Fanfic naruto
Judul: Reinkarnasi
Pair: minakushi, narukushi
Genre: Romance, Adventure, dll
Warning: fanfic ini tidak ada hubungan nya dengan kejadian sebenarnya. Meskipun sedikit tidak masuk akal ya ini hanya fanfic buatan saja. Jika tidak suka silahkan tekan tombol kembali. Naruto hanya milik masashi kishimoto sensei. Sensei, maaf, saya pinjam dulu tokohnya.
Chapter 2
Happy reading.
Kushina's POV
Sudah sebulan lamanya aku berada di kehidupan ini, aku juga harus berjuang belajar menyesuaikan diriku disini. Kehidupan disini berbeda dengan kehidupanku yang sebelumnya. Tetapi sama saja, aku hidup sendirian di rumahku yang berada di pinggiran kota. Seperti biasanya aku memulai aktifitasku.
"oahmm.. Selamat pagi ttebane!!". Ucapku semangat kepada hari baru yang telah tiba hari ini dengan semangat.
Lalu, Minato melewati rumahku sambil berlari lari kecil dengan benda yang bernama headset terpasang di telinganya dan kemudian menyapaku.
"ohayou kushina-chan". Ucapnya sambil berlari lari kecil.
"ohayou minato-kun, pagi pagi begini kau sudah bersemangat ne?". Ucapku.
"yeah"."kau mau ikut aku jooging kushina-chan?". Tanya Minato.
"umm mungkin besok besok saja minato-kun". Ucapku dengan senyuman manisku.
Jika sebelumnya bisa berlari melompati atap dan pohon sekarang malah lari biasa. Disini tidak ada kekuatan apa apa seperti kyuubi, hiraishin atau yang lainnya. Di sini, aku hidup sebagai perempuan biasa, bukan lagi seorang kunoichi.
Kemudian minato berhenti berlari dan kemudian masuk kerumahku. Sejak sebulan lalu, aku memang cepat akrab dengan minato. Tetapi aku juga mau tau banyak tentang naruto disini.
"ngomong omong kau masak apa pagi ini?". Tanya minato.
"ahh aku hanya akan masak sayur tumis kangkung saja"."kalau makan ramen terus bosan ttebane". Ucapku.
"ohh kamu bisa memasak ya?"."wah hebat kushina-chan". Ucap nya tersenyum.
"hehehe terima kasih minato-kun ttebane". Ucapku membalas senyumannya.
Kemudian aku mau berjalan jalan dulu keliling konoha, di sini, konohagakure sudah berkembang lebih pesat dan sedikit modern. Aku juga bisa melihat kantor pemimpin konoha masih tetap sama saja seperti di kehidupanku sebelumnya. Aku masih bingung disini tetapi mau bagaimana lagi. Tetap harus ku jalani. Aku terus mengelilingi konoha dengan pelan pelan dan tolah toleh kesana kemari lalu secara tidak sengaja aku menemukan rumah yang wujudnya tidak asing lagi, yaitu rumahku dengan minato saat di kehidupan Sebelumnya. Aku memutuskan untuk melihat dalamnya dari jendela. Aku hanya melihat si duplikatnya minato, adiknya sendiri, naruto sedang bermain game. Kemudian aku memutuskan untuk mengetuk pintunya. Dan akhirnya naruto membukakan pintu dan mempersilahkanku masuk.
"ternyata kau kak kushina baiklah ayo masuk". Ucap naruto tersenyum manis.
"hihi iya ttebane". Ucapku membalaa senyumannya.
"silahkan duduk kak kushina". Ucap naruto lalu mematikan gamenya.
Sekarang aku sedang berdua dengan naruto dirumah ini, rasanya sedang berduaan dengan anakku. Kemudian aku melihat lihat seisi rumah ini. Interiornya tidak berubah sama sekali. Rasanya seperti balik lagi kerumah.
"naruto, rumahmu dengan kakakmu bagus sekali ttebane". Ucapku.
