My Life & My Vampire
Disclaimer: Mashashi Kishimoto
Genre: Romance,Supranatural,Fantasy
Rate: T+
Pairing: Sasusaku,GaaraSaku
Summary:
CHAP 2 UPDATE!/Sakura yang kabur karena akan dijodohkan tersesat di hutan,dan hutan itu bukanlah sembarang hutan,di dalamnya terdapat sebuah mansion besar dan luas. Kemudian dia bertemu seorang pria bertopi dan berjubah hitam/"Akhirnya kau kembali Cherry,aku sangat merindukanmu"./Siapa kau!? Pergi dari sini!/Aku akan melindungimu Cherry,tak akan kubiarkan mereka merusak hidupmu lagi/
Warning! Typo bertebaran di mana mana
DLDR
Uchiha Sasuke (310/24 tahun) Haruno Sakura (18 tahun) Sabaku Gaara (24 tahun)
Chapter 2
"Akhirnya kau kembali Cherry. "
"H-hah!? Cherry? A-aku bukan Cherry. K-kau pasti salah orang." Sakura terus mundur.
Pria itu tetap dengan senyumannya "Tidak,Cherry. Ini kau. Aku tahu kau pasti akan kembali padaku." Dia mulai mendekat.
Sakura menelan ludahnya susah. Dia takut. Siapa pria misterius ini? Kenapa dia ada di sini? Dan,kenapa dia memanggilnya Cherry!?
"Jangan mendekat! Selangkah lagi kau mendekat,aku akan me-memukulmu!" Sakura mengumpulkan keberaniannya meski agak gemetar.
Pria itu terkekeh kecil. Cherry nya sangatlah imut dan juga pemberani. Ah dia merindukan semuanya.
"Hn,aku tak keberatan kau memukulku meski dengan sebuah palu pun." Dia tersenyum tipis.
'Cih! Sombong sekali orang ini'
"Hey paman misterius! Aku tak ada waktu untuk berdebat denganmu sekarang! Aku harus pergi dari sini. Dan kau,urusi saja urusanmu sendiri,dan carilah Cherrymu itu." Ucap Sakura menunjuk paman (?) ini.
Pria itu mengernyitkan dahinya. 'apa mukaku terlihat setua itu?'
"Hn. Sudahlah Cherry. Kita harus pulang sekarang." Pria itu masih kekeh dengan pendiriannya.
"Apa? Kita? Pulang? Kau sudah gila paman. Hentikan ini sekarang juga." Sakura menjambak rambutnya frustasi. Dia bahkan lupa dengan tujuannya.
"Sudahlah,lebih baik aku pergi dari sini." Sakura hendak pergi tetapi-
DUK!
"Maafkan aku Cherry,aku terpaksa melakukan ini." Dan dia pun dengan cepatnya menghilang dari tempat itu.
My Life & My Vampire
"Ennghh…" Kepala Sakura terasa sakit saat bangun.
"Hmm? Aku ada di mana? Ini bukan kamarku." Benar,karena kamar ini bernuansa putih violet. Langit kamar yang dihiasi bintang-bintang,lampu gantung yang mewah dan besar,perabotan terbuat dari emas,kasur king size yang besarnya 2x lipat dari kasur Sakura,wow! Kapan Sakura punya kamar seperti ini. Dan kamar ini luasnya hampir sebesar rumah Sakura sendiri. Siapa yang mempunyai rumah seluas ini,pasti orang yang sangat kaya.
"Andai aku punya kamar seperti ini,pasti akan-tunggu! Kenapa aku ada di sini dan siapa yang membawaku ke sini!?" Sakura lupa bahwa dirinya berada di rumah orang lain. Apa yang terjadi? Biar dia ingat ingat lagi.
"Hmm.. Ah! Sebelumnya aku bertemu dengan paman misterius dan aneh,kami pun berdebat,lalu saat aku mau pergi.. aku.." Sakura mengetuk kepalanya berusaha mengingat apa yang terjadi selanjutnya.
"Hmm.. Aku.. Aku rasa ada seseorang yang memukul leherku dan setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi." Sakura masih belum yakin 100%.
"Aku harus segera pergi dari sini,bisa saja aku dibawa oleh orang jahat!" Sakura segera turun dari kasur empuknya. Empuknya? Ah lupakan itu.
"Bahkan pintunya pun sangat besar,seperti kerajaan saja."
CKLEK!
"Entah kenapa aku merasa agak takut." Sakura celingak-celinguk melihat sekeliling apa ada orang atau tidak.
"Aman." Dia pun melihat isi rumah itu dulu sebelum dia pergi. Yah,jarang-jarang kan kau melihat rumah yang sangat mewah bak kerajaan secara langsung. Dia bahkan ingin mengabadikan momen ini,dan sialnya hpnya tak bisa diajak kompromi.
