When We Meet Again

By Rara

Park RinRin (22 years)

Cheondoong as Lee Cheondoong (23 years)

Park ShinWoo (27 years)

Lee Joon as Kim Joon (22 years)

Yang Hyuna ( 22 years)

Seungho as Kim Seungho (26 years)

G.O as Kwon Jio (26 years)

Mir as Jang CheolYong (21 years)

Han ShinHye (27 years)

IU as Choi JiEun (23 years)

Note : Umur dan nama marga tidak sesuai aslinya untuk kepentingan cerita.. Enjoy it juseyoo ^^

Part 2

Rinrin memasuki perpustakaan IT di SNU dengan langkah yang tertatih, kaki dan tangannya belum sembuh total dan Shinwoo melarangnya pergi dari rumah namun dia kabur dan memaksakan diri untuk sekedar ke kampus karena kebosanan akut yang melandanya. Dia memang tak punya jadwal kuliah lagi karena tinggal menunggu wisudanya sebulan lagi. Rinrin melangkah ke bangku paling ujung di samping jendela, tempat favoritnya untuk surfing di dunia maya dan menyalakan laptop kesayangannya kemudian mulai melakukan fangirling pada idola kesayangannya, CN BLUE.

" Rinrin Bepu~ya, Annyeong" sapa Yang Hyuna, mahasiswi jurusan desain interior senang ketika mendapati teman baiknya kembali ke kampus dan langsung menarik Rinrin dalam pelukannya, " Bogoshipo".

" Hyuna Bepu~ya, nado bogoshipo" balas Rinrin ceria, " Ouch appo"

" Mian mian, gwenchana?" seru Hyuna panik sambil memeriksa lengan Rinrin, " Omona, kenapa lenganmu penuh luka seperti ini? Aigo… neo gwenchana?"

" Cinderamata dari Jinan, biasalah" ujar Rinrin sambil kembali menekuni laptopnya

" Ishh, kau ini, lukamu banyak dan sepertinya sangat sakit. Shinwoo oppa pasti cemas mencarimu" omel Hyuna

" Ya! Kau belum sembuh, kenapa kau ada disini?" seru Joon sambil menghampiri meja mereka

" Aku bosan di rumah" jawab Rinrin acuh

" Isshh kau ini, lukamu banyak dan sepertinya sangat sakit. Kau harusnya beristirahat di rumah Bepu~ya" omel Joon

" Omo, kenapa omelan kalian mirip" seru Rinrin dramatis, " sudah kubilang kalian ini berjodoh Bepu~ya"

" Ishh kau ini" seru Hyuna dan Joon berbarengan. Kemudian mereka tertawa bersama.

Mereka bertiga bersahabat baik sejak masuk SMA di Seoul National Highschool dan selalu sekelas. Bepu adalah singkatan dari BestFriend tapi mereka bertiga memelesetkannya menjadi Bepu dan menjadi panggilan sayang untuk mereka bertiga. Rinrin yang pertama berteman baik dengan Joon lalu mengenalkannya pada Hyuna. Meskipun mereka mengambil jurusan yang berbeda-beda di SNU, mereka sangat akrab sampai sekarang. Rinrin dan Joon sama-sama ikut kegiatan pencinta alam NLNO. Joon dan Hyuna ikut club tari di kampus dan sering memenangkan penghargaan. Sementara Rinrin dan Hyuna sering menghabiskan waktu dengan fangirling Kpop idol idola mereka kapanpun dan dimanapun mereka bertemu. Mereka berdua fans fanatik CN BLUE meskipun bias mereka berbeda, Rinrin sangat mencintai Yonghwa sedangkan Hyuna sangat tergila-gila pada Minhyuk. Jika ada konser ataupun showcase, Joon lah yang akan mengantarkan kedua sahabatnya untuk menonton. Perpustakaan IT adalah markas favorit mereka untuk bertemu karena letaknya yang sangat strategis diantara tiga fakultas mereka.

