Waktu menunjukkan pukul 16:00 mereka semua sudah berkumpul di lobi. Bersiap-siap menuju laut, ah tidak. Mereka ternyata mengurungkan niat yang hanya berkunjung kelaut, mereka akan ke suatu pulau yang terletak tak jauh dari laut tersebut. Ini memang sebenarnya tujuan mereka pergi ke pulau itu. Nampak, masing-masing dari mereka telah membawa tas ransel yang berisikan keperluan mereka.

.

.

Mereka menghampiri nelayan dan beserta kapal tentunya.

''permisi, kita ingin ke pulau sebelah sana, apa kau bisa mengantarkan kami?'' tanya Suho sesopan mungkin.

''farewell?'

''iya benar itu, bisakah kau mengantarkan?''

Nelayan itu mengangguk, mereka semua segera menaiki kapal tersebut.

.

..

.

..

Island Farewell.

Dep Jung

.

.

.

Kapal telah melaju, semua terlihat menikmati suasana seperti ini dengan pasangannya masing-masing, bercanda tertawa, memadu kasih dan sebagainya tak terkecuali dengan Luhan. Luhan hanya bersandar pada tepi tempat duduknya, merasa ia ingin seperti yang lain, merasakan sesuatu yang menyenangkan dengan pasangan mereka masing-masing. Yah,, memang disini yang tak mempunyai hubungan apa-apa hanya Luhan—Sehun. Tapi, sebenarnya ia mempunyai rasa pada Sehun, entahlah dengan Sehun, ia rasa tak ada gunanya memperdulikan Sehun.

Luhan hendak memejamkan matanya, namun tiba-tiba ada sebuah suara yang mengintrupsinya sehingga tak jadi menutu matanya.

''Luhan, tersenyumlah jangan hendak tidur seperti ini'' Luhan hanya bergumam mendengar celotehan Baekhyun.

''aishh kau ini, bermainlah dengan Sehun, kurasa ia juga merasa kesepian karna tak mempunyai pasangan'' Ucap Baekhyun dengan penekanan pada kalimat 'tak mempunyai pasangan' sambil melirik pada Sehun yang ternyata telah meliriknya dengan tajam, membuat Baekhyun menelan liurnya. Tak berbeda dengan Sehun, Luhan pun juga memasang tatapan tak enak pada dirinya. Tapi Baekhyun tak peduli dengan tatapan mereka berdua, malah semakin kuat niatnya untuk menggoda mereka berdua.

''ayolah, aku akan mengambil gambar kalian nanti ketika kalian sedang bermain. Luhan, aku tahu kau menginginkan itu. Kau juga Sehun, pasti ingin juga kan?'' goda Baekhyun semakin menjadi-jadi. Dari jarak duduk yang berjauhan, Sehun dan Luhan menatap satu sama lain, namun Luhan segera memalingkan pandangannya pada sisi lain.

''sudahlah Baekhyun, aku yakin tak lama mereka akan yahhh.. seperti itu'' ucap Kris yang sedang merangkul pasangannya Tao. Baekhyun mengangguk, melangkah pergi ke sisi Chanyeol meninggalkan Luhan dan Sehun yang masih berdiaman.

.

Luhan menoleh pada Sehun sesaat sebelum ia memejamkan matanya kembali, ia rasa lebih baik tidur dibanding harus diam saja seperti ini.

Tap..

Luhan merasa ada yang mendekati dirinya saat ini, tak menghiraukan siapa itu, Luhan terus memaksakan matanya untuk tidak terbuka. Tak lama, Luhan merasakan hembusan napas hangat menerpa wajahnya, makin terheran siapa yang berani-beraninya mendekatkan wajahnya itu.

''kau tidur eoh?'' tanyanya pada Luhan yang masih memejamkan matanya, Luhan mengerutkan alisnya sangat tahu suara ini. berniat untuk membuka matanya tapi tidak jadi .

