Hha.. akhirnya, lewat dari tanggal 1 Agustus.. yaudah gapapa, pdahal udah sampe ch 5 bikinnya, Cuma gak ada waktu buat posting, so this is, ch 2! Yey!
Aku mau balas review kalian dulu :
JongIn: Makasih, ini udah lanjut
safira: Udah kadaluarsa ni FF, hhe.. iya, aku udah mulai aktif lanjut FF yang lain kok
Y.S.N: Tebakanmu.. hm, jawabannya ada di ch ini kok! Semoga kamu tetap penasaran, hhe
Yuki Edogawa: Jangan sedih, ini udah lanjut, hhe
GaemCloud: Daebak, semua pertanyaanmu adalah inti dari FF ini!
Chotaein816: Maaf ini lama lanjutnya, thanks for support
Askasufa: Bukan, Kai datangi Sehun untuk melakukan sesuatu yang lebih lo.. (apaan coba?) Kau benar, aku bikin Chanyeol dan Kai saling bersaing, tapi terkesan ngejar Kai ya? (aku merasa juga begitu -_- ) gomawo
m.a: Arigatou
nadia: Gimana ya.. ini FF buat event ChanKai Forever Love, jadi saya harus konsisten untuk ChanKai, mian gak bisa bikin HunKai
Guest: Ya, kau benar! 100 buat kamu! Hhe
Afranabilah19: This is the next!
Putrifibrianti96: Hi-hidup ChanKai.. hi~ Sehun udah nyiapin golok buat bunuh aku yang penghianat dari HunKai..
: Ini ChanKai bro!
SooBabyBee: Hm.. bisa dibilang HunKai itu dekat..
: Good..
KamongJjong: Ah yang bener? Yakin? Hha
Keepbeef Chiken Chubu: Ya, aku juga curiga
Jongin48: Ini udah lanjut
.39: me too, hahaha.. kira-kira ni FF gak sampe 11 udah end
Flamintsqueen: hehe, aku juga pengen porsi Kai uke manisnya daripada Jongin manly sadisnya..
Thanks for all review!
So this is!
All ChanKai Shipper!
Let's Read!
.
.
ChanKai FF
.
.
….
My Lovely Maid
"Kau sepertinya butuh Sehun" Chen menunjuk seorang namja albino yang mungkin sedari tadi mengamati mereka dari meja perpustakaan paling pojok dengan seringaian tampannya.
"Kau benar" Jongin beranjak dari kursinya. Mendekati seorang Dewa dari kelas akselerasi A2 bernama Oh Sehun.
Chen hanya menghembuskan nafasnya lalu pergi.
"Kemari Chagi" Sehun segera berdiri kemudian merentangkan kedua tangannya menyambut Jongin yang berlari kecil kearahnya.
"Kau makin manis Dewi-ku" Sehun menyeringai tampan dan tangannya bergerak ingin merengkuh tubuh Jongin yang sudah hampir dekat.
-My Lovely Maid-
"Kau makin manis Dewi-ku" Sehun menyeringai tampan dan tangannya bergerak ingin merengkuh tubuh Jongin yang sudah hampir dekat namun-
BUAKH! BUGGHH!
BRUGH!
Jongin memukul perut Sehun dengan keras sebanyak dua kali hingga Sehun tersungkur jatuh ke karpet merah perpustakaan.
"Ssshh.. pukulanmu tetap mematikan seperti biasanya, baby" Sehun merasa besok pasti perutnya sudah membiru hebat.
"Aku benci Dewa seperti kalian!" Jongin bahkan tak takut berteriak diruangan dilarang bersuara keras itu.
Jongin menduduki perut Sehun yang kini terlentang pasrah di karpet perpustakaan.
BUAKH! Kai meninju tulang rusuk kiri Sehun.
"Aku tahu maksudmu" Sehun masih setia menatap Jongin dengan pandangan lembutnya.
BUAK! BUGH!
"Kenapa bukan kau saja Sehun-brengsek?!" Kai bertanya retoris.
Jongin masih memukuli seorang Dewa tampan bernama Oh Sehun yang jelas-jelas siswa terbaik dalam segala jenis bela diri. Sehun tidak mau melawan namja yang dicintainya, ani.. bahkan tidak pernah terbesit keinginan untuk menggoreskan sedikitpun kukunya pada kulit tan halus itu.
BUK! BUK!
"Hatimu berkata lain-erh!" Sehun sedikit merintih merasakan tubuhnya yang sudah remuk.
Pukulan Jongin di perut Sehun kian melemah. Bahkan senyum Sehun masih terbentuk sempurna disana. Matanya memandang wajah Jongin yang begitu dingin enggan membalas tatapannya.
"Aku percaya padamu! Tapi kenapa takdir begini kejam.." Kai memukul pelan pelipis namja tampan dibawahnya.
