Pairing : YeWook, HenWook and other

Genre : Romance

Rating : T

Warning: banyak typo(s) berserakan#daun kali.

Abal dan masih banyak kesalahan :D

Give Me Second Chance

Happy Read ^_^

Setelah sampai di kerumunan itu, dia lau mencoba melihat korban kecelakaan itu. Degup jantungnya semakin tak menentu saat melihat tubuh seorang namja tergeletak kaku dengan darah yang tak hentinya mengalir. Ryeowook lalu mengamati sosok yang terbaring kaku itu, saat matanya tertuju pada tangan korban itu, jantung Ryeowook seakan berhenti. Pada tangan itu dilihatnya sebuah gelang melingar di tangan wanita itu, gelang bertulisan HenWook. Gelang yang pernah Ryeowook berikan pada namjachingunya.

Tanpa pikir panjang Ryeowook lalu menerobos kerumunan itu. Dia lalu membalikkan tubuh namja itu untuk memastikan. Dia berharap bahwa namja itu bukan namjachingunya. Namun sepertinya harapan itu haruslah Ryeowook kubur dalam-dalam. Karena setelah tubuh wanita itu Ryeowook balikkan, dia bisa melihat dengan jelas bahwa namja itu memanglah Henry, namjachingunya.

Tak terasa air mata Ryeowook sudah mengalir begitu deras. Dia benar-benar terpukul dengan kenyataan ini.

Tak lama setelah itu, ambulans datang dan membawa Henry dan Ryeowook yang memaksa untuk ikut dalam mobil ambulans itu.

Pikiran Ryeowook benar-benar kacau. Dalam mobil ambulans Ryeowook tak henti-hentinya menangis sambil terus menggenggam tangan Henry erat.

"Chagiya bangun... aku ada disini. Bukannya hari ini kita berjanji akan bertemu. Bangun chagiya. Hari ini kita harus kencan. Aku akan ajak kamu kemana pun kamu mau. Jadi cepat buka matamu chagiya." Ucap Ryeowook tanpa henti.

Namun sebenarnya semua yang dikatakan Ryeowook hanya untuk menghibur hatinya. Menghibur hatinya yang kosong. Dia tau bahwa namja dihadapannya tak akan pernah membuka matanya lagi untuk selamanya.

1 years ago

Hari ini adalah 1 tahun meninggalnya Henry. Tentu saja Ryeowook dan member lain mengunjungi makam Henry. Karena biar bagaimanapun mereka telah menganggap Henry sebagai keluarga. Walaupun Henry jarang tinggal di dorm SuJu.#author sok tau

Dan sampai saat ini Ryeowook masih belum menerima kenyataan bahwa Henry sudah tiada. Bahkan Ryeowook sekarang bukanlah yang dulu. Ryeowook sekarang menjadi pendiam. Dia juga sekarang tak mau memasak dan menyapa hyung serta dongsaengnya.

Awalnya semua member memang menerima perubahan Ryeowook, tapi lama kelamaan member lain kasihan melihat Ryeowook yang seperti tak punya semangat hidup itu. Yesung yang dari awal mencintai Ryeowook pun tak tega melihat keadaan namja yang dicintainya itu.

"Wookie-ah." Panggil Yesung saat mereka hanya berdua di kamar.

"..."

"Wooko-ah."panggil yesung sekali lagi.

Namun tetap tak ada jawaban dari Ryeowook.

"KIM RYEOWOOK!" bentak Yesung yang kesabarannya mulai habis.

"..."

"KIM RYEOWOOK! JAWAB AKU! JANGAN JADI SEPERTI INI. LIHAT AKU!"bentak Yesung.#capslock jebol

Seolah tak terima dengan perkataan hyungnya itu, Ryeowook pun berkata pada hyungnya itu tanpa sopan santun.

"YA! KIM JONGWOON! AKU BUKAN NAMJA LEMAH. DAN KAMU TAK TAHU APA-APA DENGAN PERASAANKU!"

"Wookie-ah, aku tahu kamu bukan namja lemah seperti yang aku bilang. Jadi tolong jangan berubah seperti ini. Aku dan member lain khawatir terhadapmu. Apa kamu tahu? Teuki hyung sampai menangis mengkhawatirkanmu. Lagipula masih banya orang yang mencintai kamu, bukan hanya Henry saja. Jadi tak semestinya kamu bersedih terus-menerus seperti ini.", Kata Yesung melembutkan suaranya.

"Ya! Hyung. Aku hanya mencintai Henry dan tak ada yang mencintaiku seperti Henry mencintaiku. Andai aku diberi pilihan sekarang, lebih baik aku mati dan menyulul Henry sekarang!" kata Ryeowook masih dengan emosinya.

"YA! KIM RYEOWOOK! MASIH ADA ORANG YANG MENCINTAI KAMU SEPERTI HENRY BAHKAN LEBIH. KAMU YANG TAK PERNAH MENYADARI ITU. DAN APA-APAAN UCAPANMU TADI. PABBO!" kata Yesung emosi.

"..."

Lama mereka berdua berdiam diri setelah Yesung mengucapkan itu. Yesung yang tak tahan dengan keheningan ini memilih keluar dari kamar itu. Namun sebelumnya...

