(ini masih in progress.. aku udah bikin sampe ch8 sebenernya tapi blom ada waktu buat buka ffn dari puasa, jadi, ini FF udah lewat dari tanggal 1 Agustus, gpp lah, yang mau baca silakanc:D)
TRAP IN DEVIL PLEASURE
Ini FF ChanKai..
Saya ingatkan.. ini FF terlalu sadis..
ChanKai
Chanyeol Sadist..
DRUG ADDICT
Tapi..
Bagi yang tidak suka karakter Chanyeol jahat, jangan baca..
Banyak alur pembunuhan karakter..
DON'T BASH.. DON'T READ IF YOU HATE THIS FF
I told you before
.
.
.
AND THIS IS
TRAP IN DEVIL PLEASURE
.
.
….
ZRAAATTT!
"Aaaaaaaa,,,!" Suara Hyuna menggema pilu.
Sekarang bahkan sudah menunjukkan pukul 3 sore.
Sekolah sudah usai sejak sekitar dua jam yang lalu. Namun Chanyeol bahkan belum puas bermain-main dengan boneka barunya itu meski bonekanya sudah memohon untuk dibunuh secepatnya.
"Bunuh aku.. ohok!" Hyuna memuntahkan darah ketika pisau bedah ditangan Chanyeol menusuk lambungnya. Chanyeol bahagia mendengar suara jeritan pilu semua korbannya.
-Trap in Devil Pleasure-
Hyuna sudah dikuburkan bulan lalu.
Semua menganggap kekasihnya 'Hyunseung' adalah pelakunya.
Cukup mudah bagi seorang Park Chanyeol untuk terlepas dari sesulit apapun kasusnya.
Ingat, Park Chanyeol memiliki nama dalam pasar gelap dan kriminal. Banyak taktik dari otak brilian yang dianugerahkan pada tubuh tampannya.
Yang ada, Hyunseung gila karena ditinggal kekasihnya dan dipenjara serta keluarganya menjadi bangkrut.
Chanyeol melakukan itu dengan alasan.
Itu semua perintah dari Yunho. Menyingkirkan pelanggan setianya, salah satunya tentu Hyunseung.
Sebenarnya, Chanyeol sudah merencanakan semuanya dengan rapih. Tapi Hyuna malah menawarkan diri, itu memudahkannya. Memudahkannya untuk merebut harta Hyunseung dan membuat gila pelanggan narkoba setianya itu.
-Trap in Devil Pleasure-
Malam itu Chanyeol bosan.
Ia sudah membunuh 10 orang hari ini, namun tak ada satupun suara teriakan pilu yang mampu membuat seringainya muncul.
Kaki Chanyeol terayun menuju sebuah club malam yang ramai.
Banyak mata memandang betapa rupawan wajah Chanyeol. Chanyeol kemudian duduk dan hanya memandangi semua orang di ruangan remang penuh sesak dan hawa sex. Kualitas narkoba di negeri gingseng ini masih dibawah standard. Chanyeol enggan mengkonsumsinya, maka dari itu ia mengatakan pada Yunho untuk selalu mengiriminya khusus. Di sini Canyeol mulai didekati banyak yeoja.
Mungkin bermain sekaligus dengan lima yeoja mampu melukiskan kembali seringainya.
Malam itu, kelima yeoja itu mendapat siksaan lebih buruk dari Hyuna.
-Trap in Devil Pleasure-
Kesekian kalinya.. Chanyeol membolos pelajaran
Tak ada yang tahu namja Park tampan bersikap dingin itu pergi kemana.
Kaki panjangnya melangkah disepanjang koridor sebelum bel masuk pelajaran pertama.
Hanya meninggalkan tasnya yang bahkan kosong tak pernah ia isi sama sekali.
"Anak-anak, hari ini ada siswa baru yang akan menjadi teman sekelas kalian" Hwang songsaengnim menghentikan pelajarannya karena guru kesiswaan datang.
"Silakan masuk, perkenalkan dirimu" guru kesiswaan itu memberikan kode agar siswa baru itu segera memasuki kelas.