''aku tahu kau tidak tidur kan?'' ucapnya lagi, Luhan membuka matanya sebelah seolah-olah mengintip, yang benar saja intipan matanya langsung bertemu kontak dengan mata Sehun yang sedang menatapnya, begitu dekat saat ini. luhan melebarkan matanya perlahan, mengerjab-ngejab matanya seakan ia baru saja bangun.

''hh, kau menganggu tidurku Sehun'' gerutu Luhan sembari memalingkan wajahnya pada arah lain karna Sehun terus memandanginya. Sehun terkekeh pelan dan berkata ''kau pikir aku bodoh? Aku tahu kau tidak tidur'' ucap Sehun sambil mengacak pelan surai Luhan dan duduk disampingnya.

Luhan mendecak, menoleh pada Sehun yang kini sedang asik dengan ponselnya. Mengembalikan pandangannya ke arah lain lagi, tak berniat untuk berbicara apa-apa. keheningan terjadi diantara mereka berdua, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

'ayolah Sehun, ajak aku berbicara atau terserah apapun itu yang bisa membuatku terus bersamamu seperti saat ini. apa kau tidak tahu aku sangat ingin kau yang mengajakku berbicara duluan. Hei ayolah, kau tahu kan aku menyuka— ah tidak maksudku mencintaimu Sehun' batin Luhan mengoceh kesal

Sehun menoleh pada Luhan, dilihat Luhan tengah memasang raut wajah yang sedikit tak mengenakkan, ini membuat Sehun terheran dan mengernyit. Baru saja ia ingin membuka mulutnya dan bertanya namun tidak jadi karna Luhan tiba-tiba saja berdiri sembari menghentakkan kaki kanannya dan hendak berjalan, Sehun menarik tangan Luhan sehingga Luhan terduduk kembali. Luhan menatap Sehun dengan tatapan sebal, Sehun pun tidak tahu Luhan kenapa.

''kau kenapa?'' tanya Sehun datar, dan Luhan tak ingin menjawab itu malahan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. Sehun segera menarik wajah Luhan agar Luhan menatap Sehun dan menjawabnya, jujur, Sehun tak suka Luhan yang seperti ini, hanya menggeleng menjawab Sehun. Mungkin Luhan memang tadi hendak tidur tapi ia menganggunya, pikir Sehun.

''hh, baiklah'' ucap Sehun seraya menarik Luhan mendekat padanya. Luhan membelakakan matanya dalam hati bertanya-tanya ada apa dengan Sehun?

''maaf tadi telah menganggu tidurmu, sekarang tidurlah'' ucap Sehun lagi yang sekarang tengah mendekap Luhan. Luhan merasa ini sebuah mimpi, ini pertama kalinya Sehun seperti ini dengannya. Ada apa sebenarnya? Luhan juga tidak mengerti. Didalam dekapan, ia mendengar detakkan jantung Sehun yang berdetak secara teratur tak seperti dirinya yang kini tengah berdetak kencang. Luhan tersenyum simpul, betapa senangnya ia, Luhan hanya mengeratkan tangannya yang kini berada dipinggang Sehun. Sehun pun yang mengerti segera mengeratkan dekapannya pada Luhan, Sehun juga sempat tersenyum sebelum ia menyusul Luhan kedalam mimpi—Sehun tertidur.

Ke-sepuluh namja yang baru saja melihat adegan Romance antara dua sejoli yang sampai saat ini tak pernah bersatu merasa senang melihat itu semua. Berharap, mereka berdua segera menyatu untuk melengkapi satu sama lain.

Baekhyun yang tengah memegang kamera Slr nya sigap mengambil gambar mereka—Sehun dan Luhan—, diambilnya gambar beberapa kali disetiap sisinya, Baekhyun tengah berada dititik kebahagiaan saat ini, karna Sehun dan Luhan sedang bersama.

Baekhyun terkekeh sembari melihat hasil foto-fotonya itu, Baekhyun sempat kaget saat tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Yahh, siapa lagi kalau bukan Chanyeol?.

Baekhyun mendecak, Chanyeol menganggunya saat ini, pikirnya. Chanyeol yang melihat raut wajah Baekhyun yang berubah sebal, membuat Chanyeol bertanya.

