a Naruto Fanfic
"The Mating(Perjodohan)"
By : Haruno Freya66 a.k.a Namkazettebayo
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance,Hurt/Comfort
Rated : T
WARNING : jelek banget, abal, gajelas, TYPO kayaknya sih ada, OOC mungkin juga membuat minus mata anda nambah/sakit mata seketika dan membuat sakit jantung *boong*
Pairing : NaruSaku
Chapter 2 : The Flashback
Happy Reading !
"ingat apa Naruto ?" Tanya Sakura
"pada saat pertama kali aku bilang suka padamu…" jawab Naruto sambil 'nyengir'
"ha ? jangan diingat baka! Malu tahu !" ucap Sakura
"hehehehe, tapi saat itu kau senangkan Sakura-chan ku sayaaang?" Tanya Naruto dengan nada menggoda
"iya hahahaha….. hmmm.." jawab Sakura…
FLASHBACK… (ingat, ini saat pertama kali Naruto menyatakan perasaannya, waktu umurnya 13 tahun alias 2 smp)
Sakura kelihatan marah, ia sepertinya menghadapi masalah sulit yang membuatnya kesal, ia pun terlihat lelah.
Sakura tentu lelah, karena sekarang ia sedang mengejar Naruto sahabat sekaligus orang yang suka menjahilinya.
"NARUTOOO KEMBALIKAN TEMPAT PENSILKU SEKARANG JUGA! BAKAA! KUTENDANG KAU!" teriak Sakura berapi api
Bagaimana orang tidak kesal ? tempat pensil yang Naruto ambil adalah salah satu benda kesayangannya, ya, itu adalah salah satu pemberian bibinya yang sekarang sudah pindah dari kota konoha ke luar negeri.
Naruto hanya menggerutu tak jelas, sebenarnya Naruto sedang memasang strategi untuk membawa Sakura ke taman dibelakang sekolahnya, ia ingin mengatakan sesuatu yang penting.
Naruto terus berlari sampai akhirnya sampai di taman, dibelakang sekolahnya itu. Lalu Naruto membawa Sakura ke bawah pohon yang daunnya berguguran, lalu Naruto berkata kepada Sakura.
"Sakura-chan, kukembalikan ini kepadamu, tapi dengarkanlah kata kataku ini, sore nanti pukul 4 ditaman komplek kita yang letaknya di dekat rumahmu, ada sesuatu yang penting ingin kusampaikan" jelas Naruto sambil mengembalikan tempat pensil milik Sakura.
Sakura mengambil tempat pensilnya ragu… Naruto menyuruhnya ke taman, apakah Naruto akan curhat tentang masalah pribadinya ?
"a…" belum sempat Sakura menjawab perkataan Naruto, Naruto sudah pergi meninggalkannya, ia kembali ke kelasnya.
Sakura terlihat bingung, apa yang harus ia lakukan ? baiklah, ia memutuskan untuk datang ke taman nanti, lalu ia pun meninggalkan taman sekolahnya…
.
.
.
.
.
.
Pulang sekolah…
Sakura baru saja sampai dirumahnya, rumahnya sepi, orang tuanya, pasti sibuk bekerja, adik atau kakak ? Sakura adalah anak tunggal.
Ia menaiki anak tangga menuju kamarnya, ia buka perlahan pintu kamarnya, kamarnya yang diberi sekat jendela besar yang jika jendelanya dibuka menghadap beranda rumahnya, ia melangkah kearah lemari pink besarnya yang berisi baju baju miliknya yang indah dan terlihat mahal….
Sakura teringat janji dengan Naruto, ia melirik jam dindingnya, sudah pukul 15.55 sore, mungkin ia harus segera berangkat mengingat Naruto yang berbicara dengannya dengan wajah serius, akhirnya ia menyambar baju sederhana yaitu kaus putih dengan hiasan bunga bunga pink dan rok putih selutut.
Setelah menukar bajunya dengan baju yang ia ambil dari lemari tadi, ia lalu melangkah keluar, keluar rumahnya menuju taman didekat rumahnya itu.
3 menit melangkahka kaki, Sakura sudah sampai di taman, tidak jauh memang, biasanya, pukul 3 sore ini banyak anak kecil, atau binatang binatang yang dibawa jalan jalan ke taman, tapi, tumben hari ini sepi, mengingat udara sedikit dingin.
