Chalice : hehehehe... kita mulai saja dibading banyak curhat karena update la-

Natsuki : *memeluk Chalice dengan tangan berdarah-darah* Chalice-cama~ belum Feedback~

Chalice : *ketakutan* ahahaha... ok,oke... kita Feedback dulu...

Natsume : FeedBack :


Ryu Kago :

Chalice : Suka? hueee! ada yang suka dengan cerita horror ku! *nangis lalu meluk Natsume*

Natsuki : dikrpisi *kesusahan bicara*

Chalice : Dikripsi? hmm... bagaimana ya, saya juga merasa dikripsinya kurang cuman saya kaga tahu mau di buat apa dikripsinya *garuk-garuk kepala*, kalau sisa sarannya bakal saya usahin asalkan tidak lupa #ditendang reader.

Natsuki : TYPO, kekekeke... , maklum Chalice itu ratunya TYPO #chalice di tendang massa.

Natsume : A/N ya.. *death glare ke Chalice*

Chalice : akan saya usahakan dikit *ketakutan ngelihat Ocnya yang mukanya langsung sangar*, tapi intinya terimakasih sudah mereview~ *happy face*

Natsuki : yang panjang paling Feedbacknya =.=''.


to Kutogami Kuroh Hana :

sudah di lanjutin, maaf kalau lama XD saya soalnya lagi malas lanjutin *chalice kena hajar reader*

Saya juga suka pairing itu XD.

terimakasih atas reviewnya, Hana-chan~


To Sasa Kaguya :

benarkah? chalice senang ada yang bilang demikian XD.

chalice sudah lanjut~

terimakasih atas penyemangatnya XD.

Terimakasih atas reviewnya, Sasa-chan~


Chalice : baiklah, saat nya mulai ceritanya XD.

Natsuki : *memegang pisau dan mengarah ke TV* Happy Leading! :D

Disclaimer : Vocaloid bukan milik Chalice tapi... motor yamaha mio *Chalice di bunuh para kru Yamaha* ralat... Yamaha dan crypton future media.

Warning : GaJe, gak ada serem-seremnya, Sarap, TYPO, cara mengeja EYD chalice tidak benar, Lebay, bahasa gaul mungkin terdektesi, OC Chalice nyasar, dll.

~HAPPY READING~


Natsume pergi ke ruang makan sambil membawa nampan, terlihat disana terdapat Kaito, Miku, Luka, Gakupo, Rin dan Len sedang duduk.

"Ini makanan kalian, semoga masakanku enak, soalnya masakanku kurang baik" ucap Natsume sambil menaruh makanan ke tempat mereka.

"Terimakasih, maaf kalau kami menyusahkanmu" ucap Luka sambil tersenyum.

"Ah, tidak apa. saya senang kok membantu orang lain, dan saya tidak merasa kalian menyusahkan kok" ucap Natsume dengan senyuman mautnya yang membuat para lelaki (GakuKaiLen) blushing berat.

SMACK! SLAP!

KaiGakuLen mendapatkan jitakan dan tamparan maut dari kekasih mereka masing-masing.

"I, Itai yo, Luka-sama! kenapa kau memukulku?!" pekik Gakupo sambil memegang kepala dan pipinya (?).

"Hmph!" Luka membuang muka sambil mengembungkan pipinya.

"Aw... Sakit banget, Mii-chan. kenapa kau menampar dan menjitakku?" tanya Kaito sambil memegang kepalanya.

"Aku benci Kaito!" pekik Miku sambil membuang muka.

"Eh?" Kaito hanya kebingungan.

"Rinny! kenapa kau menjitak dan menamparku?! sakit sekali!" pekik Len sambil memegang pipinya yang sangat merah dan terdapat telapak tangan.

"Jangan menoleh ke gadis lain selainku!" ucap Rin kesal.

"Eh?" Len hanya kebingungan.

Natsume yang melihat pertengkaran mereka hanya tersenyum tipis ah bukan, tapi tersenyum kejam.

'Kelihatannya mereka mulai berpecah belah~' batin Natsume sambil tetap memasang senyumannya.

CKLEK!

Pintu ruang tamu terbuka, semuanya menoleh ke pintu itu, terlihat anak kecil berambut hitam kebiruan, bermata perak, berbaju kimono.

"O, Onee-san... siapa mereka?" tanya gadis itu.

