POV ke 3 (?)
Naruto dan semuanya hanya Masashi Kishimoto
Pudding hanya pinjam nama tokoh saja he he
Cerita milik pudding ya, asli
WARNING, Typo everywhere #dor
Ini AU, benar-benar AU, fiksi hahaha
Jika ada kesamaan cerita, mungkin itu tidak sengaja
Pudding Tan Present
.
.
.
.
All with you
Chapter Two
.
.
Flash Back
Dari jauh Sakura meihat sepasang pria dan perempuan berdiri di depan pintu masuk perusahaan Madara Chiha Broadcast. Si wanita terlihat berbicara sesuatu dengan si pria, dan si pria hanya diam mendengarkan sambil melihat ke depan, seperti menunggu sesuatu. Sakura yang melihat sepasang pria dan gadis tersebut, tidak sengaja bertemu mata dengan sang pria, dan Sakura langsung menyadari jika pria tersebut melihat kearahnya, dan diapun pura-pura melihat ke gedung tersebut dan melihat ke langit sambil mengayuh sepedanya, dan berpura-pura tidak mempertikan sepasang kekasih (?) tersebut.
.
.
.
Sasuke yang tadi duduk dibangku segera berdiri, tau bahwa supir Hinata akan sampai dari parkiran. Hinata pun berdiri di samping kanannya,
"Sasuke kun, kau mau makan apa? " Tanya Hinata pada Sasuke
"Salad" jawab Sasuke,
"Sasuke kun, restoran…" Hinata tetap berbicara dengan Sasuke, yang hanya ditanggapi secukupnya oleh Sasuke.
Sasuke melihat seorang gadis berambut pink dengan dress putih mengayuh sepeda di depan perusahaannya dengan memakai hoodie coklat di kepalanya, dan ada sesuatu menggantung seperti tas kecil di stang sepeda tersebut. Ternyata gadis tersebut dari tadi menoleh ke perusahaanya, dan tidak sengaja mata Sasuke berpapasan dengan gadis tersebut. Sasuke dapat melihat bahwa gadis tersebut terlihat kaget karena bertemu mata dengan Sasuke. Sasuke juga tau bahwa gadis tersebut berpura-pura melihat keatas, melihat matahari diatas kepalanya mungkin?
Sasuke pun tersenyum melihat kelakuan gadis berambut pink tersebut.
Eh? Sasuke tersenyum melihat seorang gadis?
"Sasuke," panggil Hinata
"Ayo segera naik, aku sudah siap mengemudi,"
Sasuke pun langsung sadar saat dipanggil Hinata, dan memasuki mobil duduk di kursi penumpang sebelah pengemudi
"Baiklah, aku akan berangkat," ucapa Hinata sambil menjalankan mobilnya dengan perlahan
Sasuke melihat melihat keluar jendela, dan menjadi penumpang yang tenang. Sedangkan Hinata berusaha untuk tenang dan stabil mengemudikan mobilnya.
Sasuke melirik Hinata yang mengemudi dengan tegang sepertinya, dan berkata
"Santailah, dan pelan-pelan saja," Sasuke menangkan Hinata, dan memberikan sedikit saran pada Hinata
"Baik Sasuke kun," jawab Hinata sedikit tersenyum, berusaha tenang, ketika memutar stir mobilnya saat akan berbelok.
Sasuke kembali memperhatikan jalan. Setelaha beberapa menit diperjalanan, sampailah Sasuke di parkiran Universitas Swasta Tokyo.
"Sasuke kun, kita makan di kantin kampusku saja, bagaimana?" Tanya Hinata lega ketika dia sudah sampai di parkiran mobil pada Sasuke. Karena parkiran tidak lah terlalu ramai, Hinata dapat memarkir mobil dengan leluasa dan hati-hati tentu saja.
"Hn," Sasuke keluar dari mobil, disusuk dengan Hinata lalu mereka pun menuju kantin yang tidak terlalu jauh dari parkiran mobil, sekitar 200 meteran.
Parkiran ini khusus untuk mobil dan pengguna sepeda kayuh. Sasuke melihat sepeda yang tadi dikayuh seorang gadis dress putih ketika akan masuk menuju kantin.
