Title: REVENGE (backfired)
Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Pairing: ChanBaek, BaekYeol
Warning: GS for uke, typo, bahasa tidak baku, mature content
Disclaimer: Semua cast bukan milik saya, namun cerita milik saya.
.
.
.
.
.
PART 2
"Jadi, aku boleh tidak berangkat ke Sekolah?"tanya Baekhyun dipagi hari. Pagi pertama setelah mereka resmi menjadi suami istri. Setelah melewatkan malam pertama yang cukup memalukan bagi Baekhyun, walaupun malam pertama mereka hanya terlewat dengan Baekhyun yang tidur telanjang dan Chanyeol yang topless. Kini gadis kecil itu duduk di samping ranjang sambil memandang Chanyeol yang sedang berbenah diri.
"Hmm, karena kita masih dalam masa bulan madu. Selama satu minggu kita akan menghabiskan waktu bersama,"jawab Chanyeol sambil merapikan rambutnya di depan cermin.
"Bulan madu?"ulang Baekhyun seperti tidak yakin, gadis bermata sipit itu mulai memilin ujung T-shirtnya yang berwarna pink dengan tidak nyaman.
Chanyeol sedikit tersenyum miring saat melihat perubahan ekspresi Baekhyun yang terpantul di cermin. Dengan penuh keyakinan Chanyeol membalik tubuhnya dan berjalan menghampiri Baekhyun.
"Kita tidak akan kemana-mana, kita akan menghabiskan waktu berdua saja di rumah sambil melakukan hal yang menyenangkan,"terang Chanyeol sambil duduk disamping Baekhyun
Baekhyun sedikit mengernyit tak mengerti, "Hal menyenangkan apa?"tanya Baekhyun polos.
Chanyeol tidak bisa tidak tersenyum mendengar penuturan lugu milik Baekhyun,"Baek, kau sudah 14 th, kau pasti tahu jika sepasang suami istri harus saling berhubungan kan?"pancing Chanyeol.
"Berhubungan?"Baekhyun terdengar seperti ragu, seolah dia mengerti namun juga tidak mengerti di saat bersamaan.
"Berhubungan intim, tidak mungkin kau tidak mengerti tentang hal itu kan?"
Chanyeol semakin menyeringai setan di dalam hati saat melihat Baekhyun mulai panik.
"A-aku pernah dengar tentang hal itu. T-tapi aku tidak tahu bagaimana caranya.,,"jawab Baekhyun terbata.
"Hmmm manisnya.."gumam Chanyeol lembut, namun matanya berkilat setan.
"O-oppa, memangnya kita akan melakukannya?"tanya Baekhyun takut-takut.
Chanyeol hanya mengangguk mantap sebagai jawaban,"Aku akan mengajarimu Baek, ini tidak akan sulit kok,"
Baekhyun semakin cemas saat melihat Chanyeol menghampiri TV dan mulai memutar sebuah DVD.
"A-apa kita akan nonton?"tanya Baekhyun tak mengerti.
Chanyeol mengulum senyum,"Ya, kita akan menonton video reproduksi manusia. Aku yakin kau akan cepat mengerti jika menontonnya.,"jawab Chanyeol sekenanya
Bakhyun menunggu dengan harap-harap cemas film itu diputar. Reproduksi manusia? Baekhyun tidak mengerti. Apakah sama dengan reproduksi binatang yang sering dia tonton di Lap Biologi?
Baekhyun semakin kaku dan tidak bisa bergerak saat Chanyeol kembali menghampiri dirinya, dan mengangkat tubuh mungil Baekhyun ke atas pangkuannya.
"Lihat, dan perhatikan baik-baik Baek. Aku tidak ingin kau melakukan kesalahan nanti saat kita mempraktekkannya,"bisik Chanyeol di telinga Baekhyun dan gadis itu hanya mengangguk kaku.
