Cool but Cute

.

.

Naruto Disclaimer Masashi Kishimoto

Rated : Teens

Genre : Romance & Humor

Warning : AU, OOC, miss typo, bahsa tidak baku, dll. Don't Like eh? Don't Read!

.

Ps: Chapter 1 Sudah diedit agak(?) total xD

.

Sasuke menghela nafas. "Hah... jadi begini–"

Flashback

"KYAAAAA..." Haruno Sakura menjerit sejadi-jadinya saat hewan berwarna coklat kurang ajar itu melewati kakinya. Saat sedang santai-santainya duduk di taman belakang sekolah, tiba-tiba hewan mirip kurma dan memiliki nama 'kecoa' itu lewat di atas kakinya.

Sasuke yang melihat kejadian itu bergeming di tempatnya. Perempuan itu. Perempuan yang sejak MOS ditaksirnya. Astaga... Hatinya memang tak salah memilih orang untuk disukai. Lihat saja, perempuan berimage cool itu sangat imut ketika menjerit. Apa lagi mata besarnya terbelalak karena terkejut, dan pipinya yang memerah. Minta dimakan ya?

"Ehem, kau tak apa?" Sasuke dengan segala kemodusannya menghampiri Sakura yang sedang mencak-mencak tak jelas hanya karena kecoa.

Dengan sekejap wajah Sakura menjadi datar. Cewek pink itu mengangguk pelan. "Hm, tak apa." Dalam hati Sasuke merutuki wajah Sakura yang kelewat imut. Padahal cuma ngangguk pelan, tapi kok bisa imutnya kelewatan ya?

Mengingat keimutan Sakura yang overdosis, membuat perasaan resah datang. Bagaimana kalau ia kalah start dan Sakura diambil orang lain? Duh, Abang Sasu galau :')

Namun sedetik kemudian raut wajah resah tergantikan dengan seringai ganteng khas Sasuke.

Flashback end

..

"Jadi karena aku mikir gitu, tadi pagi aku nembak dia. Kebetulan dia lagi duduk sambil ngebaca buku di taman belakang sekolah." Sasuke berkata dengan wajah datar.

"Hah-haha-BWAHAHAHAHA...Teme nekat. Padahal berbicara saja sebelumnya kalian belum pernah." Naruto mengusap air mata yang keluar saking kekehnya.

"Hoy, kekeh-kekeh nanti pingsan." Tiba-tiba Kiba datang dan meloncat duduk di depan mereka.

Naruto belum berhenti tertawa. "Hey Kiba, si Teme ditola-hmmp!"

"Kau memang tidak bisa dipercaya Dobe." Desis Sasuke melepaskan bekapannya di mulut Naruto.

Naruto nyengir. "Ah, iya. Aku lupa hehehe... Habisnya lucu sekali sih."

"Memangnya kenapa?" Kiba menaikkan sebelah alisnya.

"Yah, situ kok kepo?" Sinis Sasuke yang membuat Kiba cukup 'ngejleb'.

Naruto berdehem, tawanya sudah berhenti dan hanya menyisakan perutnya yang sakit karena berlebihan tertawa. "Ehm Teme, aku sarankan kau minta bantuan ke teman-temannya saja." Usul Naruto.

Sasuke melirik Naruto. "Gak ah, gak guna."

Naruto menggeleng. "Justru meminta tolong dengan temannya membuat kau lebih gampang mendekatinya," Ucapnya.

"Kalian gak makan?" Merasa dikacangi, Kiba mencoba mencari topik baru.

Sasuke melirik Naruto yang sedang mengoceh menjawab pertanyaan Kiba. 'Sepertinya saran si Dobe bisa diambil juga.'

~Cool~

"Tidak juga sih, cat rambut yang itu juga bagus." Ino menunjuk gambar yang terdapat pada ponsel Karin.

Perempuan berambut merah itu mengangguk. "Iya, aku juga setuju."

"Entahlah, tapi menurutku itu terlihat murahan." Temari meringis. Mereka bertiga terus mengobrol di kursi panjang yang berada di dekat lapangan basket, sampai–

"Yamanaka, Uzumaki, dan kau, Sabaku." Ketiga perempuan yang sedang mengobrol itu sontak mendongak saat ada yang memanggil marga mereka masing-masing. Ino, Karin, dan Temari hampir memekik saat tahu yang menghampiri mereka adalah Uchiha Sasuke, Sang pangeran sekolah.