Sakura mengedarkan matanya keseluruh penjuru taman, angin berhembus, dingin rasanya, lalu ia memeluk dirinya sendiri untuk menghangatkan dirinya, ia mengedarkan matanya lagi untuk melihat seluruh penjuru taman, akhirnya ia temukan sosok Naruto yang sedang duduk dibangku taman sendirian.
Ia menghampiri Naruto, lalu memanggil namanya
"Naruto-kun…" sapa Sakura pelan.
"ah Sakura, duduklah disini" jawab Naruto mempersilahkan Sakura duduk.
Sakura duduk dibangku itu berdua dengan Naruto, ia pandang wajah Naruto dengan penuh kelembutan dan kekhawatiran, takut takut ia justru membuat Naruto tambah bersedih, karena ia pikir, Naruto akan menceritakan kesedihannya.
"Sakura, maaf mendadak, aku ingin menyatakan sesuatu padamu…" ucap Naruto
"apa ?" jawab Sakura sambil memandang Naruto, pandangan mereka bertemu..
"aku tahu, kau tak akan menerimanya, sebenarnya, aku menyukaimu," ucap Naruto pelan, seperti berbisik.
Sakura merasa kaget matanya menyiratkan tanda bahwa ia tak percaya, perlahan wajahnya memerah, lalu ia merundukan wajahnya dalam dalam. Ia tak berani menatap wajah Naruto yang tampan itu.
"a..ku… sebenarnya juga suka padamu.." jawab Sakura yang masih tertunduk, sekarang giliran Naruto yang kaget setengah mati karena ternyata… Sakura pun menyukainya.
Naruto memegang dagu Sakura supaya Sakura tak menunduk terus menerus, ia mengangkat wajah Sakura sampai ia benar benar melihat wajah Sakura dengan jelas.
"kalau begitu… kita menjadi kekasih?" Tanya Naruto ragu
"ya.." jawab Sakura pelan
Lalu Naruto melepas tangannya dari dagu gadis haruno itu, Naruto pun reflex langsung memeluk Sakura erat, perlahan, Sakura membalas pelukan Naruto itu.
END OF FLASHBACK
Mereka yang mengingat masa lalu itu wajahnya langsung padam, mereka sama sama menunduk, mereka sebenarnya agak malu mengingat masa itu, 'blushing time' mereka pun berhenti setelah pelayan datang ingin mendata apa saja yang ingin mereka pesan
"maaf permisi mau pesan apa ?" Tanya pelayan itu ramah
Naruto dan Sakura yang sedari tadi menduduk langsung mengalihkan pandangan karena kaget, mereka langsung memandang pelayan itu bersamaan
"maaf ada apa ?" Tanya Naruto ke pelayan itu
"ada yang sudah mau dipesan ?" Tanya pelayan itu ramah.
"ah eh baik! Kami pesan ice cream cake 1, lemon tea 1, dan… kau apa Naruto?" ucap Sakura
"aku tiramisu cake 1, dan cappuccino 1! Ahaha, itu saja!" ucap Naruto
Pelayan menyatat pesanan Naruto dan Sakura cepat. Lalu berkata
"baiklah, silahkan ditunggu, permisi" lalu pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
.
Shionn yang sedang duduk di sofa besarnya meraih handphonenya yang letaknya dimeja tamu yang tak jauh dari sofa nya itu, lalu ia mengetik nomor dan menekan tombol call.
"halo, ibu, ibu bagaimana dengan perjalanan kejepangnya ? apakah malam ini ?" ucap Shionn
"halo nak, kita akan berangkat tengah malam ini dengan pesawat, tapi ayah bilang, kau harus berangkat lebih dulu, di bandara akan ada yang menjemputmu, ia akan membawamu kerumah baru kita dijepang." Jawab seorang diseberang telepon itu
"hahaha, terimakasih bu, aku akan berangkat sekarang." Jawab Shionn kepada seorang ditelpon itu.
Lalu Shionn mematikan sambungan telepon itu.
"PELAYAN… SIAPKAN BAJUKU YANG BARU KUBELI DIPARIS SEKARANG, AKU AKAN KEJEPANG SEBENTAR LAGI" teriak Shionn kepada pelayan pelayannya
""huhuhu, Naruto-kun, bersiaplah menjadi milikku" ucapnya saambil megembangkan senyum liciknya
.
.
.
.
.
.
.
.
Pelayan pun membawakan pesanan Naruto dan Sakura, pelayan pun menyapa merekaa ramah
"permisi, apakah kalian memesan makanan makanan ini ?" Tanya pelayan itu ramah
"yup, kami memesan itu semua" jawab Naruto dengan 'cengiran' lebarnya
Pelayan itu hanya menjawab dengan seyuman manis, lalu menaruh satu per satu pesanan mereka.
