Lil` Promise

By : Chic-kun

Rated : T (maybe)

Pairing : Of course SASUNARU

Disclaimer : masi punyanya om masashi

Warning : Para Chibi berkeliaran

Sumarry : Chibi Naruto merasa sedih karena tidak ada yang mau bermain dengannya. Apa karena penampilannya yang berbeda karena ia memiliki telinga rubah dan ekor makanya orang-orang mengatainya monster?

Bagaimana cara chibi Sasuke menghibur chibi Naru saat segerombolan anak-anak nakal mengerjainya?

Chapter 2

Time skip

2 bulan kemudian

"hey cacuke!" seru chibi naru sambil berlari menerjang chibi sasu yang dengan sigap menangkapnya sebelum ia dapat 'berciuman' dengan tanah.

"hn, dobe!"

"nayu bukan dobe TEME!"

"Cekali dobe tetap aja dobe!"

"iih... nayu bukan dobe teme jeyek!" Seru naru kecil kesal sambil mengembungkan pipinya tanda ia kesal.

'manis' pikir sasu kecil.

"eh teme, kenapa bengong? Ayo cyepet kita ke taman, nayu mau main!" ajak chibi naru sambil menarik tangan kecil sasu. 'hangat' piker sasu kecil. Tanpa disadari pipi pucat uchiha kecil mulai di hiasi semburat pink yang tak bisa ia tutupi.

Taman Konoha

Taman Konoha terletak dipinggir desa Konoha, dekat dengan bukit Hokage, tempat yang asri, tempat yang sering dikunjungi oleh warga Konoha, bagi orang dewas, taman ini cocok untuk menghilangkan rasa penat setelah sehari penuh bekerja sedangkan bagi anak-anak, taman ini adalah surga kecil mereka dimana mereka bisa main sepuasnya.

Ditaman tersebut terdapat dua ayunan tua yang kini telah 'dikuasai' dua bocah kecil yang sedang berlomba siapa yang bisa berayun lebih tinggi.

"Yei! Yei! Nayu menang! Nayu menang Cacuke kayah! Yei! Yei!" Seru chibi nayu senang sambil tak hentinya melompat mengitari chibi sasu yang berwajah kesal. 9 ekor rubahnya terus bergerak-gerak karna senang. 'tak mungkin seorang uchiha kalah, apalagi kalah dari bocah pirang bodoh seperti teman kecilnya yang sekarang sedang berlari mengelilinginya dengan tangan terentang'.

"Hn" dengus sasu kecil sambil mendongakan kepalanya ke kiri. Tangan kecilnya dilipatkan didada.

"Yei! Kalna cacu kayah, cacu hayus mentlaktil nayu es kyim! Nayu mau es kyim tcobeli!" sekali lagi nayu kecil bersorak gembira, kali ini kedua tangannya diangkat tinggi-tinggi . Ekor-ekornya masih tak berhenti bergerak.

Melihat sasu kecil yang tidak bereaksi sama sekali, naru kecil menjinjitkan badannya demi mendekatkan wajahnya dengan wajah pucat sasu.

"Oyo? Kenapa cacu diam aja? Cacu cakit?" kali ini naru kecil menempelkan dahinya dengan dahi sasu, raut cemas menghiasi wajah manis bocah pirang itu. Telinga rubahnya merunduk dan 9 ekornya kini berhenti bergerak.

Sasu yang tiba-tiba merasa ada sesuatu menempel di dahinya kini membuka matanya yang sedari tadi ditutup.

Blush….

Pipi pucat itu pun dihiasi semburat pink, bagaimana tidak, wajah manis temannya terlalu dekat. Dapat dilihatnya mata biru-lebih biru dari langit- milik temannya yang dihiasi dengan rasa cemas, nafas hangat naru yang membuatnya tercekat. 'Cukup!' seru sasu kecil dalam hati.

"hey dobe, apa yang kamu lakukan!" seru sasu kecil sambil sedikit mendorong tubuh temannya. Semburat pink masih menghiasi pipi pucat miliknya, bahkan bertambah merah.

"Habis, nayu kawatil, dayi tadi cacu diem aja cih… apa agi wajah cacu meyah banget, kata mama nayu, kayo wajah kita meyah beyayti kita cakit." Jawab chibi naru, wajah manisnya tampak serius saat menjelaskan alasannya pada sasu kecil.

"Aku….aku…"

"SASUKE!" Tiba-tiba saja dua chibi yang sedang sibuk dengan argument kecil mereka dikejutkan dengan hadirnya sosok pria dewasa yang sangat mirip dengan sasuke.

"otou-san? Kenapa otousan bica ada di cini?" Tanya chibi sasu pada otousannya yang tidak lain adalah Uchiha Fugaku.

Bukannya menjawab pertanyaan chibi sasu, fugaku malah melempar batu kearah chibi naru yang tentu saja membuat ke dua chibi itu terkejut.

"otou-san! Apa yang otou-san lakukan! Kenapa melempar batu ke nayu!" seru chibi sasu sambil menarik-narik hakama otou-sannya. Sementara itu chibi naru membungkukan badannya agar terlindungi dari lemperan batu dari fugaku.

