THIS FANFIC IS YAOI!
IF YOU DONT LIKE IT GET OUT OF THIS FANFIC!
I'M SERIOUSLY WARNING YOU!
GET OUT!
...
Author : Mei. D. Aida
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama, Historical Fiction (?)
Lenght : ?
Warning : Yaoi aka Boys Love, OOC, OC, Di penuhi dengan penghianatan yang dilakukan cast, Author labil, dan TYPO (maklum author pemuja typo).
Cast : Xi Luhan, Xi Lena (OC), Huang Zi Tao, Oh Sehun, Chanyeol, Kai, Kris and other
Rated : T yang akan naik tingkat menjadi M-esum
...
Fanfiction ini diadaptasi atau di remake dari sebuah film dan buku best seller dengan judul The Other Boleyn Girl. Didalam buku dan film setting cerita adalah tahun 1500-an. AKAN TETAPI di fanfiction ini setting nya adalah pada abad masa kini,abad 21. Ai mengubah hampir 90 persen isinya. Jadi fanfiction ini masih murni 90 persen dari otak Mei. D. Aida (author gak jelas)
...
Summary
Xi Lena, Xi Luhan dan Huang Zi Tao adalah tiga bersaudara keluarga bangsawan Xi yang menghabiskan masa kecilnya bertiga penuh kegembiraan sebagaimana layaknya kakak beradik. Menginjak remaja, Luhan terlebih dahulu ditunangkan dengan seorang bangsawan yang memiliki derajat yang sama dengannya. Sedangkan Lena disiapkan sebagai alat politik keluarga Xi untuk memikat sang Pangeran Korea Selatan,Oh Sehun.
Enjoy the story ©
...
THE OTHER XI
"kembar?" Sehun menatap Kris. Namja tersebuu-t kembali tertarik dengan topik yang dibicarakan Kris sekarang
"Ya,saudara kembarnya adalah Xi Luhan,dia adalah putra kedua bangsaw-"
"Cukup! Astaga hyung. Apa kau menggangapku tidak normal? Coret semua pria keluarga bangsawan Xi. Kita akan berkunjung tiga minggu lagi. Aku memilih Xi Lena,kau puas?"
Dengan begitu,Sehun bangkit dari duduknya dan melangkah pergi tanpa mendengar lebih jelas tentang Luhan.
Chapter 2
Sehun menatap Kris yang sedang berdiri disamping mobilnya. Namja tinggi tersebut mengenakan setelan hitam yang sama dengan yang dikenakan Sehun sekarang. Ditangan Kris terdapat tablet yang selalu ada bersama namja tersebut kemanapun namja tersebut berada.
Hari ini tepat tiga minggu sejak ia memutuskan pilihan tentang calon pendamping sekaligus calon 'ibu negara' bagi Korea Selatan,Xi Lena.
Selama tiga minggu ini Sehun masih belum mengetahui pasti sosok Xi Lena. Gadis cantik yang merupakan model disalah satu majalah Korea Selatan tersebut memang sengaja Sehun abaikan. Ia memang tidak ingin membahas seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Ia lebih memilih melihat dan menilai secara langsung kepribadian Lena daripada harus mendengar rincian dari Kris dan tab nya.
Ia cukup mengerti mengapa appa nya menyetujui keluarga bangsawan Xi yang terpilih dibandingkan keluarga bangsawan lain. Xi corp telah mencapai sebuah puncak kejayaan tertinggi didaratan China. Hal ini merupakan hal yang sangat menguntungkan jika kerajaan Korea Selatan ikut bergabung,karena jika kau memiliki pion kuat dipihakmu maka dapat dipastikan kau dapat mengatur segalanya dengan baik. Entah itu urusan negara maupun urusan lainnya.
"kita berangkat sekarang?" Kris melirik jam hitam ditangan kirinya dan menatap Sehun untuk kesekian kalinya. Raut wajah namja tersebut mengisyaratkan kekhawatiran karena jam ditangannya telah menunjukkan pukul delapan pagi,ini jelas merupakan keterlambatan jika Sehun masih belum beranjak dari posisinya.
"apakah kita harus berangkat sepagi ini?" Sehun bertanya dan masih belum memiliki niat untuk beranjak dari posisinya
Kris menghela nafas berat sebelum menatap Sehun "pertemuan dijadwalkan pada pukul sembilan,apakah kau ingin aku mengundurnya sampai besok? Ayolah Sehun...kita sudah sangat terlambat"
"baiklah"
Sehun mulai melangkahkan kakinya,ia sungguh tidak ingin berdebat sepagi ini dengan Kris,untuk itu namja tersebut segera memasuki mobil dan mengumpat pelan dalam hati. Kris tidak dapat dibantah jika berhubungan dengan schedule dan meeting yang telah dijadwalkan dengan sangat rapi oleh dirinya sendiri.
Kris merupakan bawahan yang selalu mengatur agar Sehun melakukan tugasnya dengan baik. Ia mengatur jadwal Sehun dan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan pihak kerajaan Korea Selatan. Selama Sehun mengenal Kris,namja tersebut belum pernah melihat satu pun kesalahan yang dilakukan oleh Kris.
Sebenarnya ada beberapa kendala yang membuat Sehun harus berhenti sejenak beberapa menit yang lalu. Ia merasakan firasat tidak menyenangkan untuk hal ini,padahal sebelumnya namja tersebut belum pernah merasakan hal seperti ini,bahkan tidak pernah sama sekali.
