Chamcha { Oke maaf sudah menunggu lama ^_^ }

mi-chan { maaf ya ini sudah update tapi :) }

pecinta narut { ini sudah lanjut ^^ }

nana-chuu { makasih ^^ inti cerita bakal kelihatan di chap selanjutnya sekaligus slight pairing pertama dan kayakya yang paling sering :D SasuNaru. Iya, rambut Naruto kaya Itachi gitu :3 }

heztynha uzumaki { oke ^^ }

koruseko nekomata deita { eh? Dan oke, sudah lanjut ^^ }

guest I { hahaha seharusnya memang gitu yang mereka lakuin tuh =3= Naruto itu sifatnya jadi Dewasa kalau dia lagi Hokage mode, atau lagi serius gitu :3 oke ^^ makasih dukungannya dan maaf lama :) }

eruna { oke ^^ }

Hyuuga Ara ET { Oke :) }

Hanazawa kay { oke ^^ }

Yamaguchi Akane { salam kenal ^^ kan belum diremehin :( tapi sudah dibuat kok battle singkat Kakashi sama Naruko :) dia bakal ikut kalau misi, pakai kagebunshin gitu ^^ soalnya dia juga masuk tim tujuh bukan selamanya :D dan dia taat sama peraturan di teori loh, kalau memang dia masuk tim gennin ya harus ngikut harus ambil misi yang gampang-gampang, tapi nanti dikasih misi yang di jembatan itu :) dia kan masih dibantuin sama Jiraiya.

Intinya, Naruto itu kan belajarnya dari teori, jadi dia ga bisa egois mau menangnya sendiri sampe mau minta misi sendiri yang dia mau. Yah, dia harus ikutin aturan deh :/ }

Guest { SasuNaru? Oke, tapi ntar ada slight pairing lainnya ya :D nasib Sasuke kenapa? }

Uzumaki { makasih ^^ maaf lama :) }

HyuNami NaruNata { oke, ini sudah dilanjut ^^ }

Namikaze yondaime { salam kenal ^^ boleh aja kok panggil apa aja :) mulai aksi? Chap ini sudah mulai walaupun dikit ^^ }

Luca Marvell { Gaara nanti kalau test Chuunin yang hokagenya Naruto ^^ ada kok GaaFem!Naru XD }

{ Hahaha semoga jadi cerita yang baru XD ini sudah update :) }

.94 { maaf ya kalau ga suka Fem!Naru :) }

NuruHime-chan19 { makasih ^^ silahkan lihat reaksinya ^^ }

Monkey D nico { oke ^^ }

Umi { maaf lama :) }

Drak Yagami { lanjut oke :3 }

Renji { masih lama kali XD }

Puchan { makasih ya ^^ Sasuke? Naru dong :3 #plak }

Azura Al-Rin { lebih mirip sama Itachi daripada versi cewenya :3 masalah misi silahkan lihat jawaban Yamaguchi :D }

AN Narra { oke ^^ }

Mitsuka sakurai { oke ^^ }

Cibuy999 { oke :D }

Yami Raito { Oke :D }

Black Market { makasih ^^ }

Watanabe nia chan { tehe, makasih ya :D }

Tsunayoshi Yuzuru { Hm… Naruto itu sudah sekuat sebelum dia bisa ngendaliin chakra Kyuubi. Ditambah sama jurus Hiraishin :D Kazekage di Canon kan Orochimaru yang lagi nyamar ^_^ Chuunin kan sudah dimulai itu Cuma di skip kok O_o pas chap 1 itu chuuninnya sudah sampe babak final yang battle2an itu loh. Naruto sih ga ikut :/ Cuma jadi penonton makanya dia duduk di samping Sandaime. }

Yasashi-kun { makasih ^^ }

NamikazeKevinnn { Makasih XD Danzou masih jahat :( }

{ sudah :D }

Yua { Sip ^^ }

Ayon R Sragi { oke :) }

Fajar Jabrik { makasih ^^ }

Our Innocent Hokage

(Twisted!Fic Our Young Hokage)

Rated : T

Genre : Friendship/Humor

Pairing : AllxFem!Naru, Fem!NaruxUndecided

Warning : Fem!Naru, VeryStrong!Naru, AntiSocial!Naru, Good!Kyuubi.

.

Summary : Uzumaki Naruko adalah ninja jenius yang dilatih oleh Hiruzen dan Jiraiya selama 12 tahun dan disembunyikan keberadaannya karena statusnya sebagai Jinchuuriki Kyuubi dan anak dari Yondaime Hokage. Hingga saat usianya akan beranjak 13 tahun, ia kembali ke Konoha dengan penyamaran sebagai laki-laki. Bagaimana jika saat ujian Chuunin berlangsung Hiruzen meninggal dan memberikan wasiat untuk menjadikan Naruto sebagai Hokage kelima? Dalam usia 13 tahun dan tidak pernah menjadi seorang Gennin, Chuunin, dan Jounnin?

.

Apakah Naruto bisa membuktikan kalau ia bisa menjadi Hokage yang terbaik?

.

Note : Ujian Chuunin yang diadakan saat Hiruzen tewas di cerita ini tidak terdapat Gaara dan hanya Rookie 11 selain Naruto dan ditambah Sasuke.

.

Chap. 2, Before the Disaster

.

Hening berkepanjangan.

Sasuke, Sakura, bahkan Kakashi tampak menatapnya dengan tatapan bingung dan kaget. Yang ada dihadapannya, pemuda yang bahkan tampak lebih kecil darinya akan menjadi Godaime Hokage? Menggantikan Sandaime Hokage, dan menjadi anggota tim mereka yang terakhir.

"Maaf Jiraiya-sama, tetapi bagaimana mungkin kami mendapatkan seorang anak yang bahkan...menjadi seeorang Hokage," sebenarnya Kakashi juga bingung karena anak seusia muridnya bisa menjadi Hokage. Bahkan ia dan Itachi saja tidak bisa saat berada diusia yang sama.