Sakura memilih buku yang diperlukannya di perpustakaan ini dan meminjamnya. Karena dia seorang alumni, jadi tidak susah untuk meminjam buku di perpus ini
"Sudah seminggu tidak melihatmu Sakura," Tanya petugas perpus, Shizune pada Sakura
"Laporanku banyak sekali yang harus dikerjakan," jawab Sakura sambil menghembuskan nafas
"Hahaha kau ini Sakura, pinjam buku apa hari ini?" Tanya Shizune sambil bertanya pada Sakura,
"Hanya melihat koleksi buku baru, mungkin besok atau lusa aku kembali lagi," jawab Sakura sambil memperhatikan buku baru yang dipajang di dekat rak buku pintu masuk
"Selain itu?" Tanya Shizune
"Lihat ini," Sakura menunjukkan Gatcha doraemon di tangan kirinya
"Sakura hahaha, kau jauh-jauh kesini untu gatcha?" gelak Shizune sedikit tertahan, ingat ini perpus.
"Untuk temanku kantorku," Sakura sambil menghela nafas
"Astaga, hahaha, mungkin untuk koleksi di mejanya," Shizune menjawab sambil tersenyum
"Hem.. begitulah" jawab Sakura, "Aku pergi dulu Shizune," pamit Sakura meninggalkan Shizune yang tersenyum melambaikan tangannya pada Sakura.
Sakura memasukkan gatcha Doraemon tersebut di dalam tas kecil yang dia tenteng.
Kruyuk kruyuk
Sakura dapat mendengar suara perutnya yang berbunyi. Mungkin ini efek dia hanya makan siang "sereal instan" tadi. Semalam Sakura tidak makan banyak, dan pagi ini pun dia juga tidak sarapan. Mungkin ini lah penyebab bunyi perutnya yang berbunyi lagi. Sakura akhirnya memutuskan untuk mampir di kantin kampusnya dulu.
Kantin Universitas Swasta Tokyo sangatlah luas. Kantin berisi meja dan kursi berwarna putih, yang dikelilingi jendela besar yang menghadap taman universitas. Kantin ini seperti foodcourt sistem pembayarannya pun harus memakai kartu dan diisi dengan saldo. Sakura tentu saja masih memiliki kartu tersebut, dan ada sisa saldo di dalamnya. Dia masih sering mengisinya sepertinya, karena dia akan sering mampir ke perpustakaan disini.
Sakura memilih untuk membeli 2 buah roto dengan sedikit selai coklat, dan membeli air mineral di mesin penjual minuman otomatis. Dia membawa makan siang "ke duanya" dan mencari tempat duduk. Akhirnya dia memutuskan untuk duduk di dekat jendela. Sakura meletakkan ranselnya disamping kir, lalu buku catatan dan tas kecilnya di atas meja.
Didepan Sakura duduk seorang gadis berambut abu-abu keunguan panjang yang membelakanginya. Sakura pun memulai memakan rotinya dan melihat kembali catatan yang isinya mungkin "bahan artikelnya".
Gadis di depannya mendadak berdiri dan Sakura melihat kedepan. Ternyata di depannya adalah laki-laki berambut dongker yang dilihatnya di depan Madara Chiha Broadcast sejam lalu. Sakura yang terkejut karena pemuda tersebut jega melihatnya, langsung menundukkan kepalanya, berpura-pura "serius" dengan catatannya.
Sasuke tidak menyangka gadis yang duduk di belakang Hinata adalah gadis besepeda yang lewat di depan perusahaannya tadi. Sasuke bertemu pandang dengan Sakura. Dia sempat terpesona sepersekian detik dengan mata hijau Sakura, karena Sakura langsung menundukkan kepalanya saat mata mereka bertemu. Sasuke masih memperhatikan Sakura yang menunduk 'membaca' buku didepannya. Sasuke pun mengangkat sedikit bibirnya, mungkin tersenyum melihat tingkah sakura. Ha? Sasuke tersenyum? Hanya 2 detik saudara-saudara, dan dia langsung 'menunjukkan' wajah datarnya lagi.
"Sasuke, ini salad tomat kesukaanmu, " Hinata datang dan langsung duduk di depan meja Sasuke
"Hn,"
"Ayo makan, lalu kita bisa jalan-jalan lagi sebentar," ucap Hinata dengan senyumnya pada Sasuke. Sasuke pun menjawab dengan "hn" lagi lalu menyantap buah kesukaannya 'tomat'.