Chanyeol begitu menikmati kepolosan yang diperlihatkan Baekhyun saat ini, tubuh mungil gadis itu yang begitu pas di pangkuannya. Aroma tubuhnya yang lembut seperti bayi, sebentar lagi Chanyeol akan merusaknya.
Walaupun begitu, Chanyeol tidak sekejam itu juga. Film yang ia pilih adalah soft porn. Dia masih punya hati untuk tidak membuat Baekhyun pingsan di tengah-tengan film.
"O-oppa.."Baekhyun mulai gelisah tidak nyaman, film didepannya ini entah mengapa membuat Baekhyun merasa risih dan malu.
"Lihat, dan perhatikan baik-baik Baek. Aku akan menghukummu jika kau sampai menutup mata atau memalingkan wajah,"ancam Chanyeol dengan suara rendahnya.
Maka dengan terpaksa Baekhyun tetap menonton film itu, dia gigit bibirnya keras. Tanpa sadar dia mencengkeram lengan baju Chanyeol sebagai pelampiasan. Pusat tubuhnya terasa tidak nyaman. Suhu tubuh Baekhyun meningkat, ada suatu rasa yang ingin dilepaskan. Sesuatu yang asing yang baru Baekhyun rasakan saat ini, serasa Baekhyun ingin meledak.
"Oppa, kumohon..."rintih Baekhyun saat Chanyeol dengan kejamnya menahan kedua tangan Baekhyun untuk menutup telinga. Baekyun sungguh tidak ingin mendengar suara-suara itu.
"Tidak Baek, kau harus mendengar semuanya,"Chanyeol semakin merengkuh tubuh Baekhyun yang sedari tadi mulai menggeliat tidak nyaman. Semakin lama, Baekhyun semakin gelisah, duduknya menjadi tidak nyaman. Tanpa sadar dia terlalu banyak bergerak di atas pusat tubuh Chanyeol. Memberi rangsangan pada barang kebanggaan Chanyeol yang masih tertidur.
Di luar dugaan, sebenarnya Chanyeol ikut terangsang. Niatnya dia ingin mengerjai Baekhyun denagn meracuni pikiran murni bocah itu denagn sex, namun ternyata saat ini Chanyeol ikut terbawa suasana dan ingin dilepaskan.
"Oppa, oppa..."rintih Baekhyun seperti sesak nafas di pangkuan Chanyeol, pusat tubuhnya benar-benar ingin dibebaskan. Entah kenapa dia merasa ingin berlari ke kamar mandi.
"Oppa leppas...aku ingin ke-"
BRUGH!
Dengan kasar Chanyeol membanting tubuh Baekhyun ke tempat tidur dan menindihnya.
"Pelajaran selesai, saatnya kita mempraktekkan apa yang kita pelajari Baekhyunie..."
"Ngehhh..."Baekhyun mengerang saat kulit tangan Chanyeol merayap di perutnya, terus keatas menyingkap Bra ukuran cup A milik Baekhyun, meraih gundukan mungil itu dan meremasnya lembut.
Tubuh Baekhyun menggelinjang, rasa asing merasuk hingga kesumsum tulangnya, belum sempat ia mengeluarkan suara mulut Chanyeol kini telah menklaim bibirnya penuh-penuh. Menciumnya menuntut sama persis seperti film yang baru dia tonton tadi.
Chanyeol ingin membenturkan kepalanya sendiri ke tembok, saat ini dia sadar bahwa seseorang yang berada di bawahnya adalah gadis di bawah umur. Namun demi apapun dia tidak bisa berhenti, Chanyeol mencium Baekhyun seperti orang kelaparan, Baekhyun yang pasif membuatnya ingin berbuat lebih kasar daripada ini. Chanyeol mengubah -ubah posisi kepalanya berulang kali demi mendapatkan kepuasan yang ia inginkan.
Baekhyun yang masih terangsang efek dari soft porn itu begitu sensitif, mulut mungilnya tak berhenti mengerang saat Chanyeol meremas buah dadanya, bahkan gadis mungil itu tidak melakukan penolakan saat Chanyeol melucuti semua pakaiaannya.
