyun kembali orgasme, Luhan merasa puas dengan hasil kerjanya. Dipandanginya wajah Baekhyun dan tersenyum.

"Kau siap dengan menu utamanya Baek?"

Baekhyun menggeleng pelan. Dirinya tak mau lagi, sudah cukup tadi pagi Kyungsoo menyetubuhinya dan ia tak mau Luhan juga menyetubuhinya. Setidaknya tidak sekarang.

Namun Baekhyun tahu, sekuat apapun ia menolak Luhan tak akan berhenti sebelum mereka benar benar menyatukan tubuhnya. Luhan masih berpakaian lengkap dan memang ia lebih suka seperti ini. dengan dirinya yang masih lengkap berpakaian dan Baekhyun yang telanjang itu membuktikan bagaimana berkuasanya ia dihadapan Baekhyun.

Luhan membaringkan setengah tubuhnya dengan kepala menyender di kepala ranjang. Luhan membuka restsleting celananya dan mengeluarkan penisnya yang sudah mengang sempurna. Baekhyun menelan ludahnya kasar.

"Tunggu apalagi Baek? Kemari." Titah Luhan, Baekhyun merangkak pelan dan mendekati Luhan yang tengah mengelus penisnya sendiri.

"Ride it!"

Glup

Baekhyun menegang, wajahnya mulai pucat pasi. Luhan masih menatapnya tajam merasa tak suka dengan Baekhyun yang hanya diam saja.

"Baekkie, jangan buat aku berbuat kasar sayang. Kemari dan mulai masukkan penisku kedalam hole mu sekarang juga!" Sentak Luhan tak sabar, dirinya sudah benar benar tak tahan ingin merasakan cengkraman hole Baekhyun pada penisnya.

"Ta tapi hyung AKH!"

Baekhyun memekik keras saat dengan kasar nya Luhan menarik rambutnya dan mengangkat tubuhya hingga ia berada diatas Luhan. Dengan cepat Luhan memposisikan penisnya agar siap tertancap di hole adiknya dan dengan keras diturunkannya tubuh Baekhun hingga penisnya tertanam sempurna di hole adiknya.

"AKKH UKKHHH HIKS..."

Baekhyun merasakan sakit dan panas di holenya. Luhan benar benar kasar jika masalah seperti ini.

"Move Baek cepathh.." Luhan sudah menggeram nikmat dan dengan perlahan Baekhyun menaik turunkan tubuhnya pelan.

"Ahh nikhmathhh.." Luhan mendesah berat saat merasakan penisnya begitu termanjakan oleh hole Baekhyun. Baekhyun mendesah hebat saat penis itu sesekali menyodok titik kenikmatannya. Namun ia lelah sangat lelah hingga pergerakannya mulai melemah membuat Luhan menggeram.

"Lebihhh cepathh Baekhh..." Perintahnya tegas Baekhyun menumpukan lengannya di bahu Luhan dan mulai mempercepat gerakannya meskipun ia tak sanggup lagi.

"Akhh akhh... AKHH!" Baekhyun mendesah lagi, prostatnya dihajar penis Luhan dan itu semakin membuat penis nya menegang. Melihat gelagat Baekhyun yang akan orgasme lagi membuat Luhan kesal.

"Jangan coba coba mengeluarkan lagi cairanmu sebelum aku ijinkan Baekhyun!" Ancam Luhan dan Baekhyun mengangguk pasrah. Itu artinya ia akan terus kesakitan menahan cairannya terus menerus.

Baekhyun belum berhenti menaik turunkan tubuhnya, peluh membasahi tubuhnya yang telanjang, sementara tangan Luhan sesekali memelintir nipplenya kuat dan mengusap penisnya yang mulai membiru karna menahan cairan yang siap keluar.

"Akhh hyungghh ak aku tak tahannhh... a aku inginhh ke keluarhh... ak aku mohonhh..." Baekhyun memohon pelan sambil tetap bergerak, kedua tangan Luhan membantu Baekhyun bergerak semakin cepat.

"Sebentar lagi Baekhh... janganhh coba coba keluar kalau kauhh tidakkhh inginhh aku menghukummuhh..."

Baekhyun menahan tangisnya, dirinya sudah benar benar kesakitan sekarang. Hole nya terasa semakin perih begitu pula dengan penisnya yang semakin terasa sakit.

"Hhyung hikss ak aku su sungguh tak tahanhh..." Pada akhirnya Baekhyun menangis karna kesakitannya dan Luhan tak suka itu.

