Khe….khe….khe...Ohayou minna_san…..

Ken balik lagi nih, senangnya *tabur-tabur pasir*

Maaf banget ya, Ken baru bisa update sekarang karena si Cheppy my sweat laptop ngambek jadi ya begitulah *cengar-cengir gaje*

Oh, ia kemarin Ken belum ngasih tahu Yuta itu seperti siapa he… he… he… Ken lupa *ditendang readers*

Jadi, Yuta itu ciri-cirinya sama seperti Naruto. Tapi, rambutnya itu pirangnya nggak terlalu cerah, Yuta warna matanya perpaduan antara merah dan biru ' readers : " Warna apaan tuh?", Author : " Nggak tahu…" ' *gubrak*

em, terus dia tu suka bawa laptop seperti Hiruma dan perawakannya itu tinggi, berkulit putih dan tegas. Hanya satu kelemahan Yuta yaitu paling anti naik mobil sama Naruto dengan kecepatan diatas normal. Okhe kayanya gitu aja deh….

Ini balasan review dari Ken ^_^ :

Fi suki suki : " Ia, nih Ken dah update." *masang senyum lima jari*

Sasuchi ChukaChuke : " Salam kenal Uchi chan, sebenarnya sih pengennya Kakashi deket ama guru Iruka tapi, berhubung Iruka g cocok jadi kakaknya Naru jadi Ken bikin character baru. Khe… khe… khe… tapi, nanti ada adegan KakaIru kok *masang senyum setan*….. Ia saran Sasu chan Ken terima, makasih ya… ^_^

Vii no Kitsune : " Makasih Vii chan, okhe Ken dah update chapter 2 nya. Moga-moga Vii chan suka dan mau review lagi *masang puppy eyes*

Naru Naru : " Aduh, Kyuubi keluar jadi takut *sembunyi di kolong meja*…. khe… khe… khe… ia ini Ken dah update, maap ya kelamaan si Cheppy ngambek sih *nunjuk-nunjuk Cheppy*

Black winx : " Khe… khe… khe… sebenarnya kalau Ken boleh jujur, Ken emang nggak tahu tulisannya *masang pose innocent* jadi, makasih ya Winx chan dah mau kasih tahu Ken. Ini dah Ken usahain update kilat ^_^…

Kirisha Zwingli : " Salam kenal Kirisha chan, wew kok bisa sama ya *masang pose mikir*. Ken juga bingung kok bisa sama, judul ini langsung nongol gitu aja lo tapi inti ceritanya beda kok jadi selamat baca chapter 2 ini *masang senyum sok manis*

Misyel : " Salam kenal Misyel chan, ia nih Ken dan Update met baca ya…." *masang senyum paling indah *narsis mode on*

Syifa : " Ia Syifa chan, maaf ya lama my cheppy ngambek he… he… he… *garuk-garuk kepala*

okhheeee… dari pada kita ngalurngidul kaga jelas mendingan.. langsung baca ajaaahhh…. ^_^

Disclaimer :

Dapat dipastikan dan dibuktikan Naruto bukan punya saia

tapi, punya twinsdevil khe…khe… khe…

*diteror om Masashi*

Warning :

Gaje, OOC, Yaoi, Shounen_Ai, Alur kecepatan, Typo(s) dll….

DON'T LIKE DON'T READ !

Rate :

T aja ya cari aman...

Genre :

Humor, Family, General

iank jelas banyak dech…

Pairing :

masih sama…..

SasuNaru, ItaKyuu, KakaYuta

Summary :

Bagaimana kalau tiga orang saudara harus menikah dengan orang yang mereka anggap menyebalkan…

" nggak peduli…" *dilempar kecomberan*

Namikaze Family

by Ken_Twinsdevil

"Em, kita bertaruh saja kalau kalian tidak jatuh cinta pada calon tunangan kalian berarti Tousan kalah dan kalian bisa menentukan jodoh kalian sendiri," kata Minato dengan senyum khasnya.

Ketiga putranya tersebut berfikir sejenak sebelum mengatakan pendapat mereka.

"Kami setuju," kata mereka bertiga bersamaan.

Minato tersenyum penuh kemenangan melihat tingkah ketiga putranya.

"tapi ada syaratnya," perkataan ayah mereka tersebut menimbulkan tanda tanya besar.

"Apa syaratnya?" tanya Kyuubi mantap.

"Kalian harus.."

Chapter 2 New (style, school, und life)

"Kalian harus menyamar," kata Minato sambil menyeruput lembut green tea miliknya.

"Ck, hanya begitu, aku pikir harus apa." kata Kyuubi sembari memainkan ponsel hasil percobaannya.

Minato hanya menyeringai mendengar penuturan putra keduanya tersebut. ' iner Minato: Betapa polos kalian wahai anak-anakku '. Seringai yang di keluarkan oleh Minato mendapatkan respon yang sama dari ketiga putranya yaitu terkejut, takut, dan mengerikan. Satu lagi fakta terungkap bahwa ketiga keturunan Namikaze-Uzumaki itu takut akan seringai ayah mereka.