Ia adalah tipe pria yang selalu mempertimbangkan segala hal dan memutuskan segalanya dengan baik. Sehun merupakan pangeran yang hampir sempurna dalam berbagai aspek. Namun pada pagi ini,saat ia baru saja terbangun dari tidur,ia merasakan perasaan aneh dan asing. Hal ini baru saja dirasakannya. Hal yang baru terjadi selama ia hidup didunia ini.
.
.
.
Seoul memberikan udara segar termanis akan kehadiran Luhan di bandara Incheon pagi ini. Namja tersebut datang tanpa membawa sebuah carry on ataupun kotak coklat besar yang dapat menunjukkan kepindahannya dari negara asing.
Luhan hanya membawa diri dan sebuah tas punggung berwarna biru gelap bersamanya. Barang barangnya akan menyusul setelah dua hari,karena sungguh ia tidak ingin merepotkan dirinya sendiri. Ia hanya ingin cepat pulang. Hanya itu satu satunya yang memenuhi pikirannya saat ini.
"haruskah aku menelphone nya?" Luhan berhenti,bertanya pada dirinya sendiri dan mempertimbangkan apakah harus menelpon tunangannya terlebih dahulu atau tidak.
Ia sebenarnya memiliki hubungan yang terbilang tidak cukup dekat dengan tunangannya sendiri,akan tetapi Luhan memberitau pasal kedatangannya ke Korea dua hari yang lalu pada tunangannya tersebut.
Luhan harus melakukan hal itu karena tunanganya adalah tipe yang terbilang overprotektif terhadap Luhan,meskipun Luhan merupakan seorang namja.
"baiklah" Luhan mengganguk pelan dan menekan angka satu pada layar telphone nya. Ia pada akhirnya memutuskan untuk menelphone.
"ya?" Luhan seketika memutar bola mata saat hanya mendapat sapaan yang terbilang cukup singkat dari tunangannya
"aku sudah sampai"
"benarkah? Apa kau ingin kujemput?" suara telpohone terdengar sangat bersemangat,membuat Luhan tersenyum kecil
"tidak. Tidak perlu. Aku akan ke Gangneung terlebih dahulu"
"Gangneung? Kau ingin menemui Baekhyun?"
"Ya. Ada beberapa hal yang ingin kulakukan terlebih dahulu"
Luhan mendengar tunangannya menghela nafas ,mungkin karena tidak rela. Luhan tersenyum karna hal tersebut dan pada akhirnya mendengar jawaban "baiklah" yang diucapkan dengan nada pelan dan terdengar hanya seperti sebuah bisikan
"aku akan pulang kerumah besok pagi"
"bukankah hal itu sangat lama? Kau tidak merindukan keluargamu?"
"tentu saja aku merindukan mereka" Luhan kembali tersenyum mengatakannya
"kalau begitu cepatlah pulang...aku juga sangat merindukanmu. Saranghae"
Luhan terdiam mendengar kata terakhir, selanjutnya ia menyunggingkan sebuah senyum tipis yang dipenuhi keraguan. Ia sudah cukup terbiasa dengan sikap tunangannya yang selalu mengatakan kata kata manis diakhir panggilan. Akan tetapi meskipun hal ini sudah sering dilakukan,Luhan masih menggangapnya sebagai hal yang aneh.
"ya.." Ia kembali tersenyum tipis dan menjawab pelan dengan anggukan "Aku tau"
Setelahnya Luhan menutup telphone nya terlebih dahulu. Namja tersebut memutuskan panggilan sebelum mengatakan hal yang sama seperti yang di ucapkan oleh tunangannya.
.
.
.
Suara ketukan keras diambang pintu rumahnya membuat Baekhyun pada akhirnya menyerah. Namja mungil tersebut bangkit dari kasurnya dan mengutuk siapapun yang berada di balik pintu rumahnya.
Ia membuka pintu dan sedikit terkejut karna menemukan wajah seseorang yang sudah empat tahun tidak dilihatnya
"pergi" namja tersebut berucap datar dan langsung menutup pintu rumahnya kembali.
Baekhyun tidak menghiraukan ketukan pintu yang semakin keras menyapa indera pendengarannya. Ia melangkahkan kaki kearah sofa di ruang tengah,terlalu malas untuk kembali ke kamarnya yang berada dilantai dua.
Namja mungil tersebut pada akhirnya berguling dan menutup telinganya menggunakan bantal sofa agar suara ketukan pintu tersebut mereda. Sial. Hal tersebut pada akhirnya tidak berhasil. Suara ketukan pintu semakin kuat, memaksa dan terlalu kencang. Membuat Baekhyun melangkahkan kaki kembali menuju pintu rumahnya
"Luhan! Bisakah kau tidak datang terlalu pagi!"
Baekhyun membentak, sementara Luhan hanya tersenyum dan melangkahkan kaki masuk
"ya! ya! ya! apakah ini sikap para bangsawan masa kini?" Baekhyun mencibir pelan dan mengutuk Luhan dalam hati.
"kau juga bangsawan Byun Baekhyun,kenapa bisa bangsawan belum bangun juga? Ini sudah hampir pukul sepuluh" Luhan duduk disofa dan menatap Baekhyun dengan senyum manisnya
"tapi setidaknya aku mengucapkan salam ketika memasuki rumah orang! Aku tidak seperti dirimu. Aku tidak menggangu tidur orang lain dan aku juga tidak menjadi bangsawan yang masuk tanpa diundang. Lagipula kau seorang dokter! Bukankah kau memiliki etika tertentu!"
Baekhyun menatap Luhan jengkel. Luhan tidak berubah selama empat tahun. Namja tersebut masih suka memasuki rumahnya tanpa mengucapkan salam atau sekedar menyapanya yang telah berbaik hati membukakan pintu.