Mereka termasuk dalam kalangan sosialita elite high class di Korea. Park Rinrin adalah putri bungsu seorang dokter yang juga peneliti obat-obatan medis. Appanya hidup secara nomaden berkeliling dunia sambil mengembangkan riset dan menciptakan obat yang belum ditemukan untuk penyakit-penyakit mematikan dan mengembangkannya di laboratorium perusahaan farmasi mereka di Jerman. Meskipun begitu, Rinrin menghindari bergaul dan berpesta foya-foya menghamburkan uang dengan kaum kelas atas itu, dia lebih suka hidup sederhana dan lebih merakyat di Korea bersama kakak laki-lakinya yang merupakan dokter muda jenius spesialis bedah dan direktur utama Seoul International Hospital. Oppa satu-satunya yang mengurusnya sejak dia kecil.

Kim Joon merupakan putra kedua Menteri Lingkungan Hidup di Korea, sebagian besar keluarganya berkecimpung di parlemen dan politik. Seperti Rinrin dan Cheondoong, Joon juga lebih suka hidup menghindari gemerlapnya dunia sosialita Korea, dia lebih memilih untuk mencari ketenangan di alam dan hutan. Yang Hyuna adalah putri kedua seorang pemilik stasiun TV dan beberapa stasiun radio di Korea dan keluarganya terkenal dengan bisnis di dunia hiburan. Cantik, feminim dan dewasa namun dia tak mau jadi artis, dia lebih suka mendesain ruangan. Tak seperti kedua temannya, dia lebih aktif di dunia sosialita Korea. Pemburu barang-barang bermerek dan punya selera fashion yang bagus, apapun yang dia pakai akan langsung menjadi trend. Keakraban mereka juga didukung oleh dekatnya rumah mereka yang tinggal di kawasan perumahan elite di gangnam.

" Rinrin lihat! CN BLUE akan mengadakan konser di Jamsil minggu depan, kita harus menontonnya" seru Hyuna bahagia

" Aaa, jinjja? Waaa… kita harus mendapatkan tiketnya. Kapan tiketnya di jual?"

"Keurae aku akan menelepon eonniku dulu, untuk memesankan kita tiga tiket" ucap Hyuna ceria. Kakak perempuan Hyuna bekerja di industry hiburan sebagai promotor artis dan sangat mudah baginya untuk sekedar mendapatkan tiket konser artis manapun.

" Oke, kamshahamida eonnie, saranghaeyoo" ucap Hyuna sambil mematikan ponselnya," Masalah tiket beres, kyaaaaa"

" Masalah makanan, minuman dan uang jajan biar aku yang urus. Kyaaa" timpal Rinrin sangat bahagia. Kemudian mereka melirik Joon dengan tatapan maut.

" Masalah transportasi biar aku yang urus, arra" ucap Joon pasrah

" Kyaaa,,,gomawo bepu~ya" ujar Rinrin dan Hyuna berbarengan, ditambah dengan aegyo Rinrin yang lucu sambil lompat-lompat, membuat Joon tertawa.

" Ouchh, kakiku, appo" ringis Rinrin, Joon dan Hyuna dengan sigap mendudukannya kembali

" Sudah kubilang kau itu masih sakit" omel Joon

" Kan aku sudah menyuruhmu istirahat di rumah, liat lukamu bahkan masih bengkak" omel Hyuna

" Baeghupa… " keluh Rinrin

" Aku membawa salad tapi aku yakin kau tidak menyukainya" timpal Hyuna

" Aku tidak suka makanan kelinci itu, Joon kau punya sesuatu untuk dimakan tidak?" jawab Rinrin

" Aku tahu kau pasti kelaparan" ujar Joon sambil mengeluarkan tiga batang coklat ukuran besar

" Aaaa gomawo" ucap Rinrin dan memakan coklat dengan lahap

" Kau belum makan sejak kapan?" tanya Hyuna prihatin

" Sejak kemarin, aku tidak mau makan bubur rasa handuk dan makanan kelinci yang dimasak Han ahjumma atas saran dokter Jung. Kalian harus merahasiakan ini dari oppaku" jawab Rinrin