"Wahh.. Sungguh,rumah ini seperti di kisah dongeng yang sering ibu ceritakan padaku saat masih kecil.." Sakura masih melihat sekeliling rumah ini. Dan,sekarang ia sampai di ruang keluarga.
"Oh Kami-sama.. Jika aku orang jahat,aku akan mengambil semua barang yang ada di sini.." Gumamnya. Ia masih sibuk dengan khayalannya sampai-
"Nani? Bu-bukankah ini potoku? Apa maksudnya dari semua ini!?" Sakura ternganga melihat poto berukuran 20x30 cm,dan itu adalah poto dirinya! Tidak bukan,itu-
"Hm tapi apa benar ini adalah potoku? Wanita ini memang sangat mirip denganku tapi hanya saja rambutnya panjang dan terlihat mengangumkan. Oh ya,dan kapan juga aku berdandan seperti ini? Wanita ini memakai gaun putih susu dan memakai riasan,haahh ini pasti efek tadi." Sakura hanya mengendikkan bahu dan terus berjalan melihat-lihat lagi.
My Life & My Vampire
"Tuan,ini berkas yang kau minta." Ucap seorang berambut putih. Namanya adalah Hatake Kakashi,dia adalah asisten si 'Tuan' ini.
"Hn. Kau boleh pergi."
"Baik,Tuan." Ia membungkuk lalu pergi.
TOK TOK
"Masuk".
Seseorang pun masuk dengan tergesa-gesa.
"Tuan!." Ucap seorang pelayan.
"Hn?"
"No-nona S-sakura,dia tidak ada di kamarnya." Pelayan itu mengucapkannya dengan agak gugup.
"Apa?" Si 'Tuan' itu langsung beranjak dari kursinya dan dengan secepat kilat ia menghilang dari sana.
...ooo
...OOOOO
...ooo
"Hahhhh aku bosan sekalii.." Sudah setengah jam Sakura mengelilingi mansion besar ini dan sekarang ia merasa jenuh. Ya,mansion ini sangatlah luas. Sekarang ia berada di depan sebuah kamar. Sakura tak tahu apa sebenarnya ini bisa disebut kamar karena kamar ini sangatlah besar,mungkin sebesar 3 kamar dirumahnya,pikir Sakura. Ia bingung apa ia harus masuk atau tidak.
"Apa aku masuk saja ya? Aku takut seseorang ada di dalam sana.." Gumamnya. Kemudian Sakura memilih untuk masuk ke sana. Yah,namanya juga manusia,pasti ada rasa kepo.
"Sumimasen.. Dare ka imasuka?" Ucapnya pelan.
Hening
Tidak ada siapa-siapa di sini. Ternyata dugaan Sakura salah.
"Fiuhh rasanya menegangkan sekali seakan aku ini adalah maling yang ingin mencuri." Sakura pun masuk perlahan dan mengendap-ngendap. Di dalamnya ternyata benar sebuah kamar. Nuansa kamar ini biru dongker serta pink. Tunggu,pink!? What the? Oke,sebenarnya ini tidak aneh namun rasanya,ahh sudahlah.
"Mengapa cat kamar ini biru dan pink ya,ck ini tidak cocok guys please,apa orang di rumah ini tidak tahu keserasian warna. Hahh sudahlah.."
Sakura pun meneruskan observasi(?)nya. Kamar ini mungkin sedikit lebih luas dibandingkan dengan kamar yang tadi. Kasur king size warna biru dan pink,lagi!? Ya,sekarang Sakura makin bingung karena setiap benda di kamar ini berwana biru dan pink. Ini aneh,memang warnanya tidak aneh,cuman mengapa warnanya menyatu! Okeh,Sakura mengusap kasar wajahnya.
"Kami-sama,mengapa kau membuatku berada di tempat seperti ini..?" Lirihnya pasrah. "Aku ingin pulang,ibu,ayah."
"Arghhhh... seharusnya aku tidak kabur saat itu,tapi.. Aku tak mau menikah dengan Gaara-kun. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai. Hahh ini sudah terjadi,tenang Sakura. Kau pasti bisa melewati semua ini. Sekarang selesaikan semuanya di sini dan kita akan pulang,okeh." Dia menghibur dirinya sendiri dan menarik nafas pelan.
Sakura menuju sebuah lemari. Lemarinya ada dua.
"Oke,cukup. Lemari ini ada dua yang satu berwarna biru,satunya lagi berwarna pink. Hah untung sekarang warnanya tidak menyatu.." Dia menggelengkan kepalanya. Sakura membuka lemari biru dulu.