"Saranghae, Wookie-ah" ucap Yesung lembut sambil keluar dari kamar itu.

Ryeowook kaget mendengar pernyataan yang dikatakan hyungnya itu. Dia hanya bisa diam tertegun melihat hyungnya itu keluar dari kamar mereka.

'Apa itu benar hyung? Wae? Ini pasti salah kan hyung? Hyung tak mungkin...mencintaiku..' batin Ryeowook.

Sudah seminggu semenjak pengakuan Yesung pada Ryeowook itu, mereka berdua tak pernah saling menyapa. Bahkan sekarang Yesung lebih memilih bertukar kamar dengan Donghae. Hal itu membuat Leeteuk sebagai leader heran. Karena tak biasanya Yesung bersikap dingin pada Ryeowook.

Ryeowook sendiri semenjak pernyataan Yesung itu menjauhi Yesung. Walaupun dalam hati dia masih memikirkan pernyataan Yesung. Namun dia bingung bagaimana menanggapinya. Sebenarnya Ryeowook sendiri juga tak tahu dengan perasaannya sendiri. Dia hanya merasa nyaman bila berada di dekat Yesung. Sekarang setelah semingu Yesung menghindarinya, dia begitu kesepian.

Sekamar dengan Donghae memang tidak buruk, tetapi Ryeowook merasa kesepian karena tidak ada Yesung di dekatnya.

Ryeowook merasa selama ini memang Yesung yang selalu ada disisinya. Yesung juga yang selalu memperhatikannya. Bahkan perhatian Yesung melebihi perhatian Henry terhadapnya. Walaupun perhatian Yesung sering kali ditunjukkan dengan hal-hal yang aneh, tapi Ryeowook tahu kalau itu cara Yesung memperhatikannya.

Hari ini sepulang mengisi acara, semua member berkumpul di ruang tengah untuk sekedar beristirahat ataupun menonton televisi. Kyuhyun terlihat sudah asyik memainkan PSP hitam kesayangannya sambil tiduran di pangkuan Sungmin, sedangkan Eunhyuk terlihat sedang merengek pada Donghae meminta Donghae menyuapi strowberry ke dalam mulutnya. Member lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan yang sudah biasa dilakukan KyuMin dan EunHae itu. Tanpa mereka sadari, ada seorang namja yang memandang hyungnya cemburu. Namja itu adalah Ryeowook.

Ryeowook tanpa sadar tengah menatap Yesung yang terlihat bahagia tertawa dengan hyungnya, Siwon. Entah mengapa dadanya terasa sakit melihat itu semua. Dia merasa tak suka dengan tawa itu, lebih tepatnya dengan tawa yang dibuat oleh orang lain, bukan dirinya. Tanpa sadar, Ryeowook mengepalkan tangannya pertanda dia kesal. Tak tahan dengan semua itu, Ryeowook pun meninggalkan ruang tengah dan pergi ke kamarnya dengan perasaan kesal. Sedangkan Yesung yang menyadari kepergian Ryeowook tak mau ambil pusing. Karena memang dia tak tahu apa-apa.

Didalam kamar, Ryeowook berbicara tak menentu. Dia merutuki dirinya sendiri dan menyalahkan Yesung.

"Yesung hyung menyebalkan. Kenapa dia bisa tertawa lepas seperti itu dengan orang lain. Bukannya selama ini tawa seperti itu hanya hyung tunjukkan padaku. Dan kenapa hyung tak memperhatikanku sedikitpun tadi? Apa hyung sudah tak peduli lagi padaku? Yesung hyung pabbo... pabbo.." rutuk Ryeowook kesal.

"Tunggu dulu, kenapa aku mesti marah seperti ini. Kenapa aku ingin Yesung hyung memperhatikanku lagi? Dan kenapa rasanya aku tak rela Yesung hyung tertawa dengan orang lain, sekalipun aku juga dekat dengan orang itu. Apa mungkin aku... ah tak mungkin, aku hanya menyayanginya sebagai hyungku. Sama seperti aku menyayangi yang lain. Tapi mengapa begitu sesak hatiku ini...?" ucap Ryeowook kesal sambil memegang dadanya.

Tanpa Ryeowook ketahui, sedari tadi ada seorang namja yang mendengar perkataannya. Namja tersebut tersenyum mendengar penuturan Ryeowook.

'Yesung hyung, sepertinya aku harus membantu Wookie hyung menyadari perasaanya padamu' batin Kyuhyun, namja itu. Apa yang akan Kyuhyun lakukan?

Balasan riview :D

RyeoRim
Gomawo chingu udah sempetin review:D

sebenernya ini udah jadi sampai end

tapi publishnya dikit-dikit

jadi maaf ga bisa bikin yeppa makin tersiksa#peluk yeppa

2minIRZANTI
makasih chingu

aku usahain kok

tapi berhubung lagi UTS #T.T#jadi ga bisa cepet

mianhae :(

Maaf kalau update lama :D

Pada nunggu ya #readers: ngga!

Jangan lupa revieeww ya

Kritik dan saran. Ook!

R.E.V.I.E.W