A/N: Fic ini merupakan projek yang memadukan 2 webnovel bergenre issekai [A Realist Hero's Kingdom Reconstruction Chronicle & Modern Weapons Cheat in Another World]. Adapun kemiripan plot yang dimiliki oleh Fic ini merupakan murni penyesuaian. Sedangkan untuk even-even yang terjadi di Fic ini merupakan ide dari Ane. Selebihnya merupakan sumber referensi yang Ane gunakan untuk kepentingan Fic ini.
.
.
.
Sudut pandang Penulis
Sore ini, Naruto bersama Perdana Menteri dan beberapa Aristokrat terpercaya telah berkumpul di sebuah lapangan kosong di luar dinding ibu kota [Binonten]. Mereka tak bersama Raja terdahulu karena suatu alasan*.
*A/N: Mesra-mesraan sama istri :P
Hari ini, mereka berencana untuk menyaksikan secara langsung kekuatan yang dimiliki oleh Naruto yang telah diberkati oleh perlindungan [Li Illa]*.
*A/N: Dia itu semacam dewa yang ada di dunia ini.
'Kalau begitu ayo periksa kemampuanku.'
Tanpa menggerakkan tangan atau kakinya, hanya dengan memikirkannya, Naruto membuat panel menu muncul di udara.
[Panggil Senjata]
[Status]
[Summon yang Tersedia]
[Kemampuan]
[Peta]
[Bantuan]
Naruto mulai mengoperasikan layar menu, sebagai percobaan, dia mencoba untuk memanggil [Karabin M4].
Bukankah itu aneh?
[Karabin M4] tidak muncul, bahkan setelah dia menunggu beberapa saat.
Sementara bingung, Naruto membuka layar [Summon yang Tersedia].
[Panggil Senjata]
Hanya senjata yang dikembangkan sebelum dan selama tahun 1945-lah yang dapat dipanggil.
'...tidak mungkin.'
Naruto memiliki firasat yang tidak menyenangkan, dia lalu mengoperasikan layar sampai dia menemukan sesuatu. Dia mulai berkeringat dingin.
[Keterbatasan yang telah diterapkan akan mencegah pemanggilan senjata apapun melewati tahun 1945. Jumlah senjata yang dapat dipanggil kembali dan jumlah prajurit juga terbatas. Keterbatasan dapat diubah jika Anda naik level, karena kemampuan ini menggabungkan sistem leveling]
'Uhhh…'
Naruto menyesal karena tidak memeriksa apa batasan kemampuannya yang Ia miliki.
Meskipun masalah utama telah diselesaikan, namun sulit untuk tetap tenang dalam kondisi seperti ini.
Jumlah Bantuan yang bisa dipanggil tampaknya meningkat setiap kali naik level. Ditambah lagi, Dia mampu memanggil bantuan persenjataan dari tahun 1945 hingga ke bawah. Ini akan menjadi kemampuan cheat yang tak terduga di dunia ini.
Naruto memutuskan untuk memikirkan ini secara positif.
Berapa level-ku saat ini? Lebih baik Aku periksa di menu status.
Naruto mengoperasikan menu untuk menampilkan layar status.
Nama:
Namikaze Naruto
Level:
1
Peralatan:
Seragam, Sepatu
Ini adalah layar status yang sangat sederhana…
'Aku ingin tahu, apakah Aku dapat memeriksa yang lainnya.'
Naruto memutuskan untuk memeriksa apa yang bisa dia panggil.
[Jumlah Bantuan yang bisa dipanggil]
Jumlah yang dapat dipanggil karena batasannya adalah sebagai berikut:
Infanteri - 1.000 orang (1 Batallion)
Artileri - 200
Kendaraan - 450
Pesawat Terbang - 250
Kapal - 50
※ Saat Bantuan ini dipanggil, jumlah orang yang diperlukan untuk mengoperasikannya juga akan dipanggil.
※ Personil logistik (Insinyur Tempur, Prajurit Pemeliharaan, Tentara Komunikasi, Tentara Pemasok, & Petugas Medis) tidak termasuk dalam memanggilan tentara, dan dipanggil secara terpisah. Jumlah Personil Logistik yang dapat dipanggil adalah jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan divisi.
※ Tidak ada batasan untuk memanggil senjata kecil dan senjata berat yang dapat dioperasikan oleh 2 atau 3 tentara.
[Kemampuan]
Penguatan Mental (Kuat)
Penguatan Tubuh (Rata-rata)
Bahasa Umum
[Peta]
Lokasi Saat ini: Dinding Timur di Luar Kota [Binonten]
[Bantuan]
[Struktur infanteri]
Ketika memanggil seorang prajurit, usia, jenis kelamin, penampilan dan ras dapat dipilih. Jika Anda tidak memilih apa pun, semua variabel tersebut akan dipilih secara acak. Ketika seorang tentara terbunuh, mereka tidak dapat dipanggil lagi.
