Hyaaaa...
Chapter duaa..
Chapter dua...
Tankyuuuu sudah Review....
Here is the Chapter 2....
Bleach Is Not Mine. . . . .
Punya Kubo-sama itu...*nunjuk*
Chapter 2 : Hisagi's Plann
Saatnya bagi Ichigo dan kawan-kawan melaksanakan perjanjian mereka. Menjodohkan HItsugaya dengan Momo. Mereka berlima pergi menuju perpustakaan. Karena Ichigo tau, kalau adiknya itu tiap istirahat sering pergi ke perpustakaan sama temennya.
"Lu periksa sono, ada orang gak?" tanya Renji ke Hisagi sambil mendorong Hisagi ke dalam perpustakaan. Hisagi, setelah masuk dan celingak-celinguk ke kanan kekiri, akhirnya keluar dan mengancungkan jempolnya ke arah kawan-kawannya.
"Siip. Aman. Gak ada orang." Kata Hisagi. Mereka langsung mendorong Toshiro untuk masuk ke dalam.
"Woy, pelan-pelan dong. Nanti muka gue lecet lagi. Gak ada yang suka dong." Jawab Toshiro sambil ngaca.
"HOEEEKKK.... cepetan lo duduk di sono. Pura-pura baca buku." Kata Kira sambil nunjuk-nunjuk bangku.
"Oke deh." Kata Toshiro lalu mengambil buku tebal, dan duduk.
Benar, tak lama kemudian, Momo, Rukia, dan Rangiku pergi menuju perpustakaan.
"Momo, emangnya kamu yakin kalau bukunya ada di perpustakaan sini?" tanya Rukia. Momo Cuma mengangguk.
"Weiss.. cewek pada mau ngapain sih?" tanya Hisagi yang langsung nyosor kayak angsa.
"Ya mau baca bukulah! Masak mau shopping?" kata Rangiku sewot.
"Ohayou, Momo-chan, Rukia, Rangiku" Sapa Ichigo. Momo hanya tersenyum.
"Ano.. Rukia.. aku mau bicara sesuatu sama kamu. Ikut aku ke kantin sebentar ya." Kata Ichigo sambil menarik tangan Rukia lalu pergi.
"Eh,,I..Iya... maaf Momo lain kali akan ku temani kau ke perpustakaan. Kau sama Rangiku aja ya." Kata Rukia lalu pergi.
"Hah.. yasudah. Rang.." belum siap Momo bicara sudah di potong oleh Hisagi.
"Go..gomen kayaknya kamu harus ke perpustakaan sendiri deh, Momo-chan. Aku mau ngomong juga ama Matsumoto. Ikut aku juga ya, ke tempat parkir." Kata Hisagi lalu menarik tangan Rangiku. Rangiku pun mengatakan hal yang sama.
"Haaah... sendiri? Yasudahlah. Aku masuk saja. Toh, tinggal beberapa langkah lagi masuk ke pintu perpustakaan." Kata Momo lalu lanjut berjalan. Di depan pintu udah ada Kira dan Renji yang jaga.
"He? Ngapain kalian?" tanya Momo.
"Momo-chan mau masuk kan? Silahkan." Kata Renji yang udah kayak pembantu sambil membukakan pintu buat Momo.
"Eh..i..iya.. terimakasih." Kata Momo penuh heran. Ada aja orang stres.
Ichigo dan Hisagi akhirnya bertemu di lapangan. Bersama Rukia dan Rangiku yang masih memasang wajah penasaran.
"Apa yang kalian lakukan? Momo sendiri di perpustakaan. Jam segini kan belum ada orang yang ke sana." Kata Rukia.
"Momo-san di temani Hitsugaya di perpustakaan. Biarin aja dulu mereka berdua. Kalian mengerti maksud kami kan?" kata Hisagi nyengir. Rukia dan Rangiku saling bertatapan dan tersenyum seolah mengerti.
"Tapi kenapa harus di perpustakaan?" tanya Rangiku di ikuti anggukan oleh Rukia.
"Hm? Emangnya kenapa? Itu kan tempat yang tepat. Sepi dan gak ada orang kan?" kata Ichigo. Rangiku dan Rukia tertawa. Mengingat mereka sepertinya melupakan sesuatu tentang perpustakaan itu.
"Apanya yang lucu? Kenapa emangnya?" tanya Hisagi penasaran. Kali ini Ichigo dan Hisagi yang saling bertatapan.
"Kalian melupakan sesuatu. Kalian pasti lupa kalau Hitsugaya Toshiro itu punya banyak fan girls kan? Mungkin saja perpustakaan yang sekarang ini sepi akan ramai kalau ada seorang Hitsugaya yang memasuki ruangan itu." Kata Rukia sambil tertawa.
"Hm.. benar juga. Tapi sepertinya tadi kita tak di ikuti oleh fan girls' nya Toshiro kok." Kata Ichigo meyakinkan. Hisagi juga mengangguk.
"Kita lihat saja nanti." Kata Rangiku sambil tersenyum ke arah Rukia yang juga tersenyum.
Momo mulai masuk dan melihat Hitsugaya yang serius membaca buku. Pelan-pelan Momo mendekati lelaki itu. Dan melihat bacaan yang dibacanya. Setelah membaca sampul depannya, Momo tertawa kecil hingga membuat Hitsugaya deg deg ser.