"Hiruzen-sensei memintanya untuk menjadi Hokage. Dan karena sebelum ini ia belum pernah bertemu dengan orang lain, para anggota council ingin memasukkannya ke kelompok Genninmu," Jiraiya tampak menepuk kepala Naruto, "walaupun ia Hokage, sebaiknya jangan memperlakukannya berbeda. Ia masih kecil..."

"Jangan menganggapku anak kecil Ero-jiji," Naruto benar-benar kesal dengan apa yang dilakukan oleh Jiraiya yang memperlakukannya seperti itu, "yah, tetapi mohon bantuannya Hatake-sensei, Uchiha-san, Haruno-san..."

"Lalu, bagaimana dengan misi-misi yang kami jalankan?"

"Aku akan membantu kalian, tetapi akan sedikit susah karena aku tidak pernah bertarung dengan seseorang sebelumnya," karena yang ada di fikiran Naruto saat itu, misi adalah pertarungan. Terlalu jauh, memang ada beberapa misi seperti itu namun tidak semuanya.

"Yang namanya misi itu bukan hanya membunuh atau bertarung dengan seseorang gaki. Mereka baru tingkat Gennin, dan kau pernah membacanya di buku bukan?"

"Ya, biasanya misi yang didapatkan oleh Gennin hanya di dalam desa ataupun hanya mengantarkan seseorang," Naruto mengangguk sambil menatap Jiraiya yang memberikan penjelasan padanya. Terkadang Jiraiya benar-benar merasa sedikit bersalah karena membuat Naruto menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Menatap pada Kakashi yang masih bingung dengan keadaan di depannya, "begitulah, ia hanya mendapatkannya dari teori ataupun jutsu-jutsuku. Jadi, aku ingin kau mendidiknya Kakashi."

"Ah, baiklah Jiraiya-sama..."

"Kau juga harus membedakan saat kau berada di misi dengan Kakashi dan juga menjalankan tugas sebagai Hokage. Tenang saja, test ini hanya untuk beberapa bulan," Naruto hanya mengangguk dan tersenyum.

"Kalau begitu, mungkin besok kau bisa ikut dengan kami Hokage-sa—"

"Karena Hatake-san adalah senseiku mulai besok, bisakah kalau kau tidak memanggilku Hokage? Rasanya sedikit aneh—" tertawa pelan dan menggaruk kepala belakangnya. Sedikit tersipu saat mengatakan hal itu.

"Kau juga harusnya tidak mengatakan nama keluarga mereka kalau kau ingin akrab dengan kami Naruto-san," Kakashi tersenyum dan menatap Naruto yang tampak membulatkan matanya dan menggaruk dagunya. Ia tidak biasa berada di depan orang lain, dan ia hanya ingin terlihat sopan.

"Baiklah, uh... Sasuke, dan Sakura-chan," Sasuke dan Sakura hanya mengangguk masih terkejut kalau yang akan menjadi Hokage mereka selanjutnya adalah anak berusia sama sepertinya, "aku mungkin akan merepotkan kalian, tetapi aku akan benar-benar membutuhkan bantuan kalian semua."

{2}

"Apa yang terjadi tadi bukan lelucon Kakashi-sensei?"

Sakura dan Sasuke yang sudah keluar dari ruangan Hokage bersama dengan Kakashi masih tidak percaya. Bahkan Kakashi sendiri tampak sedikit shock dan tidak bisa menjawab apa yang dikatakan oleh Sakura.

"Sampai sekarang, ninja yang paling berbakat yang dimiliki oleh Konoha adalah Uchiha Itachi,"—Kakashi melihat kearah Sasuke yang tetap diam tidak bereaksi apapun saat ia mengatakan tentang nama itu—,"ia menjadi kapten ANBU saat berusia 13 tahun. Tetapi, menjadi Hokage bahkan saat usianya belum 13 tahun rasanya…"

"Tetapi bahkan kau tidak bisa mengalahkannya saat kita mencoba melawannya di dekat monument MIA itu bukan," Sasuke hanya berbicara dengan nada pelan saat menjawab Kakashi, "ia memang bukan orang biasa…"

"Tetapi bagaimanapun, ia bahkan seusia dengan kita—dan ia belum pernah memiliki gelar resmi sebagai Gennin, Chuunin, dan juga Jounnin…"

"Pasti ada sesuatu yang membuat Sandaime-sama menyuruh anak itu untuk menjadi Hokage selanjutnya," Kakashi sendiri masih memiliki satu pemikiran tentang Naruto. Ia terlalu mirip dengan mantan gurunya, Yondaime Hokage kecuali rambut panjangnya, "dan karena Jiraiya-sama sudah memberikan kepercayaan pada kita, kita harus membantunya."

{1}

"Kau harus bekerja sama untuk mendapatkan lonceng yang ada di tanganku."

Keesokan harinya, Kakashi tampak mengumpulkan Sasuke, Sakura, dan juga Naruto yang saat ini menggunakan kaus berwarna hitam dengan lengan dan juga leher yang panjang. Tidak memakai jaket Jounninnya begitu juga dengan jubah Hokagenya.

"Naruto, kau harus mencoba untuk menyerangku bersama dengan Sasuke dan juga Sakura. Bagaimanapun, tim tujuh harus bisa melakukan pekerjaan tim bersama-sama," Naruto mengangguk walaupun tampak gugup untuk melakukannya, "Sasuke dan juga Sakura sudah cukup bisa bekerja sama, tetapi aku akan sedikit melonggarkan diri karena ini adalah latihan untukmu."

"Ya, maafkan aku sebelum kita memulai," Naruto menundukkan kepalanya dan tampak menatap Kakashi yang tampak bingung, "terkadang aku tidak bisa menahan diri. Y—yah, kalian bisa melihat saat aku menggunakan kekuatanku hari itu…"

"Tidak apa-apa, aku akan mencoba menahan dan menghentikanmu."