[Kemampuan]
Pemanggilan bisa dilakukan menggunakan pikiran atau suara Anda. Jangan gunakan layar menu.
Prajurit dan senjata yang dipanggil dimungkinkan untuk dihapus.
Ketika bertempur, senjata dan tentara tidak bisa dipanggil.
Naruto mulai memeriksa semua perlengkapan dan prajurit yang dapat dipanggil.
[StG44], Senapan serbu asal Jerman, granat tangan [M24], pistol [P38], & [Bayonet].
... Ini adalah perlengkapan milik infanteri Jerman.
Untuk saat ini, Aku harus mengganti pakaianku agar cocok. Apa yang harus Aku pakai... Seragam perwira M43? Sangat bagus untuk menyatukan senjata Jerman dengan seragam Jerman.
Selain pakaian. Dia juga mendatangkan peralatan yang sesuai untuk percobaan. Sekop portabel, ransel, obat-obatan, helm dan sepatu bot militer.
Naruto memutuskan untuk memeriksa statusnya dengan peralatan barunya.
[Status]
Nama:
Namikaze Naruto
Level:
1
Peralatan:
Helm, Sarung tangan, Pakaian Perwira [M43], sekop portabel, ransel dan sepatu bot militer.
Main Weapon:
[StG44]
(Bullets: 7.92 × 33 mm, Amunisi: 1 magazine = 30 peluru)
Secondary Weapon:
[Walther P38]
(Bullets: 8 × 9mm, Amunisi: 1 magazine = 8 peluru)
Peralatan Tambahan:
Granat [M24]: 2 buah
[Bayonet] : 1 buah
Senapan ini berat…
Naruto terkesan dengan berat [StG44], senyum melayang di wajahnya.
'Kalau begitu, haruskah Aku memanggil 1 Company* untuk percobaan? '
*A/N: 1 Company = 250 orang tentara.
Pemanggilan pun dilakukan bersama cahaya yang bersinar terang di matanya. Pada saat berikutnya, sekelompok tentara yang mengenakan seragam [M43] berjejer di depannya. Tak satu pun dari mereka tampak kacau sama sekali.
"Ooh!"
Naruto merasa tegang ketika dia menyadari bahwa para prajurit itu berbaris menunggu perintahnya.
Sedangkan Perdana Menteri dan orang-orang menyertainya terkejut bukan main.
Mustahil… bagaimana bisa Ia memanggil orang-orang itu? Pikir orang-orang itu dengan tatapan tak percaya.
"Kami adalah [First Company]. Kami berjumlah 250 orang tentara." Ucap seorang perwira sambil memberi hormat kepada Naruto.
Naruto mendengarkan kata-katanya, lalu membalas salutnya.
"Dipahami. Ngomong-ngomong, siapa Anda?"
Naruto bertanya kepada seorang prajurit terdekat yang membalas salutnya. Merasa dipanggil, Prajurit itu pun lalu mengambil langkah maju ke arah Naruto.
Dengan postur yang kuat dan kokoh, prajurit itu memberi hormat lalu berkata.
"Hai! Nama Saya Hyuuga Hinata, Letnan Komandan, pemimpin [First Company]. Saya bersumpah akan melayani Anda sebagai seorang bawahan, Danna-sama*. Tolong perlakukan saya dengan baik."
A/N: 'Danna-sama' kalo diartikan ke Indo tuh artinya Suamiku :)
Pikiran Naruto telah mengembara saat memandang para prajuritnya, dia sepertinya hanya mendengar namanya dan beberapa baris terakhir.
"Kalo begitu… Aku akan mengandalkanmu di masa depan, Letnan Komandan Hinata."
Tanpa menyadarinya, Naruto mulai berbicara dengan nada memerintah.
"Ya, tolong lakukan. Saya akan melayani Danna-sama dengan seluruh kekuatan Saya."
Tunggu ... ada apa dengan Letnan Komandan ini.
"Dipahami. Ngomong-ngomong, Letnan Komandan, berapa rasio gender di Company ini?"
Ketika Naruto pertama kali melihatnya, ada banyak sekali wanita di dalam pasukan ini.
"Ada sekitar 150 prajurit wanita dari total 250 prajurit, termasuk Saya."
... meski Aku tidak mengatur parameter dari summon, tampaknya sebagian besar dari mereka adalah cewe.
Sementara dia memikirkan hal seperti itu, Letnan Komandan membuka mulutnya untuk berbicara.
"Meskipun sebagian besar dari kami adalah cewe, tetapi tingkat keterampilan kami tidak jatuh berbeda dengan para cowo. Jadi, Anda tak perlu khawatir karena Kami bisa menjaga diri Kami sendiri."
Rasa khawatir tampak tersebar di wajah Letnan Komandan yang sedang menatap Naruto dengan penuh perhatian.
"Ugh… guugh!"
Naruto, yang tidak bisa lagi menahan tatapan Letnan Komandan, mengeluarkan pidato kepada pasukannya.
"Wahai Para Prajuritku—"
Naruto memberi instruksi kepada para bawahanya dengan suara tegas.
