DISCLAIMER: Aku tidak punya Ojamajo Doremi. Aku suka acara ini, jadi aku memutuskan untuk menulis cerita ini. Ojamajo Doremi adalah acara yang dibuat oleh Toei Animation pada tahun 1999-2003.
The Ojamajo's Valentine
Chapter 2 – Hazuki's Valentine
Hazuki's POV
Aku mendengar suara bel pintu, lalu bergegas ke pintu dan membukanya, menyambut tamu yang datang...
Ternyata Doremi & Kotake.
"Eh, Doremi-chan, Kotake-kun, ayo masuk."
"Iya."
Aku nyadar kalau Pop nggak dateng, jadi aku nanya, "Poppu-chan beneran nggak bisa dateng ya?"
"Iya. Dia bilang ada janji sama si Kimitaka." Doremi lalu memberikanku kotak yang sedari tadi dipegangnya, "Happy birthday ya, Hazuki-chan. Ini, ada kado buat kamu."
Aku menerimanya. "Kemarin katanya nggak mau bawa kado?" ujarku sambil tersenyum.
"Siapa yang bilang begitu? Kan aku cuma nanya, bukan berarti aku nggak mau bawa kado."
"Iya iya, aku ngerti kok."
"Eh, Hazuki-chan, tempat steaknya mana?" bisik Doremi, "Perutku udah laper nih."
"Sebelah sini." Kataku sambil mengantarkan Doremi ke stand makanan favoritnya.
Doremi langsung mengambil piring dan mengantri di sana, "Arigatou, Hazuki-chan."
Aku tersenyum melihat tingkahnya. Doremi masih seperti dulu, masih tetep orang yang ceria, dan tentu saja, masih suka steak.
'Kalau aja waktu masih bisa diulang, aku pasti lebih milih untuk masuk sekolahnya Doremi-chan.' Pikirku, 'Tapi mau gimana lagi? Aku kan mau jadi violinist terkenal, dan kalau aku sekolah di Karen, semua itu bakalan jadi lebih gampang.'
Aku inget saat-saat dimana aku harus ngambil keputusan untuk meneruskan sekolah di Karen. Aku sempat ngerasa bersalah sama Doremi, karena gara-gara keputusanku itu, rencana kita untuk sekolah di SMP yang sama jadi gagal total. Emang sih, Doremi nggak keberatan waktu aku mutusin sekolah di sana, tapi tetep aja, aku ngerasa sedikit nggak enak.
"Hazuki-chan." Doremi memanggilku dan menyadarkan aku dari lamunanku, "Yada-kun mana? Kok dia belum dateng?" katanya sambil melahap steak yang ada di piringnya.
"Katanya dia ada urusan sebentar, jadi datengnya agak telat."
"Oh." Doremi mengangguk, "Kayaknya aku tahu deh, 'urusan' apa yang dia maksud."
"Maksudnya?"
"Paling-paling dia mau beli kado buat kamu. Nggak mungkin kan, kalau dia cuma ngasih kamu bunga lagi, kayak tahun-tahun sebelumnya. Monoton banget."
"Monoton?"
"Iya, monoton. Mungkin kali ini, dia mau ber-improvisasi sama kadonya, biar nggak monoton kayak dulu lagi."
"Eh, Doremi-chan."
"Ada apa, Hazuki-chan?"
"Dari mana kamu tahu kalau Masaru-kun suka ngasih aku bunga? Kan aku nggak pernah bilang ke kamu soal itu?"
Mendengar pertanyaanku, Doremi langsung tersedak.
"Doremi-chan, kamu nggak apa-apa?"
"Nggak. Aku nggak apa-apa." Doremi mengambil segelas air lalu meminumnya, "Kamu bener-bener pengen tahu, aku tahu soal bunga itu dari mana?"
Aku mengangguk, "Jadi, dari mana?"
"Kamu inget kan, waktu kita jual coklat valentine di sweet house Maho-dou?"
"Iya, terus?"
"Eh, tapi sebenernya... ada rahasianya juga nih. Aku jadi nggak enak sama Yada-kun kalau ngomongin ini ke kamu."
Aku tersenyum, "Soal dia minta coklat ke kamu ya? Masaru-kun udah ngomong kok ke aku."
"Eh, tapi katanya... dia nggak mau kamu tahu kalau dia minta coklat itu."
"Mungkin maksudnya, lebih enak kalau dia yang ngomong sendiri ke aku..." aku berkata, "Terus, dari mana kamu tahu soal bunga itu?"
"Aku, Ai-chan, Onpu-chan, sama Momo-chan ngerasa ada yang aneh sama kalian berdua."
"Aneh apanya?"
"Ya... pas kita bikin coklat kan aku bilang ke kamu..."
Flashback (Ojamajo Doremi Naisho Eps. 11)
"Kalau Hazuki-chan pasti ngasih coklat ke Yada-kun kan?" kata Doremi sambil memotong coklat masaknya kecil-kecil.
"Nggak kok."
"Eh, tapi bukannya waktu TK aku lihat kamu... ngasih ke dia..."
"Eh, bentar ya, aku mau lihat Hana-chan dulu. Kayaknya aku denger Poppu-chan butuh bantuan."