"terima kasih" ucap Sakura kepada pelayan itu.
"sama sama" jawab pelayan itu lalu menghilang.
Mereka memakan makanan yang sudah mereka pesan, Sakura memakannya terlalu berburu buru sampai sisa cream kuenya bersisa dibibirnya.
Naruto yang berada disebelah Sakura melongo melihat Sakura yang makan dengan terburu buru, ia tersenyum lalu tertawa pelan.
"apa yang lucu APA MUKA KU ANEH NARUTO ?" Tanya Sakura dengan "super deathglare" terbaiknya.
"bukan 'sayaang' " jawab Naruto yang merinding melihat deathglare milik Sakura itu
"tapi…" lanjut Naruto
Naruto mendekatka dirinya ke Sakura sampai tak ada celah diantara mereka, Naruto menggenggam pergelangan tangan Sakura sampai ia tidak bisa berkutik sama sekali lalu Naruto mendekatkan wajahnya sampai sangat dekat perlahan Naruto menjulurkan lidahya dan menjilat sisa sisa cream dibibir Sakura, Sakura tak mengerti, ia hanya memejamkan matanya, sampai Naruto melepas genggaman di pergelangan tangannya mendadak wajahnya seperti dibakar, wajahna memerah.
"nah, kalau begini beres, cream nya enak, hmm" ucap Naruto sambil mengembangkan senyum,
Sakura tak bisa berkata kata, ia hanya diam, lidahnya kelu, ia hanya melongo dengan wajah memerah, lalu tangannya terangkat dan menampar dirinya sendiri pelan, ia pun sadar. Lalu melanjutkan acara makannya.
Waktu pun menunjukkan pukul 9 malam, Sakura dan Naruto masih berbincang bincang di café sambil menyantap makanan yang mereka pesan, sampai akhirnya, Sakura memutuskan untuk pulang.
"Naruto, pulang yuk, sudah jam 9 malam, aku bias dimarahi ibu nanti, kalau aku pulang terlalu malam" ajak Sakura
"yosh, ayo pulang" jawab Naruto lalu bangkit dari kursinya
Mereka berdua pun menuju kasir untuk membayar makanan mereka, Naruto dan Sakura membayar setengah setengah, sebagian Naruto dan sebagian Sakura, tak terlalu mahal ternyata harga harga makanan di café itu….
Sakura dan Naruto pulang kerumah dengan bergandengan tangan, Sakura masih saja teringat kejadian tadi di café yang membuat wajahnya memerah bagaikan diberi api, sepertinya Sakura berlebihan, karena Naruto yang melakukannya saja terlihat biasa biasa saja.
Rumah Sakura diblok yang paling dekat dengan gerbang perumahan konoha itu, dan rumah Naruto hanya berbeda 1 blok dengan rumah Sakura, jadi, Naruto bias mengatarkan Sakura-nya itu pulang
"nah Sakura-chan, aku mengantarmu sampai sini saja, dah, Sakura-chan sampai jumpa senini nanti" ucap Naruto dengan meninggalkan kecupan manis di pipi Sakura yang membuat pipi Sakura memerah
Belum Sakura menjawab, Naruto sudah pergi melarikan diri, takut Sakura akan menghajarnya. Sakura pun hanya bias megangkat bahu dan masuk kerumahnya…
Didalam, ibu Sakura sudah menunggu, sepertinya ia ingin memarahi Sakura.
"SAA…."
TO BE CONTINUED
Gyahahahaha selesai juga akhirnya fic jelek ini…. ^^b
Nah, thanks for reviewnya :
Mizu-sama
Sakura –chan a.k.a miura aii
Marmoet hime chan
Misterious sakura
Mugiwara 'Yukii' UzumakiSakura
Balas yg non log in
Sakura :
Ah arigatou na reviewnya (_ _) *tunduk
Oh ya ? hehehehe ^^
Ya kuputuskan akan kulanjutkan
Thanks dukungannya sakura-chan (_ _) *nunduk2 ga jelas
Mizu :
Aih mizu sama thanks reviewnya (_ _) *tunduk
Ah masa bagus? Abal begini ^^
Kuusahakan kuupdate halilintar(?)
Hehehe
….
Yup, yup, malah tambah gaje, shioon ! maafkan makmu yang durhaka ini membuatmu antagonis(?) (_ _) maaf tapi tuntutan scenario T^T
Akhirkata, review please ! ^^