"Ya," Naruto tersenyum dan mengangguk, tampak Sasuke dan juga Sakura juga menatapnya dan mengangguk.

"Baiklah, kita akan memulainya—" membawa jam beker yang ada di tangan kanannya dan meletakkannya di salah satu batang kayu yang ada disana, "—sekarang."

Dan ketiganya tampak menghilang dari tempat itu meninggalkan Kakashi sendirian.

'Aku sedikit penasaran bagaimana kekuatan Naruto hingga ia tidak bisa menahan dirinya…'

{1}

'Yang harus kami lakukan adalah menemukan Naruto dan membuat rencana. Tetapi dia—'

"Sakura," Sakura sedikit tersentak saat seseorang tampak menepuk pundaknya. Menoleh untuk menemukan Sasuke yang juga sedikit terkejut karena Sakura yang mencoba menodongnya dengan kunai di tangannya, "apakah kau menemukan keberadaan Naruto?"

"Tidak, kalau seperti ini mungkin Kakashi-sensei akan menemukan kita terlebih dahulu."

"Aku tidak bisa melihat aliran chakranya disekeliling tempat ini," Sasuke melihat dengan sharingan dan menjelajah tempat itu, "aku tidak mengerti, tempat ini tidaklah sangat luas. Searusnya aku bisa menemukannya tidak terlalu la—"

"Sakura-chan, Sasuke—" suara itu membuat semuanya terkejut dan menoleh menemukan Naruto yang tersenyum padanya, "jadi, apakah yang bisa kita lakukan disini?"

"Salah satu dari kita akan mencoba untuk mengecoh Kakashi-sensei dan yang lainnya mencoba untuk merebut lonceng dari tangannya," Sakura yang sebenarnya masih terkejut dengan kedatangan dari Naruto mencoba untuk tenang sementara Sasuke terkejut dibuatnya.

'Sejak kapan ia berada di belakang kami?'

"Aku akan mencoba untuk mengecohnya, karena aku mencoba sebisa mungkin untuk tidak menyerang Kakashi-sensei," Naruto melepaskan ikatan rambutnya dan mengikat rambutnya lebih tinggi agar enak untuk dilihat, "sebisa mungkin aku akan mencoba untuk membawa Kakashi-sensei ke tempat dimana kalian bisa menyerangnya…"

"Baiklah, berhati-hatilah pada—"

"Sharingan di mata kanannya, aku tahu…"

{1}

"Melawanku sendirian?"

"Bagaimana kalau satu lawan satu Kakashi-sensei?" Naruto tersenyum dan mengeluarkan kunai yang ada di dalam kantungnya. Kakashi sendiri mengalami dilemma antara ingin melihat kekuatan asli Naruto dan juga menghentikannya. Menyadari kehadiran Sasuke dan juga Sakura—ia sedikit paham apa yang akan mereka lakukan.

"Baiklah, walau bagaimanapun, aku adalah seorang Jounnin, jadi bersiaplah Naruto—" Kakashi tersenyum dan mengeluarkan kunainya juga. Ia juga menaikkan hitai atenya hingga mata sharingannya terlihat.

Sasuke dan juga Sakura yang melihat itu sedikit terkejut, karena mereka sendiri walaupun sudah beberapa bulan bersama dengan gurunya tidak pernah melihat Kakashi sampai mengeluarkan Sharingannya.

"Baiklah," melangkah, hingga mendekati Kakashi yang sudah siap dengan kecepatan Naruto yang ia tahu cukup tinggi bahkan tanpa menggunakan Shunshin. Menangkis semua serangan dari Naruto sambil bergerak mundur.

Beberapa shuriken ia lemparkan menuju kearah Kakashi, dan ia segera membentuk segel tangan.

"Shuriken Kagebunshin no Jutsu!" Shuriken itu menjadi sangat banyak dan menuju ke arah Kakashi. Tentu saja ia bisa menghindar dengan mata sharingannya dan akan membalas serangan Naruto saat ia sadar kalau di depannya tidak ada lagi sosok Naruto, "belum selesai..."

Kakashi terkejut saat suara itu berasal dari belakangnya. Saat salah satu bunshin dari shuriken itu berubah menjadi Naruto.

'Henge?!' Kakashi melihat Naruto yang tampak menatapnya tajam. Sungguh, bahkan ia yang menjadi ANBU saat usia mudapun bergidik saat melihat itu. Seolah berhadapan dengan seorang Kiroi Senko mantan gurunya sekarang, "kh..."

"Fuuton : Daitoppa!"

Kakashi membulatkan matanya dan dengan segera membentuk segel tangan.

"Doton : Doryuuhenki!"

Hembusan angin yang berasal dari Naruto segera terhalang oleh dinding tanah yang dibuat Kakashi. Namun, Kakashi bisa melihat kalau dinding tanahnya tampak sedikit retak karena tekanan angin yang sangat kuat. Sasuke dan Sakura bersumpah kalau mereka melihat wajah Kakashi memucat.

'Ia menggunakan jutsu level rendah namun dengan chakra yang besar. Darimana ia mendapatkan chakra yang sangat besar itu?'

"Kau tidak seharusnya melamun saat bertarung Kakashi..." Naruto kembali bergerak dengan cepat menuju kearah Kakashi yang sedikit terkejut. Sesaat yang lalu, nada suara dan juga intonasi yang diberikan sangat mirip dengan Minato. Terlalu banyak kemiripan pada mantan gurunya...

Siapa sebenarnya Naruto?

Dengan segera menghindar dari semua Taijutsu yang dilancarkan oleh Naruto, Kakashi tahu ia menahan diri saat itu. Sementara Sasuke dan juga Sakura tampak hanya bisa diam melihat pertarungan itu. Mereka mendekat, maka mereka akan mati. Lalu, bagaimana cara mereka untuk mengambil Lonceng itu?