Naruto pov

'Deg'

Kenapa Tousan menyeringai seperti itu dan kenapa sekarang perasaanku mengatakan akan ada bahaya yang mengancam. Apa Tousan akan membunuh kami, oh tidak itu terlalu mengerikan tidak mungkin ada seorang ayah yang ingin membunuh anaknya. Kami-sama tolonglah hambamu ini.

Kyuubi pov

Cih, benar-benar ayah biadab, buat apa ia menyeringai seperti itu. Aku akan jadikan dia salah satu koleksi manusia es milikku kalau dia berani melakukan rencana gila untuk menyusahkan hidupku.

Yuta pov

Hah, seringai lagi Benar-benar punya ide menyiksa rupanya. Sudah cukup 20 tahun aku tahu trik dan permainanmu tousan. Hah, semoga bukan rencana gila yang menyusahkan.

Normal pov

Kyuubi, Naruto, dan Yuta masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Yuta dengan laptop mini kesayangannya, Kyuubi dengan ponsel hasil penemuan ke xxx karena banyaknya hasil penemuan tersebut sampai-sampai alat penghitung tercanggih pun mengalami ke erroran saat menghitung banyaknya penemuan Kyuubi dengan presentasi 70 % adalah Naruto sebagai objek. *sungguh kakak yang tidak berkepriadikkan*Dan Naruto dengan novel yang baru diambilnya dari salah satu rak buku di ruangan tersebut.

Ya, walaupun keadaan yang sebenarnya adalah 50% pikiran mereka telah teralih akibat seringai yang ternungging eeerr tersungging di wajah ayah ' kesayangan ' mereka.

Keheningan kembali melanda perkumpulan manusia-manusia laknat eee pirang tersebut, sampai sebuah suara mengintrupsi dan memecah keheningan diantara mereka, dan ternyata pemilik suara tersebut adalah Namikaze Minato ayah mereka.

"Peran yang akan kalian lakukan adalah Kyuubi dan Naruto akan menjadi siswa baru sedangkan Yuta karena usiamu 20 tahun dan tidak memungkinkan menjadi seorang siswa, jadi kau akan menjadi seorang guru," kata Minato dengan santainya tanpa mempedulikan keterkejutan di wajah Yuta.

"Kenapa aku harus menjadi guru?" tanya Yuta sembari menutup laptop miliknya.

"Kan, Tousan sudah jelaskan karena…" belum sempat Minato menyelesaikan ucapannya, Yuta telah menyelanya.

"Em, bukan yang seperti itu," kata Yuta sembari mengibas-ngibaskan kedua tangannya dan mengelengkan kepalanya.

"Jadi maksudmu seperti apa?" tanya Minato pada Yuta.

"Naruto dan Kyuubi akan menjadi siswa baru karena mereka memang masih sekolah, sedangkan aku harus menjadi guru. Kau ingin aku mengajarkan apa pada mereka, membobol bank atau mencuri saham," kata Yuta menaikkan volume suaranya.

"Jadi, kau menyerah. Ck… sayang sekali ternyata kau kalah," kata Minato dengan nada sinisnya.

' Twitch '

Timbul kedutan di wajah Yuta, ia mengepalkan tangannya dan meninju kursi yang didudukinya.

"Tidak ada kata menyerah dalam kamusku," kata Yuta sembari menatap tajam kearah Minato.

"Oh, jadi…" Minato mengentikan ucapannya sembari menatp tajam kearah Yuta bermaksud membalas tatapannya tersebut.

"Aku bersedia," kata Yuta sembari menyandarkan kepalanya pada bantalan kursi.

Perkataan Yuta tersebut makin memerlebar seringai Minato, entah apa yang sekarang sedang dipikirkannya yang jelas hal itu membuat ketiga putranya semakin cengoh menatap ayah mereka tersebut.

"Penampilan kalian harus berubah total, karena inti dari permainan ini adalah jangan sampai ada orang yang menyadari siapa kalian sebenarnya," Kata Minato sembari kembali menyeruput teh hijaunya.

Naruto, Yuta, dan Kyuubi menatap intens kearah Minato, mencoba mencerna setiap perkataan yang dilontarkan oleh ayah mereka tersebut. Bertaruh dengan ayah mereka sendiri merupakan pertaruhan merepotkan tidak seperti ketika bertaruh dengan orang lain. Jadi, sebenarnya mereka lebh memilih untuk membatalkan pertaruhan ini kalau mereka bisa. Tapi sayangnya harga diri mereka akan jatuh di depan ayah mereka sendiri dan itu merupakan hal yang sangat memalukan kalu sampaihal itu terjadi.

"Apa maksudmu ayah sialan?" tanya Kyuubi sembari memberikan death glare nomor wahit miliknya kepada sang ayah.

"Ya, kalian harus menjadi seseorang yang baru dan sangat berbandig terbalik dengan diri kalian sekarang," kata Minato dengan santainya.

Penuturan Minato tersebut disambut tiga ekspresi berbeda dari ketiga putranya, Yuta menyilangkan tangannya di depan dada ia menutup matanya, dahinya berkerut dan sesekali mengeleng-gelengkan kepalanya membuat siapapun yang melihat ekspresinya akan berkata sungguh-engkau-orang-aneh-entah-dari-planet-mana.

