Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Sword Art Online © Reki Kawahara
.
.
.
Multipairing:
Naruto x Asuna
Kirito x Shino
Genre: adventure/fantasy/scifi/mystery/romance
Rating: T
Setting: AU (Alternate Universe)(tahun 2033)
.
.
.
DIGITAL RIDER AND MIRROR WORLD
By Hikasya
.
.
.
Chapter 2. Black
.
.
.
CERITA SEBELUMNYA DI CHAPTER 1:
"GAWAT!" seru Kurama yang sangat panik."BOCAH! BERTAHANLAH! AYO, UBAH DIRIMU MENJADI DIGITAL RIDER SEKARANG JUGA!"
Naruto terperanjat. Napasnya sudah sesak sekali akibat belitan daging usus yang mencekik lehernya dengan kuat. Sehingga membuat tubuh Naruto melemah seketika.
"A-APA? A-AKU TIDAK TAHU CARANYA! KURAMA, TOLONG AKU!"
.
.
.
Rabu, 17 Februari 2016
.
.
.
Si musang berekor sembilan segera melakukan sesuatu. Ia pun mengubah dirinya menjadi sosok bercahaya jingga.
"Tenang saja bocah. Aku akan menjadi Digital Card sekarang. Masukkan aku ke slot Rider Gear yang berbentuk mulut musang itu."
Segera saja Kurama mengubah dirinya menjadi kartu lagi. Lalu terbang dan ditangkap oleh tangan Naruto. Lantas Naruto memasukkan Kurama yang berwujud kartu digital itu ke dalam slot gauntlet yang terpasang di tangan kirinya.
PIP!
["TRANSFORMATION!"]
Terdengar suara robot yang menggema dari Rider Gear itu. Menandakan dimulainya proses perubahan pada tubuh Naruto. Aliran energi Kurama telah mengalir ke seluruh tubuh Naruto dan memunculkan semacam kristal-kristal digital matrix dari dalam pori-pori kulit Naruto. Dalam sekejap mata, pakaian armor besi berwarna jingga kehitaman dengan helmet kepala musang membungkus seluruh tubuh Naruto. Kini Naruto sukses berubah wujud menjadi Digital Rider yang bernama Kyuubi.
WHUUUUSH!
Monster mutant berbentuk manusia gumpalan daging itu menarik Naruto dengan cepat ke dalam kaca jendela gedung itu. Otomatis Naruto pun masuk ke dunia cermin. Dunia kebalikan dari dunia nyata dan merupakan hasil rancangan luar biasa seseorang. Bisa dibilang dunia cermin adalah dunia digital atau dunia virtual yang terbuat dari suatu sistem program data. Antara dunia digital dan dunia nyata sudah saling terhubung. Jadi, media yang dapat memantulkan suatu objek secara nyata adalah pintu portal penghubung antara dunia cermin dan dunia nyata. Inilah suatu konsep terbaru dalam teknologi masa sekarang ini.
Dunia cermin atau Mirror World adalah dunia kebalikan yang dibuat secara nyata dan realitis dengan mengubah para manusia menjadi objek data digital matrix agar bisa hidup di sana. Tubuh asli akan berubah menjadi data digital matrix oleh suatu alat khusus yang bernama Rider Gear. Lalu kartu yang dimasukkan ke dalam Rider Gear adalah Digital Card, suatu ID Card yang dirancang khusus untuk membuka pintu portal ke dunia cermin. Digital Card bisa berubah bentuk menjadi suatu karakter yang hidup di dunia cermin. Karakter-karakter monster bijuu yang menjadi penjaga dunia cermin dan ditugaskan untuk saling bersaing merebut gelar yang Terkuat agar dapat bertemu dengan penguasa dunia cermin. Tapi, usaha mereka akan selalu digagalkan oleh para monster jahat yang bernama Mutant. Jadi, langkah mereka untuk bertemu dengan penguasa dunia cermin, akan selalu dihalangi oleh para Mutant. Di samping itu, para karakter monster bijuu harus mencari parnert manusia yang bisa membantu mereka untuk menghancurkan para mutant dan juga membantu mengalahkan para bijuu lainnya. Para manusia yang membantu bijuu itu disebut Digital Rider. Mereka adalah manusia terpilih yang harus mengalahkan para Digital Rider lainnya, memusnahkan para mutant yang mengganggu dan berusaha menjadi yang Terkuat agar dapat bertemu dengan penguasa dunia cermin. Dengan begitu, permintaan Digital Rider yang terkuat itu akan dikabulkan oleh sang penguasa dunia cermin. Penguasa dunia cermin yang bernama The King.
