Cast : Kim Ryeowook as yeoja
Kim JongWoon (Yesung) as namja
Lee Sungmin as yeoja
And other member SuJu
Pairing : YeWook, YeMin, HaeWook(?)
Genre : Drama/ Romance/ Fantasy(?)
Rate : T
Disclaimer : Para cast yang ada disini belum ada yang memiliki tentunya.. Tapi sebentar lagi wookie oppa akan memiliki saya #digoreng.. Tapi tetap mereka adalah ciptaan Tuhan YME.
Warning : Genderswitch, Gaje ,Abal,Typo merajalela, cerita bikin pusing - tapi author sarankan untuk tetep membacanya #duakk...
Annyeong.. Saya author baru, mian yang saya publish sebelum ini mungkin memang prolognya#plak, saya sendiri lupa kenapa bisa ngetik cuma sependek itu. Untuk chapt ini dan chapt berikutnya akan sedikit membingungkan. Saya juga tak akan mempertemukan YeWook di kehidupan nyata, tapi saya akan pertemukan di kehidupan lain(?).. yesungdah deh langsung baca aja ya XD
.
...OOOOO...
Seandainya semuanya bisa kembali seperti dulu
Seandainya bisa memperbaiki keadaan ini
Seandainya aku bisa memutar waktu..
Seandainya...
.
Hurts Love
Tak..tuk..tak...
Hanya terdengar suara langkah kaki di jalanan menuju stasiun malam ini, mengingat ini sudah pukul 1 dini hari mungkin semua orang masih menyelami alam mimpi mereka. Tapi ada juga beberapa orang yang harus bangun untuk bekerja di malam hari.
Berbeda dengan gadis mungil yang tengah berjalan lunglai menuju stasiun itu, sebenarnya jam kerjanya hanya sampai 11 malam tapi ternyata tertunda beberapa jam, apa karna dia mengobrol dengan teman SMA nya dulu hingga selarut ini. Jawabanya bukan!
Sebenarnya kafe tempat dia bekerja sudah sepi menjelang setengah 11, tapi ada suatu hal yang sulit membuatnya melangkahkan kaki ataupun sekedar untuk berdiri saat itu
"Yah.. anggaplah semua itu sebagai kenangan yang indah"
Kata-kata teman yang sudah tak ditemuinya selama 5 tahun ini terus terngiang dikepala gadis itu.
Kenangan?
Bisakah dia hanya menganggap itu sebuah kenangan?
Bahkan dia pernah berharap suatu hari bisa memperbaiki kenangan itu
Hanya sebuah harapan yang tentu saja takkan mungkin terjadi
Gadis itu terus berjalan perlahan dengan muka menunduk, menyusuri jalanan setapak demi setapak. Ditangannya terdapat selembar foto, dia terus berjalan sambil terus mengamati foto itu. Foto yang pernah diambilnya 6 tahun yang lalu.
Foto seorang namja yang tengah tertawa menikmati musim salju. Foto yang di ambil diam-diam, satu-satunya kenangan dari namja yang pernah mengisi hatinya dan bahkan sampai sekarangpun masih begitu.
Pandangannya tak sedikitpun lepas dari foto itu, hingga bulir-bulir air turun membasahi tangannya. Gadis itu menangis tanpa isakan, hatinya terasa sangat perih. Dia selalu berharap bisa mengobati perih yang kerap kali datang tapi tak pernah bisa.
'Seandainya dulu aku bisa jujur pada perasaanku' batinnya
'Seandainya dulu aku datang di hari kepindahannya, apakah semua keadaan ini akan berubah? Apakah dia bisa di sampingku? Selalu di sampingku saat ini, esok dan seterusnya' tanyanya dalam hati.
"Mana mungkin aku hanya bisa menganggap itu sebuah kenangan, bagiku semua itu adalah kehidupanku, kenangan itu, Dia adalah bagian dari hidupku, hiks.." kini gadis itu berbicara lirih dan tak mampu lagi menahan isak tangisnya
..
Tinnnnn
..
Brruaaaaakkkkkkkkkk
..
.