"Sugoii! Pakaiannya seperti pangeran dan raja! Ini bagus sekali. Ada jas juga,tapi semua warnanya hanya hitam dan biru. Pasti ini kamar laki-laki." Kemudian Sakura beralih ke lemari pink.
"Pasti pakaian di dalamnya warna pink semua." Sakura sudah menduganya. Yah mungkin pemilik kamar ini menyukai biru dan pink,pikirnya. Dia membukanya,dan-
"Waaww i-ini indah sekalii..kyaa!" Sakura ,memang apa yang ada di sana?
"Eh? Tunggu,ini pakaian wanita. Lalu,mengapa ada pakaian wanita di kamar laki-laki? Ohh pasti ini kamar pasutri." Ternyata di dalamnnya pakaian wanita,tetapi warnanya tidak pink semua. Malahan ada warna putih,hitam,dan hijau. Bentuknya juga berbeda-beda. Ada yang panjang,pendek,dll.
"Oh God,ini adalah pakaian yang kuinginkan! Kyaa baju mahal dan bersinar! Wahh aku ingin memakainya,sekali saja." Sakura telah meminta ijin kepada Kami-sama (?) untuk memakai baju-baju ini.
"Ettoo.. Yang mana ya,ah aku pakai yang putih susu ini saja." Ya karena baju ini simple dan tidak banyak pernak-pernik.
"Tapi,di mana aku akan memakainya? Jika aku ganti di sini,aku takut ada orang yang masuk." Sakura bingung harus bagaimana. Ia celingak-celinguk mencari sebuah tempat dan-
"Ah! Itu dia,kamar mandi." Sakura pun masuk dan menutup pintu.
Beberapa menit kemudian Sakura pun keluar dari kamar mandi.
"Mbb,apa aku cocok ya memakai gaun ini..?" Tanyanya pada diri sendiri. Ia pun melihat ke cermin dan cermin itu memantulkan dirinya namun-
"N-nani kore!? I-ini aku!?" Pekiknya kaget. "Mengapa di cermin ini r-rambutku berubah jadi panjang!? Dan apa ini,mengapa wajahku ada riasannya?" Sakura panik tak karuan,ia memegang rambutnya dan rambutnya masih pendek. Lalu,ia memegang wajahnya dan tidak ada riasan sedikitpun.
"Huaa a-aku takut!" Sakura pun meninggalkan cermin itu lalu tiba tiba-
DEG!
TIDAK! AKU TDAK MAU! TOLONG AKU!
MAAFKAN AKU,INI DEMI KEBAIKANMU
SEHARUSNYA KAU ITU MATI! MATI!
HAHAHAHA
KAU AKAN MENDAPAT KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
"Arghh! Ke-kepalaku pusing,pusing sekali! Suara apa itu tadi? Mengapa semuanya jadi seperti inii!?" Sakura memegang kepalanya yang sakit dan berjalan terhuyung lalu-
BRUK!
...ooo
...ooooo
...ooo
TOK! TOK!
"Masuk."
CKLEK
"Tuan,saya mempunyai kabar baik sekaligus kabar buruk. Anda ingin mendengar yang mana dulu?" Tanya seseorang.
"Hm? Mengejutkan sekali kau mempunyai kedua kabarnya. Aku ingin kabar baik dulu." Ucap Orochimaru sambil meminum tehnya yang hangat. Saat ini Orochimaru sedang ada di kediamannya dan duduk santai di kamarnya.
"Baiklah. Kabar baiknya bahwa saya sudah menemukan identitas gadis itu. Ini berkas yang anda minta,Tuan." Asistennya,Kabuto. Ia adalah seorang ilmuwan yang super cerdik yang mengabdi kepada Orochimaru.
"Hm,kerja bagus Kabuto. Lalu?"
Dia menghela nafas sebentar. "Kabar buruknya adalah bahwa gadis itu telah menghilang kemarin."
"Apa? Kemarin? Hm itu baru sehari. Apa kau sudah mengetahui letak gadis itu?" Tanya Orochimaru masih santai tetapi sekarang ia tak meminum tehnya lagi dan menatap Kabuto.
"Sumimasen Tuan,saya belum bisa menemukan gadis itu meski saya sudah mencarinya dengan kemampuan saya." Ia membungkuk.
"Tak apa,ini baru satu hari saja. Kurasa,kita akan menemukan gadis itu dalam waktu cepat."
"Baik,Tuan. Kalau begitu saya ijin keluar karena masih banyak yang harus dikerjakan." Ia membungkuk lagi dan melenggang keluar.
"Hihihi,gadis manis aku akan segera mendapatkanmu,tunggulah aku. Hahahahaha."