"baiklah aku akan mencobanya lain kali" Luhan mengangkat bahu dan menggangap bahwa ocehan Baekhyun seperti angin lalu.
"lain kali?" Baekhyun tersenyum remeh "Tidak ada lain kali untukmu hyung"
Setelah itu Baekhyun menghempaskan dirinya di sofa dan duduk di samping Luhan. Ia merapikan rambut coklatnya yang sedikit berantakan karna baru saja terbangun dari tidurnya. Tidur yang diganggu oleh orang tercerdas yang pernah ia temui didunia. Seseorang yang menjadi sahabatnya sejak kecil dan menjadi orang yang sangat menyebalkan diwaktu tertentu.
"dimana Jongdae?" Luhan mengedarkan pandangan mencari sepupu Baekhyun yang ia ketahui tinggal bersama namja mungil tersebut.
"dia ada kencan"
Luhan membulatkan mata "benarkah? Sejak kapan?"
"tidak usah membahasnya hyung" Baekhyun menghela nafas . Jika ia menceritakan tentang Jongdae dan teman kencannya,maka dapat dipastikan bahwa Luhan akan semakin menuntut nya dengan deretan pertanyaan.
Baekhyun tau Luhan bukanlah seseorang yang suka mencampuri urusan orang lain,akan tetapi namja tersebut sudah empat tahun tidak pulang. Ia tentu memiliki segudang pertanyaan yang ingin ditanyakan. Hal itu pasti membutuhkan waktu yang lama untuk dijawab oleh Baekhyun
"Jadi kau benar benar pulang?" pertanyan Baekhyun berubah arah menjadi topik yang lebih serius
"yah..begitulah" Luhan mengganguk "aku akan menginap dan pulang besok. Kau ingin ikut mengunjungi rumah?"
"tidak,mungkin lain kali hyung"
Luhan mengganguk pelan "baiklah"
"Jadi kapan aku menerima undangan? Cinta sudah ada dalam kamusmu?"
Luhan tertawa kecil mendengarnya. Baekhyun merupakan seseorang yang selalu mengetahui tentang dirinya.
"kau merawatnya dengan baik bukan?" Namja tersebut tidak menjawab pertanyaan Baekhyun,Luhan justru mengalihkan pembicaraan dengan bertanya hal yang menjadi tujuan utamanya datang kerumah Baekhyun.
"tenang saja hyung. Aku merawatnya dengan sangat baik. Kurasa aku pantas diberi penghargaan untuk itu"
Luhan sontak merasa de javu. Ia tersenyum kecil mendengar kalimat terakhir Baekhyun. Namja tersebut juga mengatakan hal yang sering diucapkan oleh temannya yang merupakan seorang dosen pendamping bidang sastra, Park Chanyeol. Meminta sebuah penghargaan atas hal apapun yang dilakukannya. Sangat sama persis seperti yang selalu diucapkan oleh Chanyeol.
"apakah aku akan dapat penghargaan?" alis Baekhyun terangkat dengan senyum diwajah tampannya.
Luhan ikut mengangkat alisnya dengan senyum berbeda "kau ingin mendapatkan penghargaan untuk melakukan hal yang semestinya kaulakukan saat aku tidak ada?"
"yah,tentu saja" Baekhyun tersenyum semakin lebar. Ia berfikir mungkin Luhan benar benar akan memberinya sesuatu karna telah merawat hal berharga yang Luhan miliki.
"tidak. kau tidak akan mendapatkannya"
"kau bercanda? Aku merawatnya selama empat tahun"
"maaf. Tapi aku tidak membawa barang apapun kemari. Kkaebsong~"
Baekhyun seketika membentuk gerakan ingin memukul Luhan. Baekhyun sungguh tidak tahan karna namja rusa tersebut telah berhasil mengejek dirinya dan juga mempermainkannya.
.
.
.
Kedatangan Sehun disambut hangat oleh keluarga bangsawan Xi. Sehun tidak menampakkan ekspresi yang berarti untuk Xi Young Min,seseorang yang menyambutnya secara langsung didepan pintu kediaman miliknya. Sehun juga tidak menghiraukan banyaknya maid yang ikut menyambut kedatangannya dan Kris. Hal tersebut merupakan hal yang tidak penting menurutnya.
Sehun hanya cukup terkesan dengan taman luas yang berada di belakang rumah kediaman Xi,saat namja tersebut diajak berkeliling disekitar rumah tersebut. Taman belakang tersebut terbilang sangat luas dan dipenuhi bunga tulip yang berwarna biru,merah dan jingga.
Ditengah taman terdapat taman yang lebih kecil,berbentuk bundar dan hanya memiliki diameter sekitar limapuluh centimeter. Taman kecil yang sangat lucu dan menggemaskan karna bentuknya yang sangat mungil.
"kau ingin beristirahat dulu?" Sehun menatap Xi Young Min. Namja paruh baya yang merupakan kepala keluarga bangsawan Xi dan pemilik Xi corp yang baru saja bertanya padanya.
"tidak. tidak perlu"
Young Min sontak tersenyum mendengar jawaban singkat yang Sehun lontarkan. Seketika otaknya memikirkan seseorang yang sangat mirip dengan pangeran Korea Selatan ini "kau sangat mirip dengan Luhan"
"Luhan?"
"dia putra keduaku. Dia adalah seorang dokter yang sekarang sedang-"
"Young Min ahjusi" Sehun memotong pembicaraan Young Min. Sementara pria paruh baya tersebut menatap Sehun dengan raut wajah kebingungan.
"ya? Apa kau ingin sesuatu?"