Seketika tubuh gadis itu terlempar beberapa meter dari tempatnya berdiri tadi, tubuh itu terbaring rapuh di atas tanah dengan berlumuran darah, sedikit erangan keluar dari mulutnya. Rasa sakit menjalari seluruh tubuhnya, tapi hatinya terasa lebih sakit. Tangannya masih menggenggam erat sebuah foto, mempertahankan barang yang sangat berharga untuknya.
Sayup-sayup terdengar teriakan dari berbagai arah, sampai gadis itu merasa tubuhnya sangat ringan, dan kini semua pandangannya gelap.
.
...OOOOOOOOOO...
.
.
-WOOKIE P.O.V-
Kubuka mataku perlahan disambut sinar matahari yang sangat menyilaukan.
Ini dimana?
Bukanya aku tadi tertabrak mobil?
Kenapa aku bisa di kamarku, siapa yang membawaku kesini?
Brrakk..
Tiba-tiba pintu kamarku dibuka dengan kasar, aku melihat seorang yeoja mungil masuk ke kamarku dengan menghentak- hentakkan kakinya. Eh? Yeoja itu?
Rambut pendek sebahu, tubuh mungil, mengenakan seragam sekolah SMA, itu 'aku'
Kenapa?
Apa yang sebenarnya terjadi?
"Dasar Yesung pabbo, beraninya dia mengataiku pendek di depan guru-guru itu. Ah aku benar benar malu memikirkan hal tadi" ujar'ku' smbil memukul meja belajar sebagai pelampiasan amarah
Segera aku beranjak dari tempat tidur menghiraukan kembaranku yang tadi kupanggil tapi dia tak bisa mendengar suaraku. Ada yang aneh dengan ini semua
Kulihat tanggalan di pojok kamarku
Lho seharusnya ini tahun 2012 tapi kenapa tanggalan ini menunjukkan tahun 2006, masa dimana aku masih kelas 2 SMA. Segerah kupandangi lagi 'aku' yang sedang duduk di meja belajar. Tak ada umpatan-umpatan lagi yang keluar.
Tak ada yang salah di sini, yang salah adalah aku yang tiba-tiba ada di jaman ini.
"Wookie kau sudah pulang? Berapa kali kukatakan, jangan lempar sepatumu sembarangan setelah pulang sekolah" terdengar teriakan eonni ku dari ruang tengah
Segera aku keluar kamar dan menuju ruang tengah, disana terlihat Teukie eonni 6 tahun yang lalu, dia sedang sibuk di depan laptopnya, iya juga, di saat ini dia masih seorang mahasiswa .
'Eonni..eonni! eonni bisa mendengar suaraku kan' berkali kali ku panggil eonni ku ini tapi tak ada sahutan, melirik pun tidak.
Kusentuh pundak eonni ku, tapi sentuhanku malah menembus bahunya
Putus asa, berkali kupanggil dia tak bisa mendengarku, akhirnya kuputuskan untuk kembali ke kamarku. Kulihat diriku yang kini tertidur damai di kasur.
Kenapa aku bisa berada di jaman ini, apa Tuhan ingin memberi kesempatan padaku untuk mengubah sesuatu di masa SMA ini?
.
...OOOOOOOO...
Kini aku ikut ke sekolah mengikuti 'aku' enam tahun yang lalu.. sangat menyenangkan rasanya bisa melihat kembali suasana-suasana SMA. Kuliha Minnie dan 'aku' masih sibuk mengobrol di sepanjang koridor membicarakan sesuatu yang akan jadi bahan ulangan hari ini tentunya. Saat masih menikmati suasana sekolah pandanganklu tertuju pada seorang namja bermata sipit yang kini berjalan kearahku
'Yesung'
Aduh dia benar-benar yesung. Aku tak menyangka akan secepat ini bertemu dengannya. Aduh apa yang harus aku lakukan, kenapa dadaku berdetak sangat cepat, sekarang dia berjalan ke arah ku. Aduh, bagaimana ini?
Aku menutup mataku dengan jantungku yang masih tak mau berhenti berdebar, saat kubuka mataku ternyata yesung sudah berjalan melewatiku
Ahh
Pabboya Kim Ryeowook, kenapa aku bisa lupa karna memang tak ada seorangpun yang bisa melihatku sekarang
Kurutukki diriku sendiri yang tadi malah gugup saat melihat Yesung yang 6 tahun lalu.