Kyuubi memasang pose berfikir andalannya, jari telunjuknya diletakkan didepan dagunya dan sesekalai diketuk-ketukan dengan irama yang beraturan, bibir merahnya juga sesekali mengerucut diiringi dengan dahinya yang juga mengerut membuat siapapun yang melihatnya akan berkata dia-pasti-salah-minum-obat.

Dan Naruto, ia masih menatap cengoh kearah ayahnya. Mata birunya melotot sampai nyaris keluar, bibirnya terbuka beberapa senti tapi cukup untuk membuat lalat dan hewan kecil lainnya untuk masuk. Ekspresi di wajah Naruto adalah ekspresi yang paling dna sungguh aneh. Dengan terbukanya fakta di atas dapat diketahui bahwa ketiga keturunan Namikaze memiliki campuran darah orang-orang aneh.

Minato hanya tersenyum simpul melihat ekspresi ketiga putranya yang sangat ooc, sebenarnya ia inggin sekali tertawa lepas tetapi apa mau dikata ia masih ingin melihat indahnya mata hari pagi esok hari. Walaupun ia bergelar sebagai ayah KANDUNG ketiga pemuda tersebut, tapi hal itu tidak akan membuatnya lolos dari kematian apabila berani melakukan menertawakan ekspresi aneh mereka.

Ketiga pemuda tersebut tak segan-segan menuliti hidup-hidup orang tersebut, kemudian tubuh yang sudah dikuliti dijadikan bantalan kereta api atau digatung di Tokyo tower atau yang lebih parah lagi tubuh tersebut dicat menyerupai bendera Jepang dan tubuh yang sudah tercat tersebut akan dikibarkan ditiang bendera ditengah-tengah kota. Sungguh author meragukan ketika pemuda tersebut manusia =_='.

"Ah, tapi bagaimana dengan perusahan yang saat ini aku kelolah?" tanya Yuta setelah melepaskan pose aneh berfikirnya.

Minato mengerenyitkan dahinya, mencoba mencari jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh putra pertamanya tersebut.

"Kau tak perlu risau, untuk sementara biar Tousan yang akan mengatur," kata Minato menjawab pertanyaan putra pertamanya tersebut.

"Oh, ia tousan calon istri kami itu tinggal di Jepang ya?" tanya Naruto.

Mendengar pertanyaan Naruto tersebut membuat Minato kembali berfikir sebelum berguman, "Ya, calon 'istri' kaliam ada di Jepang," kata Minato dengan senyum penuh tanda tangan eee tanda tanya.

Setelah perkataan yang terlontar terakhir dari Minato tersebut, suasana mencengkam telah lenyap. Digantikan dengan kehangatan sebuah keluarga saat Kushina sang ibu datang membawa cemilan kesukaan mereka.

"Bagaima pembicaraan kalian?" tanya Kushina sembari mendudukan diri di sebelah putra bungsunya Naruto.

"Baik kok Kaasan," kata Naruto sembari bergelanyut manja di lengan ibunya.

Melihat tingkah Naruto yang sangat ooc tersebut membuat ketiga Namikaze yang lain sweat drop di tempat. Kushina yang melihat hal itu, tidak mampu menahan tawa yang sedari tadi ditahannya.

Hari itupun keluarga Namikaze tersenyum, tidak ada penyiksaan, perebutan, kekerasan, hanya kedamainan yang selalu menyelimuti dan kedamaian itu datang karena Kushina seorang wanita yang sangat sayang dan perhatian pada suami dan putra-putranya. Ketiga putra Namikaze tersebut tertawa lepas tanpa menyadari bahaya yang akan datang besok.

Pagi ini, Minato membawa ketiga putranya kesebuah tempat yang akan digunakan untuk merubah penampilan mereka. Minato mengemudikan mobil dengan santai sembari menikmati pemandangan jalan-jalan di New york. Tidak memerlukan waktu yang cukup lama, keempat orang tersebut sudah berada di depan sebuah salon, segera saja mereka melangkahkan kaki memasuki salon tersebut.

Kini Naruto. Kyuubi dan Yuta tengah berada di depan cermin berukuran setengah dari tinggi badan mereka. Entah mengapa perasaan mereka menjadi tidak menentu, dan rasanya akan ada hal buruk yang akan menimpa mereka. Mereka bertiga masih berkunat dengan pemikiran mereka masing-masing sampai-sampai tidak sadar ayah mereka telah berada di depan mereka ditemani duo baleng a.k.a banci kaleng yaitu…

"Aduh, bok eke seneng deh punya pelanggan kaya yei," kata salah seorang dari duo baleng tersebut sambil mencolek pipi Kyuubi dengan gaya centil milik mereka membuat siapapun yang melihat langsung mutah mendadak.

Sebenarnya, yang ingin dicolek oleh si baleng adalah si Bungsu paling manis bin imut bin ngegemesin a.k.a Naruto tapi berhubung karena Naruto punya reflek yang sangat amat super duper bagus, ia langsung mendorong dan berlindung di belakang Kyuubi alhasil sang Kyuubi lah yang mendapat colekan maut bin nista dari baleng tersebut.