" Keurae, kajja kita makan sekarang" ajak Joon

" I am on diet" kata Hyuna tegas

" Arraso, kita makan di café biasa tapi nanti setelah aku selesai fangirling Yong oppa" putus Rinrin sambil menekuni laptopnya kembali

" Aku akan menemanimu, kyaaa" timpal Hyuna semangat, duduk di samping Rinrin sambil menyalakan laptopnya

" Dasar aneh, dirumahmu kan juga ada wifi kenapa harus memaksakan diri ke kampus, babo" gerutu Joon menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya kemudian duduk berhadapan dengan mereka dan menyalakan I padnya, mengerjakan tugasnya sebagai ketua NLNO.

" Kyaaaa, Cheondoong oppa semakin hari semakin tampan saja. Aku benar-benar jatuh cinta padanya" seru seorang yeoja pada kelima temannya yang bergerombol di meja sebelah mereka

" Mwooo, aishh jinjja, kenapa dia bisa begitu tampan dan jenius" timpal temannya heboh

" Apalagi memakai setelan jas formal seperti ini, kyaaa benar-benar vice CEO yang tampan" pekik yeoja yang memainkan I padnya.

" Kau tahu? Begitu Cheondoong oppa genap berumur 23 tahun dia akan langsung menjadi Presiden Direktur Lee Corporation. Omaigood" seru yeoja disampingnya

" Aaa jinjja? Aku membaca berita, kemarin Cheondoong oppa tersesat dan terjebak dalam kebakaran hutan di Jinan. Dan dengan mulianya dia menyelamatkan murid SMA yang juga hoobaenya di NLNO" timpal yeoja yang memakai pita pink di kepalanya

" Darimana kau tahu?" tanya yeoja yang berbaju biru

" Tentu saja web resmi Lee Corporation" jawab yeoja berpita pink

Joon yang daritadi ikut mendengarkan kehebohan yeoja-yeoja itu juga membuka web resmi Lee Corp lalu tertawa terbahak-bahak.

" Kau berisik sekali" omel Hyuna kesal dengan berbisik

" Ya! Waegurae?" tanya Rinrin penasaran

" Bepu~ya, bwa, lihat ini" jawab Joon sambil menyodorkan I padnya

" Mwoo? Anak SMA? Naega? Jinjja aishh" umpat Rinrin kesal setelah selesai membaca berita itu

" Wae? Mwo puahahahhaha" tawa Hyuna keras, ketika selesai membaca berita itu namun dia berusaha mengecilkannya saat Kim songsaenim meliriknya kesal," Ya! Maknae.. kau harus mulai berdandan dari sekarang, Eonni akan mengajarimu, arrachi?"

" Eonni kepalamu, kita hanya beda 59 hari, babo" gerutu Rinrin tak terima

" Puahahahha, kau memang harus mengikuti saran Hyuna, maknae" timpal Joon

" Ya! Neo! Panggil aku Noona, aku lebih tua darimu 15 hari" ucap Hyuna geram

" Aissshh ,shireo, kenapa aku terus yang jadi maknae " tolak Rinrin

" Aisshh shireo, hajiman" tolak Joon berbarengan

" Arra arra" tukas Hyuna sambil terkekeh, dia paling suka menggoda kedua temannya dengan urutan waktu lahir mereka.

" Keundae… kenapa aku terus dianggap anak SMA, keterlaluan, aku kan sudah lulus kuliah" keluh Rinrin

" Karena kau sangat imut dan penuh aegyo" ucap Joon dan Hyuna berbarengan.

" Dan lihat penampilanmu, kau benar-benar seperti siswi SMA yang sedang liburan musim panas, omonaa kau bahkan terlihat sama dengan Joon" ujar Hyuna mengomentari penampilan Rinrin yang memakai kemeja navy tanpa kancing dengan kaos sebagai dalaman, celana jeans hitam, sepatu kanvas lukis dengan rambut hitam kecoklatan dikepang rumit berponi, " Besok ikut aku shopping, okey, aku ingin kau menjadi most wanted di summer kali ini dan no more highschool girl. Dan jangan terlalu sering berbelanja dengan Joon dan Shinwoo oppa, mereka jadi membuat penampilanmu tomboy"

" Okey" ucap Rinrin ceria. Penampilannya yang apa adanya dan tidak suka memakai make up berkebalikan dengan Hyuna yang selalu tampil cantik. Flower dress soft pink selutut, vest, dan wedges dengan rambut ikal kemerahannya yang tergerai membuatnya terlihat feminim siang itu.