"Hei apaan kau, jangan sembarangan menarik rambutku dong, dasar namja aneh" suara cempreng yang membahana mulai terdengar sepanjang koridor, kulihat 'aku' mengomeli Yesung yang sembarangan saja menarik rambutku dari belakang, sedangkan yesung hanya cengengesan, mempuat tampang bodohnya terlihat tampan(?)
"Siapa suruh kau menghalangi jalan, sudah sana minggir yeoja pendek" tukas Yesung semBari menepuk kepala'ku'
"Ish menyebalkan" gerutu'ku' yang benci di perlakukan seperti anak kecil
Sedangkan Minnie hanya tersenyum melihat kelakuanku'ku' lalu segera menyeretku ke kelas.
-WOOKIE P.O.V END-
.
.
-AUTHOR P.O.V-
KRIINGG...
Bel tanda pulang telah bergema di seluruh sekolah SMA Highschool
Seluruh siswa berhamburan keluar dari kelas-kelas mereka begitu juga dengan ke 2 yeoja yang menduduki kelas 2 SMA itu, mereka kini tengah pulang bersama. Selain satu tempat duduk di kelas rumah mereka juga tak barjarak terlalu jauh, hanya 2 blok menyebabkan mereka selalu pulang sekolah bersama, dan menambah keakraban satu sama lain tentunya.
"Wookie, natal tahun ini apa rencanamu?"tanya yeoja cantik bergigi kelinci
"Emm.. entahlah aku belum punya rencana, yah mungkin cuma akan pergi ke gereja bersama Teuki eonni" jawab Wookie, dia memang selalu menghabiskan hari natal bersama kakak tercinta, karna eomma dan appa nya bekerja di luar negeri sejak 2 tahun yang lalU.
"Bagaimana kalau kita mengadakan natal bersama tahun ini, mengundang semua teman sekelas, kebetulan villa pamanku sedang kosong, eotoke?" tawar Sungmin pada Wookie
"Wah.. itu pasti akan seru, kita bisa adakan acara tukar kado nanti, aku setuju minnie" Wookie menjawab dengan tak kalah semangat. Senyuman lebar menghiasi wajah imutnya.
"Baiklah, besok kita bicarakan dengan teman yang lain, aku harap Yesung juga bisa ikut"
"Eh, Yesung?" tanya Wookie
"Wookie, tak apa kan kalau Yesung ikut, meskipun kau tak pernah bisa akur dengannya tetapi dia teman sekelas kita juga kan? Kalau ada dia pasti lebih seru" timpal Minnie
Dalam hati Wookie sendiri merasa senang jika seandainya Yesung bisa ikut, dia jadi tak sabar menantikan natal tiba
"Iya pasti jauh lebih seru jika ada anak itu, aku tak keberatan kok" Wookie menjawab dengan sangat bersemangat.
.
-AUTHOR P.O.V END-
.
.
.
...OOOOOOOOOOO...
-WOOKIE P.O.V—
.
Kuamati 'sosokku' yang tersenyum lebar di depan meja belajar, mengambil tanggalan di pojok meja lalu melingkari angka 25
Ah iyaa
Tanggal 25 akan ada pesta natal bersama teman sekelas
Kulihat 'aku' membuka laci meja belajar dan mengambil selembar foto dari selipan buku di atasnya, memandang foto itu sambil tersenyum
Iya, itu adalah foto yesung yang kuambil diam-diam saat ada tambahan pelajaran musim semi lalu, hanya satu foto. Itupun ku ambil juga tanpa sepengetahuan orang lain, minnie pun juga tak pernah tau perasaanku pada yesung.
'Harusnya kau jangan terlalu berharap pada Yesung' kataku lirih
-WOOKIE P.O.V END-
.
.
-AUTHOR P.O.V-
"Wookie aku minta bekalnya dong, aku benar-benar lapar, rasanya seperti akan mati saja" Ujar namja berkepala besar sambil mencomot kue di kotak bekal yeoja yang di panggil Wookie, dengan seenak jidat mengambil beberapa kue tanpa seizin sang pemilik
" Yak! Yesung apa yang kau lakukan, sudah jangan makan lagi" protes Wookie menyingkirkan tangan mungil Yesung yang bertengger di kotak bekalnya, lalu berusaha menutup bekalnya.
