Meeting In Diagon Alley

Lucius Malfoy dan Severus Snape berada di kantor kepala sekolah. Dumbledore mendengar penjelasan dari Lucius dan Severus perihal Draco yang menjadi Veela dan Harrieta menjadi matenya juga keputusan Lucius untuk membelot. Dumbledore sangat bahagia dengan segala perubahan ini. "Satu - satunya tempat yang aman adalah Grimmauld place no 12. Rumah peninggalan keluarga Black. Aku sudah menambah Fidelus charm. Lucius kau bisa membawa keluargamu tinggal bersama Sirius dan Harrieta"kata Dumbledore. Semenjak Harrieta tinggal bersama Sirius keamanan di Grimmauld place memang ditambah Tonks dan Remus Lupin tinggal disana untuk keamanan.

"Terima kasih kepala sekolah dan aku ingin menjadi anggota order"kata Lucius. Jika ingin keluarganya utuh dan Draco bahagia. Ia harus melenyapkan pangeran kegelapan.

"Tentu saja"kata Dumbledore. "Pulanglah bersiap - siap. Kau bolek ikut Severus. Aku memberitahu Sirius."kata Dumbledore. Kedua pria dewasa itu pun mengikuti saran dari kepala sekolah tersebut.

Sekembalinya dari Hogwarts, Lucius dan Severus pun menceritakan segalanya pada Narcissa dan Draco. Draco sendiri terlihat bahagia dengan kesempatan tinggal bersama Harrieta.

Diagon Alley.

Harrieta memanggil Dobby di Leaky Cauldron untuk membawa barang belanja yang ia beli di Muggle London ke kamarnya. Sekarang ini Dobby, bekerja untuknya di Grimmauld Place. Sirius sendiri memiliki peri rumah yang tak bersahabat Kreacher. Ketika Harrieta menawarkan Dobby bekerja untuknya, Dobby sangat bahagia.

Sepeninggalan Dobby, Harrieta membaca daftar keperluan Hogwartsnya. Gaun pesta dansa ia juga sudah membelinya di Muggle London tadi.

Di tahun keempatnya, fisik Harrieta berubah menjadi lebih panjang sepinggang, Tubuhnya lebih berbentuk Payudaranya lebih berisi. Pubertas memang luar biasa. Dengan kondisi fisiknya, Harrieta bebas mengenakan baju apa pun tanpa terlihat aneh. Sore ini, Harrieta tampak cantik dengan pakaian ala lolita gothic yang terdiri dari kemeja putih berlengan panjang dengan kerah berbandul perak dan rok hitam mengembang di atas lutut, tak lupa kaos kaki berwarna putih dan sepatu flat maryjane berwarna hitam.

Flourish and Blots menjadi pilihan pertama Harrieta. Gadis berambut hitam itu kini menyusuri buku mahluk - mahluk sihir untuk kelas Hagrid. Ia membaca cukup banyak tentang Veela dan sejarah keluarga pureblood. Ternyata sebagian keluarga pureblood pasti memiliki warisan darah termasuk Potter yang memiliki tiga Line Pureblood (Peverell,Gryffindor dan Potter sendiri). Berdasarkan informasi tersebut, sudah pasti Harrieta memiliki warisan darah. Hal yang menarik adalah mengenai Veela Mate. Veela memiliki satu pasangan yang ditakadirkan seumur hidup. Veela mahluk yang sangat pencemburu dan Protektif. Poin lainnya Veela sama sekali tidak bisa jauh dari matenya berlaku untuk veela yang baru menemukan matenya, Butuh waktu tiga bulan untuk memisahkan antara Veela dan matenya itu juga hanya beberapa jam. Veela bisa merasakan emosi dari matenya dan lain - lain.

Harrieta menggelengkan kepala. Ia ingin memberikan Draco kesempatan. Pasangan yang ditakdirkan dan perlindungan, sejujurnya itu sangat menggoda bagi Harrieta, Akhirnya gadis itu memutuskan untuk membiarkan seperti air mengalir. Harrieta membawa beberapa buku dilengannya. Ketika Sepasang lengan memeluknya dari belakang. Secara Refleks Harrieta langsung berbalik. Draco Malfoy sudah ada disana.

"Halo mate"sapa Draco. Harrieta memutar bola matanya. "Aku ingin kita memulai dari awal Draco"kata Harrieta.

"Baiklah,"balas Draco. "Namaku Draco Malfoy. Miss?"

"Harriet Potter. Mr Malfoy"jawab Harrieta tertawa geli.

Sore itu, Harrieta dan Draco menghabiskan waktu mereka dengan mengenal lebih jauh dan berbelanja kebutuhan sekolah mereka. Satu yang harus di catat, Draco selalu memberikan apa Harrietta inginkan. Sebagai contoh, Ketika Harrieta menginginkan sebuah quil yang tinggal satu - satunya. Draco memastikan Harrieta yang mendapatkannya. Contoh yang lain ketika mereka berada di Madam Malkin, Harrieta memberikan saran untuk pewaris Malfoy, untuk jubah resminya yang langsung diterima oleh Draco.

"Harrieta,"panggil Draco ketika mereka selesai berbelanja. "Hmm"respon Harrieta.

"Kau tahu sebentar lagi akan ada piala dunia Quindditch, Would you watch with me and my family?"tanya Draco.

"Sure"jawab Harrieta. Draco pun tersenyum. "Sudah waktunya pulang. Hati - hati."kata Harrieta.

"Ermm Sebenarnya, Aku dan keluargaku tinggal Di Grimmauld place Harriet"kata Draco.

"Apaaa?" teriak Harriet kaget.