Daisuki desu
Disclaimer :Kuroko no basuke hanya milik Fujimaki Tadatoshi
Warning : OOC, AU , gaje, ejaan EYD berantakan
Rating : T
Pairing : akakuro
'aaaaaaa' = berbicara dalam hati "aaaaaa"=berbicara dengan mulut
Minggu pukul 9 di stasiun, Tetsuna menjadi orang pertama yang hadir dan menunggu teman-temannya. Mungkin ia terlalu bersemangat untuk pagi ini, hingga akhirnya bangun terlalu pagi. Disana ia dapatt melihat Akashi setiap hari.
"Kurokocchi…." Terlihat Kise melambaikan tangan kearahnya padahal jaraknya tidak terlalu jauh.
"ohayo Kise-kun"sapa Tetsuna.
"ohayou Kurokocchi" balas kise dengan wajah ceria dan suara yang kelewat cempreng sambil. berjalan kearahnya
"are.. apa yang lain belum datang Kurokocchi?" Tanya Kise sambil menstabilkan nafasnya karena berlari.
"ya, kenapa Kise-kun tumben tidak telat hari ini.?" Tanya Tetsuna dengan nada datarnya.
"Kurokocchi hidoi-ssu. Aku tadi memang belum bangun-ssu, tapi karena aku ketahuan menghilangkan bajunya yang ditanda tangani oleh idolanya saat ia akan mandi. Dan aku dipukuli dengan sapu-ssu" ucap kise dengan muka memelasnya.
"kise-kun punya kakak?"Tetsuna hanya menanggapi sekenanya
"ya, kakak perempuan-ssu."
"Midorimacchi Akasicchi cepatlah kesini.." ucap kise sambil melambaikan saat melihat Midorima bersama Akashi.
"ohayou Midorima-kun, Akashi-kun". Ucap Tetsuna sambil menstabilkan detak jantungnya yang berdetak cepat dan menyembunyikannya di balik topeng datarnya.
"ohayou" Akashi dan Midorima membalasnya.
" Apa kalian sudah menunggu terlalu lama?" Tanya Midorima.
" tidak-ssu, sekarang tinggal Aominecchi dan Murasakibaracchi saja-ssu yang belum hadir sementara kereta akan segera datang".
" whoaaa itu mereka-ssu. Aominecchi…. Murasakibaracchi… cepat kesini"teriak Kise dengan suara cemprengnya sehingga ia menjadi pusat perhatian.
"Daiki aku akan membakar majalah nistamu jika kau terlambat karena majalah mesummu terdapat edisi baru". Mendengar pernyataan Akashi, Aomine hanya menggeleng menyembunyikan wajah ketakutannya.
"ayo kita berangkat nanodayo, kita terlambat satu menit " kata Midorima sambil menaikkan kacamatannya yang tidak melorot sama sekali.
Setelah itu, mereka naik dalam kereta. Tetsuna yang berada di sebelah Akashi tidak sengaja tertidur di pundaknya.
"Tetsuna bangunlah" . Akashi berkata samil berusaha memindahkan kepala Tetsuna agar tidak bersandar di bahunya.
"Tetsuna.." Akashi menghela nafas. Cukup sulit ia membangunkan Tetsuna. Pada akhirnya ia membiarkannya sampai mereka sampai di tempat tujuan.
"whooooaaaaaaa… besar sekali mansionmu Akashicchi" ucap Kise memandang takjub.
"Tentu saja nanodayo. Tidak seperti rumahmu yang seperti kandang tikus. Disini bersih"
"Midorimacchi hidoi-ssu" Kise protes sambil memanyunkan bibirnya
"berisik Kise. Akashi apa di dalam ada para banyak maid?" kata Aomine memberikan senyuman hentai.
" Dai-chan hentai" kata Momoi yang berdiri di sebelah Aomine.
"pilih kamar kalian masing-masing . sementara Momoi dan Tetsuna akan tidur di kamar bawah setelah itu pergi ke meja makan untuk mkan siang".
-SKIP TIME—
Makanan telah disiapkan oleh para maid. Berbagai hidangan sudah disediakan. Mereka makan dengan lahap setelah mengucapkan "itadakkimassu".
"Murasakibaracchi kau mau menghabiskan semuannya sendiri-ssu?" Tanya Kise saat melihat setumpuk makanan di piring temannya itu.
" Urusai Kise, memangnya kau. Pantas badanmu kerempeng, makanmu sedikit sekali. Aku heran kenapa kau bisa jadi model " sahut Aomine setelah mengambil porsi makanan yang tak kalah banyak dari Murasakibara.