TEP!
Sehun memegang erat kedua tangan Jongin. Menghentikan pukulan yang kini sudah lemah itu.
"Aku yakin pilihanmu yang terbaik. Aku melepasmu" Sehun segera menarik Jongin kedalam pelukannya.
GREP!
Kai meremat erat blazer hitam yang dikenakan Sehun. Pundak Jongin bergetar tak lama setelahnya Sehun merasa kemeja kerahnya sedikit basah.
"Hiks-hiks—pabbo! Hiks—" Jongin akhirnya terisak dalam rengkuhan Dewa itu.
"Hm, menangislah hingga kau lega, Kai.." Sehun mengecup puncak kepala Kai perlahan lalu mengusak rambut brown halus nan wangi itu.
Ya.. Oh Sehun memang dekat dengan seorang Kim Jong In sejak taman kanak-kanak.
Sehun hapal, sangat hapal. Jongin adalah sosok topeng tegar yang dingin dan acuh. Hanya topeng. Dan seorang Kai adalah sosok yang manis dan berhati rapuh. Itulah sosok aslinya, yang sialnya malah terdominasi oleh Topeng. Sehun mencintai keduanya dalam satu tubuh bernama Kim Jong In.
Kim Jong In itu paket lengkap dan langka. Sehun bahkan setia menjadi karung pasir yang selalu dipukuli Jongin, maupun sebagai bantal tempat Kai memendam wajahnya yang berlinang air mata.
Kini Sehun merelakan Kim Jong In. Bukan. Bukan karena lelah. Ia tak pernah lelah mencintai makhluk indah dalam rengkuhannya itu. Tapi karena ia sangat mencintainya. Nyatanya cinta tak harus memiliki.
-My Lovely Maid-
"Murahan, menangis pada pria dibawahku" namja tinggi itu berlalu setelah melihat Jongin menangis dalam rengkuhan Dewa kelas A2. Namja tinggi itu tentu Park Chanyeol. Niatnya ia ingin memaksa Jongin ikut nanti malam, tetapi pemandangan tadi malah membuat hatinya makin panas. Chanyeol tidak suka rasa panas yang menguar didadanya ini.
"Kuhancurkan kau Kim Jong In.." Chanyeol mengepalkan tangan kirinya. Tangan kirinya itu seakan ingin menonjok Sehun setelah melihat air mata Jongin. Dan perasaan itu tetap ia sebut 'benci'. Meski nyatanya itu adalah 'cemburu'.
Kaki panjangnya itu berjalan cepat menuju parkiran untuk mengambil mobil Lamborghini Adventatornya.
15.11..
Kelas masih sepi karena jam istirahat..
Nyatanya seorang Park malah kembali ke sekolah lalu tertidur santai di UKS.
Siswa lain juga dilarang pulang sebelum pukul 16.00 sesuai peraturan sekolah. Jadilah kelas A1 menunggu dengan sabar.
Beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi. Kelas A1 tetap tertib masuk meski dibebaskan pelajaran. Jongin terlihat tenang dibangkunya sambil mendengarkan music lewat headsetnya, matanya menatap lurus keluar candela. Angin sore serta cahaya matahari jingga membuat semua orang yang melihat mengakui betapa cantik dirinya.
Kelas kembali ribut seperti biasa dengan segala jenis obrolan mereka yang kebanyakan menyanjung kehebatan keluarga Park.
SSRRRT..
Kelas hening ketika Chanyeol masuk ke kelas dengan rambut yang sedikit acak-acakan entah diterpa angin atau karena tidur siangnya. Namun malah terlihat makin keren dan tampan. Langkah kakinya amat cepat menuju bangku depan dekat jendela. Bangku Kim Jong In.
GREPP!
Chanyeol meraih kerah kemeja putih Jongin.
"Apa maumu?" Jongin menatap tak berminat tangan putih yang mencengkram kerahnya kuat, membuatnya sedikit tercekik.
"Jangan mentang-mentang keluarga Kim yang mengalir ditubuhmu itu lebih tinggi dari semua Dewa, kau jadi bertindak semaumu selama ini!" Chanyeol menggeretukkan giginya. Mulutnya sudah penuh akan umpatan yang akan dikeluarkannya.
"Bukankah kau membicarakan dirimu sendiri?" Jongin mencengkram kuat pergelangan tangan Chanyeol hingga memutih. Namun Chanyeol tetap kukuh. Yang Jongin tahu, Chanyeol lah yang bertindak semaunya selama ini.
"Semua tahu jika keluargamu adalah saingan besar keluargaku. Dan kau songong sekali tidak menerima ajakanku hanya karena kau lebih kaya dariku" Chanyeol mengeratkan cengkramannya.