Sasuke menaikkan alisnya, melihat reaksi mereka. "Apa aku salah orang?"

Ketiga gadis cantik itu menggeleng serempak. "Ti-tidak, kau tidak salah orang," Ucap Ino.

Sasuke mengangguk. "Kalian sahabatnya Haruno Sakura?" Tanya Sasuke datar.

"Ya, kami sahabatnya dari SMP." Temari mewakili mereka bertiga.

Sasuke melihat sekitar mereka. "Sakura mana?"

"Sakura ada di perpustakaan," Jawab Karin. "Ada perlu apa?"

Raut wajah Sasuke berubah serius. "Kalian bisa bantu aku?"

Walau heran, mereka bertiga mengangguk. "Y-ya, bantu apa?" Tanya Temari.

Sasuke menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Hah, ini sama sekali bukan sifatnya. Tapi demi Sakura tak apalah, pikirnya.

"Tapi sebelumnya kalian harus berjanji, jangan beri tahu siapa pun tentang ini." Sasuke dengan sengaja menatap ketiga gadis di depannya dengan tajam. Tujuannya? Tujuan utama sih supaya mereka takut dan menurutinya. Tapi tujuan keduanya untuk menutupi kegugupan yang sangat tidak Uchiha.

Mereka bertiga mengangguk kaku. Diancam dengan pangeran sekolah yang dikagumi hampir seluruh perempuan-mau itu SMA, SMP, bahkan ada yang SD-di Konoha Internasional School seperti itu malah membuat mereka semakin gugup.

"Bantu aku mendapatkan sahabat kalian, Haruno Sakura. Hn, aku suka dengannya." Sasuke langsung berlalu pergi dari hadapan mereka setelah mengucapkan hal yang membuat ketiga sahabat cewek incarannya itu menganga.

Ino, Karin, dan Temari saling tatap menatap dengan mulut yang masih sedikit menganga. Ino angkat bicara. "Tu-tunggu, ma-maksud 'mendapatkan' itu apa?"

"Seorang Sasuke Uchiha menginginkan Haruno Sakura, sahabat kita. Itu terdengar ... tidak menyakinkan." Karin menatap tak percaya ke arah dua sahabatnya.

Temari menggeleng. "Apa yang salah? Wajar, bukan? Sakura itu cantik, imut, pintar. Hanya sikap dinginnya saja yang amat disayangkan. Lagi pula dia yang dulu tidak begitu 'kan? Ada suatu hal yang belum kita ketahui. Sakura sangat tertutup hingga semua terasa samar," Temari tersenyum dan menatap kedua sahabatnya. "Ayo, kita bantu Sasuke membuka itu semua dan mendapatkan Sakura."

Karin dan Ino tertegun. Semua yang dibilang oleh Temari memukul telak mereka. Seakan tersadar, Karin dan Ino mengangguk. Mereka bertiga mendadak bediri dan mengepalkan tangan ke udara. "Ayo kita satukan Sasuke dan Sakura!"

Sakura berjalan ke arah tiga sahabatnya yang sedang teriak tidak jelas. "Ehm ... Ino? Karin? Temari? Kalian sedang apa?" Sakura bertanya dengan wajah datar. Yah, tapi sedatar apa pun tetap saja tak mengurangi kadar imut-imut manis di wajahnya.

Ino menggeleng dan mencubit pipi Sakura gemas. "Nggak ada. Ayo, kami sengaja menunggumu agar kita bisa pulang bersama." Mereka bertiga langsung menarik Sakura yang sebenarnya masih bingung.

..

To Be Continued

..


Author's note:

Iya, iya, ini pendek, saya tau :3 Tapi emang rencananya fict ini apdet perchapter pendek-pendek, huehehe... /ditendang. Oh iya, Sakura di sini itu kayak Mashiro Shiina. Imut, polos, kalem, cantik gitu :D Tapi bedanya Sakura di sini agak dingin. Kalo Mashiro 'kan cuma kalem aja.

Btw maaf update lama wkwkwk xD Maaaaf... sekali :D

Oke, segini aja, see you in next chapter ;D

Thanks to:

Kyana, Delevingne, Mc-kyan, Atika723, Luca Marvell, ,dan Cameliap64.

Yang udah ngefav, juga alert. Makasih :)))

Mind to Review?