"aku ingin kau berhenti ahjusi. Bukankah aku datang untuk mengenal Lena? Kau tidak perlu membicarakan putramu" Sehun berkata dingin. Ia tidak peduli tentang seseorang bernama Luhan,prioritas utamanya saat ini adalah Lena.
Ia hanya memiliki waktu tiga hari untuk mengenal calon pendamping hidupnya itu,ia tidak perlu mendengar apapun tentang anak lain,termasuk tentang Xi lainnya. Ia hanya perlu mengenal Lena. Lagipula ia hanya menginap untuk tiga hari saja,itu merupakan waktu yang terbilang sangat singkat.
"kau benar. Luhan tidak penting sekarang" Young Min tersenyum.
Xi Young Min kembali menceritakan perihal putri sulung kebanggaan nya. Tentang betapa cerdasnya putri sulungnya tersebut dan menceritakan tentang silsilah keluarga Xi. Juga bercerita tentang keluarganya yang memiliki keistimewaan karna tidak pernah gagal dalam memiliki keturunan.
"Dan juga..." Young Min tersenyum menatap Sehun
"semua nya terlahir sehat dan kuat" setelah itu ia lalu menepuk pundak Sehun dengan pelan. Xi Young Min adalah seorang bangsawan yang tidak ingin semua anak nya,terutama putri kebanggaannya menikah dengan pria sembarangan ataupun pria terhormat yang hanya memiliki harta terbatas. Tidak! ia sungguh tidak menginginkan hal tersebut terjadi.
Sejak dulu ia menginginkan lebih. Tentu saja ia sudah mencapai hal besar dengan kerja keras nya sendiri saat berada di China. Namun bagi Young Min,memiliki kerja sama dengan pihak kerajaan Korea Selatan tentu merupakan hal yang jauh lebih besar. Terlebih ia memiliki putri yang sempurna untuk memikat Sehun.
"apa kau sudah selesai?" perkataan Sehun akhirnya membuat Young Min berhenti membicarakan tentang Lena, dan secara otomatis tangan yang semula ada dipundak Sehun menurun dari pundak pangeran tersebut.
Sebenarnya Sehun sudah cukup jengah dengan namja paruh baya di hadapannya ini. Sehun akui bahwa dirinyalah yang meminta agar namja paruh baya tersebut bercerita tentang Lena. Akan tetapi setelah beberapa lama Young Min bercerita,perkataan namja paruh baya tersebut lebih terdengar seperti ia sedang mempromosikan putrinya pada Sehun. Membuat Sehun jengah karna perkataannya.
"apa kau lelah?" Young Min bertanya, membuat Sehun menahan desakan untuk memutar bola mata. Namja paru baya ini benar benar ingin merebut perhatiannya dengan mempertanyakan keadaan Sehun.
"ya. sepertinya aku ingin beristirahat"
"baiklah" Young Min mengganguk pelan dan mengizinkan agar Sehun masuk untuk beristirahat terlebih dahulu. "jika kau membutuhkan sesuatu,kau bisa memintanya pada salah seorang maid"
"aku tau" Sehun pergi dengan cara yang terbilang tidak sopan. Namja tersebut juga tidak membungkuk untuk calon mertuanya tersebut. Ia langsung pergi tanpa melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang calon menantu.
Saat kedua kaki Sehun memasuki ruang tamu yang terhubung dengan taman belakang rumah tersebut,ia dikejutkan dengan seorang namja yang memiliki tinggi yang hampir sama dengannya. Namja tersebut juga ikut terkejut karna tidak sengaja berpapasan dengan Sehun di ruang tamu.
Namja tersebut langsung membungkuk cepat kearah Sehun dan menyapanya dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya yang terbilang sedikit menyeramkan menurut Sehun
"annyeonghaseyo Huang Zi Tao imnida"
Sehun mengganguk kecil tanpa membalas sapaan namja tersebut.
Setelah Sehun amati lebih lama,namja dihadapannya ini ternyata memiliki lingkaran mata hitam yang cukup jelas hingga membuat Sehun berpikir bahwa namja ini sepertinya kurang tidur semalam penuh.
Saat Sehun masih mengamati Tao dengan tatapan intens,namja tersebut justru membulatkan matanya sedetik kemudian. Tatapan matanya tidak lagi mengarah pada Sehun,karna tatapan namja tersebut kini telah mengarah ke lantai atas.
"KRIS GE!" Tao melambaikan tangannya saat melihat Kris yang baru saja keluar dari kamar yang akan ditempatinya selama tiga hari kedepan.
Kris tersenyum tipis mendengar sapaan Tao yang terlampau berlebihan. Sementara Sehun hanya menggelengkan kepala pelan melihat tingkah Tao yang seperti anak kecil hanya karna melihat Kris yang sedang menuruni anak tangga.
"hey panda"
"berhenti memanggilku panda ge!" Tao mengerucutkan bibirnya dan membuat alis kiri Sehun terangkat. Kemana perginya namja menyeramkan yang Sehun lihat tadi?
Sehun melihat Tao dengan tatapan kebingungan karna sungguh Sehun sangat tidak mengerti dengan perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Tao sekarang. Namja tersebut sangat terlihat seperti anak kecil, terlebih sekarang namja tersebut sedang menghampiri Kris dan bergelayut manja dilengan orang kepercayaan Sehun layaknya koala.
"kalian saling mengenal?"
Perkataan Sehun membuat Tao melepaskan genggaman tangannya dilengan Kris. Ia jelas tidak sadar bahwa telah melakukan hal memalukan dihadapan pangeran Korea Selatan. Sehun yang melihatnya semakin tertarik dengan tingah laku yang 'sangat jelas' dilakukan namja tersebut.