Kyuubi yang menjadi korban dorongan Naruto dan colekan sang baleng tersebut hanya bisa mengerutu dan mengumpat kesal sembari melempar death glare tak tentu arah.

"Jangan berani menyentuhku baleng sialan," kata Kyuubi dengan nada sarkatik ketika sang baleng berniat mencoleknya lagi.

"Ih, gateng-ganteng galak bo, eke takyut dech," kata sang banci sembari berpose layaknya seorang gadis yang berada di sarang penyamun, dan sukses membuat Namikaze family tepar di tempat.

"Jangan dekati aku banci!" kata Naruto sembari mengacung-ngacungkan pisau yang entah-author-tidak-tahu-muncul-dari-mana kearah sang banci yang mencoba mencoleknya.

Melihat Naruto yang sedang dikejar oleh banci, membuat Yuta dan Kyuubi tak henti-hentinya tertawa sembari berguling-guling di lantai author sampai sweat drop ketika membayangkannya.

"Ha…ha ha…ha ha…ha " tawa dari dua kakak Naruto tersebut menggema di dalam ruangan tersebut.

"Hei, aniki berdua jangan hanya tertawa, bantu aku dari banci ini," kata Naruto sembari menunjuk kedua banci yang sedari tadi mengejar Naruto membuat mereka berputar-putar layaknya membuat video klip lagu India.

"Tidak apa Naruto, mereka sangat cocok denganmu," kata Kyuubi sembari memegangi perutnya yang mulai sakit karena sedari tadi tertawa.

"Betul, aku setuju…" kata Yuta menimpali perkataan sang adik a.k.a Kyuubi.

Ketiga keturunan Namikaze tersebut masih asyik dengan kegiatan mereka sampai suara Minato yang mulai risih dengan tingkah duo baleng terhadap putra-putranya membuat mereka menghentikan aksi nista yang sungguh amat nestapa.

"Bagaimana Yui, kau bisa melakukannya?" tanya Minato pada salah satu baleng tersebut.

"Em, tentu Minato sama eke bisa melakukannya kok," kata baleng bernama Yui sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Minato.

Minato hanya mengelus dada melihat tingkah baleng tersebut dan berharap sang istri tercinta a.k.a Kushina tidak melihat adegan nista bin nestapa itu, kalau tidak sungguh ia harus memesan satu kamar di rumah sakit dan pesta pemakaman dengan satu kuburan untuk si baleng. Sungguh keluarga yang sangat amat 'Normal' dari seluruh keluarga 'Normal' yang ada =_='.

"Ya, segera urus mereka. Aku beri kalian waktu untuk mengurus mereka,"kata Minato sembari melangkahkan kaki menuju salah satu kursi di ruangan tersebut.

"Ayo Yuki, kita mulai," kata baleng bernama Yui kepada baleng yang lain yang diketahui bernama Yuki.

Perkataan baleng Yui tersebut hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh baleng Yuki.

Waktu penyiksaan dimulai…

Dengan tidak berkeprinamikazean, ketiga pemuda tersebut diseret dengan tidak hormat oleh kedua baleng tersebut kedalam sebuah ruangan yang bercahaya cukup redup, hanya satu harapan dan doa ketiga pemuda tersebut sekarang adalah semoga tidak di reep oleh duo baleng yang aneh bin gaje bin amit-mait bin menjijikan dan bin yang aneh-aneh lah.

Diruangan tersebut

Naruto tengah meronta-ronta dengan ganasnya ketika sang baleng mulai mulai berani membelai dan memainkan rambut pirangnya. Baleng tersebut menuangkan cairan yang baunya nauzubila di atas rambut Naruto dan alhasil langsung membuat rambut Naruto yang pirang berantakan menjadi licin layaknya jalan tol.

"Jangan sentuh rambutku banci," kata Naruto sembari meninju kesegala arah untuk melindungi rambutnya yang sudah berubah model tersebut.

"Aduh, jangan gerak dong bok. Eke nggak bisa bentuk rambut yey nanti," kata Yuki sang baleng sembari menangkap tangan Naruto yang sedari tadi meninju tak tentu arah.

"Arg… jangan sentuh tanganku banci," kata Naruto sembari mengelap tangannya yang dipegang oleh si banci dengan ujung bajunya.

Melihat Naruto yang disiksa dengan tidak hormat oleh baleng bernama Yuki membuat Kyuubi dan Yuta hanya menelan ludahnya secara paksa. Mereka berniat kabur meninggalkan Naruto sendiri, tapi belum sempat rencana itu terlaksana baleng lain bernama Yui sudah mengenggam tangan mereka dan mendudukkan diri mereka di masing-masing dan dimulailah aksi permakan mereka. Terdengar jeritan dan tangisan pilu, yang membuat siapapun yang mendengarkan ingin segera menolong.

Minato hanya menyeringai mendengar teriakan pilu dari ketiga putranya yang sedang diproses jadi aneh oleh duo baleng, sungguh Minato tidak sadar bahaya apa yang menantinya di rumah.

