Sehun hanya bisa terdiam melihat teman masa kecilnya sedang berciuman sekarang. Kalau temannya sedang berciuman dengan wanita mungkin dia akan menutup pintunya tanpa suara dan pergi untuk menunggu temannya itu di tempat lain, masalahnya temannya sedang berciuman dengan lelaki juga. Temannya gay. Jongin gay. Jongin temannya adalah seorang gay dan sekarang sedang berciuman dengan lelaki juga.
"Sehun." Jongin mengguncang bahu Sehun dan menyadarkan Sehun dari lamunannya.
Sehun tadi sedang melamunkan tentang bagaimana dia bisa tahu Jongin gay. Mereka sudah kenal sejak kecil tetapi harus berpisah karena Jongin pindah ke Seoul dan awal tahun ini mereka bertemu kembali karena Sehun pindah ke Seoul untuk meneruskan pendidikannya. Selama mereka berpisah mereka tetap saling berhubungan, dengan bertukar pesan, social media, skype pun sering mereka gunakan untuk menghubungi satu sama lain.
Jadi awalnya Sehun memberitahukan kepindahannya ke Seoul pada Jongin. Jongin tentu saja senang dapat bertemu kembali dengan sahabatnya, dia pun menawari Sehun untuk tinggal di apartementnya. Sehun yang memang tidak mempunyai kerabat di Seoul selain Jongin pun menyetujuinya. Mereka sepakat untuk membayar sewa apartement bersama.
Siapa sangka hal yang dilihat Sehun pertama kali saat memasuki apartement adalah Jongin yang berciuman dengan kekasihnya. Kekasih Jongin bukan wanita, tetapi lelaki juga. Hal itu sempat membuat Sehun terkejut dan berpikir untuk menyewa apartement lain saja tapi di sisi lain dia juga merasa tidak enak pada Jongin, akhirnya dia memutuskan untuk tetap bersama Jongin. Sehun sempat canggung namun Jongin terlihat biasa saja. Itu sudah terjadi enam bulan yang lalu. Sekarang Sehun sudah biasa saja jika Jongin membawa kekasihnya ke apartement mereka.
"Apa?" Sehun menjawab.
"Kau tidak ada rencana keluar? Besok kan libur, jadi kau bisa pulang malam dan bangun siang esoknya." Jongin berkata sambil memakai sepatunya. Jongin ada janji dengan kekasih imutnya, Byun Baekhyun.
"Tidak. Aku akan membereskan laporanku saja, hari senin dead linenya."
"Itu masih bisa dilakukan besok. Ayolah, ikut saja denganku, siapa tau kau bisa mendapatkan kekasih juga." Sekarang Jongin sudah siap untuk pergi.
Sehun berpikir. Benar juga apa yang dikatakan Jongin. Bisa dibilang Sehun itu introvert, temannya hanya Jongin dan kekasih-kekasihnya. Di kampus pun dia lebih suka menyendiri jika Jongin sedang sibuk dengan kekasih-kekasihnya. Sampai sekarang pun belum jelas dia menyukai lelaki atau perempuan. Sehun itu terlalu cuek.
"Apa aku tidak akan mengganggu kalian kalau ikut?" Sehun akhirnya bertanya.
"Tentu saja tidak. Kau seperti tidak kenal Baekki saja." Baekhyun bukan tipe orang yang memilih-milih teman, dia justru senang mengenal banyak orang.
"Baiklah aku ikut. Tunggu ya, aku ganti pakaian sebentar." Sehun memutuskan.
"Tentu Sehunna sayang, take your time." Jongin menggoda Sehun.
Sehun sudah sering digoda begitu oleh Jongin, tapi tetap saja dia merinding tiap kali mendengar Jongin menggodanya.
Jongin dan Baekhyun janji bertemu di sebuah pusat perbelanjaan. Bisa dibilang Baekhyun sedang meminta 'jatah' yang biasa diberikan Jongin. Jongin sangat loyal, dia punya prinsip 'saat jadi seme akulah yang harus membayar'. Jongin sedang menemani Baekhyun memilih beberapa baju dan Sehun hanya mengekor di belakang mereka.
"Sehunna tidak mau membeli baju juga?" Baekhyun bertanya.
"Tidak, aku masih punya banyak yang belum terpakai." Jawab Sehun asal.
Baekhyun hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Sehun. Lalu mulai memilih baju lagi dan bertanya kepada Jongin apakah bajunya cocok atau tidak dan Jongin akan menjawab dengan antusias bahwa semua baju yang dipilih Baekhyun bagus dan terlihat cocok jika dipakainya.
Setelah membayar baju yang dipilih Baekhyun mereka memutuskan untuk makan di sebuah restaurant cepat saji.
Mereka masih menunggu makanan datang, Baekhyun sedang asik mendengarkan gombalan Jongin sambil sesekali tersipu. Bagaimana dengan Sehun? Daritadi dia hanya memainkan game di handphonenya, jujur saja ia mulai bosan berada diantara dua orang ini.