My Life & My Vampire
"Ngh.. Dimana aku? Oh kepalaku sakit sekali." Sakura terbangun dan ia memegang kepalanya yang masih agak sakit.
"Hm? Inikan kamar yang tadi,apa aku ketiduran ya?" Ia mengingat-ngingat dan-
"Oh! Aku tahu,tadi kepalaku sakit sekali dan tubuhku lemas seketika. Lalu,setelah itu aku... pingsan." Tunggu,ia merasa deja vu. Sakura akan bangun dan-
"Hn,kau sudah sadar?" Tanya suara baritone.
'Hah? Aku merasa aku mendengar suara seseorang. Dari mana asal suara itu?'. Sakura melihat dan-
"Kyaa! Si-siapa kau!?" Sakura menunjuk orang itu. Ternyata orang itu ada di sofa dan sedang duduk santai sambil membaca buku. Sakura melihat lebih jeli lagi dan ternyata-
"K-kau kan si paman! Hey paman,kenapa kau ada di sini!?" Sakura masih setengah kaget. "K-kau tidak melakukan sesuatu padaku kan?" Sakura menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kau terlalu banyak bicara." Paman(?) itu masih santai membaca bukunya. Sakura yang akhirnya tidak bisa apa-apa menyerah dan bangun. Ia mencoba mendekati paman itu.
"Ekhem,pa-paman kau itu siapa? Mengapa kau ada di sini? Di mana aku?" Begitu banyak pertanyaan terlontar dari bibirnya. Ia mencoba untuk tidak takut. Pria itu menutup bukunya dan bangkit.
"Kau gadis yang cerewet sekali." Ia menatap Sakura intens.
"Etto.. Paman tidak usah menatapku begitu." Sakura memalingkan wajah. Pria itu membuka topi dan jubahnya.
"Hn,ini rumahku." Singkat,padat,jelas.
Sakura menatap wajahnya dan ia terbelalak. Sakura diam sebentar lalu-
"S-sasuke-kun?" Lirihnya.
DEG!
Pria itu membelalakan matanya. Ia seakan ingin bicara sesuatu tapi ia tahan. Sakura yang tadinya bermuka sedih tiba tiba tersadar.
"Eh? Apa itu tadi?" Sakura memegang kepalanya (lagi). Pria itu kembali stay cool.
Sakura melihat orang yang ia sebut paman itu dan ia menganga.
'Kami-sama! Pa-paman ini ganteng sekali!' Teriak iner Sakura.
Pria itu mengerutkan alis melihat wajah Sakura. Dia duduk dan mulai berbicara.
"Uchiha Sasuke."
"Eh? Apa maksud paman?" Sakura ikut duduk dan menatapnya bingung.
"Itu namaku dan berhenti memangilku paman,aku tidak setua itu." Ucapnya agak kesal (?)
Sakura sweatdrop mendengarnya. "E-ehehe ba-baiklah pa-eh uchiha-san." Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Hey Sakura,sekarang kau sudah tak takut lagi kah? Apa karena ketampan pa-eh pria ini? Sekarang ia merasa malu menyebutnya paman lagi. Dan hey,apa kau lupa apa tujuanmu?Hm mungkin sekarang kau ingin tinggal dengan pria tampan ini.
"Panggil aku Sasuke..-kun." Ucapnya agak ragu.
WAT DE!?
'Pria ini memintaku memanggil dengan nama depannya? Dan juga,memakai suffix-kun?'
"Hey paman-maskudku Uchiha-san,kenapa aku harus memanggil dengan nama depanmu? Kita baru saja berkenalan dan-" Tunggu,Sakura mengingat sesuatu.
"Jangan-jangan kau yang memukul leherku dan membawaku ke sini ya!? Jawab!" Teriak Sakura.
Pria itu-Sasuke memutar bola matanya bosan dan-
SRET!
"Kau berisik sekali,dan masih sama seperti dulu."
Dan-
CHUP!
"Eh?"
TBC
A/N: Kembali lagi sama aku Ziie :'D Hehe maafkan dakuh minna-san,aku baru liris sekarang karena sekarang Ziie lagi sibuk-sibuknya di sekolah. Biasa kelas 9 udah di ujung tanduk tea :') :'v Aku gak bisa janji untuk chap 3 tapi aku usahain dalam 3 hari chap 3 akan diliris *yeyy*Jangan lupa review ya ^^ Makasih untuk yang sudah membaca.
Balasan Review:
Nee-chan: Wkwkwk cie nepatin janji :v XD Ini hap 2 mak dah di liris :V
Laifa: Jawabannya ada di chap ini XD
Sakucherry-nyan: Ini udah dilanjutin. Makasih ya Keep reading ya ^^