Karena itu, banyak manusia yang tidak bisa bertahan menjadi seorang Digital Rider. Mereka mati begitu saja karena tidak bisa beradaptasi dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Mereka adalah orang-orang lemah yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan energi para bijuu. Maka mengakibatkan mental dan psikis mereka terganggu karena tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Biasanya mereka akan kalah dan mengalami game over dalam pertarungan pertama mereka. Maka mereka di-kick atau dikeluarkan secara otomatis dari dunia cermin ke dunia nyata. Berakhir dengan kematian karena tubuhnya meledak seperti kaca pecah dan menjadi pecahan-pecahan poligon yang berserakan di udara serta menghilang dari dunia nyata untuk selama-lamanya.
Itulah yang ditakutkan oleh orang-orang yang terpilih menjadi Digital Rider. Resikonya sangat besar. Mau atau tidak. Siap atau tidak siap. Mereka harus menghadapi kenyataan hidup yang mereka alami sekarang. Menjadi Digital Rider yang terkuat di dunia cermin. Mereka harus bertarung agar bisa bertahan hidup.
Jadi, Naruto telah terpilih menjadi Digital Rider berikutnya. Otomatis Naruto menjadi pemain pemula yang memulai dari awal permainan.
WHUUUSH! BRUAAAAK!
Naruto terjerembab jatuh di trotoar berbatu di depan sebuah gedung yang sepi, saat ditarik oleh monster gumpalan daging bermata satu. Lokasinya tetap sama seperti di dunia nyata. Tapi, semuanya terbalik.
Leher Naruto masih dibelit oleh daging usus yang sangat panjang dari dalam mulut sang monster. Naruto berusaha melepaskan diri dari belitan di lehernya yang sangat kuat. Apalagi monster itu sangat senang karena telah menarik mangsa berikutnya ke dunia cermin. Saatnya untuk mengalahkan pemain baru yaitu Naruto.
TAP! TAP! TAP!
Sang monster digital berjalan pelan ke arah Naruto yang tergeletak tak berdaya di trotoar batu. Napas Naruto sangat sesak. Dia tidak bisa bergerak sama sekali karena tubuhnya melemah begitu saja.
"Ku-Kurama ... A-Apa yang harus kulakukan? A-Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. To-Tolong aku, Kurama," kata Naruto nyaris tak terdengar lagi.
Kurama yang berada di dalam Rider Gear yang terpasang di lengan kiri Naruto, menjawabnya dengan suara robot yang berat.
["Aku akan menuntunmu. Ambil kartu digital yang berada di slot sabuk yang terpasang di pinggangmu itu. Ucapkan kalimat respon suara dengan keras, WINDY SWORD!"]
Naruto pun menuruti apa yang diperintahkan Kurama padanya. Tangannya berusaha menggapai slot tengah sabuk yang terpasang di pinggangnya.
"WINDY SWORD!" seru Naruto sekeras mungkin.
SRIIIING!
Sebuah kartu menjelma dari dalam slot tengah sabuk pinggang Naruto. Sebuah kartu digital bergambarkan pedang berwarna jingga dengan gagang kepala musang. Lalu Naruto mengambil kartu itu dengan cepat.
Kurama berseru lagi,["CEPAT MASUKKAN KARTU ITU KE DALAM SLOT RIDER GEAR INI!"]
Dengan cepat lagi, Naruto memasukkan kartu itu ke dalam slot mulut Rider Gear berbentuk kepala musang. Terdengar suara robot lagi.