''kau kenapa eoh?'' tanya Chanyeol, Baekhyun hanya menggeleng pada Chanyeol. seperti Sehun, Chanyeol tidak suka jika ia diabaikan, terlebih lagi dengan orang yang ia cintai. Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun, membuat Baekhyun saat ini berhadapan dengan Chanyeol. Baekhyun hanya menatapnya sekilas, kemudian kembali menunduk sembari melihat foto yang baru saja diambilnya. Kali ini Chanyeol yang mendecak, ia meraih kamera Slr yang sedang dipegang Baekhyun, Baekhyun sontak terkejut melihat Chanyeol yang tiba-tiba saja meraih kameranya dan berjalan menuju Kyungsoo.

Dilihat, Chanyeol memberikan kamera itu pada Kyungsoo dan sekarang tengah membisikkan sesuatu pada Kyungsoo. Kemudian Chanyeol berjalan menuju Baekhyun kembali, membuat Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Chanyeol sekarang malah berpaling memandang yang lain, kini Chanyeol telah berada dihadapannya.

''kau siap Kyung?'' tanya Chanyeol pada Kyungsoo, Baekhyun menatap Chanyeol dan Kyungsoo secara bergantian dengan tatapan heran. Kyungsoo mengangkat jempolnya dan tersenyum mengarah Chanyeol. ''baiklah kita mulai'' ucap Chanyeol lagi, membuat Baekhyun semakin tak mengerti.

Pandangannya langsung bertemu pada Chanyeol yang kini tengah menatapnya. Chanyeol meraih dagu Baekhyun agar mendekat padanya, dan Chanyeol mengecup lembut bibir Baekhyun, Baekhyun membelakakan matanya atas perlakuan Chanyeol barusan. Chanyeol memang tak memberi lumatan, hei ayolah, Chanyeol masih waras, setidaknya ia tahu ini umum. Tak mungkin memberikan lebih pada Baekhyun. Cukup lama dengan posisi saat ini, dan perlahan Chanyeol memundurkan kepalanya dan sekarang menatap Baekhyun dengan senyum tampannya~

''k-kau'' ucap Baekhyun terbata

''bagaimana Kyung? Bagus tidak?'' Chanyeol tak mendengarkan apa yang diucapkan Baekhyun ia malah bertanya pada Kyungsoo.

''sangat'' jawab Kyungsoo sambil tersenyum. Baekhyun memandang keduanya bergantian, kini Baekhyun mengerti maksut Chanyeol, ia sengaja menyuruh Kyungsoo untuk memotret Chanyeol ketika mengecup Baekhyun. Baekhyun mendecak, kembali kesal, dia pergi dengan sebelumnya menghentakkan kaki kanannya kesal. Kyungsoo dan Chanyeol yang melihat itu hanya terkekeh jahil tak peduli.

.

.

Lay ikut terkekeh ketika melihat aksi kejahilan Chanyeol, suho menoleh padanya dan didapati Lay yang sedang seperti itu, menunjukkan dimple deep nya yang semakin manis. Suho ikut tersenyum tak lepas pandang dari Lay, lay yang merasa diperhatikan segera menoleh dan menatap Suho dengan tatapan heran karna Suho yang sedang menatapnya lekat.

Lay memiringkan kepalanya kekanan-kekiri mencoba memperhatikan Suho, tepat pikir Lay, Suho melamun. Lay mencari cara untuk menyadarkan Suho, karna kalau dipanggil saja Suho takkan sadar.

Lay mengeluarkan senyum jahilnya, ia langsung bergerak menghadap Suho lalu mencubit hidung Suho lumayan kencang, Suho mulai tersadar ia berteriak kesakitan karna cubitan Lay terhadap hidungnya yang belum telepas dari tangan Lay yang jahil itu.

Suho memukul-mukul pelan tangan Lay agar terlepas, tapi Lay malah semakin mengeratkan cubitannya pada hidung Suho. Lay tertawa senang melihat Suho, Suho melihat Lay yang tengah tertawa lepas, dia terdiam memperhatikan Lay,pikirnya tak salah memilih Lay sebagai kekasihnya, ia sangat bersyukur memiliki Lay. Tawa lay terhenti karna Suho yang tidak mengeluarkan suara lagi melainkan terdiam.