Sakura akhirnya mengangkat kepalanya, karena tau gadis tersebut sudah kembali duduk membelakanginya, yang Sakura dengar nama gadis itu adalah Hinata, dan pria yang berpapasan mata untuk kedua kalinya tadi bernama Sasuke.
Sakura segera memakan rotinya dengan sedikit cepat dan meminum air mineralnya, tentu saja sambil mengecek "sedikit" catatannya.
Meskipun Sakura merasa memakan rotinya dengan 'sedikit' cepat ternyata dia sudah duduk disana satu jam lebih. Mungkin karena dia terlalu "sibuk" dengan catatannya sampai lupa jika roti dan air mineralnya sudah habis.
Sakura mengangkat kepalanya dan melihat kedepannya ternyata, 'Hinata' dan 'Sasuke' kalau Sakura tidak salah ingat namanya, sudah tidak ada, dan spertinya sudah agak lama meninggalkan mejanya, karena meja didepannya sudah bersih mengkilat karena di lap oleh petugas kantin.
Sakura melihat jam tangan birunya ditangan kirinya dan membaliknya, ternyata sudah menunjukkan pukul 2 lebih 10 ternyata. Berbeda dengan orang biasanya Sakura memakain jam tangannya dengan meletakkan penunjuk waktunya di pergelangan tangan bawah, bukan atas. Mungkin karena Sakura sudah nyaman dengan posisi jam tangan ini.
Sakura mengambil ranselnya dan tas kecil di meja, tidak lupa membawa bekas makannya dan membuangnya di tong sampah.
Saat Sakura menuju parkiran dia melihat beberapa mahasiswa seperti memperhatikan sesuatu dan mereka berbisik-bisik dengan temannya. Bukan wajah mencurigakan seperti membicarakan orang aneh, melainkan para mahasiswa mahasiswi tersebut tersenyum-senyum malu dan senang melihat 'sesuatu'. Sakura pun melihat kemana arah para mahasiswa tersebut melihat. Ternyata mereka melihat 'Hinata' dan 'Sasuke' melewati taman kampus, dan sepertinya mereka akan menuju parkiran mobil, disamping tempat parkir sepeda Sakura.
Memang kedua manusia tersebut dapat dikategorkan makhluk tuhan yang 'hampir' sempurna dengan paras yang cantik mempesona dan tampan berwibawa. Hinata memakai dres dengan blazer hitam yang cantik dan pas ditubuhnya, apalagi dengan gaya rambutnya yang terurai, menambah pesona kecantikaannya. Lalu sasuke yang memiliki rambut dongker atau raven dengan potongan rambut yang menambahkan ketampanannya, disertai dengan jas yang diekanakannya. Sakura pun mengakui hal tersebut, mereka berjalan seperti sepasang pangeran dan putri kerajaan yang sedang berjalan-jalan di taman kerajaan.
"Wah.. Sasuke sama memang sangat tampan jika dilihat aslinya"
"Astaga, mimpi aku semalam tuhan"
"Bisa melihat Hinata dan Sasuke siang ini benar-benar keberuntungan yang luar biasa"
"Mereka.. sangat.. astaga aku tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata"
"Dia sangat tampan, dan dia sangat cantik"
"Sangat serasi sekali mereka..."
Itulah beberapa kalimat pujian yang diucapkan para mahasiswa, dan dapat didengar Sakura dengan jelas.
'Dia memang cantik dan dia juga hem... tampan? Keren?', batin Sakura dan tampan sadar dia tersenyum kecil. Sakura kembali berjalan meninggalkan kerumunan tersebut menuju parkiran sepeda.
'Aku juga cantik,' batin Sakura memuji dirinya sendiri dan tersenyum melihat pantulan dirinya di rumah kaca yang dilewatinya. Tinggi Sakura 165 cm dengan berat badan ideal, yang mungkin bisa dibilang ideal 47kg. Tubuhnya hampir sama dengan Hinata mungkin hanya beda jika Hinata lebih putih kulitnya dan memiliki 'dada' yang lebih besar dibandingkan Sakura. Oh iya, rambut juga memiliki perbedaan warna yang kontras, abu-abu keunguan dan pink.