"ehh?"."haha terima kasih kak kushina". Ucap naruto.
"umm". Ucapku menganggukkan kepala.
"kak kushina, memangnya kau dengan kak Minato sudah berapa lama berpacaran sih?". Tanya naruto penasaran.
"ehh tidak kok, kami hanya berteman saja kok". Ucapku tertawa kecil.
"ah yang benar?"."tetapi aku lihat kalian seperti sudah lama berpacaran". Ucap naruto menyeringai.
"hahaha ya ampun aku benar benar belum berpacaran dengan minato sekarang ttebane". Ucapku sedikit menggembungkan pipi.
"kak kushina, kau tau, di sekolah nya, kak minato itu selalu digila gila kan cewek". Ucap naruto.
"hahaha itu kan karena kakakmu tampan dan jenius". Ucapku tersenyum.
"tampan sih iya, tapi bagiku kakakku jenius apanya, kalau jenius menyebalkan baru ia bwahahaha". Ucap naruto tertawa.
"haha ya ampun naruto"."tapi kamu juga tampan kok ttebane". Ucapku sambil tersenyum manis.
Naruto hanya bisa merona merah ketika aku memujinya. Ternyata yang aku duga naruto sudah remaja dan sudah bisa mengenali lawan jenis ya. Rasanya aku seperti melihat anakku tumbuh dan berkembang sangat cepat.
"hehehe". Ucap naruto sambil nyengir.
"siapa yang kau bilang jenius menyebalkan?". Tanya minato yang tiba-tiba saja muncul dengan nada coolnya.
"ehh kak Minato!!". Ucap naruto kaget.
"minato-kun". Ucapku.
"ehh ternyata ada kushina-chan ya"."tumben datang kesini padahal aku belum memberitahu dimana alamat rumahku hahah". Ucap minato sambil nyengir.
Blush.. Aku bisa merona melihat cengiran khas minato. Cengiran khas naruto bagiku juga tampan. Tidak ada salahnya kan aku memuji anakku sendiri didalam hatiku.
"oh ya naruto, kushina tidak kau apa apakan kan?". Tanya minato.
"apa apaan pertanyaanmu itu kak!!"."kau ini!!". Naruto tidak terima.
"huh kalau begitu ya sudah baguslah kalau kushina tidak kau apa apakan". Ucap minato dengan tenang. Ketenangannya masih sama seperti sebelumnya.
"ka..kau.. Ini"."dasar baka". Ucap naruto.
"hahah"."ya ampun, hentikan pertengkaran kalian". Ucapku sambil tersenyum dan tertawa renyah.
"tuh lihat apa kau tidak malu dengan kushina?". Tanya minato.
"buat apa harus malu"."lagian aku tidak melakukan hal yang memalukan tau!". Ucap naruto.
"huh ya sudah deh". Ucap minato mengalah.
Ingin rasanya kujitak kepala mereka berdua karena tidak mau berhenti bertengkar. Hahaha dasar minato dan naruto, maklum bertengkar namanya juga kakak adik disini.
"apa kalian selalu bertengkar?". Tanyaku kepada kedua pirang bersaudara itu.
"umm tidak!". Ucap mereka berdua bersamaan.
"aku tidak pernah mencari masalah kecuali kakak minato yang memulainya". Ucap naruto.
"woey itu kan kamu saja yang emosian". Ucap minato cuek sambil memalingkan muka.
"grr... Jangan memasang ekspresi sombongmu itu kak!!". Naruto pun geram.
Setidaknya aku cukup senang melihat tingkah laku mereka berdua, serasa seperti keluarga yang hidup. Aku suka moment seperti ini. Kemudian aku memegang tangan minato dan naruto.
"ehh?". Ucap mereka berdua bersamaan.
"nah sudah jangan bertengkar lagi ya"."kalian ini kan bersaudara jadi harus saling melengkapi satu sama lain". Ucapku tersenyum manis sambil menggenggam tangan mereka berdua dengan perasaan cintaku pada mereka.