Pandangan mereka bertemu, Lay awalnya tampak heran tapi keheranannya terhenti saat Suho mulai tersenyum padanya. Lay pun ikut terseyum, Suho meraih tangan Lay dan mengenggamnya.

''kita, selamanya Lay'' ucap Suho dan membuat Lay semakin percaya bahwa Suho memang orang yang tepat untuknya.

.

.

.

Xiumin terdiam sembari mendengarkan lagu, karna tak ada yang bisa ia lakukan karna Chen yang disampingnya tengah tertidur, mungkin Chen kurang tidur pikirnya.

Xiumin memandangi keindahan alam yang ada disekitarnya, karna ini pertama kalinya ia naik kapal dan menelusuri sebuah pulau untuk liburan. Dilihat dari kejauhan seperti sebuah tepian daratan dan ada sebuah papan tulisan berdiri disana, Xiumin menyipitkan matanya dengan mengerutkan keningnya mencoba membaca tulisan itu

''ffar rew well'' ucapnya ia sontak langsung menegakkan tubuhnya dan mengulangi ucapannya kembali ''farewell?'' ia mengucap sambil melihat kembali tepian daratan itu. Kini semakin dekat, dan xiumin rasa itu benar, Farewell. Mereka hampir sampai.

Xiumin membangunkan Chen dan berkata bahwa kita semua sebentar lagi sampai. Chen yang masih setengah sadarpun bangkit menegakkan tubuhnya sambil mengusap matanya. chen tersenyum pada Xiumin.

''dimana memang?'' tanya Chen. Xiumin menunjuk tepian itu, Chen tersenyum dan berkata pada Xiumin. ''beri tahu yang lain kita sebentar lagi sampai, suruh mereka bersiap-siap'' ucapnya. Xiumin mengangguk mengerti dan segera berjalan menghampiri teman-temannya

.

.

''hei ayo semua bersiap-siap, kita hampir sampai'' ucapnya, yang lain mendengar teriakan Xiumin segera bersiap-siap tak terkecuali Sehun dan Luhan yang tengah tertidur dengan posisi mendekap. Semua beranjak berdiri berjalan agar berkumpul, Suho menghitung terdapati hanya sepuluh orang.

''sepuluh?'' tanya Suho sendiri, berharap ada yang menanggapinya.

''hh Sehun, Luhan'' ucap Tao malas. Suho menepak dahinya, lupa.

''kemana mereka?'' tanya Suho polos. Semua menatap Suho dengan tatapan heran entah Suho polos apa memang benar-benar lupa.

''mereka sedang tertidur dalam dekapan dan itu sangat romantis'' jawab Baekhyun dengan suara yang dibikin-bikin semanis mungkin.

Semua memandang Baekhyun intens, membuat Baekhyun kebingungan sendiri menatap meminta penjelasan.

''Chanyeol, sepertinya Baekhyun menginginkan itu'' ucap Kai datar. Chanyeol tercengang, namun kemudian Chanyeol mengembangkan senyumnya dan menatap mengarah pada Baekhyun sebelum berbicara pada Kai.

''ah kau benar, dia menginginkannya'' oh baekhyun sekarang mengerti maksud Kai dan Chanyeol, Baekhyun mendecak kesal karna sesungguhnya ia hanya memuji Sehun dan Luhan yang begitu romantis menurutnya. Baekhyun berjalan melewati mereka semua, ia agak menjauh menurutnya ini menyebalkan karna teman-temannya tengah menahan tawa menyaksikan ini semua.

.

.

.

Kapal pun menepi, pertanda sudah sampai pada tujuan. Kesan pertama menapakkan kaki disini pasti kagum, pulau ini indah. tanaman hijau, bunga-bunga yang bermekaran seadanya-pun nampak. Kesan hutan yang tak lepas tentunya, dengan pohon-pohon tumbuh besar yang kelihatan memang tak sengaja untuk ditebang, daun-daun lebat yang menambah kesan hutan yang semakin nampak dalam pandangan mata.