"—Seperti kalian ketahui. Saat ini, dunia ini telah ditelan oleh bencana peperangan panjang yang menewaskan lebih dari ratusan juta jiwa. Setiap harinya, Kami mendengar banyak sekali kabar yang tak mengenakan. Salah satunya ialah seorang suami yang menangis menjerit-jerit saat melihat istri dan anak gadisnya diperkosa dihadapannya dan lalu mereka semua dibunuh seperti BINATANG!"
Naruto memberi tekanan pada kata 'binatang' untuk memancing kemarahan para prajuritnya.
"—Wahai rekan-rekan seperjuangaku, hari ini kita akan mengingat kembali tentang kenangan pahit milik kita. Kenangan yang begitu memilukan tentang peperangan yang terjadi di dunia kita yang dulu. Bahkan jika kita bandingkan kekejaman para penjahat perang dengan bajingan tengik yang ada di dunia ini. Mereka bukanlah apa-apa. Mereka tidak mendekati seujung pun kekejaman para diktaktor bangsat yang telah membantai miryaran nyawa manusia di bumi.
Dan, apakah kita akan membiarkan kebiadapan ini terus berlanjut? Apakah kita akan menutup mata kita? Apakah kita membiarkan kejadian memilukan itu terjadi lagi di dunia ini? Jawabannya adalah TIDAK!"
Tatapan matanya begitu tajam bagaikan seorang predator yang siap menerkam mangsanya. Dan, hal itu sukses membuat orang-orang dari kerajaan menggigil ketakutan dan seakan tak mampu mempertahankan berat tubuh mereka sendiri.
"—Wahai Saudara-saudariku…
Kita telah dilecehkan, dihina, diusir & bahkan diasingkan dari Tanah Air kita sendiri! Harusnya, kita semua telah mati! Mati dengan kehinaan tanpa bisa melawan takdir! Tapi, orang-orang dari [Krisna] justru menolong kita semua dari penjara derita yang bernama takdir! Kita diberi makan, diberi tempat tinggal, dianggap saudara, bahkan mereka mau membagikan makanan mereka kepada kita. Kita terselamatkan, kita tertolong, kita diterima, kita dikasihi, kita dicintai.
Tapi, mereka… orang-orang barbar itu berkeinginan untuk merebut & merampas rumah kita! Tanah air kita lagi!
Saudara-saudariku…
Jika kita tidak ingin hal itu terjadi lagi kepada anak & cucu kita. Maka—"
Napasnya seakan mau copot, Dia benar-benar dihanyutkan oleh pidatonya sendiri. Namun, bagi Naruto ini merupakan kesempatan untuk melatih skill kepimpinannya dan juga karisma yang Dia miliki.
"—ANGKATLAH SENJATA KALIAN! TEGAKAN DADA KALIAN! DAN LOTOTILAH MUSUH KALIAN! Tunjukanlah kepada mereka kekejaman yang telah mendarah daging dalam sejarah kelam milik bangsa kita*."
A/N: Yang ia maksud itu adalah orang-orang di planet bumi.
"HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!"
"—Mulai saat ini, Kalian semua adalah bagian dari kerajaan [Krisna] dan juga merupakan bagian kekuatan tempur milik negara ini!"
"HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!"
"—Kalian semua adalah ujung tombak dan juga pelindung bagi bangsa ini!"
"HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!"
"—Maka dari itu…
TUNJUKAN TARING KALIAN! TUNJUKAN SEMANGAT KALIAN! Dan kobarkan bendera kematian kepada MUSUK KALIAN!"
"BUNUH MEREKA SEMUA!" "JANGAN BERI AMPUN!" "HABISI MEREKA SEMUA!"
"—Wahai Saudara-Saudariku! Jika kalian benar-benar menginginkan perdamaian, maka bersiaplah untuk BERPERANG!"
"HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!" "HAH!"
"Si vis Pacem, Para Bellum!"
"SI VIS PACEM, PARA BELLUM!" "SI VIS PACEM, PARA BELLUM!" "SI VIS PACEM, PARA BELLUM!" "SI VIS PACEM, PARA BELLUM!" "SI VIS PACEM, PARA BELLUM!" "SI VIS PACEM, PARA BELLUM!"
Dan dalam sekejap, kobaran semangat milik para prajurit ini makin membesar dan seakan tak dapat dipadamkan lagi…
※※※
Semenjak saat itu, Kerajaan [Krisna] yang dulunya memiliki kebijakan non-agresi telah merubah kebijakan politik mereka dan mengubah semboyan negara mereka menjadi 'Si Vis Pacem, Para Bellum'. Dan seiring berjalannya waktu, Kerajaan [Krisna] kelak akan mengubah namanya menjadi Negara Kemiliteran [Parabellum]*…
*A/N: Nama Parabellum diambil dari frasa bahasa Latin 'Si Vis Pacem, Para Bellum' yang artinya "Bila kamu menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang".