"i..iya". Ucap mereka bersamaan.
Tetapi aku tidak mau melepaskan genggamanku di tangan mereka, karena genggamanku mengandung perasaan cinta. Aku mencintai mereka berdua namun disini aku harus memilih salah satu. Minato atau naruto.
"ku.. Kushina-chan". Ucap minato pelan.
"kak kushina". Ucap naruto pelan.
"hihihi biarkan aku seperti ini ya"."aku suka menggenggam tangan kalian". Ucapku sambil tersenyum padahal itu hanya alasanku saja.
"hahah baiklah kalau begitu". Ucap minato tersenyum.
"hahaha baiklah". Ucap naruto tersenyum.
Sekarang hatiku merasa senang sekali. Dua orang yang kucintai akhirnya berada di sampingku. Aku ingin memeluk mereka semua. Jika aku masih hidup di kehidupan ku yang sebelumnya, aku ingin memeluk minato dan juga menggendong naruto dan juga memeluknya. Kurasa kami-sama merencanakan sesuatu yang indah dan aku hanya mengikuti jalannya kehidupanku sekarang.
Meskipun aku masih agak bingung dengan kehidupanku yang sekarang ini tetapi aku bahagia bisa berada di samping mereka berdua bagaikan keluarga.
Kini aku terus belajar menyesuaikan diri disini dan akhirnya setelah 7 bulan akhirnya aku sudah mengerti. Tetapi aku tidak akan bisa melupakan hari dimana aku meninggalkan naruto. Dan semakin hari aku semakin akrab dengan minato karena dialah yang paling dekat denganku. Kami sudah mengenal karakter dan watak kami masing masing dan kami juga saling melengkapi.
"hei kushina-chan maukah kau menonton bioskop bersamaku?"."dan makan malam berdua?". Tanya minato.
"ehh maksudku kau mau mengajakku pergi berkencan ttebane?". Tanyaku sedikit gugup.
"iya kushina-chan"."apakah kau mau?". Tanyanya penuh keyakinan.
"yosha!!"."aku mau ttebane!!". Ucapku semangat.
"baiklah sampai ketemu nanti malam ya, tunggu aku di halte bis depan sekolah"."sampai nanti kushina-chan". Ucap minato tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"sampai nanti". Ucapku melambaikan tangan dan akhirnya melangkah pulang.
Tadi itu, Minato menghampiri ke sekolahku. Kebetulan sekolahku dan sekolah minato jaraknya cukup dekat.
Malam hari telah tiba, aku berpakaian dengan celana jeans ku dan kaos yang ada di lemari. Rambut panjangku aku ikat seperti ekor kuda. Kemudian aku segera pergi ke tempat yang dijanjikan.
"hahahah kau terlambat 2 menit". Ucap Minato tersenyum sambil tertawa kecil.
"hehehe maafkan aku kalau terlambat". Ucapku tersenyum simpul.
"kushina-chan, kau cantik sekali lho". Ucapnya. Sepertinya minato terpaku karena penampilanku.
Kami berdua berjalan bersama ke Konoha City mall. Kami bergandengan tangan. Saat aku memasukinya, aku tidak percaya bahwa mall itu sangat besar dan bagus. Banyak orang berlalu lalang disana melihat barang barang dan adapun beberapa kedai makanan yang ada disana. Kini sedikit demi sedikit, pola hidupku mulai berubah. Aku cukup senang dan bersyukur di kehidupanku yang sekarang, karena aku bisa mencintai minato kembali dan juga bisa mencintai naruto. Meskipun naruto adalah adik dari minato tetapi rasanya aku tetap melihat dia sebagai anakku. Mungkin saja perasaan ini adalah kontak antara ibu dan anak yang saling terhubung. Tetapi aku harus bisa mengondisikannya dengan situasi sekarang ini.
"jadi kau mau lihat film apa?"."Titanic?"."atau romeo and juliet?". Tanya minato.