" Dasar yeoja padahalkan lebih cantik tanpa make up" gumam Joon menggeleng-gelengkan kepalanya.

" Rinrin…" panggil Hyuna pelan

" Mmm"

" Cincin kalung itu... apa itu kenang-kenangan darinya?" tanya Hyuna hati-hati

" Ne, ini darinya. Bagus kan?" jawab Rinrin sambil menunjukkan cincin yang jadi liontin kalung yang dipakainya.

" Sangat cocok untukmu" puji Hyuna

" Jangan bersedih lagi" ucap Joon pelan sambil mengacak rambut Rinrin

" Kyaaaa, Lee Cheondoong oppa sedang menuju kemari"pekik seorang yeoja dan disambut teriakan heboh dari teman-temannya di sebelah meja Rinrin

" Kyaaa, kita harus bersiap-siap" pekik mereka heboh.

" Lihat, dia menuju kemari" Jerit mereka

" Kyaaa oppaaa" teriak mereka makin kencang

" Aiisshhh berisik sekali. Ya! Kalian bisa diam tidak, ini perpustakaan IT " teriak Rinrin murka merasa terganggu karena daritadi percakapanya dilakukan dengan berbisik. Yeoja-yeoja yang tadi terdiam dan memberikan tatapan mautnya pada Rinrin.

" Park Rinrin, kau harus ikut bersamaku sekarang" kata Cheondoong pelan ketika sampai di meja mereka. Dia terlihat sangat tampan dengan setelan jas Armani yang membalut tubuhnya.

" MWORAGO? Andwae Oppa" teriak yeoja-yeoja tadi heboh, membuat mereka mendapat tatapan 'mati kalian sekarang' dari Hyuna.

" Sunbae, wae?" tanya Rinrin heran

" Hyung, annyeonghaseyo" sapa Joon, mereka bersalaman dengan cara namja

" Cheondoong oppa, annyeonghaseyo" sapa Hyuna sopan

" Annyeonghaseyo, aku pinjam teman kalian sebentar" ujar Cheondoong

" Dengan senang hati oppa" timpal Hyuna sambil mendorong Rinrin yang sedang memegang tasnya ke arah Cheondoong dan disambut dengan genggaman tangan Cheondoong yang membawanya keluar

" Sunbae, waeyo?"

" Kau harus ikut denganku sekarang" jawab Cheonddong datar sambil tetap berjalan

" Mwo? YA! Waegure? Hyuna, aku titip laptopku padamu" seru Rinrin sebelum menghilang di balik pintu

" Nee, tenang saja. Bersenang-senanglah" balas Hyuna ceria

" OMO! Gadis tadi adalah gadis SMA yang diselamatkan Cheondoong oppa kemarin" ujar yeoja-yeoja itu mulai bergosip

" YA! Panggil dia Eonnie, dia sunbae kalian" seru Joon ikut campur

" Tidak mungkin" jerit yeoja-yeoja itu

" Sopanlah pada temanku, kalian hoobae-hoobae tidak sopan" geram Hyuna

Cheondoong terus menggandeng tangan Rinrin melewati koridor, lobi kampus, sampai di tempat parkir mobilnya tanpa memedulikan Rinrin yang terus mengeluh kesakitan dan yeoja-yeoja yang memperhatikannya. Dibukanya pintu mobil Ferrari hitam limited editionnya dan mendudukan Rinrin didalamnya.

" Sunbae, wae…"

Cheondoong menyalakan mesin mobil dan tetap diam.

" Sunbae, kita mau kemana?"