Sementara itu di kediaman Namikaze…

"Minato, apa yang kau lakukan pada ketika putaku," suara Kushina terdengar sampai Papua, terus mantul ke Cina, kembali lagi dah ke Jepang. Eit, tunggu masih singgah di India.

Sungguh, hari ini dikediaman Namikaze ramai sekali, disarankan bagi para tetangga untuk menutup telinga karena akan ada guncangan besar dan untuk ibu-ibu yang akan melahirkan, langsung berbaring di depan rumah Namikaze, dijamin langsung lahiran tanpa tarik nafas deh.

Dan satu lagi, yang punya penyakit jantung jangan mendekat kalau tidak ingin melihat betapa indahnya Neraka. Sungguh keluarga aneh bin gaje.

Sudah seminggu sejak ketiga bersaudara tersebut berubah menjadi sosok yang bisa dibilang lebih mirip alien daripada manusia dan sudah seminggu juga mereka tiba di Jepang dengan identiras baru, bukan sebagai Namikaze tapi sebagai Uzumaki. Hari ini adalah hari dimana mereka bertiga akan memulai aksi penyamaran mereka yang aneh bin nista, dan dapat didengar jeritan dan doa dari ketiga bersaudara itu didalam kamar mereka masing-masing.

Yuta pov

Sungguh, aku tidak mau berpakaian ala alien seperti ini. Mau di taruh mana harga diriku, kalau sampai ada seseorang yang mengenaliku sebagi Namikaze Yuta… arggghhh, aku tak mau tapi kalau aku menolak aku akan mendapatkan masalah yang lebih buruk, semoga penyamaran sebagai guru kimia yang super duper culun ini bisa menutupi identitasku yang sebenarnya, tapi harus membawa tas merah dan celana yang nggak panjang, nggak pendek. Sungguh aku ingin menghancurkan perusahaanmu ayah, karena berani mempermainanku seperti ini.

Kyuubi pov

Aku tidak mau berpenampilan seperti ini, mati lebih baik dari pada seperti ini. Kenapa aku harus berpura-pura menjadi orang bodoh dan lebih parah aku harus menjadi manusia purba, gaya manusia era 50-an juga lebih baik dari ini. Dan kenapa aku harus memakai kaca mata ini, sungguh aku jadi ragu ini kaca mata manusia atau kacamata untuk orang yang hampir buta aku berani bertaruh lensa kacamata ini setebal 100 cm. Kami sama, berikan aku inspirasi untuk membunuh ayah sialan itu. Aku harus bisa menciptakan senjata pemusnah dengan target utama Namikaze Minato.

Naruto pov

Aku sudah gila, aku memang gila, atau aku pantas gila. Saat ini aku mengenakan kemeja putih yang sangat amat kedodoran, dengan celana model etahlah berwarna merah dan hitam. Dan sekarang, aku harus ikhlas dan rela rambut pirang berantakan milikku harus berubah menjadi model yang sungguh-aku-tidak-mau-lihat. Hari ini, aku harus menjadi orang yang lemah dan mudah ditindas, argg… aku tidak mau berpakaian seperti ini, sungguh kenapa pula aku harus memakai kawat gigi ini dan aku tidak mau melihat penampilanku sendiri, izinkan aku mati saat ini Kami-sama.

End Naruto pov

Setelah berdandan kurang lebih 4 jam, karena mereka masih berum rela harus mengenakan pakaian dan gaya yang sangat amat mengenaskan akhirnya mereka sudah siap memulai hari ini dengan identitas baru sebagai tiga bersaudara Uzumaki yang culu, bodoh, lemah, dan bla bla bla. Mereka bertiga pun pergi kesekolah dengan berjalan kaki, dan setiap langkah yang mereka ambil di jalan semua orang memansang mereka dengan berbagai ekspresi yang sungguh sulit dibayangkan. Ada ekspresi horor, aneh, cengoh, menghina, dan lain sebagainya dan hal itu cukup untuk membuat trio Namikaze tersebut memikirkan rencana untuk membunuh mereka semua saat itu juga.

"Ada alien," kata seorang pemuda berambut hitam yang tidak diketahui namanya.

Mendengar penuturan pemuda tersebut membuat Kyuubi mengepalkan tangannya dan mati-matian Yuta dan Naruto menahan Kyuubi untuk tidak langsung membunuh orang tersebut di tempat.

"Mati kau," kata Kyuubi sembari meremas-remas kemejanya sampai kusut karena menahan amarah.

"Sabar Kyuu," kata Yuta sembari mengelus-elus pundak Kyuubi.

"Ia, kata author orang saber jidatnya lobar," kata Naruto sembari nunjuk author dan alhasil author langsung matte ditempat karena dapat bogem mentah dari Sakura.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya ketiga bersaudara tersebut tiba di kantor kepala sekolah. Setelah mereka mendapatkan perlakuan yang menyebalkan dari murid-murid sekolah tersebut. Di ruangan berwarna cokelat muda, terlihat seorang wanita berusia sekitar 25 tahunan dengan duduk dengan santai sembari meneguk segelas teh hangat. Wanita tersebut segera mengalihkan pandanganya menuju arajh pintu karena melihat pintu runagannya yang terbuka. Saat itulah muncul tiga manusia aneh dengan penampilan sungguh-amat-sangat-merusak-mata. Wanita berambut pirang tersebut menyipitkan matanya melihat ketiga sosok yang sangat langka di deoannya tersebut.