Sampailah Sakura di parkiran sepeda, yang disebelah kirinya ada mobil putih berplat HYU64H1N. Kerumunan tadi mulai menyepi karena mereka tau psangan tersebut akan kembali dan menuju parkiran mobil.
"Aku lupa ban ku..." Sakura berjongkok dan mengingat jika ban sepedanya agak kempes, dan dia menyesal tadi dari kantor lupa memompa bannya. Sakura tau, bannya yang kempes membuat kayuhannya semakin berat,
'Dan itu melelahkan,' batin Sakura dengan wajah datarnya
Saat Sakura berjongkok melihat keadaan bannya, ternyata pemilik mobil putih tersebut datang yaitu Hinata, dia pun akan masuk. Sasuke yang menuju kursi penumpang, melihat seorang gadis berhoodie dengan dress putih sedang berjongkok, dengan ransel di punggunya, seperti mengecek sesuatu.
Sakura akhirnya berdiri membalik badannya dan ternyata dia bertemua pandang lagi dengan Sasuke. Mereka terdiam sejenak, saling memandang satu sama lain selema beberapa detik.
Sasuke terlihat sedikit kaget karena melihat gadis berambut pink tersebut tiba-tiba berdiri dan menghadapnya, lagi.
Sreeekk (*author enggak tau giaman bunyinya jendela mobil kebuka)
Menyadarkan Sasuke dan Sakura yang sempat membeku sepersekian detik. Sakura langsung mengambil sepedanya, Sasuke segera masuk ke mobil Hinata.
"Nah Sasuke kun, aku akan mengantarmu kembali ke kantor", Hinata siap-siap mengemudikan mobilnya, karena sudah menyalakan mesinnya tadi sebelum membuka jendela penumpang.
"Hn," jawab Sasuke dengan melirik spion kanannya. Melihat apa gadis itu sudah tidak ada di samping atau belakang mobil mungkin.
Mobil Hinata keluar parkiran Universitas Swasta Tokyo, dan Sasuke dapat melihat gadis tadi sedang mengayuh sepeda di depan mobil Hinata. Karena Hinata menyetir dengan pelan, sepeda didepannya pun tidak disalipnya. Ini seperti sebuah mobil menuntun atau mengikuti si pengemudi sepeda. Hinata fokus dengan jalan di depannya, dan Sasuke masih memperhatikan pengemudia sepeda di depannya. Entah kenapa hari ini, Sasuke sering bertemu dengan gadi itu, dan dia jadi mengingat—ngingat gadis tersebut.
"Sampai Sasuke kun," mobil Hinata sampai di depan pintu perusahaan Madara Chiha Broadcast
"Aku langsung saja, karena aku ada kelas jam 3 ini sasuke kun, sampai jumpa" pamit Hinata yang juga ikut turun dari mobil dengan Sasuke. Supir Hinata masuk, dan Hinata segera masuk di kursi penumpang bagian belakang.
"Oh iya, ini pudding milik Kakashi san," Sasuke menerima kotak pudding dari Hinata
"Hn, hati-hati," balas Sasuke tenang
Hinata melambaikan tangannya dan Sasuke pun bersiap masuk ke kantornya, tapi tidak jadi. Dia berhenti di depan pintu, karena melihat gadis bersepeda tersebut terlihat keluar dari distrik basara.
Sakura dari tadi merasa ada yang mengikutinya saat keluar parkiran. Ternyata mobil putih yang 'Hinata' dan 'Sasuke' naiki mengikutinya (?).
'Ah mana mungkin,' batin Sakura meneangkan dirinya dengan sedikit tawa
Sampai akhirnya Sakura tidak diikuti lagi, karena mobil tersebut ternyata berhenti di Madara Chiha Broadcast. Sakura pun keluar dengan tenang dari distrik basara dan menuju katornya kembali.
Sakura dan sasuke sudah bertemu secara tidak sengaja 3 kali dalam sehari ini. Apa kah ini takdir mereka? Atau hanya kebetulan?
Tbc…..
Maafkan Pudding karena banyak typo dimana-mana alias klecekan (?) T-T
Sebenarnya pudding sudah banyak ide terpikirkan, tapi entah kenapa sulit sekali meluapkannya di cerita ini hahaha #dor
Sampai jumpa di chap selanjutnya mina san~
