Pagi yang cerah di dunia fantasy. Setiap pagi para peri selalu sibuk berterbangan kesana kesini didalam maupun diluar kerajaan. Para peri pembantu sibuk membersihkan setiap sudut dan pojok ruangan, memastikan tidak ada debu sedikitpun yang menempel disetiap perabotan. Para peri yang lain juga tidak kalah sibuknya menyiapkan makanan, mengurus pakaian ataupun mengatur jadwal dan segala hal yang berhubungan dengan kerajaan.
Apakah para peri ini bisa terbang seperti yang kalian bayangkan? Ya, mereka memiliki sayap dan mereka bebas menggunakannya dimanapun. Mereka dapat menyembunyikan sayapnya jika mereka mau. Caranya? Sayapnya bisa muncul dan menghilang jika mereka inginkan, karena dalam situasi tertentu mereka pikir itu adalah hal yang tidak sopan dan dapat mengganggu yang lain jika mereka membiarkan sayap mereka mengembang begitu saja.
Di istana kerajaan peri ini dipimpin oleh seorang raja yang agung. Dia tidak pernah memihak pihak tertentu dan dapat menjalankan hukum kerajaan dengan adil. Sikapnya sangat tegas yang membuatnya disegani oleh para pengikutnya. Sang raja tidak akan begitu saja menghukum para peri yang tidak terbukti salah, baginya seorang peri patut dihukum jika sudah ada bukti. Jika hanya omongan saja? Hati-hati sang raja malah akan berbalik menghukum sang pelapor.
Dibalik itu semua dia juga merupakan raja yang ramah. Tidak perlu menakutinya secara berlebihan. Para peri istana juga mengetahui sosoknya yang sangat penyayang. Terutama kepada sang adik.
Pangeran kedua di kerajaan para peri, Takada Kenta, terlahir dari selir sang raja terdahulu. Sedangkan raja yang sekarang, Roh Taehyun, adalah asli putra mahkota dari Raja dan Ratu. Namun hal ini tidak mengurangi rasa sayangnya pada adiknya ditambah lagi dia sudah menyadari sesuatu yang 'spesial' dari sang adik.
Takada Ruri, sang selir raja adalah wanita yang sangat cantik. Walaupun gelar peri paling cantik disematkan pada sang ratu namun sang selir tidak kalah cantiknya. Menariknya, mereka berdua adalah teman sepermainan. Bagaimana mereka bisa memikat hati sang raja adalah cerita lain lagi. Bisa panjang kalau diceritakan hhe.
Rambutnya yang berwarna coklat keemasan menjuntai panjang dengan indahnya. Matanya sayu, senyumnya sangat manis dan wajahnya yang cantik dapat merebut hati siapapun yang melihatnya. Namun sayang, tubuhnya terlalu lemah setelah melahirkan sang bayi. Dia hanya bertahan sebentar untuk memberkati bayinya sebelum ia tidur untuk selamanya.
Roh Taehyun masih sangat mengingat kejadian itu. Saat itu dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, yang dia tahu hanyalah tangis seorang bayi mungil yang menarik perhatiannya. Dia melihat kedua orangtuanya menangisi wanita cantik itu dan diapun kembali sibuk menghibur sang bayi.
Sebelum kedua orangtuanya meninggalkan dirinya, dia hanya mengingat bahwa sang ratu ingin Taehyun menyayangi dan melindungi sang adik. Tentu saja Taehyun menyanggupinya. Dia sudah sayang pada adik kecilnya semenjak dia lahir bukan?
Dan sampai sekarang...
"Yang mulia! Yang mulia!!"
Seeorang peri dengan tergesa-gesa terbang menghampirinya. Seorang pelayan. Jika dilihat dari seragamnya, dia adalah pelayan khusus yang bertugas di istana bagian timur. Disana adalah tempat kediaman sang adik.
"Ada apa?", sahut Taehyun dengan suara yang tenang.