"Bagaimana ini Sasuke-kun?"

"Kita tidak bisa menghentikan pertarungan mereka. Chakra yang digunakan mereka berdua sangat tinggi walaupun hanya sekedar Taijutsu," Sasuke menggunakan sharingannya dan tampak menyerengit saat melihat chakra itu, "mendekat dan salah langkah, kita akan mati..."

"Tetapi kalau seperti ini mereka berdua juga akan dalam bahaya..."

"Tunggu saja, aku akan mencoba mencari kesempatan untuk mendapatkan celah," Sasuke melihat kearah pertarungan itu dengan seksama. Sementara Kakashi dan Naruto masih saling membalas dan menahan serangan, dan sepertinya kali ini Naruto benar-benar melupakan rencana mereka begitu juga dengan Kakashi yang harusnya menghentikannya.

'Aku hanya bisa menahan serangannya dan sedikit melukainya. Ia bahkan tidak terlihat kelelahan dengan kecepatan ini...' Kakashi mundur, dan Naruto yang melihat gerakan itu tampak waspada. Saat ia melihat kearah tangan Kakashi, ia bisa melihat sesuatu yang tampak seolah bercahaya di tangan Kakashi. Seperti sebuah kilat yang digenggam oleh Kakashi.

'Tunggu, Kakashi-sensei akan menggunakan Chidori?! Tetapi ia akan mati!' Sasuke dan Sakura terkejut, mereka hanya pernah melihat guru mereka menggunakan jutsu itu sekali, beberapa bulan mereka menjadi muridnya. Itu yang diinginkan Sasuke untuk ia ajarkan. Sementara Naruto yang tidak pernah melihat itu karena Jiraiya dan Hiruzen tidak bisa melakukannya tampak membulatkan matanya.

"Chidori," Kakashi berlari kearah Naruto yang tersentak dan tampak segera mengeluarkan sebuah kunai dan melemparnya begitu saja. Dan saat Kakashi akan mengenai lengan Naruto, tiba-tiba saja sosok itu menghilang dan muncul di tempat kunai itu berada.

'Kawarimi apa itu?!' Sasuke dan Sakura terkejut saat melihat itu, tidak tahu jutsu apa yang digunakan oleh Naruto. Sementara Kakashi tampak semakin terkejut melihat itu, saat menyadari kunai yang dilemparkan oleh Naruto sangat mirip dengan yang digunakan Minato.

'Mustahil—Hiraishin?!'

"Aku mendapatkannya~" suara itu tampak terdengar saat sekali lagi Naruto menggunakan Hiraishin ke belakang Kakashi yang masih shock. Sepertinya saat mereka melakukan adu Taijutsu, Naruto menanamkan segel Hiraishin pada tubuh Kakashi.

CRING!

Kakashi menoleh dan menatap Naruto yang sudah memegang dua lonceng itu dari tangannya, tersenyum lebar dan membentuk tanda peace. Kakashi menghela nafas dan matanya melembut, ia bukannya tidak sadar akan apa yang harusnya ia lakukan tetapi Naruto yang tidak sadar akan apa yang harusnya ia lakukan.

"Pertarungan yang hebat Naruto, tetapi apakah kau melupakan sesuatu?"

"Eh?" Naruto menoleh dan melihat Sasuke dan Sakura yang muncul dibawah pohon. Hening sejenak, wajahnya memucat saat menyadari apa yang sudah ia rencanakan tadi, "AAAAAH! Aku lupa tentang teamwork ini!"

{1}

"Aku benar-benar bodoh, terlalu bersemangat membuatku lupa kalau yang diinginkan adalah kerja sama tim," Naruto menggerutu pelan dan tampak menggaruk kepala belakangnya. Kakashi memutuskan untuk menyudahi latihan hari itu dan membawa mereka bertiga berjalan-jalan, "maafkan aku Kakashi-sensei…"

"Tidak apa-apa Naruto, kau juga baru saja mulai berlatih dengan kami. Masih banyak waktu untuk mempelajarinya."

"Hai!" Naruto tersenyum lebar dan mengangguk dengan semangat. Sekali lagi, ia mengeluarkan aura polosnya yang membuat semua yang melihatnya tampak benar-benar terpengaruh. Sasuke yang entah kenapa memalingkan wajahnya, dan Kakashi yang mencoba menutupi wajahnya dengan buku icha-icha yang ia bawa saat itu, "jadi, kita mau kemana?"

"Kita akan ke—"

"Sasuke-ku~n!" suara itu membuat semuanya menoleh untuk menemukan perempuan berambut pirang pucat sedikit panjang dengan dua orang pria di belakangnya yang satu gendut dan yang satu lagi berambut seperti nanas, "sudah lama tidak bertemu~"

"Baru saja bertemu kemarin, dan lepaskan aku."

"Hei Ino-Pig, kau dengar kata Sasuke bukan? Lepaskan dia!" Sakura menatap geram Ino yang tampak memeletkan lidahnya dan tampak menarik kelopak mata sebelah kanannya dengan telunjuknya.

"Aku tidak ingin kau suruh dahi lebar!"

"Merepotkan, bisakah kalian tidak memperebutkan hal yang sama setiap hari?" pemuda berambut nanas itu tampak hanya menghela nafas dan menggaruk kepala belakangnya. Menoleh pada Naruto yang tampak senang melihat semua yang terjadi di depannya, baik pemuda itu maupun yang bertubuh gemuk dan yang bernama Ino tampak menatap Naruto dengan bingung.

"Aku tidak tahu kalau anggota tim tujuh ada tiga orang."