"kami berteman sejak kecil" Kris menjawab setelah melirik Tao yang tidak menunjukkan tanda bahwa namja tersebut akan menjawab pertanyaan Sehun.
"kau sudah melihat sekitar rumah?" kali ini Kris yang bertanya
"apa kalian sedekat itu sejak kecil?" Sehun mengabaikan pertanyaan Kris dan bertanya lebih jelas tentang kedekatan namja tersebut dengan Tao.
"bagaimana tamannya? Apa kau suka?"
"apakah kalian sedekat ini sejak kecil?"
"kami tidak terlalu dekat Oh Sehun" Kris menjawab dengan santai seperti biasa
"benarkah?"
Kris tersenyum kecil mendengar bahwa Sehun sangat tertarik dengan hal ini "aku tidak berbohong. Sebaiknya kau berganti pakaian sekarang,Lena akan pulang pada sore hari. Kau masih memiliki waktu banyak untuk istirahat sebelum bertemu dengannya"
Sehun merenungkan hal tersebut dan setelahnya ia melangkahkan kaki menuju lantai atas. Kali ini Kris kembali menang dan Sehun kembali tidak menyukai hal ini. Kris sepertinya memang telah ditakdirkan untuk menjadi sosok yang tertutup terlebih dalam hal kehidupan pribadi namja tersebut. yeah...Sehun cukup memakluminya.
Pasalnya namja tersebut memang jarang bicara sejak kecil,hal inilah yang membuatnya cocok dengan kepribadian Sehun yang juga jarang berbicara,tidak seperti Kai yang menyebalkan.
.
.
.
Tidak dipungkiri lagi bahwa Sehun terlihat lelah pagi ini. Ia baru tertidur pada pukul satu malam. Lingkaran mata hitam tercetak jelas diwajahnya yang tampan.
Hal yang terjadi adalah pangeran Korea Selatan tersebut dengan sabar menunggu 'calon' pendamping hidupnya semalam penuh. Karna gadis bernama Lena tersebut tidak pulang tadi malam.
Ia cukup mengetahui bahwa tindakan nya termasuk dalam tindakan bodoh yang dilakukannya selama hidupnya. Ia tidak pernah dibuat menuggu sebelumnya,dan nyatanya Kris juga mendapatkan imbas karna mendapatkan informasi yang salah. Namja tinggi tersebut diberikan hadiah berupa pukulan keras di pundak oleh Sehun sendiri, saat baru saja terbangun.
Gadis bernama Xi Lena yang diketahui sebagai salah satu model majalah papan atas tersebut tidak menampakkan diri,karna ternyata gadis tersebut sedang berada di Macau untuk sesi pemotretaan. Dan yang lebih sialnya lagi keluarga bangsawan Xi berhasil menggubah mood nya dengan menyediakan sarapan sehat ala Inggris saat ia baru saja terbangun dari tidurnya. Membuat pagi Sehun pada akhirnya sedikit membaik setelah menghabiskan sarapan nya.
Setelah sarapan,Young Min yang mencoba untuk meredam amarah Sehun, kembali menawarkan pangeran tersebut sebuah ajakan untuk berkeliling disekitar hutan. Sehun yang sejak dulu sangat menyukai olahraga, tentu saja tidak menolak tawaran untuk menunggang kuda disekitar kediaman rumah Xi.
Dan disinilah Sehun sekarang. Mempersiapakan segala hal untuk acara menunggang kuda yang akan dilakukannya untuk beberapa menit kedepan.
Saat namja tersebut telah duduk diatas kuda milik Young Min yang dipinjamkan oleh namja paru baya tersebut. Ia kembali dikejutkan dengan kehadiran seseorang. Seorang gadis lebih tepatnya.
Gadis tersebut ikut menunggang kuda putih dan menunggang kuda putihnya tepat disamping Sehun.
Sehun yang melihatnya tentu memandang heran akan hal yang sedang terjadi. Karena ia baru saja mengetahui bahwa ada seorang gadis yang akan ikut menunggang kuda bersamanya,selain Kris. Terlebih dimasa saat ini, menunggang kuda merupakan hal yang tidak lazim dilakukan untuk seorang gadis,meskipun ini zaman modern sekalipun.
"annyeonghaseyo Xi Lena imnida" gadis tersebut tersenyum setelah membungkuk sopan kearah Sehun.
Sehun mengganguk pelan dan menatap Lena dari bawah keatas. Jadi ini sosok calon pendampingnya kelak? Sekilas Sehun seperti melihat Jung bersaudara. Yeoja dihadapannya ini sungguh sangat mirip dengan Jung Krystal dan Jung Jessica. Kemiripannya terlihat pada fisik dan Sehun berharap bahwa Lena tidak memiliki sifat yang sama dengan Krystal.
Sebagai balasan sapaan gadis tersebut,Sehun tersenyum kecil dan ikut membungkuk sedikit kearah Lena. Ia tentu menjaga kesopanan jika berada didepan wanita terhormat. Terutama sekarang, Lena telah menjadi calon pendamping untuk hidupnya nya kelak.
"jadi kau Lena?"
"Ne. Saya meminta maaf karna kesalahan kemarin" Lena kembali membungkuk
Sehun mengganguk dan mencoba untuk melupakan kejadian semalam. Yah tentu saja sampai saat ini ia masih kesal, akan tetapi melihat betapa sopannya gadis dihadapannya ini. Sehun tentu akan memaafkannya. Lagipula hal ini juga merupakan kesalahan Kris dan tab nya.