Saat ini ia sedang berada di ruang kebesaran raja. Ruang singgasana yang berisikan tirai-tirai sutra berwarna emas dan berhiaskan emas berlian dan batu emerald. Para petinggi kerajaan yang sedari tadi sedang rapat bersamanya dengan sopan meninggalkan ruangan tersebut atas perintah raja.
"Yang mulia, maafkan atas kelancangan hamba. Tapi, sang pangeran ingin bertemu dengan yang mulia. Pengeran bilang dia akan mengamuk jika yang mulia tidak menemuinya," jawab sang pelayan. Dia sudah bertekuk lutut dihadapan raja dan berharap sang raja mau menerima permintaan sang adik.
Taehyun menghela nafas. Lagi-lagi adiknya berulah. Kenta bukanlah anak nakal yang sering menyusahkan, namun dia akan merengek minta keluar dari istana jika dia sudah merasa bosan dengan taman disekitar kerajaan. Masalahnya, jika dia sudah keluar istana terkadang Kenta akan menghilang dari penjagaan dan baru kembali keesokan harinya. Alasannya? Dia mengikuti jalan ke kerajaan lain dan lupa jalan pulang.
"Aku akan kesana,"
XxX
Berguling kesini, berguling kesana, berguling kemana-mana. Sang pangeran sudah merasa sangat bosan menunggu sang kakak datang. Apa pelayan yang disuruhnya sudah menemui sang kakak? Tidak, dia pasti sudah menemuinya tapi apakah kakaknya sudi mendatanginya? Karena terkadang sang kakak terlalu sibuk untuk mengurusi keinginan sang adik.
'Terlalu lama...' batinnya berkata.
Kenta berdiri, fokus, dan mengembangkan sayapnya. Hal ini mengundang banyak mata tertuju padanya. Pengawal serta para pelayan selalu takjub melihat sayap indah sang pangeran. Ya, sayapnya yang transparan benar-benar cantik dan berkilauan. Terdapat simbol kerajaan disudut bawah sayapnya. Berbeda dengan peri kebanyakan bahkan dari sang raja sendiri, sang pangeran ini mempunyai sayap menyerupai sayap kupu-kupu.
"Eunki, kalau kakak kesini tolong bilang aku mau jalan-jalan sebentar ya."
"Tapi Kenta-"
"Jalan-jalan kemana?"
Suara raja mengagetkan seluruh isi ruangan. Semuanya langsung tunduk dan bersimpuh pada raja. Termasuk teman sepermainan Kenta, putra bangsawan terpandang dari bangsa peri, Hong Eunki.
Kenta lantas melesat memeluk Taehyun dengan erat. "Kakak! Kak Taehyun, aku minta izin untuk main sebentar ya? Aku bosannn," pintanya sedikit merengek.
"Bosan? Bahkan Eunki ada disini. Kamu bilang kamu ngga akan bosan kalau dia ada disini. Sekarang apa lagi?"
Ugh, kakaknya memang tidak mudah dirayu.
Kenta melepaskan pelukannya. Diaraihnya tangan Taehyun dan digenggamnya dengan erat. "Aku janji ka, aku pasti akan pulang sebelum matahari terbenam. Aku sudah hafal jalan- ehh maksudku arah pulang,"
"Tidak boleh, kamu juga bilang begitu sebelumnya."
"Boleh ya? Aku janjiii.."
"Tidak boleh."
"Boleh,"
"Tidak. Kamu tetap disini atau aku akan menghilangkan sayapmu,"
Sang pangeran terdiam. Dia menunduk dan melepaskan genggaman tangannya. Raut wajahnya berubah sedih dan dengan hitungan detik air matanya bisa menetes.
Taehyun menghela nafas lagi (entah sudah yang keberapa kali). Disentuhnya pipi adiknya dan diusapnya pipi Kenta dengan lembut. "Kenta tahu kan kalau kakak sayang Kenta?"
Kenta mengangguk pelan.
"Kenta juga tahu kan kalau kamu itu spesial dan berbeda dari peri lainnya?"