"Aku ke toilet dulu ya." Sehun berbicara pada keduanya dan langsung pergi. Sementara Jongin dan Baekhyun masih asik dengan dunianya sendiri.
Setelah selesai dari toilet Sehun merasa ada yang memanggil namanya, jadi dia menengok untuk melihat siapa yang memanggilnya.
"Ternyata benar kau Sehun. Habis darimana?" Sapa suara berat itu.
Ini gawat. Chanyeol, kekasih Jongin yang lain ada disini juga. Bisa terjadi perang dunia ketiga jika mereka bertemu.
"Aku habis dari toilet hyung, sekarang sudah mau pulang." Jawab Sehun gugup. Tangannya sampai berkeringat saking gugupnya.
"Tidak bersama Jongin? Dia bilang ada latihan dance jadi aku tidak bisa mengajaknya keluar." Dance? Jongin itu keterlaluan.
"Ah begitu? Tadi dia keluar saat aku sedang tidur, jadi aku tidak tahu kemana dia pergi." Aku pun menjawab sambil mengirim pesan singkat pada Jongin.
"Yasudah aku duluan ya Sehun. Aku masih ditunggu temanku. Tolong jaga Jongin-ku saat aku tak ada ya." Chanyeol berkata sambil menjauhi Sehun. 'Jongin-ku' katanya? Ck yang benar saja. Sehunpun hanya mengangguk dan melambaikan tangannya.
Ini gawat kalau sampai Chanyeol datang ke tempat mereka memesan makanan, Sehun harus cepat. Maka dari itu dia berlari dan mengambil jalan memutar agar tidak berpapasan lagi dengan Chanyeol.
Setelah sampai di restaurant yang ditempati Baekhyun dan Jongin, Sehun langsung menghampiri mereka. Dengan nafas yang terputus-putus Sehun berkata, "Jjong-ah, cek handphone-mu."
Jongin hanya berdecak kesal dan membuka handphonenya. Dia terkejut membaca pesan singkat yang dikirim Sehun. "Kau tidak bercanda kan?"
"Kalau bercanda untuk apa aku sampai harus lari begini huh?" Sehun menjawab kesal.
"Kalian sedang membicarakan apa sih? Pesan dari siapa? Kenapa Sehun sampai lari-lari begitu?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Penagih hutang baby, kita harus pulang sekarang kalau tidak mau tertangkap." Kata Jongin sambil menggenggam tangan Baekhyun dan berjalan keluar. Sehun hanya mengikuti mereka sambil menggelengkan kepalanya melihat Jongin yang mudah sekali berbohong.
Sekarang mereka baru saja sampai di apartement setelah terlebih dulu mengantarkan Baekhyun pulang.
"Yang tadi itu hampir saja aku ketahuan." Jongin membuka pembicaraan.
Sehun mendengus, "Yang punya kekasih kan kau Jjong, kenapa juga aku harus ikutan repot?" Sehun mengerucutkan bibirnya, terlihat imut sekali.
"Hey jangan cemburu begitu Sehunna sayang." Kata Jongin sambil mengusak rambut Sehun. Sehun dengan cepat menangkis tangan Jongin. "Ya ampun galak sekali Sehunna ku jika sedang ngambek."
"Berhentilah Jjong, kau menggelikan." Jongin hanya tertawa dan berjalan ke arah dapur.
Jongin itu mempunyai dua kekasih, kekasih pertamanya adalah Baekhyun. Saat bersama Baekhyun, Jongin akan menjadi semenya. Dia akan bertingkah layaknya lelaki hebat didepan Baekhyun. Kekasih keduanya adalah Chanyeol. Jika di depan Chanyeol, Jongin akan bersikap manja dan menggemaskan karena dia lah ukenya. Sehun kadang tidak percaya itu Jongin jika Jongin sedang bersama Chanyeol. Sikap Jongin terhadap Sehun pun berubah-ubah, seperti tadi, jika Jongin baru saja menghabiskan waktunya dengan Baekhyun, Jongin akan sering menggoda Sehun dengan gombalan-gombalan anehnya. Sedangkan jika dia baru menghabiskan waktunya bersama Chanyeol dia akan bermanja-manja pada Sehun setelahnya.
"Sehunna, ku pesankan ayam goreng ya. Kau mau bagian apa?" Jongin berteriak dari dapur.
"Dada saja Jjong." Balas Sehun berteriak juga.
"Waah ternyata kau lebih suka yang berdada ya?" Jongin masih berteriak lalu tertawa setelah menyelesaikan kalimatnya.
"Yak!" Ternyata Jongin masih belum puas menggoda Sehun.
TBC
this just the beginning. feel free to critic, you can blame me too btw. thank you for reading this fiction.
FOR KIM JONGIN AND OH SEHUN, HAPPY COMING AGE DAY YOU GUYS!