"jadi kau bisa menunggang kuda?"
"Ne. Saya belajar sejak berumur tujuh tahun"
Lagi. Lena berkata pelan dan terlampau sopan menurut Sehun. Setiap pertanyaan yang Sehun lontarkan,gadis tersebut pasti membungkuk kecil dan menjawabnya dengan senyum.
"Lena-ah" Sehun tersenyum dan membuat Lena terdiam menatap wajah tampan tersebut.
"jangan terlalu formal. Aku tidak menyukainya"
"N-ne"
Lihatlah.
Nyatanya gadis bernama Lena tersebut sepertinya telah luluh sepenuhnya kepada Sehun. Bahkan hanya karna senyuman kecil diwajah Sehun, yeoja tersebut telah sepenuhnya merubah cara bicaranya menjadi lebih santai sekarang.
.
.
.
Keduanya masih menunggang kudanya masing masing hingga pada akhirnya Sehun memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon besar yang cukup rindang.
Keduanya turun dari kuda masing masing,dan Sehun dengan senang hati mempersilahkan agar Lena duduk di sebuah batu besar yang ada dibawah pohon itu.
Lena yang melihatnya sontak menggeleng dan menolak tawaran Sehun dengan cepat. Ia lalu mengambil tempat minum yang dibawanya dan menyerahkannya pada Sehun yang sedang mengusap wajahnya yang sedikit berkeringat karna efek kelelahan.
"kau ternyata membawa minum"
"aku selalu membawanya"
"itu hal yang bagus" gumam Sehun
"ya,tentu saja. Kau tau, aku harus selalu menjaga kondisi tubuh. Aku tidak boleh sakit,terlebih untuk dua bulan kedepan"
Sehun menatap Lena dengan alis mengkerut "apakah ada hal penting yang akan terjadi dua bulan kedepan?"
"apa kau benar benar tidak tau?"Lena memutuskan untuk duduk dibatu besar tersebut dan mendongak menatap wajah Sehun "kau benar benar tidak tau ya?"
Sehun semakin mengerutkan alisnya "tentang apa?"
Lena menghela nafas "Fashion month. Dua bulan kedepan merupakan bulan tersibuk untuk semua disigner dan para model papan atas dunia. Apa kau tidak tau? Dan jika aku sakit,maka aku tidak diperbolehkan mengikuti event itu"
Sehun mengganguk,berusaha untuk terlihat peduli. Padahal kenyataannya ia sama sekali tidak tertarik dalam dunia fashion dan apapun yang berhubungan dengan hal tersebut. Membantu rakyatnya jauh lebih penting, daripada harus menghamburkan uang demi membeli sehelai pakaian mahal yang hanya akan dipakai untuk satu kali saja.
Ia tidak terlalu mementingkan betapa mahal atau murahnya pakaian tersebut. Ia tentu tidak kala modis dalam berpakaian,akan tetapi ia lebih mementingkan kata 'nyaman' atas semua pakaian yang dibelinya. Jika ia merasa cukup nyaman untuk memakai pakaian tersebut,maka Sehun akan membelinya.
"Sehun! Lihat!" Sehun berbalik dan mengikuti arah pandang gadis tersebut.
"ada apa?"
"lihat baik baik!" Lena bersikeras dan menunjuk ke arah semak semak "itu kelinci! Lihat!"
Sehun menatap Lena dengan ekspresi datar "ya? lalu?"
"bisakah kau mengambilnya untukku?"
"untuk apa?"
"kudengar daging kelinci sangat baik untuk tubuh. Bisakah kau mengambilnya untukku?" suara Lena dibuat sangat manja sehinggan membuat Sehun memutar bola matanya.
Kalau sebelumnya Sehun tidak tau banyak hal,jelas sekarang ia tau banyak hal tentang gadis bernama Lena ini. Seperti kenyataan bahwa Lena merupakan gadis yang ternyata memiliki sifat hampir sama dengan Krystal, dan bagaimana tingkahnya yang sepertinya sangat manja dan dibuat buat.
"kita bisa membelinya" Sehun melirik Kris yang berdiri tidak jauh darinya dan Lena. Namja tersebut seolah memberitahukan bahwa ia akan menyuruh Kris membeli sebanyak apapun daging kelinci yang Lena inginkan.
"tidak! aku ingin kelinci itu" Lena kembali memaksa sambil menunjuk kelinci
Sehun tidak bergerak satu inci pun dari tempatnya. Namja tersebut justru meminum kembali minuman yang Lena berikan.
" baiklah jika kau tidak mau mengambilnya. Aku akan mengambilnya sendiri"
Sehun sontak menutup matanya erat mendengar hal tersebut. Jika sifat manja yang dibuat buat oleh Lena masih bisa diterima oleh Sehun,maka kali ini tidak. Yeoja tersebut seperti sedang meremehkan Sehun yang tidak mampu mengambilkannya seekor kelinci hutan. Dan sialnya Sehun tidak dapat mengontrol emosi untuk tidak meledak.
"tunggu disini!" Sehun menarik Lena kembali, dan menyuruh agar gadis tersebut duduk kembali ditempatnya.
Kedua kakinya ia bawa menuju kelinci berwarna putih yang sedang memakan beberapa tanaman disekitar semak semak. Ia sedikit mengumpat karna ia mau saja menuruti keinginan gadis bernama Lena ini. Tapi sedetik kemudian ia berfikir mungkin hal ini tidak salah. Lagipula ia telah memutuskan untuk memilih Lena,bukan?
Saat sudah dekat, Sehun memutuskan untuk mengurangi kecepatan langkahnya. Secara perlahan dan pasti,ia mulai mendekat kearah kelinci tersebut dengan gerakan pelan.