Mereka semua satu persatu turun dari kapal, semua sudah berkumpul dan yang terakhir turun adalah Sehun dan Luhan. Mereka menatap HunHan, merasa ditatap kerutan dikening ternampak sempurna. Luhan angkat bicara namun tak jadi karna Sehun selangkah lebih maju untuk mengambil tindakan bertanya duluan.

''apa yang kalian lihat?'' tanya Sehun sedikit datar.

Semua menatap satu sama lain secara bergantian, terlihat dari tatapan itu mengarah pada Baekhyun untuk angkat bicara, karna Baekhyun yang paling tahu soal ini dan pintar bicara. Baekhyun mendengus,ia mengerti kode tatapan ini. sebenarnya Baekhyun tidak mau berbicara karna mengingat teman-temannya yang menyebalkan tadi saat dikapal. Namun karna ia mempunyai sifat kejahilan, ia pun angkat berbicara.

''bagaimana tidurnya pangeran? Apa sangat nyenyak memeluk tuan putrimu itu?'' ucap Baekhyun senyum jahil, dan menekan pada kalimat putri yang tentunya tertuju untuk Luhan~

Sehun dan Luhan merasa dipermalukan dengan Baekhyun, Luhan tertunduk malu, sedangkan Sehun memasang wajah dingin dan menatap ke arah lain, malu? Sehun juga malu sebenarnya namun tentu ia akan memasang tampang stay coolnya disaat-saat seperti ini.

''kenapa tak menjawab? Ah kurasa kau berniat untuk mengrahasiakan ini, tapi asal kalian tahu, kami semua mengetahui ini'' ucap Baekhyun sambil terkekeh.

Sehun menatap kembali semuanya dengan datar tentunya sebelum ia bicara ''biasa saja, tidak ada yang disembunyikan. Tak ada istimewanya sama sekali'' ucap Sehun terlihat santai, sambil berjalan berlalu melewati mereka semua. Oh, kenapa Sehun berbicara seperti itu? Tak tahukah dia? Disini ada pihak yang tersakiti, Luhan. Mereka memandang satu sama lain, menggedikkan bahu saling tidak mengerti, dan mengabaikan itu semua karna disini mereka semua tahu Sehun memang seperti itu susah dimengerti. Mereka semua berjalan menyusul Sehun, namun sebelum menyusul Sehun semuanya tentu sudah membayar kapal tersebut, berterimakasih, serta meminta pengarahan sedikit tentang tempat penginapan yang berada di pulau ini.

Luhan masih agak sedih, kesal campur aduk. Astaga, Oh Sehun kau— ah tapi seharusnya Luhan memang benar-benar harus menyadari bahwa sedari dulu memang tak ada sedikit hati Sehun terbuka untuknya, mungkin Sehun memang menyukai seorang yeoja dibanding dirinya, mungkin Sehun masih normal menyukai yeoja.

Merasa tertinggal dibelakang, ia langsung berlari kecil guna untuk menyusul mereka semua.

.

.

.

Sebuah seringai terbentuk diwajah seseorang dibalik pepohonan, terlihat tak hanya sendiri tapi bersama beberapa orang lainnya yang mungkin itu bagian dari komplotannya.

''mereka sudah datang'' ucapnya

''selamat datang, selamat memasuki area yang menyenangkan ini'' ucapnya lagi dengan seringai yang tak lepas dari wajahnya.

.

.

.

.

Tampak sebuah rumah yang cukup besar, terbuat dari kayu berwarna cokelat. Jika dilihat dari sisi, bangunan ini masih kuat walau hanya terbuat dari kayu, disisi kanan dan kiri serta depan halaman rumah tersebut semuanya terisi dengan pepohonan maupun tanaman.

Terlihat sepi memang, sangat sepi, dan bahkan mungkin saja dipulau ini tak satupun orang tinggal. Bagaimana dengan vila ini? dilihat juga sepi, namun tak tahu siapa tahu mendapati sosok orang didalamnya.