"Hei, kau pelit sekali, ayolah aku lapar, kau nanti juga bisa membuatnya lagi di kelas memasak" Yesung malah merengek sekarang, berusaha membuka bekal Wookie yang di pegang erat oleh sang empunya.
Akhirnya terjadilah acara tarik menarik itu.
Pluk..
Tutup bekal itu tebuka dengan posisi bekal yang miring karna di perebutkan namja dan yeoja ini, alhasil semua kue tumpah di atas meja.
"Lihat apa yang kau perbuat, bekalku jadi berantakan" gerutu Wookie yang langsung memunguti satu persatu kue dan menatanya kembali di tempat bekalnya.
"Salah siapa tak mau berbagi bekal, karna aku sedang baik hati aku bantu pungutin kuenya deh" timpal Yesung tanpa rasa bersalah sedikitpun, membuat yeoja di depannya tambah sebal
"Yak..yak..berhenti aku bisa membereskannya sendiri" Wookie berteriak keras dengan suara cemprengnya membuat semua penghuni kelas menoleh padanya.
Siapa juga yang tak marah, setiap kue yang dipungut Yesung bukannya di kembalikan di kotak bekal, malah dimasukkan ke mulutnya. Dan dia melakukan itu tanpa rasa sungkan sama sekali.
"Ehmm, Yesung, kalau kau mau makanlah bekalku ini, kebetulan aku sudah kenyang" kini manis yang kerap dipanggil Minnie itu menghampiri ke dua orang yeng tengah berseteru sambil menyodorkan sebuah bekal ke arah Yesung, terlihat mukanya memerah.
"Wahh, benarkah boleh? kau baik sekali Sungmin, tidak pelit seperti dia" timpal Yesung sambil melirik tajam ke arah Wookie lalu segera mengambil kotak bekal yang ditawari Sungmin tadi.
Sedangkan Wookie hanya mendengus menanggapinya. Lalu tatapannya berubah jadi sendu melihat yesung yang memakan bekal buatan sahabatnya dengan sangat lahap
Padahal Wookie sangat senang jika Yesung bisa memakan masakannya, tapi apa yang dia katakan dengan mulutnya selalu berlainan dengan kata hatinya.
Sebenarnya dia juga sangat ingin Yesung yang hanya akan tersenyum padanya, bukan pada yeoja lain sekalipun itu sahabatnya sendiri, egois mungkin.. tapi bukankah setiap gadis yang sedang jatuh cinta selalu menginginkan hal itu.
Wajah sedihnya hanya terlihat sebentar lalu dia beranjak dari tempat duduknya menuju depan papan tulis.
"Teman-teman, adakah yang mau ikut acara natal kelas nanti, Minnie punya tempat yang menyenangkan untuk natal tahun ini, rencananya di sebuah puncak milik paman minnie"suar tenor Wookie yang membahana membuat kelas yang tadi ribut jadi hening, mereka sedang mencerna kata-kata yang barusan di ucapkan yeoja imut itu
"Wah..boleh juga pasti seru" sahut seorang namja bertubuh timbun yang duduk di bangku belakang
"Iya, aku juga akan ikut" timpal yeoja yang duduk di samping namja tadi
Dan kini sudah terdenar sahutan-sahutan yang lain pula di seluruh penjuru kelas, wookie tersenyum lebar melihat antusiasme temannya.
"Benarkah itu Minnie, kalo gitu aku juga akan ikut. Ternyata selain manis kau juga baik hati" yesung berbicara dengan yeoja di depannya sambil terus mengunyah makanan.
Wookie yang mendengarnya hanya mencibir pelan, tapi tak bisa terdengar oleh ke 2 orang itu "cih, sejak kapan namja aneh itu jadi hobi merayu? Kalau padaku saja jangankan tak pernah berkata-kata manis seperti itu"
Wookie terus memandang 2 orang itu dengan bibir yang di poutkan sambil terus menggerutu "Padahal aku kan juga imut & cantik,baik hati pula walau kadang-kadang sih. Apa dia tak bisa melihatnya eoh?" narsisnya sambil menunjuk diri sendiri.
.
.
.
...OOOOOOOOOOOOO...