Naruto mengeritkan dahinya melihat tatapan aneh wanita berwarna rambut sama dengannya tersebut, dengan berbekal kekuatan yang cukup Naruto melangkahkan kainya mendekati meja kepala sekolah tersebut dan memberanikan diri menatap mata kepala sekolah wanita tersebut, ia melakukan hal itu bukan karena takut pada wanita tersebut melainkan ia takut ada seseorang yang mungkin mengenali dirinya dan kedua kakanya.

"Ano, ma-maa… af… sa-ya dan ka… kak… sa-ya…" Naruto menghentikannya ucapannya ditengah-tengah, rahangnya terasa mengeras saat ia memaksakan untuk berbicara leboh banyak lagi.

Melihat kondisi Naruto yang harus menjadi orang gagap tersebut membuat Yuta harus mengambil alih perkataan Naruto. Dengan wajah tertunduk dan memegang kemejanya, Yuta memberanikan diri melanjutkan ucapan Naruto tersebut.

"Maaf, saya Yuta dan ini kedua adik saya Kyuubi dan Naruto," kata Yuta sembari menunjuk kearah kedua adiknya.

Wanita berambut pirang tersebut menyangga wajahnya dengan kedua tangan, matanya meneliti ketiga pemuda bertampang aneh yang tengah berdiri di depannya.

"Mau apa kalian kemari?" tanya wanita pirang tersebut sembari menatap tajam ketiga bersaudara itu.

"Maaf, nona…" Yuta menghentikan ucapannya agar wanita berambut pirang tersebut melanjutkan ucapannya yang sebenarnya adalah nama dari wanita pirang itu sendiri.

"Tsunade, kalian bisa memanggilku nona Tsunade," kata Wanita tersebut sembari meneguk cairan bening yang aromanya sangat menyengat dan diketahui bernama sake.

"Begini Nona, saya yang akan menjadi guru baru dan adik-adik saya yang akan menjadi siswa baru," kata Yuta sembari mengengam erat kemejanya.

"Oh, begitu. Baiklah Kakashi!" wanita berambut pirang tersebut berteriak memanggil seseorang bernama Kakashi.

Tidak beberapa lama kemudian, muncul sesosok pria bermasker dengan rambut perak dengan buku orange di tangan kirinya.

"Ada apa anda memanggil saya Tsunade-sama?" tanya pria bernama Kakashi tersebut sembari menutup buku berwarna orange yang berada di tangan kirinya.

"Dia Yuta guru baru," kata Tsunade sembari menunjuk kearah Yuta.

Mendengar namanya disebut, Yuta langsung membungkukkan tubuhnya memberi salam kepada pria bernama Kakashi.

"Oh, jadi aku harus mengantar dia di kelas berapa?" tanya Kakashi pada Tsunade.

"Em, antarkan dia kekelas 1-6," kata Tsunade sembari meneguk kembali sakenya.

Yuta menarik napas perlahan sebelum kembali bertanya pada wanita berambut pirang tersebut.

"Lalu, adik saya akan ditempakan di kelas mana?" tanya Yuta.

"Oh, ia dulu di sekolah adik-adikmu yang lama mereka kelas berapa?" tanya Tsunade pada Yuta.

"Kyuubi kelas 3 dan Naruto kelas 2," kata Yuta dengan nada lirih tapi dapat didengar dengan jelas oleh Tsunade.

"Kalau begitu, Kyuubi akan masuk di kels 3-2 dan Naruto di kelas 2-1," kata Tsunade sembari meneguk kembali sakenya.

"Baik," kata Yuta seraya membungkukkan tubuhnya mengucapkan terimakasih pada Naruto.

Setelah hal terakhir tersebut, ketiga saudara tersebut dan seorang pria berambut perak tersebut berjalan melangkahkan kaki mereka meninggalkan ruangan kepala sekolah tersebut. Di persimpangan jalan Yuta, Kyuubi, dan Naruto berpisah jalan, menurut arahan yang Kakashi berikan kelas 2-1 arahnya berbelok kearah kanan, kelas 3-2 arahnya berbelok kearah kiri. Karena sudah mengetahui arah yang akan mereka tuju, Naruto dan Kyuubi segera berbelok kearah masing-masing, sedangkan Yuta masih berjalan ditemani oleh Kakashi karena arah kelas yang dituju belum jelas.

Perjalanan mencari kelas 1-6 hanya diisi dengan keheningan, antara Yuta dan Kakashi tidak ada yang berniat membuka pembicaraan untuk memevah keheningan.

