Birthday

Disclaimer : I own nothing

Warning : BL, Typos

Well, karena ada beberapa readers yang minta sequel n karena kebetulan kemarin Nichkhun ultah, jadi, here we go…! ^^

Well, di hari yang seharusnya bahagia untukku ini entah mengapa aku merasa sedikit sedih. Kenapa? Karena orang yang paling kutunggu-tunggu mengucapkan selamat padaku sampai detik ini bahkan tidak ada kabar. Tidak ada telpon. Tidak ada pesan.

Aku berjalan lesu di lorong gedung JYP Ent. Hari ini kami hanya akan sedikit berlatih dance dan bernyanyi mungkin, entahlah aku tidak peduli…

Setiap orang yang berpapasan denganku mengucapkan selamat dan aku hanya tersenyum simpul dan mengucapkan terima kasih dengan singkat, moodku sedang tidak terlalu bagus. Akhirnya aku sampai di ruang latihan setelah tadi pergi ke toilet sebentar. Kulihat para member sedang duduk-duduk sambil menungguku kembali.

Mereka menoleh ketika melihatku masuk dan berjalan mendekat.

"Oh ayolah Khun-ah, semangatlah sedikit," Taecyeon berucap.

"Apa maksudmu? Aku semangat kok. Yeay..," aku berucap dengan malas.

Aku melihat mereka semua memutar bola mata dengan malas dan Wooyoung mendengus mendengarku.

"Apa perlu aku telponkan Kyu hyung? Aku merasa aura negative menguar dari tubuhmu, hyung,"

Aku hanya memandang malas kearah Junho. Aku memang ingin mendengar suara Kyu, tapi aku ingin dia sendiri yang menelpon, bukan karena aku yang manelpon. Meminta ucapan ulang tahun. Khhh, desperate much?

"Sudah, lebih baik kita berlatih lagi sekarang. Siapa tau mood-mu akan membaik setelah itu Khun-ah,"

Yang benar saja. Berlatih sampai keringatan dan lelah akan memperbaiki moodku. Yeah right..

Kami pun berlatih sampai jam makan siang. Kami sedang berbenah dan mengelap keringat ketika member Miss A masuk ke ruang latihan.

"Khun oppa, saengil chukkae!" ucap mereka serempak.

"Ya, terima kasih," ucapku sekenanya sambil tersenyum simpul .

"Kenapa dia?" aku mendengar Fei bertanya pada Chansung yang berada di dekatnya.

"Bad mood," terdengar jawaban Chansung singkat.

"Oppa, kau tau? Diluar banyak fans yang menunggumu!" Suzy berucap dengan semangat.

"Benarkah?"

"Iya! Coba kau keatap! Pasti terlihat dengan jelas!"

Anak ini semangat sekali, pikirku.

"Ah! Coba kau berfoto dengan mereka dari atap, Khun hyung! Pasti terlihat bagus!" Wooyoung tiba-tiba berseru dengan semangat.

"Dan siapa tau melihat banyak fans yang mendukungmu kau akan merasa lebih baik Khun-ah," Junsu hyung menambahkan, mengangguk-ngangguk mendengar usul Wooyoung.

Aku sebenarnya malas, tapi mungkin benar yang dikatakan Junsu hyung. Akhirnya aku mengangguk dan memakai topi dan kacamataku, berniat berfoto di atap sebelum mencari makan siang. Saat keluar dari pintu, aku merasa melihat senyum yang agak nakal dari semua member. Ah, mungkin hanya perasaanku saja..

Aku berjalan menaiki tangga menuju atap, membuka pintunya. Mataku langsung membesar melihat pemandangan di depanku. Apa ini? Meja penuh dengan makanan? Aku jadi teringat perbuatan Victoria dulu saat kami masih mengikuti WGM.

Aku langsung menoleh ke kanan dan ke kiri sampai aku melihat sosok manis berjalan mendekat kearahku sambil tersenyum dan membawa cake kecil di tangannya.

"Kejutan! Happy Birthday Khunnie!" Ucapnya riang dan berdiri tepat di depanku.

Aku masih terkejut melihat namja manis di depanku ini sehingga hanya bisa terdiam. Dia pun menggembungkan pipinya kesal. Cute.

"Kenapa diam? Cepat tiup lilinnya!"

Aku pun menurut dan meniup lilin yang ada di atas cake tersebut. Dia tersenyum senang kepadaku, akupun balas tersenyum.

"Ayo duduk Khunnie!" ujarnya riang dan menarik tanganku. Ah, bahagianya aku hari ini…

"Nah, ayo makan cakenya! Ini buatanku sendiri loh!" ucapnya bangga.

"Jeongmal?" tanyaku kaget. Setahuku, kemapuan memasak kekasihku ini agak mengerikan…

"Umm!" Dia mengangguk imut.

"Semua makanan ini juga! Kau terlihat senang waktu Vict membuatkannya waktu WGM dulu, jadi aku mencobanya,"

Wajahnya terlihat sedikit kesal ketika mengucapkannya. Aku terkekeh eoh? Kyeopta.

"Baiklah. Aku makan ne Princess?"

Pertanyaanku langsung disambut anggukan semangat yang membuat rambutnya bergoyang-goyang. Oh my… mahluk imut yang sedang duduk di depanku ini benar-benar..

Aku mengambil garpu yang ada di meja lalu mengambil sepotong cake-nya. Aku memasukkan potongan kue itu ke mulutku. Hmm, rasanya lumayan… apalagi kalau tidak ada kulit renyah telur yang sedang kukunyah ini..

Matanya membulat mendengar bunyi renyah dari mulutku.