"Aigo, aku lupa sketsa-sketsaku" ujar seorang yeoja sambil terus menerus menepuk jidat mungilnya
"Waeyo Wookie?" tanya yeoja bergigi kelinci yang sedang jalan bersamanya. Mereka berdua sedang berjalan pulang
"Mian Minnie, spertinya aku harus mengambil sketsaku yang masih tertinggal di laci, padahal besok adalah pelajaran han seonsaenim dan sketsaku itu belum selesai" Wookie berbicara pada teman baiknya sembari menangkupkan tangannya meminta maaf
"Ah ne, apa perlu kuantar?"tawar Minnie
"Ani, lagipula rumahmu sudah dekat, aku akan mengambilnya sendiri" ujar Wookie seraya berjalan menjauh sambil melambaikan tangan pada sahabatnya itu.
"Hati-hati Wookie-ah" Minnie meneriakki temannya yang sudah berlari meninggalkannya, sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat kebiasaan pelupa sahabatnya.
...
.
TAP..TAP..TAP
Buru-buru Wookie mengambil sketsanya dalam kelas karna memang sekolah sudah sepi saat ini, mungkin masih ada beberapa siswa yang mengikuti klub. Setelah selesai segera dia beranjak untuk pulang tapi langkahnya terhenti saat melewati taman belakang sekolahnya. Berusaha memicingkan matanya karena pandangannya terhalang cahaya sore yang sudah menyusup kali ini.
Sekarang dia melangkahkan kakinya mendekati sosok yang tengah terduduk di bawah pohon momiji tua itu, di ikuti bergugurnya daun-daun pohon itu memberikan suasana damai di sekitarnya.
Seorang namja dengan kulit putih dan kepala besar tengah memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus sejuk sore itu, menikmati hamparan daun yang berjatuhan menimpa dirinya. Nafasnya berhembus teratur seperti sedang tidur.
Wookie terus berjalan mendekat hingga sampai di samping namja itu, berjongkok memandangi wajah teduh sang namja yang tengah terpejam.
"Apa yang kau lihat?" suara berat itu membuat gadis di hadapanya terlonjak, tak menyangka akan tertangkap basah sedang memperhatikan sang namja. Wajah Wookie sudah terlihat pias sekarang, mencoba mengalihkan pandangannya agar namja itu tak melihat rona merah yang kini menghiasi wajahnya.
"Ah, a.. ani. Harusnya aku yang bertanya kenapa kau masih ada di sini" Wookie mencoba bersikap tenang dan mengalihkan pembicaraan.
Namja yang bernama Yesung itu hanya memejamkan matanya cukup lama dan mengambil nafas panjang, wajahnya terlihat begitu tampan saat ini mebuat jantung yeoja di depanya semakin berdetak hebat.
"Aku sedang membuat kenangan tentang tempat ini, walau kita diberi 1000 hari oleh Tuhan di masa SMA namun jika kita tak bisa menggunakannya dengan baik hanya penyesalanlah yang akan datang dan aku berusaha menggunakan hari-hari ini dengan baik" ujarnya sabil tersenyum yang lagi-lagi senyumnya terasa seperti menyejukkan hati yeoja di depannya.
"Hahaha.. wajahmu terlihat lucu sekali jika serius seperti itu…haha, sungguh tak cocok dengan image mu yang aneh itu" Wookie terus menertawakan yesung sambil terus memegangi perutnya. Sebenarnya gadis itu tak ingin tertawa tapi dia tidak tau harus bersikap seperti apa dihadapan namja didepannya, munafik mungkin. Karna setiap kali bertemu dengan Yesung mereka hanya akan saling bertengkar dan mengejek, bukan seperti suasana yang serius begini.
Yesung hanya memandang jengkel pada Wookie yang terus menertawakannya lalu bangun dari duduknya. Yesung meraih tangan kanan Wookie, menggenggam pergelangan tangan gadis itu dengan erat. Wookie yang diperlakukan seperti itu langsung menghentikan tawanya.
"Kenapa kau tertawa, apakah semua hal selalu kau anggap lucu? Kau tak bisa menghargai ucapan orang lain? Tertawalah sampai kau merasa puas dengan tawa mu itu"
Setelah mengucapkan kata-kata itu Yesung menghempaskan tangan Wookie lalu berbalik dan meninggalkan gadis itu. Nada kemarahan sangat kentara di setiap kata-kata yang dia ucapkan pada gadis itu.