["WINDY SWORD! ACTIVATE!"]
PIP!
Muncul sebilah pedang berwarna jingga dengan gagang kepala musang dari dalam mulut Rider Gear. Pedang itu sangat panjang dan besar. Tangan kanan Naruto menangkap pedang itu dengan sempurna.
Melihat itu, sang monster bersuara keras dan langsung menarik Naruto lagi serta mengeluarkan percikan listrik dari badannya menuju daging usus yang membelit leher Naruto. Percikan listrik itu menjalar sepanjang daging usus monster tersebut, dengan cepat dan akan menyengat Naruto sekarang juga.
Sebelum itu terjadi, atas inisiatif bimbingan dari Kurama, tangan kanan Naruto yang memegang pedang angin itu langsung memotong daging usus itu sampai putus.
DAAAASH!
Alhasil, Naruto terbebas dari cengkeraman sang monster. Monster itu pun menari-nari kesakitan karena daging ususnya putus. Ia pun menelan kembali daging usus itu ke dalam mulutnya.
Tanpa ditunggu lagi, monster itu menyerang Naruto dengan kejutan listrik yang didapatkan dari tubuhnya. Inilah serangan listrik berdaya 10.000 volt.
BZZZZT! BZZZZZT! BZZZZZZZZZT!
Naruto tersentak dan langsung berusaha menghindari serangan listrik itu. Dengan bantuan Kurama, Naruto mengambil sebuah kartu digital lagi yaitu kartu berbentuk sayap. Lalu dimasukkan ke dalam Rider Gear. Memungkinkan Naruto bisa terbang karena mode yang dia gunakan dalam tahap pemula seperti ini adalah mode 1. Mode 1 yang mempunyai kekuatan elemen yaitu angin.
Jadi, Naruto baru berada di level satu. Ini adalah pertarungan pertamanya di dunia cermin dalam waktu yang masih singkat.
Pertarungan masih berlangsung. Monster itu terus melancarkan serangan listrik berdaya sangat besar secara bertubi-tubi ke segala penjuru. Kemanapun Naruto pergi. Tidak ada celah sedikitpun bagi Naruto untuk menyerang. Meskipun Naruto menggunakan teknik terbang yaitu "FLY", merupakan teknik sistem yang diprogramkan di dunia cermin. Naruto hanya bisa menghindar sementara waktu agar tidak terkena dampak damage.
Serangan monster yang terlampau besar karena serangan listrik berkapasitas 10.000 volt ini, bisa menimbulkan damage yang sangat besar dan bisa menyebabkan HP menjadi merah dalam sekejap mata. Jika kenyataannya begitu, berarti sekali terkena serangannya bisa game over dan mati begitu saja. Berarti juga orang yang bernama Yahiko Pain itu, pasti mati karena kewalahan menghadapi monster gumpalan daging ini. Jadi, Naruto harus berhati-hati. Jangan sampai HP-nya menjadi merah karena serangan monster yang dikategorikan mutant kelas A.
Dengan gesit dan kecepatan bagaikan angin, Naruto berusaha menghindar setiap serangan listrik yang menuju ke arahnya. Kadang-kadang ia tidak sempat menghindar lagi, maka Kurama membantu Naruto dengan pelindung angin yang bernama "Wind Shelter". Suatu teknik yang menggunakan angin sebagai pelindung diri yang berbentuk bola biru. Sehingga bisa melindungi Naruto dari terjangan listrik yang semakin banyak.
Kurama menggeram dan kesal melihat semua ini. Ia pun memutar otaknya agar bisa memusnahkan monster itu.
["Ukh, menyebalkan! Monster itu susah sekali untuk diserang. Dia terus melancarkan serangan listriknya yang bermuatan sekitar 10.000 volt. Aku harus melakukan sesuatu."]
"Jadi, bagaimana, Kurama? Tidak mungkin kita bertahan seperti ini terus. Kita harus menyerangnya. Apalagi aku masih memegang pedang angin."