"Hm? Ah, namaku adalah Uzumaki Naruto salam kenal!" Membungkuk dalam-dalam pada ketiganya yang tampak hanya mengangguk, "team InoShikaCho generasi kedua benar-benar dibuat oleh jiji, aku sudah lama ingin melihat tim terkuat di Konoha."

Naruto tampak mengelilingi ketiganya yang tampak bingung dengan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh pemuda itu. Tatapan Naruto benar-benar seolah seperti seekor anjing yang melihat sebuah tulang. Bahkan mereka bersumpah bisa melihat ekor dan telinga yang bergoyang.

"Inoichi-san, Shikaku-san, dan juga Chouza-san memiliki beberapa cerita yang menarik yang dikatakan oleh Hiru-jiji. Mungkin memberikan misi yang bisa melatih kerja sama kalian akan menunjukkan sesuatu yang menarik."

"Eh, misi? Tetapi kenapa kau—"

"Naruto," suara itu membuatnya menoleh dan menemukan Jiraiya yang berjalan dan menghampirinya, "kau lupa kalau sebentar lagi kau harus mengadakan pertemuan dengan klan Hyuuga? Kenapa kau masih ada disini?"

"Ah benar juga!" menepuk dahinya sendiri sebelum Jiraiya memberikan jubah dan juga jaket Hokage padanya. Seolah berubah menjadi orang lain, tatapan kekanak-kanakan yang ditunjukkan oleh Naruto tadi berubah drastis menjadi tatapan serius dan juga dingin seolah mengeluarkan aura orang dewasa, "baiklah, sepertinya hari ini aku tidak ikut makan dengan kalian Kakashi. Aku akan mencoba besok…"

"Tidak apa-apa—Hokage-sama," Kakashi bahkan tidak sadar sudah memanggilnya seperti itu. Ia tidak bisa memungkiri kalau sosok pemuda itu benar-benar membuatnya merasakan sensasi yang sama saat ia berada didekat Namikaze Minato.

"Baiklah, sampai bertemu lagi Ino-san, Shikamaru-san, dan Chouji-san!"

Dan dengan segera ia melakukan shunshin bersama dengan Jiraiya, meninggalkan semua yang ada disana dalam keadaan bingung dan juga tidak mengerti apapun bahkan untuk shinobi jenius seperti keturunan klan Nara itu.

"Hokage?"

"Mungkin ini terdengar aneh, tetapi pemuda itu—Uzumaki Naruto adalah Godaime Hokage yang akan diangkat minggu depan," Kakashi masih menatap tempat dimana Naruto dan juga Jiraiya tadi. Ia tahu kalau ketiga orang selain timnya akan terkejut mendengar itu seperti ia.

Dan benar saja saat ia menoleh, menemukan bahkan Shikamaru yang terkesan cuek menjadi menatap Kakashi seolah mengatakan 'apakah kau gila?' begitu juga dengan Ino dan juga Chouji.

"Benar kok, bahkan tadi ia mengalahkan Kakashi-sensei sendirian."

"Apakah ia sehebat itu?" Ino menatap dengan ragu pada Sakura yang menjawab tadi. Dan yang menjawab adalah Kakashi, Sasuke, dan Sakura yang mengangguk, "penampilannya tidak meyakinkan."

Walaupun tidak ingin mengakuinya karena sudah melihat kemampuannya, tetapi Kakashi dan tim 7 tidak bisa tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ino. Rasanya seperti berhadapan dengan anak kecil dan terkadang berubah menjadi orang dewasa.

"Tetapi saat ia menggunakan jubah Hokage itu, kalian bisa merasakan sendiri kalau auranya berbeda bukan?" mau tidak mau mereka hanya mengangguk karena semuanya memang merasakan hal yang sama.

"Dan yang jadi masalah, apakah ia bisa mendapatkan kepercayaan dari perkataan Shikamaru tampak membuat mereka terdiam. Tidak ada yang mengetahuinya selain Jiraiya dan juga Hiruzen, dan itu artinya ia tidak akan mendapatkan kepercayaan dari semua penduduk (bahkan mereka) dengan begitu saja.

{1}

Hinata Hyuuga adalah seorang penerus klan Hyuuga karena merupakan anak sulung dari Hiashi Hyuuga sang kepala klan Hyuuga. Setiap kali ada pertemuan penting, ia akan ikut karena di masa depan nanti ia yang harus melakukan tugas ayahnya. Tetapi, siapa yang akan ditemui hari ini oleh ayahnya hingga hampir semua anggota klan Hyuuga datang?

Yang ia tahu, biasanya kalau ayahnya menyambut besar-besaran adalah saat Hokage datang. Namun, apakah Hokage yang baru sudah dipilih—padahal Sandaime Hokage baru saja tewas beberapa minggu yang lalu.

"Selamat datang di kediaman Hyuuga Jiraiya-sama," Hiashi segera berjalan mendekat saat sang Sannin Konoha tampak datang bersama dengan beberapa ANBU. Apakah Jiraiya adalah Hokage selanjutnya? Ia cukup penasaran dengan itu, "dan selamat datang untuk anda Hokage-sama…"

Eh? Kalau begitu, bukan Jiraiya yang menjadi Hokage kelima—lalu siapa?

"Terima kasih Hiashi-san, maaf aku terlambat untuk datang," baik Hinata maupun semua orang yang belum mengetahui hal itu tampak terkejut ketika seorang pemuda seumuran Hinata tampak masuk dan membalas sapaan Hiashi bahkan menggunakan jubah Hokage. Hiashi sendiri walaupun mengetahui kalau semua orang terkejut hanya mengangguk dengan wajah dinginnya.

"Tetapi kuharap kau tidak terlambat lagi, kami para Hyuuga memiliki banyak pekerjaan," walaupun semua orang tampak menyadari apa yang ada dibalik pernyataan Hiashi, Naruto sendiri hanya tersenyum dan mengangguk.