Wookie hanya memandang sendu punggung Yesung yang mulai menjauh, lalu tersenyum
"Kau benar, aku memang tak pernah bisa menghargai ucapan orang lain, mianhae"lirihnya.
.
-AUTHOR P.O.V END—
.
.
.
...OOOOOOOOOO...
-WOOKIE P.O.V—
.
Suasana malam ini benar-benar dingin sepertinya, tapi meskipun begitu aku juga tak bisa merasakannya. Di sini aku hanya seorang roh yang mampir di kehidupan 6 tahun silam. Kutatap sosok'ku' dengan seorang namja yang merupakan temanku dari kecil itu, mereka tengah merapatkan jaket masing-masing.
"Hae, kenapa kita harus ke sini? Hari ini dingin sekali" tanya'ku' pada namja di depanku yang bernama Donghae.
Donghae itu memang sahabatku dari kecil, aku sudah menganggapnya saudara sendiri. Lagipula kita juga bersekolah di tempat yang sama hanya bedanya dia adalah sunbaeku, setahun lebih tua dariku, jadi memang jarang kita bertemu di sekolah apalagi saat kelas 3 dia sibuk mengahdapi ujian akhir. Tapi aku tak pernah memanggilnya oppa, ini sudah kebiasaan.
"Wookie, saranghae.." Donghae menatap'ku' sambil tersenyum, setelah diam beberapa lama hanya kata itu yang dia ucapkan .
Ya. Hari ini memang saat Donghae mengucapkan perasaannya padaku, aku sendiri tak menyangka dia mempunyai perasaan lebih. Tapi di 6 tahun mendatang donghae adalah tunanganku, dikarenakan appa dan umma menjodohkanku dengannya, aku memang menyayanginya tapi perasaan itu tak lebih dari seorang sahabat sampai sekarangpun juga begitu.
"Hae, apa yang kau katakan tadi..haha kau pasti bercanda" 'aku' menanggapi pertanyaan Donghae dengan tawa yang sangat sumbang. Kuakui aku memang sangat terkejut saat itu.
"Ani Wookie, aku mencintaimu, menyayangimu dari dulu. Fikiranku tak pernah bisa konsen saat akhir-akhir ini karenamu, apa kau bisa membalas perasaanku?" Donghae bertanya pada'ku' dengan tatapan sedihnya, karna mungkin dia tau sebenarnya aku tak ingin menginginkan keadaan ini.
"Mian, mianhae" aku hanya bisa diam melihat 'aku' yang berlari meninggalkan Donghae. Saat itu memang tak ada hal lain yang bisa kulakukan selain berlari dan menjauh darinya. Aku memang benar-benar jadi gadis yang jahat saat itu.
Harusnya dulu aku bisa mengerti perasaannya, padahal dia selalu baik padaku, setidaknya aku bisa membantu dia untuk bisa menyelesaikan ujian akhirnya, bukankah dia tadi bilang tak bisa konsen karena terus memikirkanku..
tapi hanya 1 namja yang mengisi otak dan hatiku saat itu, aku memikirkan bagaimana jika aku menerima perasaan donghae, apa tanggapannya nanti. Apakah dia akan merasa sakit? Sekarang aku sadar itu hanya pemikiran yang bodoh
Yesung...
.
.
.
T.B.C
.
.
Haha.. ni fic pasti membingungkan jadi akan saya beri penjelasan dikit
Disini jika Wookie p.o.v ini artinya wookie asli yang menjelaskan kehidupan yang dilihatnya/yang pernah di alaminya di tahun tempatnya nyasar itu
Selain Wookie yang p.o.v itu berarti author yang menceritakan kejadian di tahun 2006 itu, tanpa mengindahkan wookie yang sebenarnya
Hehe..mian kalau membingungkan dan membosankan, tapi tetap saya mengharapkan riview readers sekalian, kalau banyak yang riview jadi semangat lanjutinnya, tapi saya juga ga terlalu berharap sih
Riviewnya ya bagi yang baca, kritik dan saran juga akan diterima dengan senang hati
