Fanfict KuroBasu tergaje by d'Rythem24

.

Kuroko no Basuke belong to Fujimaki Tadayoshi

.
Versi Seme!


A/N: Sesuai apa yang aku bilang di chapter sebelumnya, ini versi seme-nya.
Yang masih sama: gaje, alay serta anehnya...
Jadi, warning masih tetap sama. ditambah Bahasa-bahasa alien yang campur aduk jadi satu XDD

Happy Reading!


Di suatu hari yang lain,...

5 orang pemuda tinggi—maaf ralat! 4 orang pemuda tinggi dengan satu pemuda pen—maaf ralat lagi!—kurang sedikit tinggi sedang duduk bersama...

Si rambut biru tua yang remang sibuk membolak-balikan majalah yang isinya si uke gaya, si rambut hijau berkacamata tengah membaca buku ramalan Oha-Asa, si ungu bermata malas duduk sambil makan lays rasa barbeque, si merah magenta sedang diam, dan yang merah gelapnya hanya merenung saja...

Macam Seme-seme kesepian sekali mereka ini...

"Hei, kalian..." si biru tua—rambutnya ya bukan orangnya— remang bersuara malas, menutup majalah dalam genggamannya kemudian melirik satu per satu teman seperguruan semenya, meski si kurang tinggi merah magenta itu statusnya masih perlu di uji ITB dan IPB...

"Hn, ada apa, Mine-chin?" si ungu merespon.
"Aku ingin bertanya pada kalian,..." lanjut Aomine.
"Mau nanya apa, gak usah basa basi deh," kali ini si merah gelap yang menyahut, sinis.

Aomine mendengus, "Kalian tau—"
"Mana kami tau, goblog! Kamu belum ngomong apa-apa daritadi-nodayo," sela si hijau lebih jleb! sampai ke tulang rusuk.

Aomine mendengus lebih keras lagi.

"Begini,..." uhuk! Aomine berdehem dulu. "Di antara kalian, siapa yang saat pertama kali ML uke-nya menjerit kesakitan?"

Krik. Krik. Krik.

Bakso! Bakso!

"Mang, baksonya selusin dong!" lalu si Ungu meninggalkan ke-empat rekannya yang masih coba memproses pertanyaan yang Aomine berikan.

Si hijau mengerjap, si merah gelap melongo bego, si merah magenta membulatkan bibirnya...

"What the f*ck are you thinking?! Why should I answering that f*cking question, you moron?!" si merah gelap mengeluarkan bahasa inggris yang Aomine respon dengan tampang; Hah? Hih? Huh? Heh? Loe ngemeng apa?

"Hoi, Kagami, kau boleh marah, tapi tolong, jangan gunakan bahasa alienmu itu!" Aomine berkomentar malas, satu alisnya terangkat. Confused to the max.
"Huh, kampret!" bentak Kagami.
"Ehm!" si merah kurang tinggi berdehem. "Apakah pertanyaan semacam itu penting untuk di jawab, Daiki?" tanyanya kemudian.
"Err,..." Aomine merinding disko mendadak. "Ya tidak juga sih, Akashi,"
"Ya sudah kalau begitu..." mereka bertiga kembali lagi pada kegiatan masing-masing.

Toewww!

"Minna," Si Ungu kembali dengan satu nampan penuh mangkok berisi bakso.
"Buset, Murasakibara! Buat apa kau memesan bakso sebanyak itu?" damprat Aomine ampe tumpeh-tumpeh.
"Buat di makanlah. Apa Mine-chin mau?" jawab Murasakibara woles.
"Hmm, boleh juga... Bagi sini," Kagami yang sesama 'rai badogan(*)' pun makan bersama Murasakibara.

Aomine sweatdrop.

"Pada akhirnya tak ada yang menjawab pertanyaanku," gumam Aomine malas seraya menyandarkan tubuhnya ke dinding.

Murasakibara lalu menoleh padanya, "Ah ya, Mine-chin... Soal pertanyaan tadi,"
"Uhuk! Hei! Stop that!" bentak Kagami yang baru saja tersedak.
"Aku mau menjawab, dengan satu syarat..." Murasakibara sok misterius. Satu buah bakso ia masukan dalam mulutnya.
"Syarat apaan?" Aomine mendumel.
"Aku mau menjawab pertanyaanmu, asalkan kau mau membayar semua bakso pesananku ini,..."

Krik.

"Kampret! Siapa sudi!" teriak Aomine ngamuk kejang-kejang.

Si Hijau kemudian membuka suaranya; "Sayang sekali, peruntungan untuk Virgo hari ini memang cukup rendah... Bawalah ini," dia mengangkat satu ikat pita berwarna pink. "ini Lucky item Virgo hari ini," lanjutnya.
Aomine menggeram, "Dasar loe semua! Sinting!" jerit Aomine.

"Termasuk kau." komentar Akashi.

.

.
=TBC=


Note: (*: Rai Badogan: Muka makanan/Rakus/liat makanan langsung samber XDDD

Gimana versi seme-nya? XDD
Maaf ya kalau pairing-pairing yang aku publish ini bukan OTP kalian ^^
Hihi... saya juga bukan tipe Author yg pinter bikin cerita slight! sih QAQ"
Versi Uke + Seme-nya masih dalam proses, jadi, sampai jumpa nanti ^^

Berkenankah mereview?