"Tentu, aku hanya harus membiasakan diri dengan waktu bersama Kakashi dan tim tujuh," jawab Naruto polos bahkan tidak terpengaruh dengan perkataan Hiashi sama sekali. Hiashi hanya diam mengamati Naruto, sebelum berbalik dan tampak menoleh pada Hinata, Hanabi, dan Neji yang masih membatu karena shock.

"Ini adalah anakku Hinata dan Hanabi, dan keponakanku, Neji. Hinata berada di usia yang sama denganmu," Naruto sedikit memiringkan tubuhnya karena Hinata ditutupi oleh tubuh Hiashi. Melihat anak perempuan berambut indigo yang memakai pakaian yang senada, Naruto tersenyum lebar.

"Salam kenal Hinata-san, Hanabi-san, Neji-san..."

Ketiganya tampak tersentak dengan senyuman Naruto sebelum memalingkan wajah mereka sambil mengangguk. Hiashi tidak mengatakan apapun melihat reaksi ketiganya, hanya diam dan berbalik sepenuhnya.

"Baiklah, sebaiknya kita segera melanjutkan pertemuan ini..."

{1}

Pertemuan benar-benar berlangsung sangat lama, dan Hinata, Hanabi, serta Neji dipersilahkan untuk keluar beberapa jam kemudian. Keluar dengan wajah lelah, Hinata dan Hanabi harus mempersiapkan dan membantu para pelayan untuk mempersiapkan makan malam.

"Otou-sama benar-benar mengangkat topik-topik berat untuk menjatuhkan anak itu," Hanabi yang pertama kali berbicara, dan Hinata tidak bisa tidak mengangguk mendengarnya. Walaupun ia menemukan kalau pemuda bernama Naruto itu tampak menjawab dengan tenang dan tampak seolah lebih dewasa daripada usianya.

"Bagaimanapun jabatan Hokage bukanlah mainan yang bisa didapatkan oleh anak-anak seperti kita. Tentu Hiashi-sama tidak akan membiarkan anak itu mendapatkannya begitu saja," Neji yang menyatakan hal itu, dan ia berbalik meninggalkan Hinata dan juga Hanabi sendirian dalam diam dan sunyi.

"Oi, Hinata!" Hinata menoleh dan menemukan tim Geninnya yang tampak berjalan mendekatinya. Hanabi memutuskan untuk meninggalkan Hinata saat Kiba dan Shino mendekatinya, "kudengar kau tidak ikut latihan hari ini karena ada pertemuan penting? Apakah Hokage baru sudah ditentukan?"

"Y—ya, kira-kira begitu..."

"Apakah salah satu sannin Konoha? Atau salah satu Jounnin? Kudengar Kakashi-sensei juga menjadi salah satu kandidat yang diinginkan para Council," Kiba bersemangat untuk menanyakan semua itu sementara Shino hanya diam dan memperhatikan.

"Sebenarnya..."

"Kuharap kau bisa membantuku untuk masalah yang belum terpecahkan itu Hiashi-sama," suara itu membuat mereka menoleh dan menemukan Hiashi yang keluar bersama beberapa petinggi Hyuuga, Jiraiya, dan seorang pemuda berambut pirang panjang yang tidak pernah mereka temui.

"Dan kuharap rencanamu akan benar-benar terlaksana," walaupun dengan wajah stoicnya, Hinata masih bisa melihat bagaimana ayahnya merasa sedikit kagum dengan pemuda itu walaupun ia tidak ingin mengakuinya, "Hinata, kau bisa antarkan Godaime-sama berkeliling bukan? Aku ingin berbicara sebentar dengan Jiraiya-sama dan menunggu makan malam kita."

"Baiklah, otou-sama..."

Hinata tidak perlu melihat untuk mengetahui bagaimana Kiba dan Shino 'cukup' shock dengan kemunculan pemuda itu dan juga panggilan Hiashi pada pemuda itu.

"Aku hanya pernah melihat bangunan klan Hyuuga di dalam buku, jadi mulai darimana kita akan—" Naruto baru menoleh dan menemukan dua orang baru lainnya disana, "ah maaf, aku tidak sadar kalau ada kalian berdua disini. Jadi, Inuzuka-san dan Aburame-san?"

"Kau mengenal kami?"

"Aku belum sampai mempelajari tim dari Hinata-san, tetapi aku sudah sedikit membaca data kalian," menggaruk kepala belakangnya, ia memang baru mempelajari tentang tim-tim gennin yang ada di Konoha selama semalaman, "Aburame Shino-san dan Inuzuka Kiba-san, salam kenal namaku adalah Uzumaki Naruto!"

Entah ada genjutsu apa yang ada di dalam senyuman Naruto, namun yang terlihat adalah semua orang yang melihat senyuman itu tampak memalingkan wajahnya dengan sedikit semburat merah di pipi mereka.

Terlalu polos, itu yang terasa setiap melihat senyumannya.

Masih terdiam dan dalam keadaan hening, tiba-tiba suara perut yang keroncongan menjadi bunyi pertama yang terdengar. Kali ini Naruto yang tertawa gugup sambil menggaruk kepala belakangnya.

"Ma—maaf, karena terlalu bersemangat sejak semalam aku tidak makan apapun," dan ia masih bisa bertarung seperti itu dengan Kakashi. Kalau saja Kakashi atau tim tujuh yang mendengar itu, mereka benar-benar akan menganggap Naruto bukan manusia, "bolehkah aku makan terlebih dahulu Hinata-san?"

"Te—tentu, aku akan mengambilkan beberapa makanan ringan untukmu," dan Hinata tampak mengangguk, meninggalkan Naruto sendirian bersama dengan Kiba dan juga Shino yang masih menatapnya—lebih tepatnya pada jubah Hokage yang ia kenakan.

"Kau adalah Godaime Hokage?"