" Menemui kakekku" jawab Cheondoong dingin

" Aaa jinjjayo? Waeyo?" kata Rinrin antusias

" Bukankah kau yang meminta bertemu? Aku tak pernah melihat harabeoji seantusias itu meskipun dia sangat sibuk dan akan bertemu klien penting. Dan ini membuatku terlambat menjemput Ji Eun"

Rinrin diam, syok karena sikap gunung es Cheondoong yang ditujukan padanya, kemudian menunduk memperhatikan kedua tangan dan kakinya. Meringis kesakitan ketika mendapati salah satu luka di lengan kirinya mengeluarkan darah lagi karena Cheondoong menariknya tadi. Cheondoong menghentikan mobilnya tiba-tiba dan menepikan mobilnya.

" Mianhae" ucap Cheondoong datar, menarik tangan Rinrin dan membersihkan lukanya dengan antiseptic, " Aku tidak suka dikelilingi yeoja-yeoja tadi"

" Gwenchana" timpal Rinrin pelan dan masih menunduk.

Cheondoong yang sedang mengobati Rinrin merasa aneh dengan perasaannya pada gadis ini. Cheondoong tidak pernah merasa rindu pada JiEun yang merupakan teman terdekatnya ketika dia ke luar negeri untuk sebulan. Tapi ajaibnya, tidak melihat gadis ini selama dua hari membuat perasaannya aneh dan uring-uringan. Setelah melihat gadis ini tertawa ceria bersama teman-temannya di perpustakaan, perasaannya menjadi lega mengetahui gadis ini baik-baik saja. Namun ada perasaan aneh yang menjalar saat gadis ini marah-marah karena suara berisik di perpustakaan, membuatnya ingin membawa gadis ini pergi dari tempat itu sejauh mungkin. Cheondoong merasa, dia ingin selalu melindungi Rinrin kapanpun dan dimanapun.

" Nah sudah selesai" ucap Cheondoong sambil menjalankan mobilnya kembali

" Gomawoyo sunbae" balas Rinrin lega ketika menyadari perubahan suara Cheondoong yang tidak sedingin tadi

Cheondoong membawa Rinrin ke AlkCallǽ, sebuah restoran Prancis bintang lima yang sangat mewah di daerah Apgeujong.

"Sunbae, kau serius mau makan di sini?" Rinrin tahu suaranya terdengar khawatir.

"Wae?" tanya Cheondoong tanpa menatap Rinrin.

Rinrin merentangkan tangan. "Lihat pakaianku. Aku tidak bisa masuk ke restoran itu. Bisa-bisa aku diusir."

"Siapa yang berani mengusirmu?" tukas Cheondoong. "Tidak ada yang salah dengan pakaianmu. Ayo, masuk."

Mereka masuk ke restoran dan segera disambut salah satu pelayan yang langsung mengantarkan mereka ke meja untuk berempat di dekat jendela kaca besar. Restoran itu cukup sepi, lampu-lampunya menyala redup menciptakan suasana elegan. Selain suara percakapan yang sepertinya dilakukan dengan berbisik, terdengar alunan lembut musik klasik. Tidak banyak tamu yang terlihat dan itu bukan hal yang mengherankan. Tentunya hanya orang-orang dari kalangan kelas ataslah yang bisa makan di tempat seperti ini.

" kenapa sepi sekali?"

" Harabeoji memesan seluruh restoran siang ini, orang-orang itu terlanjur datang dan Harabeoji membiarkan" jawab Cheondoong tak peduli

"Wah, yeppeota" Rinrin bergumam senang ketika melihat ke luar jendela. Pemandangan taman yang penuh bunga dan ditata rapi terlihat sangat indah.

"Harabeoji" kata Cheondoong tiba-tiba.

Rinrin menoleh ke arahnya dan membalikan badannya, menutup mulutnya yang terbuka lebar karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya di depannya. Lee Changsun, kakek yang mengajarinya taekwondo untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Benar-benar sama persis dengan kakek yang menjadi sahabat Harabeojinya.

" Park Rinrin, nae aegi~ya" ucap kakek tua itu tak percaya.