Sekali lagi, fugaku menjawab pertanyaan sasu dan tetap melemparkan batu ke arah naru kecil sambil meneriakinya.

"DASAR MONSTER! BERANINYA KAU MENDEKATI ANAKKU! DASAR SILUMAN RUBAH! JANGAN PERNAH KAU BERANI MENDEKATI ANAKKU LAGI! PERGI KAU! DASAR MAHLUK MENJIJIKAN!" Seru Fugaku yang akhirnya menarik perhatian para warga desa. Mereka ikut melempari chibi naru dengan batu.

"Ayo sasuke! Kita pergi, kau jangan pernah mendekati monster itu! Tak pantas bagi seorang uchiha berteman dengan monster!" ajak fugaku sambil menarik tangan kecil sasuke untuk menjauhi taman konoha.

"Tapi nayu bukan monstel! Dia teman sasu yang belhalga! Sasu udah janji untuk teyus belteman dan main belsama!" seru chibi sasu sambil meronta dari genggaman otou-sannya agar dapat kembali ke tempat chibi naru dan menolong teman kecilnya. Tapi apa daya, fugaku lebih kuat darinya. Samar-samar dapat didengarnya suara naru yang memohon maaf.

-Naru POV-

"Ampun... Nayu janji... Nayu ga nakal agi... Cetop... cakit..."

Nayu nakal agi. Makanya oyang-oyang dewaca malah agi cama nayu. Nayu nakal! Nayu nakal! Tapi apa yang nayu lakukan campai meyeka malah ama nayu? Paman tadi bilang nayu monstel... Apa kalna itu teman-teman celama ini ga mau main cama nayu? Apa kalna itu oyang dewasa mayah cama nayu? Apa ini altinya nayu ga bica agi main cama cacuke? Cacuke...

Grrrrr...

"mama?" kenapa mama bica ada di cini? Mama mayah… oyang-oyang dewasa belhenti melepal batu ke ayah nayu. Apa meyeka takut cama mama ya?

"mama… nayu pucing…"

-Kushina POV-

'Naru!' kenapa ini? Kenapa aku merasa naru dalam bahaya? Apa yang sebenarnya terjadi?

Dengan secepatnya aku berlari menuju taman konoha, tempat dimana aku yakin saat ini naru berada? Ku mohon kyuubi, jaga anak itu, jangan sampai terjadi sesuatu padanya. Sesampainya ditaman konoha, aku melihat ssesuatu yang benar-benar diluar toleransiku. Apalagi sampai menyebabkan malaikatku dalam kondisi yang sangat menyedihkan.

Dasar manusia kurang ajar! Beraninya mereka memperlakukan anakku seperti itu! Beraninya mereka melempari malaikat kecilku dengan batu! Ini sudah keterlaluan!

Dengan segera aku berdiri didepan malaikat kecilku dengan wujud rubah. Dengan begitu aku dapa lebih mudah mengintimidasi para warga desa yang bodoh ini.

Sesuai dugaanku, begitu melihat wujud rubahku yang lebih besar dari mereka, mereka menjadi ketakutan dan berhenti melemparkan batu kearah kami. Dasar manusia-manusia pengecut. Lalu dengan segera aku membawa malaikatku ketempat kami. Sudah cukup mereka menyakiti anakku. Aku bersumpah ini akan menjadi hari terakhir aku membiarkan anakku kedesa kejam ini!

-Kediaman Namikaze-

-Normal POV-

Dengan hati-hati, Kushina mengobati luka-luka yang terdapat ditubuh mungil naruto. Walaupun sebagian besar luka Naruto sudah mulai sembuh karena kemampuan Kyuubi yang di miliki clan rubah tetap saja Kushina merasa cemas dan sedih. Walaupun luka cepat sembuh, bukan berarti Naruto tidak merasakan sakitnya. Rasa sakit yang dirasakan malaikat kecilnyalah yang menyebabkan Kushina merasa sedih.

"Kushina"

Kushina menoleh kearah suara yang memanggilnya. Didepan pintu kamarnya, berdiri seorang pria tampan, sosoknya sangat mirip dengan malaikat kecilnya, berambut pirang dan bermata biru. Pria itu melangkah mendekati Kushina. Tampak gurat kesedihan di matanya melihat Naruto kecil yang terbaring ditempat tidur penuh dengan luka. Dibelainya dengan lembut rambut pirang sang malaikat kecil.

"Aku bersumpah Minato, ini terakhir kalinya malaikat kecil kita terluka. Aku tak akan pernah membiarkan manusia-manusia kotor itu melukainya lagi, mendekat pun mereka tak akan kubiarkan!"

Pria yang bernama Minato itu merengkuh tubuh Kushina dan Naruto dalam pelukannya. Diusapnya air mata yang membasahi pipi lembut Kushina. " tidak akan lagi Kushina. Tidak akan pernah lagi anak kita terluka, aku berjanji padamu Kushina."