"Ke-kenapa berbunyi seperti itu?"

"Hanya kulit telur Princess, tidak apa. Rasanya enak kok," ucapku sambil tersenyum. Raut wajahnya berubah sedih.

"Hei, cake ini enak. Kenapa berwajah seperti itu eoh?" aku tidak suka melihat wajah sedihnya itu.

"Aku memang tidak berbakat memasak. Mianhe…," ucapnya lesu dan menunduk.

Omo! Aku benar-benar tidak suka melihat wajah sedihnya itu!

Aku memegang kedua pipinya, mengangkat wajahnya agar melihatku.

"Hey, hanya sedikit kulit telur yang masuk ke cake ini bukan masalah besar. Rasanya tetap enak. Apalagi dimasak oleh seorang putri,"

Aku tersenyum melihat wajahnya yang memerah.

"Nah, mari kita coba makanan yang lainnya! Kebetulan aku lapar selesai berlatih,"

Aku menatap masakan yang terhampar di depanku. Beberapa terlihat agak gosong, tapi aku tidak peduli. Apapun yang dimasak Kyunnie untukku pasti akan kumakan sampai habis.

"Ehh, sebaiknya jangan Khunnie… Aku khawatir rasanya akan aneh. Aku belum mencicipinya karena tadi terburu-buru," Kyuhyun menatap masakannya dengan wajah cemas.

"Kalau begitu biar kucicipi sekarang,"

Aku tersenyum ke wajah cemas Kyuhyun dan mengambil salah satu jenis makanan yang ada dengan sumpit di tanganku.

Well, masakan Kyu memang benar-benar seperti seorang putri. Putri yang tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur sekalipun, haha. Tapi aku tau dia sudah sangat bekerja keras memasak semua ini untukku. Kyuhyun yang bahkan tidak mau memasak untuk dirinya sendiri memasakkan makanan sebanyak ini untukku, tidak mungkin aku mengatakan makanan-makanan ini tidak enak. Hanya sedikit asin dan pahit.

"Bagaimana?" Kyuhyun bertanya dengan wajah khawatir.

"Tentu saja enak Princess," jawabku santai.

Kyuhyun menatapku ragu dan curiga. Dia lalu mengambil satu pasang sumpit lagi yang tersedia lalu ikut mencicipi makanan-makanan yang dibuatnya. Wajahnya mulai cemberut dan kemudian menatapku kesal.

"Hentikan, jangan dimakan lagi! Nanti kau sakit! Bagaimana au bisa mengatakan semua ini enak?" ucapnya padaku yang masih sibuk makan.

"Tentu saja ini enak. Aku memakannya sambil memandangimu kan?" Ucapku sambil tersenyum nakal.

Lihat wajah kesal dengan pipi yang memerah itu! Betul-betul menggemaskan!

"Kalimat itu sangat cheesy kau tau?"

"Hmm," gumamku santai sambil terus makan.

"Hentikan Khunnie! Bagaimana kalau kau jadi sakit perut!"

Kyuhyun mengambil sumpit yang ada di tanganku dengan paksa. Raut wajahnya terlihat sedikit khawatir.

" Tapi Princess, makanannya masih banyak dan aku lapar…," Aku memandangi masakan yang ada di atas meja.

"Ya sudah, kita pesan makanan saja. Yang penting berhenti makan makanan ini sebelum kau sakit! Biar kubawa pulang lagi dan kupaksa hyungdeul menghabiskannya," Kyuhyun mengeluarkan evil smirk-nya.

"Tapi kan…," ini masakan khusus darimu untukku…

"Tidak ada tapi-tapian! Nanti akan kubuatkan lagi kalau aku sudah mahir memasak," ucapnya tegas tapi dengan pipi yang sedikit merona. Aku tersenyum dibuatnya.

"Okey Princess. I'll do whatever you tell me,"

"Baiklah kalau begitu, ayo kita ke bawah dan pesan makanan. Hadiah untukmu juga ada di ranselku di bawah,"

"Eh? Aku dapat hadiah lagi?"

"Lagi?"

"Ini hadiahku kan?" aku menunjuk makanan yang ada di meja.

"Tentu saja bukan. Ini hanya hal yang ingin kulakukan untukmu," ucapnyaa sambil ketus tapi seperti biasa, pipinya merona

Aku terkekeh melihatnya. Kyuhyun kemudian membereskan makanan di meja dan aku ikut membantunya. Saat hendak beranjak turun aku teringat sesuatu.

"Ah, sebentar Princess!"

Aku berlari ke pinggir atap lalu melihat ke bawah. Wah, ternyata memang lumayan banyak fans berkumpul di bawah. Aku mengambil smartphone-ku, tersenyum cerah kea rah camera dan mengambil gambar.

"Nah, ini untuk di twitter," ucapku senang dan berjalan kea rah Kyuhyun.

Aku langsung menarik wajahnya ke arahku, mencium bibirnya dan mengambil gambar kami dari samping.

"Dan ini untuk koleksi pribadi,"

Aku terkekeh melihat matanya yang membulat, mulut terbuka dan wajahnya yang memerah. Sepertinya dia masih terkejut.

"Ayo kita turun Princess,"

Aku menggenggam tangannya, menuntunnya turun. Ah, sungguh hari yang paling membahagiakan dalam hidup seorang Nichkhun Buck Horvejkul.

###

Nah, gimana? Aneh ya?

Karena ada yang minta sequel, jadi aku coba buat ini. Mian kalau aneh. Dan mungkin ada yang permintaannya gak terpenuhi, mian ne? Sementara ini aja yang bisa kubuat.

Dan terima kasih buat yang udah review kemari ^^ *bow*