Kulit bertemu kulit, Baekhyun semakin tidak sadarkan diri, pandangannya mengabur. Seluruh bulu halus ditubuhnya seolah berdiri terbalik saat ia merasakan lidah Chanyeol bermain di pusat tubuhnya. Baekhyun mengerang panjang, kedua tangan mungilnya mencengkeram sprei dengan kuat. Baekhyun ingin mencari pelampiasan. Kedua tangan Chanyeol menahan kedua kaki Baehyun dengan kuat. Nafasnya mulai sesak, Baekhyun mulai membuka mulut untuk membantu mencari pasokan udara.
Kepala Chanyeol serasa ingin pecah, pengalaman ini sungguh luar biasanya baginya. Sebuah kenikmatan yang hanya kau dapatkan saat kau melanggar sebuah dosa besar. Menggagahi gadis muda yang murni, Chanyeol siap menyangdang gelar manusia paling biadap setelah ini. Pekikan kesakitan gadis dibawahnya seolah membakar darahnya. Setelah sekian lama Chanyeol merasa begitu bergairah, dia tidak ingin berhenti. Rintihan dan lenguhan Baekhyun bagaiakan nyanyian dari surga bagi Chanyeol.
Baekhyun kesakitan, dia tidak begitu mengerti dengan apa yang kini menimpa dirinya. Chanyeol yang begitu berkuasa mengagahinya. Sesuatu bersemanyam di dalam tubuhnya, terasa asing, terasa begitu menyakitkan. Bahkan ciuman bertubi-tubi Chanyeol tidak bisa mengalihkan rasa sakit ini. Baekhyun terus merintih, namun Chanyeol tetap tidak mau berhenti. Justru semakin lama Chanyeol semakin menjadi, seperti menuntut. Tubuh mungil Baekhyun tersentak-sentak dengan begitu keras, terlihat rapuh kontras dengan Chanyeol yang begitu perkasa.
"A-akh..."Mata Baekhyun membelalak, tubuhnya mengejang sesaat, rasa ini, rasa yang begitu asing. Rasa yang baru Baekhyun rasakan seumur hidupnya. Bukan sakit lagi rasanya, sedikit aneh, Baekhyun tidak bisa mengungkapkannya.
"Ketemu ya..."seringai Chanyeol yang tidak berhasil ditangkap Baekhyun, maka tanpa membuang waktu Chanyeol segera menuntaskan urusannya. Dia akan membawa Baekhyun kedunia yang baru, dunia yang begitu asing bagi gadis itu sebelumnya. Dunia yang mungkin sedikit kejam bagi Baekhyun.
Saat Chanyeol sampai, Baekhyun sudah terkulai lemas. Chanyeol tidak yakin apakah Baekhyun mendapatkan orgasmenya. Gadis itu menggigil, tubuhnya terasa penuh, terasa asing baginya. Bahkan gadis itu tetap menggigil saat Chanyeol merengkuh tubuh Baekhyun ke dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa, jangan menangis. Ini mungkin terlalu awal bagimu, tapi jangan menangis..."bisik Chanyeol lembut sambil memeluk Baekhyun yang sesenggukan.
Baekhyun terus menangis sepanjang pagi itu, menyisakan Chanyeol dengan segala pikirannya sendiri.
"Harusnya aku puas telah merusakmu, tapi kenapa ada rasa yang mengganjal melihatmu menangis seperti ini?"tanya Chanyeol dalam hati.
.
.
.
Setelah lelah menangis Baekhyun tertidur begitu saja sepanjang pagi itu. Chanyeol merasa tidak begitu terganggu, dan lebih memilih meninggalkan Baekhyun sendirian di kamar.
Namun setelah hari berganti siang, Chanyeol merasa waktu istirahat Baekhyun sudah cukup, maka tepat jam satu siang Chanyeol kembali ke kamar untuk melihat gadis itu.