"Natsuki, ayo makan. kita makan bersama dengan para tamu" ucap Natsume sambil berjalan ke arah sang adik, Natsuki Kageyami (Chalice : Marganya sama dengan Ocku yang lain XD yang pernah baca haunted school karya saya pasti tahu *Promosi mode On*)

"Makan dengan olang lain?" tanya Natsuki sambil sedikit memiringkan kepalanya membuat Natsuki kelihatan imut apalagi ditambah matanya yang besar dan pipinya yang manis.

Spontan saja wajah imut Natsuki membuat Luka Rin dan Miku dalam mode girlish melihat wajah moe Natsuki.

'KAWAAIII!' batin mereka bertiga.

"Iya, mau tidak?" tanya Natsume dengan senyuman.

"YAAA! AYO KITA MAKAAAN BELSAMA~~!" pekik Natsuki semangat.

Natsuki segera duduk di samping Rin dan memulai makan.

"SALAMAT MAKAN!" pekik Natsuki senang

"Yang benar selamat makan, Tsuki" ucap Natsume membenarkan.

"Oh maaf, salah" ucap Natsuki sambil memeletkan lidahnya sedikit dan menjitak kepalanya sendiri dengan pelan

Dan mereka segera memulai makan,

"Enak" ucap Gakupo, Kaito dan Len setelah memakan masakan Natsume "Kami yakin kau bisa jadi istri yang baik kalau bisa memasakan makanan seenak ini, Cuman sayang kalian tinggalnya jauh dari kota, pasti kau sudah punya pacar kalau ada di kota" ucap mereka membuat pasangan mereka cemburu

"Hahaha, terimakasih tapi aku tidak bisa tinggal di kota" ucap Natsume sambil tersenyum

Natsume dan 3 cowo itu terus berbincang-bincang membuat Luka, Miku dan Rin mengeluarkan aura cemburu

'Mereka! Udah tahu ada pacar mereka disini malahan tetap nempel sama perempuan, DASAR!' batin Luka dan Miku kesal.

'Leeen... kau.. padahal dia sudah tahu aku ada disini! Malah nempel sama perempuan lain pula! Sok akrab juga!' batin Rin kesal sambil menghancurkan makanan di piringnya

KRAK!

'Eh? Kok ada suara benda hancur?' tanya Rin dan menolehkan kepalanya ke piringnya

Makanan yang ada di piringnya berubah menjadi Kelabang, belatung dan kalajeking membuat Rin terlonjak kaget, ditambah lagi sendoknya menghancurkan salah satu belatung menjadi dua bagian.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Pekikan Rin membuat semua orang disana menoleh apalagi mendengar suara orang jatuh

Mereka melihat Rin jatuh dari kursinya, wajahnya terlihat kaget dan tidak percaya

"Ada apa, Rin?!" tanya Len dan segera berlari ke arah kekasihnya

"LEEEN!" pekik Rin dan langsung memeluk Len, tindakan Rin membuat Len kaget

"Ada apa, Rin?" tanya Len lagi

"Makananku...Ma, makananku jadi be, belatung, kelabang dan kalajeking..." ucap Rin ketakutan dan menunjuk piringnya dan kembali memeluk Len

Len segera melepaskan pelukan Rin dan segera berdiri memeriksa piring Rin.

Tidak ada apa-aapa, tidak ada kelabang, tidak ada belatung ataupun kalajeking.

"Tidak ada apa-apa kok, Rin" ucap Len membuat Rin kaget

"Eh?! Tapi tadi ada!" pekik Rin dan segera berdiri dan langsung melihat piringnya "...Tidak ada apapun... yang ada hanya makanan yang tadi... tidak ada serangga" gumam Rin tidak percaya

"Paling kau menghayal, Rin" ucap Len sambil menepuk pundak Rin.

"TIDAK! AKU TIDAK MENGHAYAL! AKU MELIHAT DAN MERASAKANNYA SENDIRI!" teriak Rin membela diri

Selama mereka fokus pada Rin, tanpa mereka sadari bahwa Natsume dan Natsuki menyeringai.

Setelah mereka selesai makan, Natsume segera membereskan piring-piring yang kotor

"Makanan Nee-san enak kan?" tanya Natsuki pada Rin dengan senyuman.

"Eh? I, iya" ucap Rin gugup.

