WHO!

Disclaimer: Tadatoshi Fujimaki

Romance, Mystery (gagal)

Warning:

OOC, Typo, Gaje

Pairing: Aka X OC x ?

Chapter 2

Surat

Happy Reading


Akashi berjalan dikoridor sepi dengan memegang kertas yang diberi oleh pelatihnya tadi, walaupun dia kelihatan tidak memikirkan apapun tetapi Akashi sedang memikirkan apa yang terjadi deng Rinko, Akashi sangat bingung kenapa Rinko terlihat buru buru saat isitrihat tadi "Ada apa dengan nya, sepertinya aku harus menanyakannya nanti"gumamnya , sambile berjalan setengah berlari menuju kelas, saat tiba dikelas dia tidak melihat keberadaan Rinko

Akashi menghampiri anggota regular Basket Teiko yang sedang berkumpul dikelasnya dan Midorima " Ada apa ini,tidak seperti biasanya kalian berkumpul disini?" Tanya Akashi dengan nada Absolutnya

"AKASHICCHI…" Kise langsung memegang bahu Akashi, Akashi yang tidak suka langsung menepis tangan Kise

" Ada apa Ryouta?" Tanya Akashi sekali lagi, para anggota raguler basket memandang satu sama lain sebelum Midorima menjawab.

"Akashi, Nara–" Belum sempat Midorma menjawab Akashi langsung memotong perkataan Midorima

"Ada apa dengan Rinko?jawab aku Shintarou, ada apa dengan Rinko?" Tanya Akashi dengan nada marah dan terselip nada kekhawatiran akan keadaan kekasihnya.

" Tenang Akashi-kun" Kuroko berusaha menenangkan kapten nya itu.

Bruuk..

Kehilangan kesabaran Akashi memukul meja yang tidak bersalah

"Cepat beritahu ada apa dengan Rinko?" Tanya Akashi sekali lagi dengan nada yang lebih menyeramkan dari saat bertanding dengan musuh yang sulit. Akhirnya Aomine yang diam saja angkat bicara.

"Saat aku mau tidur siang di atap, aku melihat Nara pingsan" Jawab Aomine dengan malas tetapi tetap ada rasa khawatir dengan sahabat teman masa kecilnya.

" Benar, sekarang Na-Chin ada di UKS dengan Sat-chin yang menjaganya" Sambung Murasakibara yang tidak biasanya tidak memakan snacknya. Mendengar hal itu Akashi langsung melempar kertas yang iya pegang tadi sembarangan, dan berlari menuju UKS. Akashi berlari dengan cepat menuju UKS, sesampainya di depan pintu UKS, Akashi langsung membukannya

Sragh…

"Ah… Akashi-kun kukira siapa" Momoi yang sedang membaca catatan tentang pemain sedikit terkejut akan kedatangan Akashi

"Rinko" Akashi mendekati Momoi dan Rinko, Akashi memegang tangan RInko yang sedang berbaring diranjang tidak sadarkan diri

"Momoi bagaimana keadaan Rinko?" Tanya Akashi keMomoi yang ikut berdiri dari duduknya

"Rinko-chan baik baik saja, dia hanya pingsan tapi aku tidak tau kenapa dia bisa pingsan"Momoi menerangkan kepada Akashi dari Aomine menemukan Rinko pingsan dan sampai dia terbaring di atas ranjang UKS. Akashi sedikit lega mendengar penjelasan Momoi, Akashi menyuruh Momoi untuk keluar, dan membiarkan dia menjaga Rinko sampai siuman,Momoi tidak berani membantah dia mengikuti perintah Akashi.


Sudah beberapa jam berlalu tetapi Rinko belum sadarkan diri, Akashi berdiri dari duduknya dan berjalan menuju jendela di dekat ranjang, sekilas Akashi melihat seseorang yang sedang mengintip, saat dia membuka jendela itu, orang misterius itu menghilang.


"ngh…." Rinko mengerjapkan matanya, menyesuaikan dengan cahayanyang ada, dia merasakan sakit yang luar biasa di kepala nya, saat ingin memegang kepala, tangan nya tidak bisa digerakan, saat melihat kesamping ia melihat Akashi yang sedang menggenggam tangannya dan tersenyum lembut

"Ohayou Rinko" sapa Akashi lembut sambil mengusap pucuk kepala nya

"Ohayou Sei-kun, A-aku ada dimana" Tanya Rinko yang bingung dia dimana, seingatnya dia tadi ada diatap.

"kau ada di UKS." Jawab Akashi singkat.

"hee… ?" Rinko masih sangat kebingungan 'di UKS, aku tadi ada di atap dan siapa yang membawa ku kesini, dan apa yang terjadi' pikirnya

"Kau tadi pingsan di atap, dan Daiki menemukanmu, dia yang membawa mu kesini, Satsuki yang menceritakan" jawab Akashi yang seolah tau apa yang di pikirkan oleh Rinko.