"Sial!"
Sehun mengumpat saat melihat kelinci tersebut masuk kedalam semak semak yang lebat. Jika kejadiannya seperti ini,jelas ia harus melangkah lebih jauh lagi untuk mendapatkan kelinci tersebut.
Saat kaki Sehun kembali melangkah dan kedua matanya berhasil menangkap sosok kecil kelinci putih tersebut,ia kembali menampakkan seringai diwajah tampannya. Ia sedikit mengambil ancang ancang untuk menangkap kelinci tersebut dengan gerakan cepat.
'dalam hitungan ketiga'
'hana...'
'dul...'
'...'
'...'
'SET!'
BRUK
Sehun terjatuh sedetik setelah berhasil menangkap kelinci tersebut.
Tubuh Sehun jatuh kedalam jurang yang berada ditengah hutan yang ditutupi oleh semak semak lebat. Lena yang melihatnya sontak berdiri dari posisi duduknya,sementara Kris langsung melangkahkan kaki cepat kearah semak semak.
Bodoh. Sehun berfikir dirinya sungguh bodoh. Ia tidak melihat bahwa dibalik semak semak lebat tersebut merupakan akses menuju jurang yang curam dan dipenuhi batu batuan tajam.
Tubuhnya terus berguling dan mengenai bebatuan hingga pada akihirnya berhenti dan Sehun tidak sadarkan diri.
.
.
.
"AKU PULANG!"
Luhan tersenyum lebar,menutup kedua matanya dan merentangkan kedua tangannya setelah itu berteriak keras diambang pintu rumahnya. Namja tersebut masih menutup matanya erat dan menunggu sebuah pelukan hangat yang akan menghampirinya.
Nyatanya setelah beberapa detik berlangsung,Luhan belum mendapatkan satupun pelukan hangat yang sangat diinginkannya. Ada apa sebenarnya yang sedang terjadi? Luhan mengerutkan kedua alisnya dan membuka matanya secara perlahan.
Hal pertama yang didapatinya adalah tatapan kebingungan dari semua maid yang sedang berada diruang tamu kediamannya. Semua maid tersebut menatap Luhan dengan tatapan kebingungan.
"LU-GE!" Luhan melihat Tao yang berlari kearahnya. Adiknya tersebut langsung menarik tangan Luhan cepat dan membawanya kearah kamar tamu yang berada dilantai dua.
"Hey Tao! Sebenarnya ada apa? Kau tidak ingin memelukku terlebih dahulu?" Luhan bertanya sambil terus ditarik secara paksa oleh adiknya sendiri. Ia baru saja pulang,bukannya mendapatkan pelukan, ia justru di tarik paksa oleh adiknya tersebut. Ada apa sebenarnya? Luhan memutar otak untuk menduga hal yang sebenarnya sedang terjadi
"tidak. Kita tidak punya waktu untuk itu" Tao menggeleng cepat dan terus melangkahkan kakinya.
Luhan yang berada dibelakang sontak membuka mulutnya lebar mendengar perkataan Tao yang terkesan berbeda. Ini seperti bukan adiknya. Tao seperti orang lain. Apakah selama empat tahun tidak bertemu,adik kesayangan nya tersebut berubah drastis seperti ini? Oh kepala Luhan terasa pening hanya karna memikirkan bahwa adiknya tidak menyayanginya lagi.
"Luhan!" arah pandang Luhan teralihkan dan mendapati saudara kembarnya yang sedang menatapnya dengan tatapan terkejut di pintu depan kamar tamu.
"apa yang kau lakukan disini?" Lena sontak melangkahkan kaki dari posisi nya yang berada didepan pintu. Ia menghampiri Luhan dan Tao yang terlihat kelelahan karana efek berlari.
"AKU PULANG" Luhan kembali tersenyum lebar,menutup kedua matanya dan merentangkan kedua tangannya. Jika Tao menolak mungkin tidak apa,toh ia pasti akan mendapatkan sebuah pelukan dari saudaranya yang lain,bukan?
Tapi sayangnya kenyataan mengatakan tidak. Nyata nya Luhan tetap tidak mendapatkan pelukan dari Lena. Saudara kembarnya tersebut justru langsung memegang kedua tangan Luhan erat dan memandang Luhan dengan tatapan serius
"Luhan bisakah kau membantuku?"
"eh?"
"Sehun. kumohon tolong dia" Lena menutup matanya erat dan mulai susah bernafas karna mengingat kejadian yang baru saja disebabkan olehnya.
"Sehun?" Luhan menatap Tao ingin meminta penjelasan tentang seseorang yang bernama Sehun.
"dia ada didalam. Ia terjatuh, dan dokter masih dalam perjalanan. Bisakah kau memeriksanya?" penjelasan singkat dari Tao langsung membuat Luhan melirik ke arah pintu kamar.
"apa yang sedang terjadi? Ia terjatuh? Lagipula siapa Sehun?"
Tao menghela nafas berat "tidak ada waktu menjelaskan. Bisakah kau menolongnya?"
Luhan menatap Lena. Saudara kembarnya tersebut seperti sedang ingin menangis dan Luhan tidak tahan jika melihat saudaranya menangis. Untuk itu ia tidak berpikir panjang lagi dan memutuskan untuk melangkahkan kaki menuju kamar.
Dan benar. Saat Luhan membuka pintu,ia langsung disambut oleh sosok seorang namja yang terbaring tidak sadarkan diri diatas kasur.
.
.
.