"hmm kurasa titanic lebih menarik". Gumamku.
"baiklah". Ucap minato lalu membeli 2 tiket dan kami mendapatkan kursi duduk paling belakang dan berada di pojok.
Aku tidak menyangka film yang aku pilih sangat bagus sekali. Meskipun aku refleks memeluk minato dan menutup mataku karena ada adegan mesumnya, film itu bagus sekali. Atau kalian para pembaca fanfic ini bisa menyimpulkan sendiri isi film titanic, Kapal yang tenggelam pada 15 april 1912 silam. Setelah kami menonton, kami memutuskan untuk makan berdua di kedai makanan. Kami memesan okonomiyaki isi daging. Aku memakannya dengan lahap karena rasanya enak sekali.
"hahaha ya ampun kushina-chan"."kalau makan pelan pelan sedikit ya". Ucap minato lalu mengelap saos yang sedikit belepotan di mulutku.
Blush.. Wajahku merona merah. Rasanya aku terkena de javu. Terakhir kali minato mengelap mulutku saat makan yakiniku sepulang dari misi tingkat S yang berat itu.
"apakah kau punya cita-cita minato-kun?". Tanyaku.
"aku punya cita-cita, aku ingin menjadi pilot". Ucap minato menganggukkan kepalanya.
"oh begitu ya". Ucapku sambil memakan okonomiyaki yang tinggal sedikit.
"kalau kamu apa kau punya impian?". Tanya minato.
"a..aku ingin bisa mencintai dan menyayangi orang yang menurutku paling berharga dalam hidupku". Ucapku tersenyum manis.
"hahaha kau bisa saja kushina-chan". Minato mengusap kepalaku dengan lembut.
Meskipun minato masih belum resmi menjadi kekasihku sekarang, tetapi tingkahnya terlalu romantis sekali jika itu sebagai teman. Hahaha aku tidak mempermasalahkan hal itu aku ingin terus berada di dekatnya. Karena hatiku hanya untuk dia, untuk minato.
"naruto, maafkan ibumu ini".
"naruto, jaga dirimu baik baik ya nak"."ibu mencintaimu".
Ingatan itu kembali muncul didalam kepalaku. Aku langsung menundukkan kepalaku dan memegangi kepalaku. Kenapa ingatan ini terus menerus ada didalam kepalaku.
"kushina kau kenapa?"."apa kau tidak apa apa?". Tanyanya dengan wajah penuh khawatir.
"aku tidak apa apa minato-kun"."aku baik baik saja ttebane". Ucapku tersenyum.
"syukurlah kalau begitu". Ucap minato tersenyum lega.
Setelah itu kami berjalan lagi berkeliling taman menikmati indahnya konoha pada malam hari. Setidaknya suasana disini jauh lebih damai. Dimana tidak ada perang, pria bertopeng spiral itu dan juga misi yang berat dan merepotkan.
Kami duduk di bangku taman sambil melihat bintang bintang yang bertaburan di langit dan juga bulan yang bersinar terang menerangi malam yang indah ini. Pemandangan ini membuat mataku mengantuk, aku tidak bisa menahan rasa kantukku akhirnya aku pun tertidur bersandar di kursi taman.
"ya ampun sudah tertidur rupanya". Gumam Minato pelan sambil tersenyum.
Minato menyandarkan kepalaku di bahunya dan minato pun memelukku. Aku hanya bisa tertidur sambil tersenyum dan semakin mendekatkan badanku ke badan minato dan juga membalas pelukannya.
Kami tertidur selama 2 jam di taman, akhirnya kami berdua terbangun jam 11 malam. Lalu minato menggendongku di punggungnya dan mengantarku ke rumahku.
"hmm jadi sudah selesai kencan butanya?". Tanya naruto.
"hmm sudah, dan naruto sebaiknya kau cepat cari pacar sana daripada kau main game terus dirumah". Ucap minato meledek naruto.
"berisik!!". Ucap naruto.