Dengan pelan Chanyeol mendorong pintu kamarnya. Sedikit tertegun melihat Baekhyun yang duduk meringkuk di ujung ranjang. Bergelung dengan selembar selimut, Chanyeol yakin Baekhyun belum sempat memakai pakaiannya kembali. Rambut Baekhyun yang berwarna coklat madu terlihat tak beraturan, terurai kusut jatuh membingkai wajahnya.
Keadaan Baekhyun saat ini tak ubahnya seorang korban pelecehan seksual. Baekhyun terguncang, semua ini terlalu tiba-tiba untuknya. Bayangan kejadian tadi pagi saat Chanyeol menyentuhnya tidak mau hilang barang sedetikpun.
"Baek, "panggil Chanyeol pelan sambil memasuki ruangan itu.
Mendengar itu Baekhyun yang sedari tadi menunduk tersentak seketika, bola matanya bergerak tak beraturan pertanda dia begitu panik, bahasa tubuhnya menyiratkan kecemasan dan ketidaknyamanan. Bahkan Baekhyun reflekss menjauhkan tubuhnya saat Chanyeol duduk tepat disampingnya.
"Jangan takut seperti itu, aku tidak akan menyakitimu,"ujar Chanyeol menenagkan.
Bohong! Seandainya kau tahu betapa aku ingin menyakitimu Wu Baekhyun!
"Baek, kau baik-baik saja kan?"ulang Chanyeol dan Baekhyun tetap tidak menyahut
Bagus, terlukalah seperti ini Wu Baekhyun. Semakin kau menderita maka Kris juga akan menderita.
"Kemarilah..."pinta Chanyeol sambil meraih lengan Baekhyun, namun yang terdengar justru isakan tangis milik gadis itu.
Yah, menagislah terus Baek. Asal kau tahu saja ini belum seberapa.
"J-jahat...oppa jahat..hiks,"rintih Baekhyun sambil berusaha menjauh dari Chanyeol.
Jahat? Ya aku memang jahat Baek. Andai kau yang lugu ini tahu, kau pasti sudah lari dariku.
Chanyeol tidak menggubris rintihan Baekhyun dan dalam satu hentakan berhasil mengangkat tubuh mungil Baekhyun ke atas pangkuannya.
"Oppa jangan..,"Baekhyun memohon dengan wajah memelas agar Chanyeol tidak menarik selimut satu-satunya yang menutupi tubuhnya. Namun Chanyeol seperti tidak mendengarkan, dan terus menyingkirkan selimut itu hingga Baekhyun telanjang bulat dipangkuannya. Rasanya Baekhyun malu sekali, lagi-lagi dia harus telanjang di depan pria ini.
Chanyeol dengan sengaja mengusap paha bagian luar milik Baekhyun sensual, terus ke atas dan berbelok ke dalam. Membuat Baekhyun merintih tak tertahankan, dan tubuhnya mulai menggigil.
"Baekhyunku yang manis, apa kau tahu yang kita lakukan tadi pagi adalah bercinta, mulai sekarang kita akan sering-sering melakukannya,"ucap Chanyeol dengan nada rayuan lembut, saat sebelah tangannya sibuk menggerayangi pusat tubuh Baekhyun, tangan sebelah kirinya memaksa tubuh mungil Baekhyun merapat padanya, hingga bibir penuh dosa itu bisa mengulum cuping telinga Baekhyun yang memerah, menggesekkan deretan giginya disana, lalu dia menyeringai setan saat tubuh Baekhyun bereaksi dipelukannya.
Baekhyun menggeleng cepat, kedua tangannyanya mencengkeram kedua bahu Chanyeol kuat saat ia merasakan satu jari pria tampan itu kini bersemayam ditubuhnya.
"Tiddak...oppah janganh lagi..."Tubuh Baekhyun menolak, dia berusaha mengangkat tubuhnya agar jemari Chanyeol terlepas, namun sebelah tangan Chanyeol justru menarik tengkuk Baekhyun dan mendaratkan bibirnya di kulit leher Baekhyun yang begitu halus, menghisapnya kuat hingga meninggalkan tanda keunguan.
