Anjrit!
Gue ama Itachi antara benci dengan kaga! Misalnya, ya… Kita bohong demi kebaikan tetapi kita tetep dapet dosa karena udah boong 'kan? Sama aja dengan si Itachi itu! :P Masih perenungan.
Versi Sasuke. Buat gue ini… Something special.
.
.
HEART
.
.
Disclaimer :: Masashi Kishimoto.
Pair :: SasukexxNaruto.
Summary :: Hehehe
.
.
2
.
Bolehkah
Sekali saja, aku bermimpi tentang kita bersama?
Berlarian di bawah langit cerah, biru tanpa awan?
Jika boleh,bermimpi seperti itu, aku tidak keberatan untuk tidak pernah bangun.
Aku tidak keberatan untuk tidur selamanya.
Sebab aku tahu, dalam kenyataan kita tidak akan seperti ini.
.
.
Kau tahu, aku sama sekali tidak bisa lagi menanti kedatanganmu.
Saat kau berada di hadapanku, yang terlihat hanyalah kilauan matahari di belakangmu.
Aku tahu, akulah yang terlambat menemuimu.
Akulah yang tidak mampu berjalan lurus mengikuti bayanganmu.
Akulah yang salah dalam kehidupan ini.
Dan aku tidak akan memintamu untuk memaafkan aku.
.
.
Kenapa?
Kenapa kau malah tidak memukulku dan malah memelukku erat?
Kenapa air mata ini mengalir dan mengaburkan mataku?
Aku… Sama sekali tidak mau menjejaki jalan yang kau dan Itachi buat…
Aku.. Aku ingin berjalan dijalanku sendiri,
Hingga kita nanti sampai pada tujuaan,
Saat semua tidak memerlukan pengorbanan menyedihkan seperti ini…
Ne, Naruto…
Apakah kau masih hidup sampai kita tiba di titik itu?
.
.
Menyakitkan… Sungguh. Setiap kata yang diucapkannya menohok hati dan membuatku meringis.
Ia sungguh kuat dan berani.
Merasuki relung jiwa dalam keirianku padanya.
Setiap gerak-geriknya mengungkapkan keyakinan dan keteguhan.
Sebab itu aku selalu cemburu dan tidak mampu menoleh ke arahnya, yang berjalan beriringan denganku.
"Naruto…"
.
.
Kau melangkah maju melewatiku, menuju goal yang aku dambakan.
Namun tidak bisa kukatakan aku membencimu, sebab aku selalu membatasi perasaan ini untukmu.
Atas namanya yang ku emban dan apa yang mereka letakkan di punggungku. Tidak boleh sekalipun menundukkan kepala padamu, meski kau terjatuh dan terluka.
"Naruto."
Maka tanda seru yang seberapa banyakkah, harus kutekankan untuk menghapus rasa ini padamu?
.
.
Kata-kata yang melukiskan betapa angkuhnya diriku saat itu…
Iya 'kan?
.
.
Sungguh menggelikan, aku masih bisa melihat bayanganmu tertawa di jembatan merah itu.
Aku masih bisa melihat senyum malu-malu dari ujung danau, tempatku berlatih ninjutsu api bersama ayah.
Masih bisa mememui sosokmu yang menyantap ramen di kursi favoritmu itu.
Bahkan aku masih bisa merasakan kehangatanmu dipelukanku…
Lucu sekali, padahal kau sudah tidak ada didunia ini…
.
.
Ne, Naruto…
Apakah kau sudah menjadi bintang di langit?
Bukankah kau sendiri yang mengatakan akan menjadi satu, di antara ratusan ribu bintang di atas sana?
Kalau iya, mungkinkah kau jadi yang paling terang?
Apakah kau melihatku dari sana?
Apakah bisa kau rasakan cinta ini?
Hey, Naruto… Jika kau memang menjadi bintang, maka jatuhlah…
Agar aku bisa mengucapkan permintaanku dan kau akan mengabulkannya…
.
.
.
.
Aku harap, bisa bertemu sekali lagi denganmu…