Masih dalam keheningan menatapi rumah kayu yang terlihat jelas didepan mata. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Mungkin mereka akan berpikir satu hal yang sama, Apakah benar ini tempat penginapan? Tempat macam apa ini sepi sekali?

Beberapa menit kemudian setelahnya semua berpikir masing-masing dengan seksama, mereka pun mengalih pandang pada Suho, dalam artian bahwa Suho yang harus lebih dulu masuk. Suho awalnya heran namun ia berpikir sejenak dan mengerti. Dia adalah seorang leader, dia melindungi semua disini, dia yang lebih pantas untuk melakukan sesuatu terlebih dulu dibanding yang lainnya, tekad tanggung jawab yang kuat, itu yang dimiliki Suho. suho pun sebenarnya tak berani, namun didalam lubuk hatinya seperti ada sebuah dukungan semangat dari teman-temannya, itulah yang membuat Suho untuk selalu memberanikan diri jika melakukan sesuatu terlebih dulu.

Suho berjalan mendekati rumah tersebut dengan sebelumnya ia menarik napas dalam dan menghembuskannya panjang. Semakin dekat, dekat, dan dekat ia berjalan diikuti yang lainnya dibelakangnya. Tepat, posisi Suho sekarang tengah menghadap pintu rumah itu. Dipegangnya gagang pintu itu dan dibuka secara pelan, yak pintu tersebut ternyata tak terkunci.

''pintu ini tak terkunci'' ucapnya menoleh pada teman-temannya dibelakang, secara tidak langsung Suho mengatakan Apa kita akan tetap masuk?. Namun semua mengerti maksutnya, ia menoleh lagi menghadap teman-temannya, didapati mereka mengangguk pada Suho, guna untuk meyakinkan.

Suho menghadap pintu lagi dan dengan sigap ia membuka pintu itu, lebar. Dilihat vila ini ternyata sangat luas, namun yah tampak sepi, hei tapi sepertinya disini bersih tak ada debu sedikitpun hanya saja penampilannya yang menyeramkan.

Tunggu,

Bersih? Itu berarti ada orang didalamnya, mungkin pelayan atau lebih tepat penjaga vila ini?

Mereka semua menatap satu sama lain heran, terkecuali Sehun. Adegan-adegan seperti ini sangat mengulur waktu pikirnya, akhirnya Sehun mengambil alih untuk berjalan lebih dulu kedalamnya. Ia melewati teman-temannya itu, seperti jalan tanpa beban—santai—.

Sehun telah memasuki rumah tersebut, lalu apa yang terjadi? Tidak ada. Sehun berbalik menghadap teman-temannya yang masih berdiam diri didepan sana—pintu—.

''hh, tak apa masuklah. Lihat, semua baik-baik saja kan'' ucap Sehun malas. Mungkin mereka semua terlalu parno akan hal seperti ini.

Mereka semua mulai memasuki rumah tersebut, benar kata Sehun semua terlihat aman-aman saja. Mereka menaiki tangga, Sehun berada dibelakang Luhan.

''Lu'' panggil Sehun, dan Luhan hanya bergumam. ''apa kau ingin ku bantu?'' tanya Sehun, karna kelihatannya Luhan agak keberatan karna beban tas dipunggungnya itu. Luhan tercengang mendengarnya, namun segera ia kembali mengumpulkan kesadarannya dan tersenyum pada Sehun.

''terimakasih, tapi kurasa tidak'' jawab Luhan, Sehun mengangguk mengerti kemudian berjalan lagi keatas.

.

.

.

.

Suho kembali ke ruang tengah atas, bersama Kai. Suho dan Kai baru saja mengisi ruangan seisi rumah ini dan mereka mengatakan ini benar-benar sepi.

''tapi aku yakin ada orang didalam sini'' ucap Kris. Semua mengangguk mengiyakan ucapan Kris, tentu saja, mana mungkin ada rumah sepi tak berpenghuni tapi selalu bersih? Pasti ada, hanya saja mungkin sang penjaga tengah pergi.