Yuta pov

Arg… KUSO! selamat ayah kau dapat door prize liburan ke NERAKA, karena ulahmu aku sukses menjadi orang bodoh sedunia. Bagaimana kabar laptop kecilku, oh aku sangat merindukannya padahal baru beberapa jam saja berpisah. Dan lihatlah, sekarang deritaku semakin lengkap di sebelahku berdiri seorang pria bermasker yang-sungguh-aku-tidak-tahu-seperti-wajahnya. Mungkin orang berfikir, tuan muda tengah berjalan dengan pembantunya sungguh aku akan memutilasi orang yang berani mengatakan hal itu. Tapi, kenapa aku merasa seperti ditatap dengan mesum ya? ah, mungkin itu hanya perasaanku saja. Ya, hanya perasaanku.

Kakashi pov

Pemuda yang menarik, walaupun penampilannya sedikit aneh tapi lihat tubuhnya ia begitu seksi dan mengoda. Bahkan pakaian aneh yang ia kenakan tak mampu menutupi lekuk tubuhnya yang seksi itu, em pasti nikmat sekali kalau bisa bercinta dengannya. Aku harus mendapatkannya bagaimanapun caranya, aku yakin Yuta pasti lebih menyenangkan daripada Iruka dan orang-orang yang pernah bercinta denganku.

End Kakashi pov

Tak beberapa lama kemudian, mereka telah tiba di depan ruang 1-6 dan Yuta segera melangkahkan kakinya masuk kedalam. Begitu juga dengan Naruto dan Kyuubi yang tadi berpisah dipersimpangan, mereka telah tiba didepan kelas masing-masing 2-1 dan 3-2 dengan menguatkan hati mereka melangkahkan kaki memasuki ruang kelas tersebut.

In Kelas Kyuubi…

Seorang guru autis tengah mengajar di depan kelas, murid-murid tersebut hanya menatap heran plus cengoh kepada guru bernama Tobi tersebut.

"Tobi, guru baik fisika itu indah," kata Tobi sembari berlari-lari kecil layaknya anak kecil yang tengah girang karena mendapat permen.

"Woi, guru sialan ngapain ngomong melulu," kata murid bergigi taring dengan tubuh berwarna biru seperti hiu.

"Tobi bukan sialan, Tobi guru baik," kata Tobi sembari menatap pemuda tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Melihat tingkah Tobi yang sangat amat mengelikan itu membuat semua murid berniat menguliti dan membuang tubuhnya kedasar samudra kecuali seseorang yang berada di tempat duduk paling pojok dan dia adalah…

"Hei, Itachi kau kenapa diam saja?" tanya seorang pemuda berambut mareh yang diketahui bernama Sasori kepada seorang pria yang sedari tadi anteng duduk dan membaca buku di kursinya.

Pria dengan ciri berambut hitam panjang tersebut hanya mengelengkan kepala sebelum kembali menekuri buku yang sedari tadi dibacanya.

Semua kegiatan di ruangan tersebut terhenti ketika sesosok alien eee pemuda tengah berdiri di sebelah Tobi.

"Itachi, katakan padaku mataku sekarang pasti rabun," kata Sasori sembari memegang lengan Itachi.

"Memangnya kau melihat apa? hantu?" tanya Itachi masih terfokus dengan bukunya.

"Ya, mungkin kau benar," kata Sasori sembari berjalan kearah tempat duduknya.

Mendengar jawaban yang cukup aneh dari Sasori tersebut, membuat Itachi mengalihkan pandangannya dari buku yang sedari tadi dibaca dan menatap lurus kedepan. Betapa kaget dirinya melihat seorang pemuda dengan penampilan aneh tengah berdiri di samping guru aneh. Bukan ejekan yang keluar dari bibir Itachi ketika melihat sosok tersebut, melainkan seringai ya seringai mesum saat melihat sosok tersbut.

"Kamu siapa?" tanya Tobi dengan wajah innocent miliknya.

"Saya Kyuubi," kata Kyuubi sembari membungkukan diri memberi hormat pada Tobi sang guru autis.

"Oh, Kyuubi em, kau duduk di samping Uchiha," kata Tobi sembari menunjuk kearah Itachi yang tengah menatap mesum kearah Kyuubi.

Melihat pria yang ditunjuk tengah menyeringai mesum kearahnya membuat Kyuubi sedikit bergidik ngeri dan dengan berat hati melangkahkan kakinya kearah tempat yang tadi ditunjuk oleh sang sensei. Dlam tiap langkah ia berdoa semoga selamat dari makhluk mesum, amin.

Ruang pertama Yuta mengajar…

"Em, saya guru baru kalian…" belum sempat Yuta menyelesaikan kata-katanya semua murid-muridnya langsung menghujaninya dengan gulungan kertas seperti bola dan berbagai sampah yang entah bagaimana anak-anak tersebut dapat memperolehnya.

"Saya Uzumaki…" lagi-lagi ucapan Yuta terotong oleh teriakan seorang siswi berambut hitam bernama Karin.

"Dasar guru jelek, pergi sana," kata Karin sembari melempar botol air mineral kearah Yuta.

Tindakan yang dilakukan oleh Karin tersebut, diikuti oleh anak-anak yang lain.

"Pergi kau," kata siswa yang lain sembari terus melempari tubuh Yuta dengan sampah.