Baekhyun mengerang, lehernya terasa perih, gadis itu tidak bisa bergerak. Bibir Chanyeol yang basah kini menjelajahi leher, bahu hingga dada milik Baekhyun.
Chanyeol membaringkan Baekhyun ke atas ranjang saat jemari kedua pria itu berhasil masuk. Baekhyun memekik, dan Chanyeol begitu merasa puas, ia rendahkan tubuh kokohnya, dikecupnya kulit perut Baekhyun perlahan, terus naik tanpa mengankat bibirnya dari atas tubuh Baekhyun. Chanyeol sudah mencapai bibir Baekhyun saat ia berhasil memasukkan jarinya yang ketiga, dan bukannya merasa kesakitan saat Baekhyun mencakar punggungnya Chanyeol justru menyeringai jahat.
"Hancurlah ditanganku sayang.."
.
.
.
Setelah selesai digagahi Chanyeol untuk kedua kalinya hari ini, Baekhyun dibantu oleh Bibi Shim, pengurus rumah tangga yang bekerja untuk Chanyeol untuk membersihkan diri.
Dengan telaten wanita paruh baya itu menggosok tubuh Baekhyun yang kini berendam di air hangat, kelembutan Bibi Shim membuatnya ingat akan Bibi Kang. Baekhyun ingin menangis, dia begitu ingin pulang.
"Nona, apa anda sudah merasa lebih baik?"tanya Bibi Shim lembut.
Dan Baekhyun hanya mengangguk pelan.
"Nona tidak perlu khawatir, memang akan terasa sakit untuk pertama kali, namun untuk kedepannya pasti nona akan menyukainya~,"goda Bibi Shim
"Sakit..."keluh Baekhyun, "Apa oppa membenciku hingga dia melakukan itu padaku?"
"Nona ini bicara apa, itu adalah bukti cinta dari Tuan untuk Nona. Karena Tuan begitu menginginkan nNona, maka Tuan Chanyeol melakukan hal itu,"terang Bibi Shim.
"Aku tidak mengerti, kenapa harus melakukan hal itu untuk mengungkapkan cinta. Aku kesakitan Bibi Shim, aku ingin pulang saja, "rengek Baekhyun sedih
"Mana boleh seperti itu Nona, Tuan Chanyeol pasti akan sedih jika Nona Baekhyun pulang. Bagaimanapun sekarang Nona adalah istri Tuan Chanyeol, jadi Nona wajib mengikuti kemanapapun Tuan Chanyeol tinggal."
"Aku kangen Kris oppa.."Baekhyun masih merengek, suasana hatinya kini begitu tidak stabil.
"Nona, sekarang Nona sudah menjadi istri seseorang. Nona tidak bisa lagi bergantung pada kakak Nona,"
Baekhyun tidak mengerti, dia begitu menyayangi Kris, kakak laki-lakinya namun kenapa orang yang paling ia sayangi tega menikahkan dirinya dengan orang seperti Chanyeol?
.
.
.
TBC dulu ya guys~~
Man, ngeship Chanbaek itu emang ga sehat ya?
Baebaek update V app cuma pake bathrope, ehhh tiba-tiba Chanyeol muncul kayak ga punya dosa, rambutnya berantakan pula.
Ok, gue tahu lah tu dua orang straight, lurus macam tiang pancoran, lol cuman kan fanservise mereka fanfic material sekaleee~~~
Me likely, li li li li li likely~~~
Ok gue tahu ini pendek, gpp ya, wkkk
Bruh, gue pengen update Throwback cuma ga ada mood, gimna dung nih
So buat yang penasaran ma Throwback, baca love trauma dulu ya, ga komen gpp ko, baca aja, daripada penasaran gimna kelanjutannya
Nanti, kalo gue dah dapet ilham, pasti bakal gue lanjut.