"Souka.., jam berapa sekarang, sepertinya sudah sepi"

"Sekarang hampir jam 5 sore" jawab Akashi dengan menunjukan jam yang ada didinding "Ayo kita pulang aku akan mengantarkan mu pulang, sepertinya ada orang yang menguntit kita" ajak Akashi yang sudah membawa dua tas yang ia selempangkan satu dibahunya dan satu lagi ia pegang. Seketika raut wajah Rinko berubah, seperti mengingat sesuatu yang mengerikan, dengan cepat Akashi menggenggam tangannya dan membawanya kepelukannya agar Rinko tidak ketakutan. Rinko terkejut dengan prilaku Akashi, tapi dia juga sudah merasa sedikit tensang sekarang

"Apakah sudah lebih tenang sekarang?" Tanya Akashi, Rinko menggangguk dan Akashi melepaskan pelukannya dan menggengam tangan Rinko.

Mereka menyusuri koridor menuju gerbang sekolah, Akashi memaksa Rinko untuk mau diantar pulang, karena jika beradu Argumen dengan Akashi akan menghabiskan waktu Rinko memilih untuk menurut saja. Limusin hitam berhenti tepat di depan mereka,seseorang turun dari tempat pengemudi membukakan pintu untuk Sang Tuan Muda dan Kekasihnya,Akashi dan Rinko menaiki limusin. Akashi menyuruh sang supir untuk mengantarkan Rinko kerumah, Supir mengangguk tanda dia mengerti. Limusin itu menyusuri jalanTokyo dan membelah keramaian Tokyo pada sore hari,sepanjang jalan menuju rumah Rinko tidak ada seseorang pun yang berbicara, suasana sangat tenang suasana yang sangat disukai oleh Sang Emperor. Limusin berhenti dirumah yang lumayan besar untuk ditinggali seorang diri, Rinko keluar dari Limusin,dan menatap Akashi sebentar.

"Sei-kun Arigatou atas tumpangannya, mau mampir dulu?"

"Tidak perlu berterimakasih kau sudah tanggung jawabku, jadi aku harus menjaga mu dengan selamat,mungkin lain kali saja aku akan mampir, aku pamit, jaa nee Rinko" balas Akashi dengan senyum lembut terukir diwajahnya

"hn baiklah kalau begitu, hati-hati dijalan Sei-kun, jaa" Rinko berjalan kearah pintu, dan melihat kepergian Limusin itu, dia membalikan badan dan membuka pintu rumah, melepaskan sepatu dan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


RINKO POV

'Ah hari yang melelahkan, sebaiknya aku segera mandi dan berendam' pikirku, ya hari ini sangat melelahkan, aku berjalan menuju kamar mandi pribadi yang ada dikamarku, aku melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuku dan langsung berendam di bath up.

Setelah berendam aku berencana mengerjakan PR , tetapi kepala ku terasa sangat sakit, aku memegangi belakang kepalaku dan mengingt kejadian disekolah tadi siang saat istirahat


Flashback on

"Apa aku sedang di tipu" gumam ku yang setengah berteriak, tapi tidak ada jawaban

"ini tidak lucu siapa yang mengirim surat ini" ujar ku berteriak. Masih tidak ada jawaban

"HEI JANGAN BERCANDA" dengan kesal yang sudah diujung aku berteriak, aku menghela nafa

Tidak ada siapa siapa disini. Eh… apa itu, aku mendekati benda yang kulihat rupanya sebuah surat saat kubaca surat itu

JANGAN DEKATI SEIJUROU KU
DIA HANYA MILIKI
TIDAK ADA YANG BOLEH MEMILIKINYA
JIKA KAU MACAM MACAM
AKU TIDAK AKAN SEGAN SEGAN
UNTUK MENYAKITIMU

S

"A- apa ma-maksudnya i-ini?" aku terkejut, aku sama sekali tidak mengerti apa maksud surat ini, siapa dia sebenarnya… Saat aku sedang memikirkan hal itu tiba tiba

Duakh..

Sebuah balok menghantam kepala ku memang tidak terlalu keras tetapi sangat sakit…. dan seperti ada seorang wanita aku tidak tau jelas bagaimana wajahnya, setelah itu yang kulihat hanya buram dan lama kelamaan gelap

Flashback off


Author POV

Setelah Rinko mengingat yang terjadi tadi kepalanya kembali sakit dan lebih sakit dari yang tadi, dia berusaha untuk menelpon Akashi, tetapi tidak bisa, Rinko kembali pingsan di kamarnya….

TBC


Author's Note

Cho-chan kembali, gomen ne karena tidak melanjutkn fic ini, tapi berkat semangat dari teman teman akhirnya saya lanjutan fic ini

ini udah kerasa gak misteri nya, masih kurang ya, yosh chap selanjutnya saya akan berusaha untuk membuat semisterius mungkin... dan diusahakan untuk dipublish secepat mungkin hohoho

untuk yg review makasih banget ya, saya terharu ternyata masih ada orang yang mau ngereview,

balasan review

Guest: Arigatou ne... udah review/bow/ ini udah dilanjutin

kata kata terakhir

MIND TO REVIEW GUYS\('V')/