" Harabeoji" kata Rinrin pelan, tak percaya dan terharu. Air matanya sudah tak mampu dibendungnya lagi dan membuat matanya buram karena air mata ketika Chang Harabeoji memeluknya dengan erat.

" Aegi~ya," ucap Chang Harabeoji dengan mata berkaca-kaca, melepas pelukannya dan menghapus air mata di pipi Rinrin," Lihatlah, kau sudah besar dan sangat cantik. Kau kemana saja selama ini? Harabeoji benar-benar merindukanmu"

Air mata Chang Harabeoji menetes, membuat Cheondoong dan pelayan yang mengantarkan makanan tercengang. Presiden Direktur Lee Corp yang terkenal dingin dan terkesan arogan, menangis karena seorang gadis yang dipanggilnya bayi. Cheondoong menggumam dalam hati betapa kuat pengaruh gadis itu untuknya dan kakeknya,' Park Rinrin, siapa sebenarnya kau?'

" Ini benar-benar Chang Harabeoji? Jinnjayo? Aku tidak sedang bermimpi kan?" tanya Rinrin bodoh

" Ne, ini Chang Harabeoji. Jinjja" jawab kakek tua itu sambil tersenyum lebar kemudian duduk di kursi di samping Rinrin.

" Naneun jeongmal bogoshipo harabeoji" kata Rinrin sambil tersenyum

" Seberapa besar kau merindukan harabeoji, aegi~ya?" tanya Chang harabeoji dengan nada khas seorang kakek pada cucunya

" Neomu neoumu neoumu neoumu neoumu neoumu neomu neomu neomu neomu neomu neomu bogoshipo" jawab Rinrin sambil merentangkan tangannya selebar mungkin, tersenyum bahagia.

" Hahaha, aigoo, aegyomu benar-benar tak berubah. Harabeoji ddo bogoshipo aegi~ya" tawa Chang harabeoji bahagia.

" Apa kabar Shinwoo? Kalian tinggal dimana?" tanya Chang harabeoji

" Oppa baik dan sehat, kami tinggal di Gangnam"

" Appamu?"

Wajah Rinrin berubah muram sebelum menjawab pelan," Appa masih seperti dulu, tak pernah menganggapku ada. Aku tak tahu bagaimana keadaannya". Chang harabeoji mengusap kepalanya, tersenyum menenangkan.

" Appamu menyayangimu, nak"

Seorang pelayan mendatangi mereka dan mengantarkan French Royal Cuisine set yang sangat menggugah selera dan kini memenuhi meja mereka.

" Kau ingin makan apalagi aegi~ya? Makanlah yang banyak, harabeoji akan membelikan semuanya untukmu, arrachi? " tanya Chang harabeoji baik hati teringat gadis ini adalah shiksin yang suka makan.

" Mmm, naneun Éclair ice cream mogoshipo" jawab Rinrin

"Éclair ice cream?" ulang Chang harabeoji, Rinrin mengangguk "Éclair ice cream jusseo"

" Algessumida sajangnim" jawab pelayan itu sopan

" Jadi kalian benar-benar saling mengenal? Kalian benar-benar seperti kakek dengan cucunya" ujar Cheondoong tak percaya

" Ah, Cheondoongie. Mianhae, harabeoji melupakanmu. Kau ingin makan sesuatu yang lain?" tanya Chang harabeoji

" Aniyo"

" Keure? Cukup Éclair ice cream dan salad buah" kata Chang harabeoji pada pelayan

" Ne, algeussemida Sajangmin" balas pelayan itu sopan sebelum pergi

" Cheondoongie, jeongmal gomapta telah menemukan Rinrin" kata Chang harabeoji sambil menepuk bahu cucunya itu

" Jeongmal khamsahamida Cheondoong sunbae" kata Rinrin tulus

" Sunbae?" ulang Chang harabeoji, " Rinrin aegi~ya. Dia ini Cheon oppamu, neo an arrachi?"

" Naneun arrayo, keundae…" ucapan Rinrin terputus ketika ponsel Cheondoong berdering dan namja itu buru-buru mengangkatnya.

TBC