"a-apa? Mou Aominecchi. Kalau begitu akan aku buktikan kalau aku mampu-ssu" kata Kise sambil memenuhi piringnya sama dengan Aomine. Sementara Momoi, Tetsuna, Akashi, dan Midorima hanya melihat pertengkaran mereka.
Setelah mereka selesai makan, mereka mengatur jadwal Training Campnya. "Setelah ini, kita akan pergi ke lapangan basket di ekat rumahku. Kalan mengerti !" semuannya kembali mengagguk setuju atas perintah Akashi.
"nee Akashicchi, sudah lama Nijimuracchi tidak kembali-ssu"
"dia akan kembali nanti Ryouta"
"Yosh,, kita mulai sekarang." Kata Momoi mencegah Topik kurang menyenangkan.
Setelah mereka berjalan dari Mansion ke Lapangan, mereka langsung memulainya dengan pemanasan dan bertanding.
" Momoi-san kau sudah menyiapkan minum dan handuk untuk mereka?" Tanya Tetsuna.
"mmmm.. kurasa sudah Tetsu-chan. Aku juga sudah mencari resep masakan yang tepat untuk mereka". Kata Momoi dengan aura blink-blink.
Mendengar apa yang dikatakan momoi, mereka berhenti bermain basket dan bergidik ngeri.
'gawat. Kita harus menghentikannya' mereka berpikiran serempak termasuk Tetsuna.
"kurasa aku yang akan memasak Momoi-san, lebih baik Momoi-san menganalisis kemampuan mereka." Kata Tetsuna sambil membayangkan masakan Momoi.
'haaahh..syukurlah' mereka lalu melanjutkan bermain basket.
"ah Tetsu-chan aku botol minum yang aku bawa kurang. Bisakah kau membelinya?"
"ha`i Momoi-san. Aku pergi"
Tak lama seteah Tetsuna pergi, Aomine, Kise, Murasakibara,Midorima dan Akashi beristirahat.
"kenapa Tetsu-chan lama sekali. Apa dia tersesat?" gumam Momoi gelisah memikirkan sahabatnya.
" kenapa Satsuki, kau terlihat sangat gelisah?" Tanya Akashi.
"Tetsu-chan belum kembali Akashi-kun, apa dia tersesat.?"
"Daiki susul Tetsuna"
"aku lelah Akashi"
" bukankah kau pacarnya nanodayo. Lebih baik kau yang menyusulnya bukan" kali ini Midorima menyahuti.
Akashi mendeathglare Midorima. 'kalau aku tidak menyusulnya ,mungkin mereka akan curiga, terutama Shintarou'.
"berani sekali kau memerintahku Shintarou, tapi karena Tetsuna , aku akan menyusulnya"setelah itu Akashi pergi menyusul Tetsuna.
Akashi menemukan kuroko setelah ia berjalan cukup jauh. " Tetsuna, kenapa lama sekali?"
"Akashi-kun. Kenapa kau disini?"
"aku tidak suka mengulangi pertanyaanku Tetsuna?"
" Akashi-kun gomen, tadi aku akan membelinya di tempat yang dekat, tapi habis. Jadi, aku membelinya disini." Kata Tetsuna dengan wajah datar.
" ayo kita kembali Tetsuna" ajak Akashi
"ha`I Akashi-kun".
Setelah berjalan sedikit lama, Tetsuna merasa ada yang salah dengan perutnya.
"Akashi-kun bisakah kita ke toilet sebentar?" kata Tetsuna sambil menghentikan langkahnya.
"baiklah, jangan terlalu lama." Setelah itu Tetsuna masuk ke toilet.
Beberapa saat kemudian Akashi mendengar suara dari Toilet wanita " Akashi-kun.. bisakah kau menolongku? Kumohon." Suara Tetsuna terdengar memelas.
" ada apa Tetsuna.?"
"bisakah kau membelikanku pembalut?" Akashi yang mendengar itu kaget. 'apa? Pembalut? Tapi aku laki-laki. Mereka akan mencurigaiku, dan meragukanku sebagai laki-laki.'
"kumohon,, aku tidak akan bsa keluar dari sini kala kau tidak membelinya Akashi-kun?" mendengar itu, Akashi langsung bergegas di tempatnya.
"Tetsuna, aku sudah membelinya."
"masuk dan letakkan di depan pintu Akashi-kun. "
"a-apa? Aku ini laki-laki Tetsuna. 'dan kau bukan siapa-siapa'. Aku tidak mau menjadi laki-laki hentai"
"sudahlah Akashi-kun. " Tetsuna kembali menyuruh Akashi.