Seluruh siswa menjadi riuh.
Banyak yeoja yang terpana dengan ketampanan wajah namja baru itu. Termasuk namja berstatus seme yang menatap tanpa berkedip melihat senyum manis yang terlukis sempurna di wajah namja itu.
"Kim JongIn imnida.. kalian bisa memanggilku Kai" namja itu tersenyum manis, semua yeoja bahkan menjadi iri. Membuat kelas semakin riuh.
"Kau cantik sekali! Jadilah kekasihku, Kai!" dideretan paling depan, seseorang bernametag Oh Sehun langsung bicara begitusaja. Namun Kai tak meliriknya sama sekali membuat semua siswa menyorakinya.
"Semua diam. Oke, Jongin, kau bisa memilih bangku kosong sesukamu" Hwang songsaengnim mempersilakan Kai memilih beberapa bangku kosong yang ada disana.
PUK!
Kai menjatuhkan duduknya dikursi kosong paling belakang dan menaruh tasnya asal di meja. Membuat semua siswa memandang heran dan tak sedikit menyorot ngeri. Termasuk Hwang songsaengnim.
Namun setelahnya kelas kembali kondusif mengikuti pelajaran Hwang songsaengnim.
"sst… Kai, kenapa kau tidak satu bangku dengan Yoona si cantik itu? padahal dia sudah mengusir teman sebangkunya agar kau bisa duduk bersamanya.." seorang siswa yang duduk didepan Kai berbisik lirih. Wajah namja itu manis namun gayanya benar-benar manly. Tipikal playboy.
"Aku tidak tertarik dengannya, em.." alis Kai sedikit tertaut. Bingung memanggil namja itu.
"Oh, panggil aku Luhan, kau bisa meminta pertolonganku kapanpun, ehm.. manis.." Luhan sedikit tersenyum ketika menggoda Kai.
"Oke.." Kai hanya menjawab datar.
Setelah bel istirahat berbunyi.
"Kai, kenalkan aku Zhang Yixing! Panggil saja aku Lay dan sebelahku ini Xiumin" Lay tersenyum ramah.
"Kai, kau tahu? Kursi sebangkumu itu sudah dimiliki oleh seseorang. Tapi dia selalu bolos. Wajahnya lumayan tampan dan tubuhnya tinggi sekali" Lay langsung bercerita.
"Hm, kenapa dia selalu bolos?" Kai bertanya dengan pandangan santainya.
"Tidak ada yang tahu pasti. Semua guru termasuk kepala sekolah takut untuk menegurnya. Ia selalu berkeliaran di sekolah" Lay menggeret kursinya. Sepertinya akan membuat pembicaraan yang disebut gossip.
"Lalu apa masalahnya?" Kai merasa mereka terlalu berlebihan.
"Banyak siswa yang melihatnya menemui artis-artis yang bersekolah disini, dan.. ini hanya gossip, tapi.. katanya dia seorang pengedar narkoba dunia.." wajah Xiumin jadi sedikit takut saat menceritakannya.
"Namanya.. Park Chanyeol.." Luhan menyebut nama itu dengan hati-hati.
"Hm" bibir Kai mengulas senyum amat tipis setelah mendengar nama itu.
SET..
Kai beranjak dari kursinya dengan meraih tasnya juga.
"Kau mau kemana?" Lay memandang bingung. Ini masih jam sekolah. Masih 3 jam lagi untuk pulang.
"Aku ada urusan. Katakan aku izin, jika tidak mau, tak apa, aku akan alpha" Kai segera keluar dari kelas yang sepi karena masih jam istirahat.
-Trap in Devil Pleasure-
11.34 am..
Sekarang Chanyeol berjalan santai menuju lapangan basket indoor sekolah di gedung F.
Sepertinya gedung F merupakan tempat favoritnya di Elieos SHS ini.
Mungkin karena ini gedung paling tinggi dan sepi.
Ditelinganya tersumpal headset dengan lagu yang amat disukainya beberapa hari ini, hingga bibirnya membentuk seringaian yang tak bisa lagi ditahannya.