Pelindung berbentuk bola biru yang dipancarkan dari tangan kiri Naruto itu, tetap melindungi Naruto dari terjangan listrik-listrik itu. Dia tidak mampu lagi menahan guncangan listrik-listrik yang begitu kuat.
Bagaikan mendapatkan pencerahan dari bola lampu, Kurama pun berseru.
["Ayo, gunakan teknik serangan jarak jauh. Teknik yang tidak memakai sistem program yang dirancang di dunia digital ini. Teknik pedang alami buatanku sendiri yaitu ...]
PAAAAAATS!
Pedang angin semakin bercahaya jingga, dalam proses peningkatan energi data elemen angin. Pedang itu digerakkan Naruto dalam posisi seperti memanggul pedang di bahu.
["DESTROYER TWISTER!"]
Kurama berteriak kencang bersamaan Naruto mengayunkan pedang seperti memukul baseball. Terciptalah serangan jarak jauh berbentuk angin puyuh berputar-putar spiral dalam kecepatan cahaya dan meluncur menerjang serangan listrik yang terus dilancarkan si monster. Lalu angin puyuh besar itu menyerap listrik-listrik itu dan terus bergerak cepat ke arah si monster sampai menelan si monster hingga hancur meledak menjadi pecahan-pecahan poligon.
WHUUUUUUUUSH! PRAAAAANG!
Monster itu kalah dan lenyap begitu saja. Muncul kode tulisan yang terpapang di dalam kaca bening di sekitar mata pada helmet Naruto. Tulisan yang menampilkan kalimat "YOU WIN".
Naruto menurunkan pedangnya. Napasnya sangat tersengal-sengal. Keringat dingin mengucur. Tubuhnya membungkuk sedikit. Ia merasa lega dan senang sesaat.
"A-Akhirnya ... Se-selesai ... A-Aku menang ... Hosh ... Hosh ... Hosh ...," Naruto tersenyum kecil di balik helmetnya."Terima kasih Kurama. Kau telah membantuku untuk bisa mengalahkan monster itu."
["Hm, sama-sama. Aku senang kalau kau bisa beradaptasi dengan baik dan mau mendengarkan arahanku tanpa banyak bertanya. Biasanya orang-orang yang terpilih sebelumnya, tidak mau mendengarkan aku dan memilih untuk bergerak sendiri saat monster mutant datang menyerang mereka. Ya, akibatnya seperti tadi, orang yang bernama Yahiko Pain tidak mendengarkan aku. Dia berkata dengan sombong karena dia bisa mengalahkan monster tanpa arahan dariku padahal dia baru saja kutunjuk menjadi pemain baru. Tapi, akhirnya dia kalah dan mati begitu saja. Lalu kau datang dan langsung saja kutunjuk untuk menggantikan Pain. Syukurlah kau mau mendengarku, bocah. Akhirnya kau menang juga di awal pertarungan pertamamu. Selamat untukmu eeeeer ... Hm, siapa namamu, bocah?"]
"Naruto. Namaku Namikaze Naruto."
["Baiklah, Naruto. Selamat buatmu, Naruto. Kau telah sukses memenangkan pertarungan pertamamu."]
"Terima kasih."
Naruto tersenyum sekali lagi. Tangan kanannya tetap memegang pedang anginnya itu.
["Teruslah berjuang dan maju untuk melanjutkan pertarungan selanjutnya. Agar kau bisa bertahan hidup, maka kau harus terus bertarung untuk mengalahkan para Digital Rider lainnya. Setelah ini, kau bisa pulang ke dunia nyata jika kau mau atau apakah kau ingin masih bertarung di dunia cermin ini. Itu terserah kau saja. Aku tidak memaksamu. Lagipula kau sudah termasuk Digital Rider sekarang. Aku harap kau bisa mengerti dengan apa yang terjadi pada dirimu sekarang ini. Kau bisa menerima kenyataan ini. Tidak syok lagi. Tidak ..."]
Belum sempat Kurama melanjutkan perkataannya, Naruto memotongnya.