See? Seperti yang kukatakan tadi, Chanyeol bukanlah yang terkaya. Tapi Jongin. Kim Jong In bahkan tak hanya mengalahkan Chanyeol dari segi ekonomi, tapi dari segi kecerdasan, pembawaan, sikap, wibawa, serta daya tarik. Bagi Chanyeol, Jongin adalah halangan terbesarnya.
"Apa pedulimu" Jongin menyentak tangan Chanyeol dengan mudah. Itu buruknya Jongin, dia cuek dan tak berperasaan.
"Aku menantangmu bermain basket" Chanyeol meraih pergelangan tangan Jongin yang hendak pergi. Mata Chanyeol sedikit tercekat. Ada sensasi lain yang Chanyeol rasakan, yang bahkan semua orang ingin rasakan.
Tekstur kulit sexy Kai, yang ternyata lebih halus dari kain sutera.
-My Lovely Maid-
"Aku menolak" Jongin berusaha melepaskan tangannya.
"Tak ubahnya dengan anak anjing lemah" setelah mencemooh, Chanyeol melepaskan genggamannya. Bibirnya menyunggingkan seringaian miring yang tampan sekaligus merendahkan Jongin.
Seluruh siswa kian hening menunggu jawaban Jongin atas tantangan sekaligus kalimat pelecehan yang Chanyeol berikan.
Sedikit tercekat ketika semua telinga siswa disana mendengar ejekan itu. Jongin tidak pernah dikatai seumur hidupnya. Karena Jongin adalah sosok sempurna.
GREPP!
Tangan kiri Jongin meraih dasi Chanyeol dengan cepat lalu menariknya kuat kearahnya sehingga Chanyeol merunduk, membuat Kai terkurung dengan kedua lengan Chanyeol di kanan kirinya dan punggungnya yang sudah berhimpitan dengan meja.
SETT..
Tangan kanan Jongin mengelus perlahan pelipis Chanyeol, turun, lalu berhenti di pipi. Membuat Chanyeol mau tak mau memejamkan matanya merasakan betapa halus dan nyaman belaian itu. Wangi aroma tubuh Jongin dapat tercium dari jarak ini dan mungkin akan selalu terngiang dalam pikirannya.
"Jam 15.45.. di lapangan basket indoor gedung III.." Jongin menatap Chanyeol langsung dimatanya. Ini yang pertama. Dan rasa lain yang lebih berat meluap dirongga dada Chanyeol.
"Aku sungguh ingin menghancurkanmu" Chanyeol menajamkan matanya. Tangannya kini meremat kuat pinggang ramping Jongin. Tanpa disadari tubuhnya makin dekat dan wajahnya condong kedepan sehingga tarikan Jongin di dasinya tak mencekiknya lagi.
Sedikit lagi maka bibir mereka akan bersentuhan.
"Hm, kurasa kau akan menangis bahagia untuk kekalahanmu nanti, brengsek" Jongin menyeringai tipis. Menatap mata Chanyeol lebih dalam dengan mata sayu indahnya.
"Dewi bermulut tajam sepertimu perlu diberi pelajaran" Chanyeol menyunggingkan senyum miringnya dan wajahnya makin mendekat untuk meraih bibir Jongin.
Hanya tersisa jarak 1cm. Seluruh siswa bahkan sudah merekam kejadian ini sejak awal Chanyeol memasuki kelas.
Jika video ini disebarkan, bisa jadi pembicaraan besar termasuk membuat para Dewa disekolah naik darah melihat Jongin seorang Dewi nomor 1 dapat disentuh sedekat itu.
"Jangan cium anak anjing lemah sepertiku, keparat" bibir penuh Jongin berbisik sensual membuat tangan Chanyeol makin naik meraba punggung namja yang lebih pendek beberapa senti darinya.
BUGH!
Tangan kanan Jongin yang sedari tadi setia menangkup pipi kiri Chanyeol akhirnya tak bisa menahan tugasnya untuk memberi pukulan telak diwajah tampan Park tersebut. Membuat Chanyeol tersungkur memegangi bingkai jendela.
Kai segera berjalan pergi keluar kelas.
"Anak anjing sialan!" Chanyeol menyerka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Menatap tajam punggung seorang Kim Jong In yang selalu diunggul-unggulkan semua orang diatas dirinya.
-My Lovely Maid-
TBC
Waaw..
Sedikit lagi padahal udah mau kiss, tapi gagal deh..
Uri Jonginnie hajar Eggyeol di wajahnya.. entar tampannya ilang lo.. hhe
Sehun menyerah untuk mengejar Kai? Yah deh.. -_-
Chanyeol kok jadi marah gitu ya habis lihat HunKai pelukan di perpus? Cemburu nih ciyee..
Jangan lupa review ya! Chap tiga akan update segera! :D