Memang keadaan disitu sangat sepi. Setelah Akashi melihat kiri-kanan, Akashi masuk dan menaruhnya di depan pintu toilet.
"arigatou Akashi-kun " kata Tetsuna setelah keluar toilet.
"ayo pergi Akashi-kun" Tetsuna menggandeng tangan Akashi dan melenggang pergi.
'hangat, dan pas dengan ." tanpa sadar Akashi memandang Tetsuna cukup lama. "ada apa Akashi-kun?" Tetsuna menyadari Akashi menatapnya.
"tidak, ayo kembali. Tetsuna.." kata Akashi sambil mengeratkan genggamannya. Tetsuna hanya berblushing ria . sebenarnya , ia mengumpulkan keberanian yang cukup untuk menggandeng tangan Akashi pergi.
"kalian lama sekali-ssu. Ku sudah sangat lapar"kata kise merengek pulang karena sudah petang
"baik, kurasa latihan cukup sampai disini" kata Akashi setelah mereka sampai di lapangan.
Saat malam tiba, setelah mereka makan Tetsuna tidak langsung tidur. Ia duduk ditaman samping mansion. "Tetsuna, ada apa kau kesini. Kau harus langsung tidur."
"aku hanya ingin melihat bintang" kata Tetsuna sambil memandang langit. Akashi hanya diam memandang Tetsuna 'seperti dulu, kita bersama'.
"…shi-kun?"
"Akashi-kun.."
"ya, ada apa Tetsuna?"
"kenapa Akashi-kun melamun, ?" Tanya Tetsuna sambil menepuk tempat duduk sebelahnya, memberi isyarat agar Akashi duduk di sebelahnya.
"tidak apa, umm Tetsuna apa kau butuh lebih banyak pembalut kau boleh minta di belikan oleh maid". 'aku tidak mau menjadi bahan gossip ibu-ibu'. Sungguh Akashi bingung untuk menghadapi para ibu-ibu ketika melihat dirinya mengambil pembalut.
"ah soal tadi, gomennasai aku merepotkanmu."
"apa kau kesepian mala mini Tetsuna, hingga kau keluar" Tanya Akashi mengalihkan topik
"tidak, Akashi-kun. Aku sudah terbiasa di rumah seperti ini."
"terbiasa?. Maksudmu tidak ada yang mau menemanimu."
"tidak, aku tinggal sendiri, keluargaku ada di rumah nenek . Lagipula sekarang ada Akashi-kun di sampingku. Arigatou Sei-kun"
'Sei apa ini untukku. Sei kau tampan memakainya. Jangan Sei.' Teringat Akashi dengan seorang gadis teman masa kecilnya. Ia juga memanggil nama kecilnya.
"apa aku tidak boleh memanggil namamu,? Baiklah kurasa Akashi-kun saja cukup".
"tidak Tetsuna. Kau boleh memanggilku seperti itu".
'tunggu , apa yang kukatakan. Apa aku bisa percaya padanya.' Akashi sungguh tidak menyadari apa yang dia katakan, ia melihat bola matanya yang begitu indah dan menampilkan kejujuran. ' kurasa aku akan mencoba'
"Sei-kun apa ini pertama kalinya kau duduk di luar dengan temanmu".
"ya. Begitulah"
"aku hanya teman ya." Gumam Tetsuna lirih, tapi kasha mampu mendengarnya.
"kau siapa ya.." goda Akashi. Entah kenapa ketika ia di dekat Tetsuna ia terasa nyaman, ia suka melihat berbagai ekspresi yang jarang ditunjukkan pda orang lain. Rasanya, ia ingin melihat lebih banyak lagi.
"tentu saja tidak Tetsuna, kau adalah pacarku." Ucap Akashi sembari merangkul Tetsuna, ia merasa sudah saatnya ia mengakui Tetsuna sebagai pacarnya, walau hatinya memang bukan untuknya.
"Arigatou Sei-kun" Kata Tetsuna sambil melihat keadaan sekitarnya.
CUP
Tetsuna mencium Akashi. Tanpa sadar wajah Akashi memerah. Ketika ia menengok sebelahnya, ia melihat wajah Tetsuna yang sangat merah sewarna dengan rambut Akashi. Akashi sempat tertegun dengan itu. Ia sangat menyukai raut wajah Tetsuna yang ekspresif saat di hadapannya.
TBC
Thanks udah baca, readers