"Ya, aku mengerti. Aku sudah mengerti dengan apa yang terjadi padaku sekarang, Kurama."
["Oh iya, tapi apa itu benar?"]
"Itu benar."
["Hm, baguslah. Jadi, untuk seterusnya aku akan selalu membantumu jika kau membutuhkan aku. Kau adalah parnert-ku sekarang. Kau tidak bisa menolak semua ini lagi, bocah."]
"Ya ... Ya ... Aku mengerti."
Naruto tertawa menyengir di balik helmet yang menutupi wajahnya. Ia begitu senang karena sudah cukup mengerti dengan keadaan yang terjadi padanya hari ini.
Kurama juga tersenyum di dalam Rider Gear. Ia juga senang karena sudah menemukan parnert yang sehati dan mudah beradaptasi dengannya. Syukurlah, dia berhasil menemukan orang yang tepat.
["Oke, selanjutnya kau akan melakukan apa, Naruto?"]
Naruto memegang dagunya dengan tangan kirinya. Ia berpikir sejenak.
"Sepertinya aku mau pulang saja dulu. Lagipula di sini tidak ada seorangpun yang terlihat lagi," Naruto mengedarkan pandangannya ke segala arah."Aku lelah sekali dan merasa lapar sekarang."
Tangan kiri Naruto diturunkan untuk memegang perutnya yang tidak mau kompromi lagi. Kurama pun tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya.
["Hehehe ... Dasar bocah payah! Seharusnya kau bergerak lebih jauh lagi untuk mencari keberadaan Digital Rider lainnya. Tapi, kau malah ingin pulang."]
"Yaaaaah, mau bagaimana lagi? Aku lapar karena baru saja pulang sekolah, tahu. Makanya aku ingin segera pulang ke rumah dan ingin makan siang."
Wajah Naruto pun sewot. Ia sedikit kesal dibuatnya.
Kurama mengerti itu. Ia pun menyetujui permintaan Naruto itu.
["Baiklah, kau boleh pulang. Tapi, jika tiba waktunya untuk masuk ke dunia cermin lagi, aku akan memanggilmu. Bagaimana?"]
Naruto langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya, itu tidak masalah bagiku."
["Hm ... Aku akan mengeluarkanmu dari dunia cermin sekarang."]
DEG!
Tiba-tiba jantung Naruto berdetak sangat kencang ketika mendapati kemunculan sosok berpakaian armor besi serba hitam dengan jubah hitam yang terpasang di dua bahunya. Jubah hitam itu berada di punggungnya dan berkibar-kibar seperti bendera. Helmet yang dikenakannya berbentuk seperti kelelawar. Di tangan kirinya, terpasang sebuah Rider Gear yang berbentuk kelelawar juga.
Entah siapa dia. Apakah dia termasuk dalam Digital Rider juga? Namun, yang pasti dia berdiri tak jauh dari Naruto sekarang. Dia berdiri dalam keadaan yang sangat tenang.
Hening.
Tempat itu menjadi hening sebentar. Mereka terdiam saling memandang lama antara satu sama lainnya. Mereka saling berpikir dan mulai menebak siapa diri lawan masing-masing sekarang.
Rider Gear milik Naruto bergetar sedikit. Kurama di dalamnya, tersentak kaget akan kedatangan sosok berpakaian armor besi serba hitam itu. Ia sangat mengenali sosok itu.
["Di-Dia, kan ...?!"]
Naruto tersentak dengan perkataan Kurama. Ia pun melihat ke arah Rider Gear-nya.
"Kau mengenalnya, Kurama?" tanya Naruto penasaran.