''dan disini ada tujuh kamar'' ucap Kai. Rumah yang lumayan besar ini ternyata hanya memiliki sedikit kamar.

''baiklah, yang jelas aku selalu bersama pasanganku'' ucap Chanyeol, semua kembali mengangguk, dan semua mulai beranjak untuk mencari kamar terkecuali Luhan, Luhan masih terduduk disofa melihat-lihat sekeliling. Ia merasa tak nyaman sebenarnya disini, namun apa boleh buat? Jika ia tak ikut itu berarti Luhan merasa dirinya tak solid, karna mereka ini adalah satu.

Sebenarnya Luhan diam disini karna ia ingin melihat teman-temannya memasuki kamar sebelah mana, terutama Sehun, ia tak mungkin jika harus sekamar dengan Sehun, karna Luhan pikir Sehun juga pasti tak ingin sekamar dengannya belum lagi mengingat bahwa Luhan tak memiliki hubungan kekasih dengan Sehun.

Luhan melihat Sehun memasuki kamar dengan pintu berwarna putih, hanya satu yang tersisa pintu kamar berwarna cokelat itu. Luhan segera berdiri dan menghampiri pintu kamar itu. Ia membuka dengan perlahan dengan kepala yang lebih dulu masuk, guna untuk melihat-lihat keadaan didalam, dan ya sama seperti diluar, bersih dan rapih.

Merasa aman, Luhan memasuki kamarnya dan menaruh tasnya dilantai, ia segera menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang empuk, tubuhnya kini sangat lelah karna perjalanan cukup lama dan belum lagi tas punggung yang berat menambah bebannya.

.

.

.

.

Sehun terdiam sedang berpikir, ia menatap pintu kamarnya yang tak kunjung terbuka. Ia menunggu Luhan masuk kedalam, tapi mana? Sedari tadi tak ada tanda-tanda bahwa pintu akan terbuka, apa Luhan tidur dengan yang lain? Ah tidak mungkin, atau Luhan tidur dikamar yang lain? Bukankah disini ada tujuh kamar? Yeah mungkin Luhan tidur dikamar itu.

Sehun berjalan dan membuka pintu kamarnya, berniat untuk keluar dari kamar itu dan mencari kamar Luhan.

.

.

.

Luhan memandang keluar dari jendela kamarnya, yang dilihat hanya kolam renang dengan pepohonan yang mungkin sejuk, Luhan tersenyum ternyata benar tak ada yang perlu di khawatirkan, semua akan baik-baik saja.

Tiba tiba saja, senyum Luhan menghilang, ia membulatkan matanya. ia sungguh terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. Luhan melihat sosok seseorang memakai pakaian gelap dengan kapak ditangan kanannya yang terdapat cairan merah, mungkin itu darah. Luhan berjalan mundur sembari menggelengkan kepalanya kuat, katakan ini hanya halusinasi saja, namun halusinasi itu berkebalikkan menjadi kenyataan.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya, Luhan serasa tidak bisa bergerak untuk membuka pintu, justru ia semakin bertambah takut. Rasa takut Luhan semakin menjadi-jadi ketika sosok seseorang berbaju gelap yang berada jauh diluar sana, kini melihatnya, melihat Luhan, Luhan terbelakak ketakutan. Segera Luhan berbalik dan berlari ke pintu untuk keluar kamar.

Bughh—

Luhan merasa menabrak sesuatu ketika ia ingin keluar,

''lepaskan, lepaskan aku'' seru Luhan, karna ia yakin sosok yang tengah mendekapnya adalah orang, entah siapa itu Luhan tak tahu.

''kumohon lepas—'' ucap Luhan bergetar ketakutan, Luhan sangat takut ketika sosok yang tengah mendekapnya bukannya melepaskannya saat Luhan memohon, malah mendekap Luhan semakin erat.

''ini aku Lu, Sehun'' ucap sosok itu yang ternyata Sehun. Sehun khawatir pada Luhan yang sangat terlihat ketakutan. Luhan mendengarnya, ia sangat bersyukur jika ini benar Sehun. Ia mendongak untuk memastikan, benar, ini memang Sehun.