Ia menganggukkan kepalanya lagi. Sedari kecil dia sudah diajarkan akan kelebihannya dan 'perbedaan' dirinya dengan para peri lain. Selain sayapnya, air mata Kenta juga spesial karena bisa berubah menjadi mutiara, seperti mermaid. Kenta merasa senang karena punya kemiripan dengan bangsa lainnya tapi kata kakaknya tidak ada peri yang seperti itu. Mereka memang punya sayap dan bisa terbang tapi jangan bayangkan mereka seperti kaum penyihir yang mempunyai kemampuan magis. Mereka hanyalah peri biasa. Karena itu Taehyun sangat takut jika justru kelebihan itulah yang akan membawa Kenta pada peruntungan buruk.
Taehyun duduk disebuah kursi dekat tempat tidur Kenta dan membimbingnya untuk duduk dipangkuannya. "Kalau Kenta tahu, seharusnya Kenta bisa lebih patuh pada kakak. Ya Kenta?"
Masih dengan muka muramnya, Kenta melingkarkan kedua tangannya dipundak Taehyun dan menatap kakaknya dengan penuh perasaan. "Kakak cinta Kenta kan? Kan aku janji tidak akan membuat ulah diluar sana. Kalau masih tidak boleh, aku ngga akan izinin kakak masuk ke kediamanku apalagi bertemu sama aku. Aku benci ka Tae,"
Namun apalah arti perkataannya kalau sesaat kemudian Kenta malah memeluk erat Taehyun dan menangis didekapannya. Taehyun yang sudah tahu trik adiknya ini masih bersikap biasa saja, tidak ada ekspresi menyesal diwajahnya walaupun sudah membuat Kenta menangis.
"Maaf yang mulia. Pengeran hanya ingin keluar membeli sebuah perhiasan di kota. Sebelum ini, pangeran melihat-lihat sebuah buku yang berisikan kumpulan barang dagang. Saya rasa, pangeran tertarik karena buku itu."
Eunki, yang sedari tadi diam memberanikan diri untuk berbicara pada raja. Syukurlah dia adalah salah satu anggota keluarga bangsawan yang berperan penting pada kerajaan peri ini. Setidaknya sang raja akan berpikir dua kali untuk menghukumnya jikalau sekiranya dia berbicara tidak sopan.
Mendengar penjelasan tadi Taehyun sedikit tersenyum. Baguslah kalau memang adiknya mulai tertarik pada barang dagang. Itu berarti dia bisa saja membantu Taehyun mengurus para saudagar. Sebelumnya Kenta hanya menerima barang buatan pengrajin khusus kerajaan. Tentunya atas perintah Taehyun.
Taehyun menepuk-nepuk pundak Kenta, "Yasudah kalau begitu. Tapi Kenta harus janji kalau Kenta tidak akan pergi lebih dari pusat kota apalagi sampai ke perbatasan kerajaan. Walaupun kamu pangeran tapi kakak tidak akan segan untuk menghukummu juga. Mengerti kan, Kenta?"
'Nah kan, muncul sisi tegasnya kak Tae'
"Iya kak Tae. Aku janjii..."
Akhirnya Kenta tersenyum. Dia sangat senang bisa menang lagi dari sang kakak. Kali ini dia harus berterima kasih pada bantuan Eunki. Dia sedikit terkekeh, ada sesuatu yang sebenarnya akan diperbuatnya diluar nanti. Tapi bukan sesuatu yang jahat kok hhe.
"Baiklah, kamu mau pergi kan? Kenta harus bersiap-siap dan pakai pakaian yang bagus,"
"Iya kak- waaaaaaahhhh kak Tae! Kamu ngapainnnn?!". Kenta berteriak, tubuhnya diangkat oleh Taehyun layaknya seorang putri.