Yuta hanya mengelus dada untuk tidak merebus anak-anak yang melakukan tindakan nista melempari dirinya dengan sampah. Mau di taruh dimana harga dirinya sebagai seorang hacker nomor satu, tanpa disadari olehnya sepasang mata tengah mengawasinya dan tersenyum mesum kearahnya.

In Kelas Naruto

Naruto melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kelas 2-1, semangatnya terasa menghilang ketika harus berpenampilan layaknya alien dari planet yang tidak terdeteksi keberadaannya. Dengan berat hati ia terus melangkah, sampai-sampai ia tidak sadar telah berada di depan pintu geser kelasnya. Sayup-sayup terdengar suara guru yang mirip baleng tengah menjelaskan sesuatu tentang ular, Naruto sampai sweat drop waktu mendengarnya.

"Ya, ular adalah hewan yang lucyu, cute, dan imut banget," kata seorang pria berambut panjang sembari memeluk ular besar bernama manda.

Seluruh siswa di kelas tersebut hanya menatap jijik kearah pria tersebut.

"Em, lalu… bla… bla… bla… " pria tersebut kembali menjelaskan tentang ular dan segala sesuatu yang bersepupuan, bersaudaraan, berikatan dengan ULAR ya itu yang dibahas.

Penjelasan tersebut terhenti ketika pintu kelas terbuka dan memunculkan seorang pemuda pirang dengan penampilan yang sangat aneh.

"Kamyu ichu siapa?" tanya sang guru ular a.k.a Orochimaru.

Naruto hanya bisa melotot melihat baleng eee guru dengan penampilan yang wew aneh tersebut, belum hilang traumanya dengan baleng e malah gurunya baleng juga. Sungguh Naruto tak henti-hentinya mengucapkan sumpah serapah yang ditunjukkan pada satu orang yaitu NAMIKAZE MINATO.

"Kamyu siapa?" tanya si ratu ular a.k.a bakoro (baka orochimaru).

Naruto kembali tersadar dari lamunan gaje bin nista tentang si baleng dan membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada sang ratu ular. "Ma-af… sensei saya murid ba-baru", kata Naruto dengan nada sedikit terbata-bata. Niatnya pengen terbata-bata semua, tapi rahangnya mau lepas kalau ngomong terbata-bata melulu.

"Oh, murid baru. Ya, udah nama kamu siapa?" tanya ratu ular sembari mengedip-ngedipkan matanya layaknya orang cacingan.

Seisi kelas langsung sweat drop melihat peranakan ana conda dan baboon a.k.a Orochimaru ngedip-ngedip gaje.

"Naruto sensei, na-nama… saya… Naruto," kata Naruto sembari menahan diri untuk tidak langsung muntah melihat tingkah ratu ular yang tiap detik makin aneh.

"Nama yang lucu, em… duduk di samping kekasihku ya," kata Bakoro sembari menunjuk bangku kosong di sebelah pangeran pantat unggas (gabungan ayam dan bebek lah).

Sang pangeran pantat unggas a.k.a Sasuke yang mendengar Bakoro menyebutnya kekasih langsung melempar death glare nomor satu kepada sang terdakwa yaitu Bakoro. Pandangan mata Sasuke kini terfokus pada sosok di sebelah bakoro, walupun pakaiannya aneh, gayanya culun, tapi kalau diperhatikan dengan sangat intens makhluk bernama naruto itu sangat manis dan entah mengapa Sasuke merasa tertarik pada makhluk yang orang lain bilang alien nyasar tersebut.

Setelah membungkukan tubuh sebagai ucapan terima kasih, Naruto segera melangkahkan kakinya menuju bangku yang sudah ditunjuk oleh ratu demit eee ratu ular a.k.a Bakoro.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di bangku di sebelah Sasuke, ya walaupun di sepanjang jalan menuju tempat duduknya Naruto harus menahan diri untuk tidak mematahkan tulang dan menyumpal mulut-mulut orang yang mengatai dirinya alien, aneh, culun, manusia urba, manusia tempo dulu, dan segala olokan-olokan yang jelak.

Setelah tiba dan berhasil menahan amarahnya, Naruto melempar senyum kearah Sasuke dan mendudukan diri di bangku tersebut tanpa menyadari orang yang dilempari senyum tengah menyeringai mesum kearahnya.

Ini merupakan langkah awal penyiksaan bagi ketiga bersaudara tersebut, Hari-hari buruk masih menantinya hari ini, esok, dan seterusnya. Mampukah mereka bertahan dan menang atau harus gugur dan kalah.

Sementara itu di tempat lain…

"Kalian pasti akan 'senang' saat kalian mengetahui siapa calon 'istri' kalian, sunggu kalian benar-benar polos," kata pria berambut pirang sembari menyeringai iblis.

TBC

Khe… khe… khe… maaf bin maaf deh kalau gaje lagi…

Otak Ken lagi nggak konek gara-gara tugas sekolah…

Di chap 2 ini belum kerasa romancenya tapi kok ada mesumnya ya…

Wa…a…a…a otak Ken jadi mesum…

Okhe dah Ken tunggu Review nya…

R

E

V

I

E

W

N

Y

A