Luhan akhirnya menitikkan liquid yang sedari tadi mengumpul dipelupuk matanya yang kini telah jatuh dipipi mulusnya. Sehun segera menghapusnya dengan ibu jarinya lembut.

''apa yang terjadi?'' tanya Sehun khawatir. Luhan menundukkan kepalanya, dan Sehun membawa kepala Luhan kedadanya, didalam pelukkannya.

''a-aku takut Sehun'' ucap Luhan lirih, Sehun menghela napasnya pelan dan mengusap kepala Luhan lembut.

''jangan takut, ada aku Lu. Tidurlah bersamaku'' ucap Sehun, dan Luhan mengangguk pelan dipelukkan Sehun namun Sehun masih bisa merasakan anggukan itu.

.

.

.

.

''HUAAAAAAAAAA''

Terdengar suara teriakkan dari dapur, dapat dipastikan dengan jelas yang berteriak itu adalah Tao. Mereka yang mendengar teriakkan ini, segera berlari menuju dapur, untuk melihat apa yang terjadi.

.

''kau kenapa?'' ucap Chen pada Tao, namun tak dijawab oleh Tao.

''k-kau siapa?'' ucap Tao sambil menunjuk orang yang berada didepannya namun berjarak jauh dengannya. Semua yang berada disitu, mengikuti arah telunjuk Tao. Mereka semua terkejut dengan sosok orang menggunakan pakaian gelap itu.

Luhan sangat-sangat ketakutan melihat sosok itu lagi, Sehun yang berada disamping Luhan segera menggenggam tangan Luhan kuat. Sehun mulai mengerti Luhan ketakutan seperti ini karna sosok orang itu mungkin, sosok orang berpakaian gelap.

''kau siapa?!'' seru Kai

Sosok itu tersenyum, membuat sekitar menjadi was-was. Karna ini aneh.

''jangan takut, aku penjaga di vila ini. aku Hoya'' ucapnya.

.

.

.

.

.

T to the B to the C

.

..

..

.

Yeah update lama yeahhh~ mian mian mian mian mian u.u

Bukan karna yang ngereview dikit, ya tapi kalo mau ngelakuin sesuatu itutuh harus sesuai dengan mood #eaa . belom lagi karna dep lagi ga dapet feelnya hunhan, mereka bikin galao asdfghjkl-_- dan dep disini juga ga bisa ninggalin urusan duniawi.

Maaf juga ini basi,gaje,nyebelin atau apa kek teserah. Terus maaf juga gara-gara update lama jadi pada males baca, kalo udah males yaudah gausah dibaca? Itu lebih baik.

Yuk nih balesan reviewnya:

BabyHimmie: suka gak ya? Kayanya Sehun sukanya sama dep deh kkk~^^

Titan18 : gomawo, already^^

cupcupcuphie12: ThorDep? Siapa itu? Aku ga kenal, aku dep bukan thordep cuphie. Pisah? Hmm pisah gak ya.. mati? Mati gak ya? Itu masih jadi tanda tanya dalam otak dep sendiri. Makhluk lain ya? Iya, makhluk lainnya cuphie kan? ._.v oke gomawo^^

xiaolaxoxo: mian dep gabisa update kilat okeysip^^

Meriska-Lim: sama saya juga kepo, mian dep update lama. Kalo udah males baca, engga papa kok riska, aku juga kadang gitu^^ kelamaan update jadi males baca hehe

junia angel: wait always ya kalo gitu mah:3

rainrhainyrianarhianie: ini udah ada apa belum?._. iya horor, kalo mati.. itu belum tau eon^^

Oh SeHan: iya sama saya juga penasaran, wait always*nahloh

guess who: iyaaa ini dep udah lanjutin kok^^

xiaolu odult: sip^^

Thankyou yang udah review, silahkan review, semakin banyak review semakin cepet update. Thankyou yang udah baca, follow, favs, silent readers juga. Deep bow^^ sorry for typo.

.

let's be friends (adevimln)

.

So, Mind to review?