"Aku harus terbiasa dengan reaksi itu," Naruto tampak menghela nafas dan pada akhirnya mengangguk pelan, "ya, minggu depan aku akan resmi dilantik menjadi Hokage. Maaf kalau mengecewakan kalian kalau desa harus dipimpin dengan pemuda sepertiku…"

"Usiamu sama dengan kami bukan?"

"Eh begitulah, usiaku 13 tahun sebentar lagi," jawabnya mengangguk karena pertanyaan aneh dari Kiba yang sebenarnya wajar untuk dikatakan mengingat statusnya sudah berada dalam taraf Hokage, "apakah aku terlihat begitu tidak meyakinkan?"

'Bahkan jika Uchiha Sasuke yang menjadi hokage kami tidak akan percaya dengan usiamu seperti itu!' Kiba dan Shino berfikir hal yang sama. Namun bagaimanapun, jubah dan juga 'pengakuan' dari Hyuuga Hiashi sudah cukup meyakinkan kalau apa yang dikatakan oleh pemuda itu benar adanya.

"Apakah ada yang salah?"

'Tetapi melihat sikapnya yang dewasa, berbeda dengan sifat dingin dari Uchiha itu,'

"N—Naruto-kun," Naruto, Kiba, dan juga Shino menoleh dan menemukan Hinata yang membawakan makanan kecil bersama dengannya dan berjalan kearah Naruto dan juga teman-temannya. Duduk di salah satu beranda yang ada disana, Naruto mengambil mochi yang ada di sampingnya dan memakannya.

"Itadakimasu..."

Memakan mochi itu dengan pelan dan mengunyahnya, tampak tenang bahkan membuat Hinata, Kiba, dan Shino yang sebenarnya sudah mengambil mochi terdiam melihat dan menunggu reaksi dari Naruto.

...

"Enak!" Dan yang mereka dapatkan benar-benar tidak terduga saat wajah Naruto berseri-seri, benar-benar menunjukkan apa yang ia rasakan dan ia fikirkan. Tidak ada satupun usaha untuknya menyembunyikan apa yang ia rasakan, seperti seorang anak kecil pada umumnya yang senang dengan sesuatu yang menyenangkan, "ini benar-benar makanan yang enak Hinata-san!"

"Terima kasih Naruto-kun..."

"Kau, benar-benar akan menggantikan posisi Sandaime-sama?" Naruto menatap Kiba yang tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "bukankah seharusnya kalau kau memang kuat nikmati saja dulu kehidupan shinobimu bukan?"

"Aku ingin seperti itu, tetapi pada akhirnya Sandaime-sama menginginkan untukku menggantikannya. Ia percaya, dan yang bisa kulakukan adalah menunjukkan kalau kepercayaannya itu tidak salah," Naruto yang sudah selesai memakan makanannya tampak menyerup teh yang juga disiapkan oleh Hinata, "mau tidak mau, aku akan melakukannya..."

{1}

"Aku benar-benar lelah Ero-jiji..."

Naruto menghela nafas dan menundukkan kepalanya saat ia baru saja selesai dengan pertemuan dengan Hyuuga. Setelah makan malam, ternyata Hiashi mengajaknya untuk berdiskusi lagi dan itu membuatnya tetap berada disana hingga waktu menunjukkan pukul 11 malam.

"Hiashi orang yang keras, ayahmu sendiri juga kewalahan menghadapi—" Jiraiya langsung menangkap tubuh Naruto saat tubuh itu tumbang. Kelelahan karena beberapa hari tidak tidur, fikiran yang terbebani, dan juga pemakaian Henge tingkat tinggi dalam waktu yang lama memang cukup berbahaya, "sudah kukatakan untuk tidak memaksakan diri..."

Jiraiya melepaskan henge yang digunakan oleh Naruto dan mengembalikannya menjadi gadis berambut pirang panjang yang merupakan wujud asli dari Naruko.

"Aku tahu kalau kau akan mengikutiku," Jiraiya tidak menatap kearah manapun selain depan, namun seolah berbicara pada seseorang, "aku tahu kau ada disana Kakashi..."

Dan saat itu Kakashi segera muncul dan menatap Jiraiya serta Naruko yang ada di gendongan Jiraiya dengan tatapan terkejut. Bagaimana ia tidak tahu, Uzumaki Naruto adalah Uzumaki Namikaze Naruko—anak dari Yondaime Hokage mantan gurunya, dan seseorang yang seharusnya sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.

"Jiraiya-sama, apa yang—"

"Tiga belas tahun yang lalu saat Minato mengorbankan dirinya untuk mengunci Kyuubi di tubuh Naruko, Sarutobi-sensei sudah merasakan kalau Naruko akan dalam bahaya. Bahaya yang berasal dari dalam desa," Jiraiya menggendong Naruko di punggung dan berjalan cepat diikuti oleh Kakashi, "ia tahu semua orang akan benar-benar mengincar Naruko karena Kyuubi yang ada di tubuhnya. Dan pada akhirnya, kami memutuskan untuk menyembunyikan keberadaannya dan menyebarkan kematian palsu untuknya."

...

"Maaf kalau aku tidak memberitahu, karena kami tahu kalau kau sudah banyak kehilangan orang-orang yang kau sayangi. Kami hanya tidak ingin kau merasa bersalah karena tidak bisa melakukan apapun untuk Naruko," Jiraiya menatap Kakashi yang hanya diam dan menghela nafas, "tetapi mulai sekarang kau bisa untuk melindunginya bukan?"

"Tentu, bagaimanapun Minato-sensei sudah mempercayakan Naruko padaku," Kakashi mengusap rambut panjang Naruko sambil tersenyum dibalik topengnya, "tetapi kenapa harus menyamar menjadi laki-laki?"

"Harga diri Kakashi, ia tidak suka karena perempuan selalu dianggap lemah..."