["Ya, dia adalah Digital Rider yang bermain tanpa parnert. Dia termasuk dalam pemain solo yang tidak memihak siapapun. Dia tidak pernah berniat untuk mengalahkan para Digital Rider yang mempunyai parnert. Dia hanya bergerak untuk memusnahkan para mutant yang berkeliaran di dunia cermin ini. Kadang-kadang dia datang dengan tiba-tiba untuk membantu Digital Rider yang kewalahan saat menghadapi para mutant. Tapi, kadang-kadang datang untuk menghentikan pertarungan antar Digital Rider. Dia tidak mau ada lagi Digital Rider yang bertarung dengan Digital Rider lainnya hanya untuk menjadi yang Terkuat. Dia mengatakan jalan permainan ini salah. Para Digital Rider telah dibohongi oleh penguasa dunia cermin. Penguasa dunia cermin yang bernama The King, telah merancangkan siasat untuk mengadu domba para Digital Rider. Tapi, sedikit Digital Rider yang mempercayainya. Ada juga yang tidak mempercayainya dan tetap fokus mengikuti jalan permainan ini. Bahkan Digital Rider lainnya pernah mencoba bertarung dengannya. Akhirnya Digital Rider itu kalah dan mati begitu saja. Dia tidak dapat dikalahkan begitu saja oleh para Digital Rider. Karena itu, dia dijuluki Black. Digital Rider Black."]
Kurama menjelaskannya dengan panjang lebar. Naruto mendengarkannya dengan baik. Lalu titik fokus perhatiannya tertancap pada Digital Rider yang bernama Black itu. Digital Rider yang bergerak sendirian tanpa ada parnert monster digital yang menemaninya.
'Black? Jadi, namanya Black. Digital Rider tanpa parnert. Dia tidak bisa dikalahkan begitu saja oleh para Digital Rider lainnya. Siapa dia sebenarnya? Aku jadi penasaran,' batin Naruto yang berbicara di dalam hatinya.
Black, si Digital Rider hitam itu tetap berdiri di tempatnya sedari tadi. Tanpa bergerak sedikitpun. Ia terus memperhatikan Naruto dengan teliti.
Segera saja Naruto yang mengawali percakapan di suasana hening ini.
"Hei, siapa kau?" Naruto bertanya dengan suara yang sangat keras.
Digital Rider hitam itu menjawabnya dengan nada yang datar.
"Aku Black," balasnya cepat."Kau pasti pemain baru yang ditunjuk Kurama untuk menggantikan Digital Rider sebelumnya, kan?"
"Ya, itu benar."
"Aku ingin bertanya tentang sesuatu hal padamu."
"Apa itu?"
Naruto penasaran dengan apa yang akan ditanyakan oleh Black itu. Black memandang Naruto dengan serius.
"Apa tujuanmu setelah terpilih menjadi Digital Rider Kyuubi sekarang? Apakah kau ingin bertarung melawan para Digital Rider lainnya hanya untuk menjadi yang Terkuat atau kau bertarung untuk menghentikan pertikaian para Digital Rider lainnya dan memilih untuk memusnahkan para mutant yang berkeliaran di dunia cermin ini? Berikan jawaban satu pilihan saja padaku sekarang juga. Jangan banyak berpikir. Waktumu untuk menjawab pertanyaan ini hanya lima detik saja."
"Apa?"
Kedua mata Naruto sedikit membulat. Ia tersentak kaget. Namun, ia bisa menguasai dirinya dengan cepat. Segera saja ia menjawab pertanyaan Black itu.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
SAATNYA MEMBALAS REVIEW:
hutamara senju: oke, yo. Lanjut nih.
Ame Sang Hunter: oh, kamu benar. Kirito jadi Raja ya? Oke deh, liat aja nanti.
Kitsune857: iya, kayak kamen rider Ryuki. Rider yang aktif ada sekitar 14 orang. Digital monster ada Zero tails, Shukaku, matatabi, Isopu, Son Goku, Hokou, Saiken, Chomei, Hachibi, Kurama, dll.
adityapratama081131: ya, adit. Ini lanjut kok.
The KidSNo OppAi: oke, lanjut.
.
.
.
A/N:
CHAPTER 2 UPDATE!
Terima kasih yang udah mereview fic ini.
Sampai jumpa di chapter 3 ya.
Salam, HIKASYA
Kamis, 18 Februari 2016