"Hazuki-chan..."
Akhir flashback
"Oh, yang waktu itu..." aku berkata, "Terus?"
"Kelakuan kamu yang waktu itu, ditambah sama apa yang Yada-kun lakukan, bikin aku sama yang lain bertanya-tanya, sebenernya apa yang udah terjadi sama kalian."
"Biar aku tebak. Pasti kalian tahu itu semua dari magical stage kan?" kataku, sedikit berbisik.
Doremi mengangguk, "Iya. Makanya aku sama yang lain tahu soal kejadian waktu kita kelas 1 SD, pas Yada-kun bilang kalau dia nggak suka coklat."
"Pas dia ngomong kalau dia nggak suka hari valentine, kalian lihat juga nggak?"
"Iya." Doremi diam sebentar, lalu menambahkan, "Oh iya, kamu udah ngasih coklat ke dia belum? Hari ini?"
"Belum. Aku mau nunggu aja, sampe dia dateng nanti."
Tiba-tiba bel pintu berbunyi lagi.
"Itu pasti Yada-kun." Doremi berkata, "Hazuki-chan, cepetan nyamperin dia. Jangan lupa, bawa coklatnya."
"Iya iya."
Aku bergegas mengambil coklat buatanku dan menuju ke pintu. Doremi benar, itu Masaru.
"Eh, Masaru-kun..." aku tersipu, "Selamat datang. Mari masuk."
"Fujiwara." Masaru menarikku, "Kita ke luar dulu sebentar yuk. Ada yang mau kuberikan."
Aku mengangguk, lalu kami keluar rumah.
"Oh iya, Masaru-kun, sebelum kamu memberikan itu..." aku menyodorkan sekotak coklat, "Aku mau ngasih kamu ini. Coklat valentine."
"Thank you." Masaru mengambil coklat itu, lalu menyerahkan kadonya untukku, "Otanjoubi omedeto."
Aku melihat kado itu. Bukan seikat bunga seperti yang biasa dia berikan padaku, tapi sesuatu yang lain...
Aku mengambilnya. Itu memang bukan bunga, melainkan sebuah kotak kecil berwarna pink dan berpita orange. Kayaknya perkataan Doremi tadi benar, kalau Masaru pengen nyoba ngasih sesuatu yang beda hari ini.
"Arigatou, Masaru-kun..." jawabku, "Ngomong-ngomong... ini apa?"
"Buka saja."
"Eh, boleh aku buka sekarang?"
"Iya, tentu saja."
Aku membukanya. Itu adalah sebuah kalung cantik.
"Masaru-kun, ini... cantik sekali..."
"Sebuah kalung yang cantik untuk pacarku yang cantik." Masaru mengambil kalung itu, "Sini, biar kupakaikan."
"Kamu ngumpulin duit ya, buat beliin aku kalung ini."
"Iya." Masaru menjawab, "Sekarang, kita masuk lagi yuk. Temen-temen kamu pasti udah nunggu di dalam."
"Iya. Ayo masuk."
Catatan Author: Oke, chapter depan kita ke Osaka ya.
Complain Corner
Hazuki: Author, cerita bagian aku kok sedikit? Perasaan di chapter 1, bagiannya Doremi-chan banyak banget.
Author: Bukannya begitu. Aku nggak bisa mikir terlalu banyak soal bagian kamu, soalnya kayaknya kamu nggak banyak ngomong deh. Gomen ne, Hazuki-chan.
Hazuki: Nggak apa-apa kok, author. Aku nggak keberatan.
Doremi: Kayaknya waktu di chapter 1, aku sama author kebanyakan curhat ya?
Author: Nggak juga kok, Doremi-chan. Chapter 1 aku tulis panjang karena aku liat banyak hal yang bisa kamu omongin di sana. Lagian kamu juga nggak komplain kan, soal panjangnya chapter 1?
Doremi: Iya. Itu sih, nggak jadi masalah buat aku. Kan aku ketuanya, jadi wajar kalau bagianku panjang.
Poppu: Eh, author, kan aku juga di Misora. Kok yang didahulukan malah Ai-chan, Onpu-chan, sama Momo-chan sih?
Doremi: Makanya, dari awal ujian sihirnya yang bener dong. Masa baru lulus ujian level satunya pas aku sama yang lain udah kelas 6 SD.
Poppu: Ah, onee-chan, kayak yang ujian sihirnya bener aja. Buktinya pas level 9 sama level 3, onee-chan nggak lulus.
Doremi: Poppu...
Author: Eh, tunggu tunggu. Ini kan chapternya Hazuki-chan. Kenapa malah kalian yang berantem di sini?
Hazuki: Nggak apa-apa kok, author. Lagian aku nggak ada komplain di chapter ini. Author langsung ke chapter 3 aja, ke Osaka, nemuin Ai-chan. Soal mereka berdua biar aku yang urus ;)
Author: Oke, Hazuki-chan. Aku ke Osaka ya. Titip salam aja buat Doremi-chan sama Poppu-chan, kalau mereka nanti udah selesai berantemnya.
Hazuki: Oke, author. Nanti kusampaikan salamnya ke mereka.