Taehyun menyeringai. Saatnya dia mengerjai Kenta. Adiknya itu sudah pura-pura menangis dipelukannya. Asal dia tahu, hati Taehyun sangat sakit jika melihat adiknya bersedih. Dia jadi teringat waktu kecil saat adiknya menangis karena dijahati oleh sebagian peri istana hanya karena wajahnya yang rupawan.
"Lho, aku mau bantu Kenta bersiap-siap kan?", sahut Taehyun dengan polosnya. Didekapnya adiknya dengan satu tangan dan sambil menuju ke -ehem- ruangan sebelah, tangan satunya sudah sibuk melucuti pakaian sang adik yang hanya berbalutkan kain sutra.
"Wahhhh sang raja mesummm!!"
"Apanya? Memangnya dari dulu kita ngga pernah mandi bersama? Jangan terlalu melebih-lebihkan Kenta,"
Tapi Kenta tahu, kakaknya terkadang memang suka usil. Lihat saja tangan Taehyun yang sesekali mengusap pinggangnya, semakin turun dan-
Pintu ruang kamar mandi pun akhirnya tertutup rapat.
XxX
Eunki dan para peri pembantu sekaligus penjaga yang ada diruangan itu menghela nafas. Telinga mereka memerah karena suasana dan situasi yang baru saja terjadi. Mereka berdiri dari posisinya dan bersiap membantu keperluan sang pangeran dan raja yang sebentar lagi akan membutuhkan bantuan mereka.
Untung saja Eunki sudah lama berteman dengan Kenta dan telah melihat hal serupa beberapa kali, jadi dia sudah terbiasa dengan perlakuan sang kakak yang kadang terlalu berlebihan 'menyayangi' adiknya. Yah siapa juga yang tidak akan berbuat sama seperti sang raja. Semakin dewasa Kenta semakin tumbuh menjadi peri yang sangat tampan dan rupawan. Eunki sudah melihat lukisan ibunya Kenta dan benar saja Kenta mewarisi kecantikan ibunya. Ahh, bisa dibilang cantik tidak ya? Kenta kan laki-laki. Apa dia akan marah kalau dibilang cantik?
Tingginya hampir setinggi Eunki, rambutnya sangat indah berwarna coklat keemasan. Matanya dan senyumnya sama persis seperti ibunya, wajahnya kecil namun pipinya seperti kue bakpao hhe ingin sekali Eunki mencubitnya. Bibirnya tipis dengan warna merah darah (siapapun yang bertugas mendandani sang pangeran, Eunki merasa sangat berterima kasih padanya). Jarinya lentik, kulitnya putih bersih dan suaranya sangat lembut. Dia cocok sekali dengan perhiasan seperti berlian dan permata lainnya dan juga pakaian dari kain sutra yang jatuh mengikuti lekuk tubuhnya. Semuanya mengisyaratkan kecantikan yang sempurna.
'Ahhh tidak-tidak. Aku tidak boleh berharap banyak pada Kenta. Kalau ketahuan raja aku suka padanya, bisa habis nyawaku.' batinnya berkata.
Siapapun pasti akan jatuh hati pada sang pangeran tapi Eunki masih bisa memendamnya. Saat ini selain sang raja, Eunki adalah orang kedua yang istimewa dikehidupan Kenta. Kenapa? Karena sang raja tidak pernah mempertemukan Kenta pada siapapun. Bahkan para petinggi kerajaan juga tidak bisa dengan mudah melihat sosok sang pangeran. Penjagaan diluar sana benar-benar ketat. Hanya Eunki teman sepermainan yang diperbolehkan bersama Kenta sampai menginjak usia dewasa.
Tidak ingin melamun terlalu lama, Eunki segera bergegas mempersiapkan diri untuk pergi bersama Kenta. Setidaknya ada beberapa barang yang harus dibawanya untuk ikut mengawal sang pangeran.
Bersambung...
Wahh muncul tokoh lain lagi wkwk Apakah Kenta akan bertemu Donghan di chapter selanjutnya? Apa peran Eunki hanya sebagai teman sepermainan? Mohon ditunggu kelanjutannyaaa...