{1}

Semua orang belum mendengar tentang siapa hokage mereka terkecuali beberapa orang yang berasal dari klan Hyuuga dan beberapa tim Gennin yang sudah bertemu dengan Naruto. Dan sekarang, satu minggu sudah berlalu—sudah saatnya pengumuman tentang siapa hokage yang akan menggantikan Sarutobi Hiruzen. Kebanyakan dari mereka menebak Jiraiya karena melihat Sannin yang tidak biasanya ada di Konoha tampak berjalan-jalan beberapa hari ini.

Namun, tidak sedikit yang menebak Kakashi bahkan Danzo entah siapa.

Tetapi tidak ada satupun yang bisa menyangka, kalau akan ada anak laki-laki berusia 13 tahun yang berjalan di atas gedung hokage dan memakai topi serta jubah Hokage bertuliskan Godaime Hokage.

Bisikan demi bisikan tampak terdengar, bingung dan juga aneh itu yang mereka rasakan.

"Para penduduk Konoha," suara yang terdengar sedikit aneh jika berasal dari anak berusia 13 tahun itu menggema diseluruh tempat itu, "aku tahu kalau kalian semua bingung tentang siapa dan juga kenapa aku berada disini mengenakan semua yang kalian lihat ini."

...

"Sandaime-sama baru saja tewas beberapa minggu yang lalu, dan beliau memberikan surat yang ditinggalkan untuk semua yang ada di Konoha yang berisi siapa yang akan menjadi penerusnya kelak saat ia tewas nanti," beberapa bisikan yang terdengar jelas tidak menghentikan Naruto untuk berbicara, "tentu sebelum kalian bertanya, semua anggota sudah memeriksa keasilan dari surat itu. Dan tidak diragukan lagi kalau itu benar-benar surat dari Sandaime-sama."

"Lalu apa hubungannya denganmu?"

"Sandaime-sama mengatakan bahwa penerusnya adalah seseorang bernama Uzumaki Naruto," Naruto menghela nafas dan siap dengan apapun yang dikatakan oleh para penduduk setelah pengumuman ini, "dan, namaku adalah Uzumaki Naruto. Mulai sekarang, aku adalah Godaime Hokage Konoha yang baru."

Dan tentu saja tidak perlu pemikiran jenius untuk mengatakan apa yang menjadi dampak dari perkataan Naruto saat itu. Bisikan menjadi sebuah teriakan oleh semua orang yang ada disana, tidak setuju dengan apa yang berada dihadapan mereka saat ini—pemuda berusia 13 tahun yang mengaku sebagai seorang Hokage yang ditunjuk oleh Sandaime.

"Yang benar saja, apakah Sandaime-sama mengira ini hanya permainan anak-anak?"

"Kutebak ia bahkan bisa dilukai oleh anakku!"

"Konoha akan benar-benar hancur kalau diberikan padanya, apakah Sandaime-sama sudah kehilangan akalnya?"

"DIAM!" Suara Naruto tampak meninggi dan mengeras, nadanya yang tampak membentak dan dingin sukses untuk membuat semua orang terdiam dan menatap kearahnya, "kalian boleh menghinaku kapanpun dan dimanapun, sekejam apapun perkataan dari kalian. Tetapi—" tatapan tajam dan dingin menjadi pengganti tatapan polos dari Naruto yang awalnya diberikan olehnya, "—aku tidak akan membiarkan kalian, sedikitpun menghina Sandaime-sama, terutama di depanku..."

Semua orang terlihat sedikit tersentak karena tatapan dan juga suara yang seolah tidak dimiliki oleh pemuda berambut pirang yang berusia 13 tahun itu.

"Kalian tidak bisa melakukan apapun, tetapi hanya satu yang bisa kalian lakukan untuk membuatku turun dari jabatanku. Jika kalian bisa membunuhku," Jiraiya yang berada di samping Naruto tampak terkejut mendengar itu dan menatap tatapan serius dan Naruto. Namun perkataan itu sudah cukup untuk membuat semua orang mereda walaupun tidak dalam arti yang bagus. Mereka mencoba untuk mencari cara bagi mereka membunuh sang Hokage muda.

"Kalau kalian tidak bertanya apapun lagi, aku akan pergi. Terima kasih untuk waktu kalian mendengarkan apa yang kusampaikan," Naruto membungkukkan tubuhnya dan berbalik meninggalkan mereka semua bersama Jiraiya dan juga beberapa ANBU yang ada disana, "jii-chan, tidak masalah dengan para penduduk yang mencoba membunuhku. Tetapi, perketat saja keamanan desa untuk mengantisipasi warga yang mencoba bekerja sama dengan desa lainnya menghancurkan Konoha."

"Keselamatanmu juga lebih penting Hime..."

"Aku bisa menjaga diri, memangnya menurut jii-chan aku tidak bisa melindungi diriku sendiri?" Naruto tertawa dan berjalan kembali. Jiraiya hanya menghela nafas sebelum Kakashi muncul di belakangnya tanpa mengatakan apapun.

"Aku bisa mengandalkanmu?"

"Tentu, aku tidak mungkin membiarkannya dalam bahaya Jiraiya-sama…"

{To be Continue}

Damn, me ga bisa cari celah buat bikin jadi TbC, maaf ya kalau kelihatannya jadi aneh karena ini ^_^ yah, karena saya juga newbie susah juga buat bikin cliff setiap chapter :) tapi saya terharu karena banyak yang review nih cerita T_T maunya bikin surprise tapi masih belum tahu jadi atau ga.

.

Ngomong-ngomong satu dari sekian tantangan yang didapatkan oleh Naruto adalah dengan pemberontakan yang dilakukan oleh semua orang yang ada di Konoha ^_^ sebenarnya Sasuke dan Sakura juga masih belum terima kalau aja Kakashi ga ambil misi dari Naruto.

.

Jadi, apa sampai sini masih ada yang ditanyain? Pasti masih banyak ya :/

.

Dimohon RnRnya ya :D