"Hm... kenapa kau tertawa?" tanya Toshiro terbata-bata. Momo mulai duduk di samping Hitsugaya. Otomatis Hitsugaya nya blushing.
"Aku tak menyangka kalau Hitsugaya-kun juga suka baca Majalah Timez" kata Momo. Hitsugaya hanya garuk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha... begitulah.. sudah langganan. Cuma bulan ini belum terbit. Dan aku sedikit kaget ternyata di sini sudah ada edisi bulan ini." Kata Hitsugaya. Momo hanya tersenyum.
"Iya..ya.. dan sekarang edisinya sekilas tentang Band yang ada di Jepang. Wah.. kawaii" kata Momo.
"Ku..kurosaki-san..." panggil Hitsugaya gemetar. Momo menoleh sebentar.
"Ah, panggil saja aku Momo. Kurosaki juga tak papa. Tapi nama itu lebih pas buat Ichi-nii." Kata Momo tersenyum di iringi oleh anggukan Hitsugaya.
"Baiklah... Momo. Aku mau bilang sesuatu.... " kata Hitsugaya terbata-bata. Belum pernah se-gemetar ini Hitsugaya bila bertemu dengan seorang wanita.
"Hm? Mau bilang apa?" tanya Momo mengalihkan pandangannya ke arah lelaki yang ada di depannya. Sekilas, Momo menikmati ketampanan seorang Hitsugaya dan kemudian dengan wajah merah Momo menunduk.
"Di.. Dia.. Tampan sekali" kata Momo membatin.
"Mo..momo.. aku..aku..suk.." Kata-kata Hitsugaya telah terpotong oleh para wanita yang masuk ke perpustakaan sambil meneriaki nama HItsugaya.
"Ne,ne, jadi benar. Hitsugaya-sama masuk ke Perpustakaan dan membaca? Kawaiiiii..." kata seorang wanita sambil teriak-teriak gaje.
"Hitsugaya-sama ke perpustakaan. Aku tidak menyangka kalau seorang yang tampan, kaya, dan berwibawa ini mau masuk ke tempat yang membosankan seperti ini.." kata wanita yang lain. Momo dan Hitsugaya semakin jauh jaraknya. Karena merasa sangat pusing, Momo keluar. Dilihatnya Kira dan Renji yang udah lemes seperti gak makan 7 tahun.
"Wuih.. berapa orang cewek yang injek-injek kita?" tanya Kira ke Renji.
"Hm.. sekitar 25 orang cewek." Kata Renji yang udah encok sama seperti Kira. Ichigo dan Hisagi serta Rukia dan Rangiku menyusul ke perpustakaan. Rukia dan Rangiku mulai tertawa keras.
"Haha... ini maksud kami" Kata Rukia yang diiringi tawa oleh Rangiku.
"Hyaah... gagal..." kata Hisagi. Ichigo dan yang lain hanya melihat Hitsugaya yang di kerumuni cewek-cewek seperti di kerumunin semut. Minta tolong.
"Gue gak mau rencana seperti tadi deh. Masak gue dikerumunin ama cewek. Liat muka gue udah kagak berbentuk." Kata Toshiro yang mukanya dipenuhi Lipstick.
"Sorry bro. gue aja gak nyangka kalo cewek-cewek itu liat kita ke Perpustakaan. Gue aja ma Hisagi di kasi tau ama Rukia. Kalo kagak, gak akan selamat lo dari kerumunan cewek-cewek tadi." Kata Ichigo.
"Hisagi. Lo lewat. Cari cara yang lain aja deh." Kata Hitsugaya. Semuanya pada mikir dan akhirnya otak nanas Renji yang berlampu.
"AHA! Gue punya ide" kata Renji sambil membuat angka satu. Mereka kemudian berkerumun sambil berbisik.
"Lu yakin?" tanya Kira. Renji mulai melayangkan senyum babonnya.
"Seratus persen yakin. Tenang aja. Gue jamin ini bakalan berhasil." Kata Renji.
"Oke. Besok kita susun rencana." Kata Hitsugaya. Semuanya mengangguk.
"Oke!!"
-To Be Continiued-
Next Chapter : "Renji's Plan. Love Poison Part 1."
Yosh!!!!
Selesai juga chapter duanya....
Balas Ripyu dulu ah...
Himekahime-sansan
Hehe..Shicchi masih baru disini. Tambah lagi Shicchi orangnya kurang teliti. Maafkan Shicchi kalau masih ada kesalahan. Tetap setia bersama Shicchi ya..^_^
Kuchiki Rukia-Taichou
Udah di update kan? Tadi memang ada sedikit IchiRuki dan HisagiMatsu. Mungkin next chapter akan lebih banyak Ichiruki. Byakuya mungkin muculnya di Chapter 3 atau 4. Terimakasih sudah berkunjung.
Kazuka-Ichirunatsu23
Baiklah. Arigatou Senpai. Mungkin next chapter akan lebih baik lagi. Tetap setia ya, Senpai.
Makasih atas semua Review nya...
Mungkin untuk chapter selanjutnya agak sedikit lama di update karena ujian semester. Jadi harap maklum yah...
Don't Forget To Review...
Ja Ne...