Sehun merasa sepertinya ia telah mati. Tubuhnya tidak merasakan sakit dan ia merasa ada seseorang yang sedang melakukan sesuatu didaerah dada nya. Sesuatu seperti perban yang tengah dililitkan disekitar dada kirinya dan entah mengapa Sehun membiarkan hal tersebut. Lagipula ia telah mati,ia berpikir mungkin ia sedang dirawat di surga untuk pada akhirnya akan menetap di neraka.
Saat kedua matanya mencoba terbuka perlahan,keyakinannya tentang surga semakin diperjelas dengan kehadiran seorang malaikat dihadapan wajahnya. Wajah malaikat tersebut sangat cantik dan Sehun tersenyum kecil melihatnya.
"kau sudah bangun?"
Sehun mengganguk pelan dan kembali tersenyum untuk malaikat dihadapannya ini
"namaku Xi Luhan. Tunggu sebentar aku akan memanggil seseorang"
Sehun seketika menahan pergerakan Luhan saat namja tersebut ingin beranjak pergi dari sisinya.
"kau ingin pergi? Kumohon jangan pergi" Sehun menggeleng pelan bersamaan dengan suara nafas yang terputus karna mencoba mempertahankan Luhan agar tetap disisinya
"sebentar. Aku akan segera kembali"
"tidak!"
"…"
" Kumohon jangan pergi"
Sehun mengeratkan genggaman tangannya,mencegah agar Luhan tidak pergi. Sehun menyadari bahwa ini merupakan hal terkonyol karna meminta seseorang untuk menemaninya saat ini.
Selama ini ia bukanlah tipe seseorang yang 'meminta' sesuatu kepada seseorang selama 22 tahun kehidupannya.
Ia adalah seseorang yang selalu berada dibagian orang yang 'dimintai' segala macam bentuk permintaan,terutama dalam hal uang dan kekuasaan.
Akan tetapi sekarang,ia hanya ingin malaikat ini tetap bersamanya,disamping dan menemaninya yang telah sepenuhnya sadar bahwa ia belum mati. Ia mengingat nama itu. Nama yang diabaikannya selama ini. Xi Luhan.
.
.
.
PENYAKIT YANG MENYERANG SISTEM PERNAFASAN
-TBC-
(4,783)
Annyeong~
Hhhh...cukup lama juga Ai gak update.
Sebenarnya ini sengaja. Ai pengen liat respon selama seminggu dulu. Ada yang baca atau nggak,ada yang review atau nggak dan yah...para reader semua emang daebak! DAEBAK!
Ternyata banyak yang tertarik sama TOX. Respon yang lumayan untuk author pemula kayak Ai. Untuk itu Ai menjanjikan fast update, sepertinya hari Rabu,tapi... Ai gak bisa post di pagi atau siang hari. Ai akan selalu update pada malam hari. Maklum,Ai hanya akan muncul pada malam hari karna Ai makhluk halus. Poster juga akan Ai publish hari rabu.
Dan alasan kedua adalah karna masalah Tao. Para reader pasti udah tau semua,kan? Sebenarnya ai tau banget kalo Tao emang gak bisa bertahan tanpa Kris ataupun Luhan. Mungkin ini salah satu alasannya dia deket deket sama Sehun. Mungkin baby panda itu pengen dekat sama orang yang juga sama sama ditinggalkan.
Dan lagipula SM emang keterlaluan banget! Terutama si KIM YOUNG MIN PABBO ITU!
Masalah Tao ini sudah dapat Ai prediksikan,dan meskipun Ai gak nangis kayak waktu Luhan keluar dulu. Ai justru lebih merasa kasian sekarang. Kasian banget pas ngeliat foto kaki nya Tao.
Aduh itu baby panda cederanya sampai segitunya. Ai gak tahan ngeliatnya. Ai cuman bisa berharap SM lebih memperlakukan artisnya layaknya manusia,bukan mesin. DAN CEPET CEPET TOBAT! KASIAN ITU OPPA AI! KASIAN ORANGTUA MEREKA!
Dan untuk member EXO yang lain. Ai akan tetap dukung semua member. Jangan berlutut hanya karna kesalahan yang gak pernah kalian perbuat. Ai nangis pas ngeliat kalian harus berlutut untuk kesekian kalinya,kalian menang tapi kalian harus berlutu pas di Music Bank. Hell! Ini bukan kesalahan kalian! Ai tau kalian udah berusaha buat EXO-L! AI TAU ITU! KALIAN GAK PERLU NGELAKUIN HAL ITU!
Bias kedua Ai (Sehun) kamu yang tabah ya,karna masalah ini. Semua keputusan pasti udah dipikirkan dengan sebaik mungkin dan Ai akan terus dukung hal itu. Ai akan tetap menjadi bagian dari EXO-L karna Ai gak punya alasan untuk keluar dari fandom ini. Menurut Ai kalian TETAP SATU! Entah itu OT8, OT9,OT10, OT11 MENURUT AI KALIAN TETAP OT12! TITIK
EXO K, EXO L, EXO M
ONE!
WE ARE ONE!
GAK ADA YANG BISA NGERUBAH!
.
.
.
Okay Ai rasa udah cukup. Cepet tobat ya silent reader. Untuk reader yang baru aja baca ff Ai. Welcome to the dark side baby~
.
.
.
*BOW*
BIG THANKS TO :
KiranMelodiNoonaLuLudeer│realhztaoyeojakim2hunexohanegatoti│ DEERHUN794junia.angel.58meyvie93│Cherry blosoom│Auntmn panda│Blue ocean│Laila│Guest│sehunhan│deercho│Jeon GoldenMaknae844hanhyewon357ShinJiWoo920202