"Kau menangis hum? Kau menangis?" Baekhyun menggeleng pelan berusaha menghapus airmatanya.

"Kau harusnya menikmatinya Baek bukan menangis.." Desis Luhan tajam.

"Maafhh akhh maaf..."

Brukk

Tanpa aba aba Luhan membanting tubuh Baekhyun hingga posisi mereka bertukar. Luhan kini berada diatas tubuh Baekhyun yang telentang dengan penis yang masih tertanam sempurna. Tanpa menunggu Baekhyun, Luhan menggenjot penisnya kasar kedalam lubang Baekhyun.

"AKHH AKHH!"

Baekhyun mendesah keras, titik kenikmatannya disentuh penis Luhan lagi untuk kesekian kalinya dan ia tak memungkiri ia menikmatinya.

"Akhhh kau nikmat Baekkkiehh... aku suka..." Luhan mendesis dan gerakannya semakin cepat.

"Ahh aku keluar Baekki sebentar lagi akh..."

Luhan menggeram dan menumbuk kasar hole Baekhyun hingga akhirnya cairan Luhan keluar tumpah ruah kedalam Hole Baekhyun.

CROOTT!

Keduanya keluar bersamaan namun dengan cepat Luhan mengeluarkan penisnya dan memasukkan penisnya kedalam mulutnya Baekhyun membuat Baekhyun membelalakkan matanya.

"Tahan dan jangan telan dulu Baekhyun!" Titah Luhan. Baekhyun merasakan mual. Cairan Luhan berada didalam mulutnya begitu penuh, pipinya menggembung sempurna. Rasa bau khas sperma begitu menusuk hidungnya.

"Telan dengan perlahan Baek anggap saja kau tengah menikmati susu stroberimu." Titah Luhan, dan Baekhyun mengangguk mengerti berusaha menikmatinya meski rasa mual mulai semakin menjadi.

BLESS

"HEMPHH!"

Mata kecil Baekhyun melebar sempurna, tanpa aba aba Luhan memasukkan penisnya kembali kedalam hole Baekhyun membuat Baekhyun menjerit sakit namun tertahan oleh cairan Luhan di mulutnya.

"Kuingatkan, telan dengan perlahan Baek!" Luhan kembali menggerakann pinggulnya sementara Baekhyun mati matian menahan agar cairan dimulutnya tidak menetes sedikitpun keluar dari mulutnya.

"Ahh Baekkhiii kau sempith..."

Tusukan demi tusukan Luhan hujamkan penisnya dihole Baekhyun, sementara cairan di mulutnya mulai habis ia telan.

Crot

"Akhhh!" Luhan ambruk menindih tubuh Baekhyun setelah ia orgasme yang kedua kalinya, dan cairan dimulut Baekhyun telah habis.

"Mianhae aku kasar Baek..." Luhan mengecup pipi Baekhyun sayang.

"Ne, gwenchana hyung." Baekhyun memasang senyum nya meski rasa sakit menderanya.

"Hyung, keluarkan milikmu..." Pinta Baekhyun pelan namun Luhan malah semakin memasukkannya lebih dalam.

"Ahh hyunggg aku lelah..." Rengek Baekhyun, Luhan tertawa.

"Baiklah ba_"

Kreett

"APA APAAN KALIAN!"

Ucapan Luhan terhenti saat mendengar suara teriakan yeoja di ambang pintu. Luhan dan Baekhyun terkejut bukan main saat dilihatnya Lee Ahra berdiri disana dengan wajah shock. Dengan panik Luhan bangkit dari tubuh Baekhyun membuat Baekhyun mendesah keras saat penis itu keluar kasar dari hole nya membuat Ahra semakin terkejut.

"BYUN BAEKHYUN KAU!"

TBC

Untuk semua yang review makasih banyak ya semoga berkenan mau review lagi, mian baru bisa apdet karna Byunnie lupa sama pw akun Byunnie huhuhu.

xogogy,Blacknancho, ,anonstalker, , anita lee,roseEXIticsFRIEND,Fdz1492,frea-chan exotic shipper,shinelightseeker,flamintsqueen,kim heeki,baekggu,ByunnaPark,im kirin,indah cqupp, shinjiiwoo920202,shantyy941,guest,watasiwadjie,New kame kame,guest 2, minwoolmitasi,zoldyk,keepbeefchikencubu,guest 3,guest 4,ritaanjani4,strawbaekry, ,guest5,agnes,ThisAntie,nuranibyun,Guest6,guest7.

Terimakasih reviewnya, mohon reviewnya yaaa biar Byunnie makin semangat lagi... saranghae...