"Kenapa kau gugup begitu, kau tahu kan tadi itu pasti hayalanmu" ucap Len sambil menepuk pundak Rin.

"KAU TIDAK PERCAYA PADAKU BAHWA TADI BUKAN HALUNISASI! AKU MERASAKANNYA! MELIHATNYA!, LEN!" bentak Rin kesal bahwa kekasihnya tidak percaya

"Tapi kami melihat makanan mu tidak berubah sama sekali kok" ucap Miku.

Semuanya mengangguk membuat Rin kesal

"OKE! Fine! Kalian benar! Itu pasti hanya halunisasiku saja!" ucap Rin dan pergi dari ruangan itu

"Kau mau kemana, Rin?" tanya Len.

"Aku mau jalan-jalan untuk menenangkan pikiranku" ucap Rin sebelum menutup pintu.

BLAM!


"Len Baka! Dia tidak percaya bahwa tadi bukan halunisasi! Aku merasakannya! Aku merasakan aku menghancurkan serangga itu! Kalau halunisasi tidak mungkin ada suara seperti itu! Makanan juga tidak!" umpat Rin kesal

Rin sekarang berada di sebuah lorong panjang dan gelap, langkahnya terhenti melihat foto besar berisi 4 orang, 2 orang yang satunya pria dan satunya lagi wanita, Natsume yang berada disamping wanita itu, dan Natsuki yang duduk dipangkuan wanita itu, wajah Natsuki dan Natsume tersenyum senang, Lukisan tersebut terdapat 4 cakaran besar.

"Foto keluarga? Ah bukan, ini lukisan, tapi kenapa 2 gambar dihancurkan mirip dihancurkan dengan cakaran" ucap Rin sadar bahwa foto itu adalah lukisan dan terdapat cakaran besar di lukisan itu

Tangan Rin menyentuh lukisan itu, Rin merasa tangannya basah dan lengket.

'Lukisannya tidak kering?' tanya Rin

Rin segera melihat tangannya dan mendapati tangannya penuh darah membuat Rin terbelalak kaget, badannya bergetar ketakutan,

'Da, Dari mana darah ini?! Ti, tidak mungkin ini dari lukisan itu' batin Rin dan melihat kembali lukisan tersebut dan baru sadar di bawah kanan terdapat angka yang kelihatannya tahun di buatnya

'1807?! Ini sudah 100 tahun yang lalu!' batin Rin kaget 'Mereka kelihatan muda! Tidak mungkin mereka keturunannya! Wajah mereka dengan lukisan ini sama! Sudah kuduga villa ini ada yang aneh!' batin Rin curiga

"Aku harus memberi tahu ini pada semuanya bahwa villa ini berbahaya" gumam Rin dan segera membalikkan badannya

SREET...SREEET...SREET SREET SREET!

Rin mendengar suara merangkak dan suara itu semakin cepat, Rin segera membalikkan badannya kebelakang dan mendapati terdapat seseorang anak perempuan merangkak cepat kearahnya, spontan saja Rin terbelalak kaget dan ketakutan, ia segera membalikkan badannya kedepan dan bersiap kabur,

Di depannya tiba-tiba muncul perempuan bermata merah memegang pisau dan menusuk mata kanan Rin

CRAT!

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" pekik Rin dan ia segera memegang mata kanannya yang luka tersebut dengan badan gemetar ia segera berjalan mundur dan membelakangin lukisan itu, kanan dan kiri tidak aman, pikirnya

"Len... Tolong aku..." gumamnya ketakutan sambil berlinang air mata, apalagi melihat 2 mahluk itu berjalan pelan kearah nya dan mengayunkan senjata ke arahnya

"Game over" gumam perempuan bermata merah itu sebelum menusuk Rin tepat di jantungnya

CRAT!

Tragedy 1 : Say good bye to Rin -end-


Chalice : Maaf kalau Rin yang mati duluan X3 chalice bingung mau siapa yang mati duluan, maaf kalau kurang horror :D chalice memang payah membuat orang takut XD

Rin : KAU JAHAT!

Len : BENAR!

Natsuki : Wokeh~~! Sudah di tetapkan bahwa Chalice-cama itu sangat jahat, kejam, dan tidak pintal! *memainkan parang*

Chalice : KAU LEBIH KEJAM, TSUKI QAQ

Natsuki : Wokeeeh~