Ya, lagu itu adalah suara tangis dan jeritan pilu lima yeoja yang mendekatinya di club beberapa malam yang lalu. Lima yeoja itu sudah mati terbunuh dengan leher yang terputus serta tubuh hancur.
CKIT! BRUGH!
"Aish.." Chanyeol merutuki seseorang yang membuatnya terjatuh karena seseorang itu menabraknya dari depan saat ia akan berbelok di lorong itu.
"Oh, mian, biar aku bantu" seseorang. Namja. Penabrak itu kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Chanyeol berdiri.
Sejenak Chanyeol melirik wajah namja yang menabraknya itu. Rambutnya silver dengan mata indah yang sendu, bibir penuh yang terlihat pucat namun menggoda. Kulit tan yang sedikit bercahaya. Chanyeol mengamati intens namja itu.
Terlihat asing. Seperti siswa baru.
"Apa masih sakit?" namja itu menjongkokkan tubuhnya didepan Chanyeol yang masih duduk dilantai.
Harum tubuh namja itu begitu menguarkan wangi semerbak sebuah bunga.
Red Rose..
Dan itu bunga kesukaan Park Chanyeol.
Bunga yang berwarna merah darah, cantik dengan segala duri yang siap menorehkan luka dalam.
"Ani" Chanyeol menatap tajam jamja itu. Menunggu respon yang akan diberikan namja tan itu. Chanyeol merasa, namja itu akan takut dan meminta maaf padanya seperti orang-orang lain. Namun..
CHU~
Mata Chanyeol terbuka lebih lebar setelah bibirnya merasakan sentuhan lembut yang dingin dari bibir penuh namja tan itu. Bibir mereka tetap diam.
Chanyeol tahu, namja itu ingin mempermainkannya.
BRUK!
Chanyeol mendorong hingga punggung namja itu terbentur keras dengan dinding lorong.
Bibir mereka masih bertaut tanpa gerakan. Mata Chanyeol menatap menyelidik pada mata sendu indah didepannya.
Pandangan itu.. merendahkannya.. menginjak harga dirinya.. membuangnya hingga kedasar jurang yang gelap..
membutakannya..
CPK! CPKKC!
Bunyi salvia terdengar setelah Chanyeol dengan ganasnya meraup dan menikmati secara brutal bibir penuh lembut namja tan itu.
Panas..
itu yang Chanyeol rasakan saat lidahnya berhasil memasuki mulut namja tan itu. Rasa salvia itu lebih nikmat dari cocktail yang selalu dikonsumsinya tiap matahari tenggelam. Lebih menjadi candu.
Tangan Chanyeol bergerayang diseluruh inci tubuh namja mangsanya itu.
Pluk.. Pluk..
Chanyeol membuka satu persatu kancing seragam namja tan manis dikungkungannya itu kemudian membuangnya asal.
SET..
Ciuman panas itu terputus, menyisakan benang salvia yang masih saling tertaut di kedua bibir itu.
Mata Chanyeol memandang namja itu, pikirannya masih terlalu rumit.
"Hm.." namja tan itu memberikan seulas senyuman manis dengan bibirnya yang masih mengkilap dan sedikit memerah akibat gigitan Chanyeol tadi.
PUK…
-Trap in Devil Pleasure-
-TBC-
Hai! Ini Chap 2 nya! Udah ada namja tan manis tuuuhh.. siapa ya? Uih~ manis beut!
Cantik! Kenalan dunk.. kamu pasti si 'itu' kan? Hhe..
Readers pasti juga tahu.. siapa coba dia?
Gimana? Ini udah masuk inti cerita loh, mudah mudahan bisa cepet selese dalam 5 chapter ato lebih(?) entah nanti tangan saya bisa tidak menyelesaikan ketikannya.. dan mata saya yang kuat begadang.. -_-
Chap 3 nanti agak nyerempet M, silakan baca (kalo batal puasa syawal nya jangan salahkan author ne, hhe)
Oke, Review ya! Gomawo all! Salam ChanKai! :D
