Estaba Prometido

Disclaimer : Kamichama Karin By : Koge-Donbo

Genre : Romance

Rate : T

WARNING : GAJE, Alur terlalu cepat, Jelek, Alur tidak jelas, Tidak bermutu

"Nah Karin-chan, Kujo-san silahkan masuk. Aku akan pulang sekarang," pamit Suzuka kepada Kazune dan Karin, Suzuka kemudian beranjak pergi dari kediaman Kujo, "Tunggu! Jadi Kaa-san tidak akan menginap disini?" tanya Karin kepada Suzuka yang sudah berjalan menjauh dari tempat Karin berdiri. "Iya Karin-chan, Kaa-san tidak akan menginap disini," jawab Suzuka sambil memasuki mobilnya lalu berlalu pergi meninggalkan Karin di kediaman Kujo.

'Ba-bagai mana ini?'

"Hei Hanazono-san, kamu melamun lagi," kata Kazune, tapi sama sekali tidak diubris sama sekali oleh Karin.

"Hanazono-san?" panggil Kazune, tapi lagi-lagi Karin sama sekali tak mengubris perkataan Kazune.

"Hanazono-san? Hanazono-san?" panggil Kazune sekali lagi, lalu menepuk pundak Karin pelan.

"Uwaaa! Si, siapa itu?" menengok kekanan dan kekiri tapi hasilnya nihil, gadis itu merasa ada yang menepuk pundaknya lagi, dengan keringat dingin yang cukup banyak Karin menoleh kebelakang.

"Kyaaa! Hantu!" tariak Karin ketika melihat Kazune yang memakai topeng hantu yang ia dapat entah dari mana.

"Haa, begini saja takut, dasar," Kazune melangkah masuk mengikuti calon istrinya yang sudah masuk kedalam rumah.

"Dimana gadis penakut itu pergi?" Kazune mencari Karin keseluruh ruangan di rumahnya, tapi hasilnya nihil, hanya satu ruangan yang belum ia datangi, yaitu kamarnya.

"Hah, kamar ini pasti kamarku. Aku yakin itu,"ucap Karin lalu bembaringkan tubuhnya diatas ranjang berukuran king size itulalu terlelap tidur.

"Hanazono-san?" panggil Kazune kepada gadis yang sudah terlelap tidur.

"Hm, jadi dia sudah tidur, tidurnya lelap sekali," komentar Kazune. Kazune menatap wajah gadis yang kini tengah terlelap tidur diatas ranjang miliknya.

Dengan perlahan Kazune membawa tubuh Karin ala Bridal style kekamar gadis cantik itu sendiri, dengan perlahan ia menidurkan Karin diatas ranjang yang empuk. Lelaki itu mendekatkan wajahnya kewajah gadis yang sudah bertahun tahun ia cintai, nafas hangat pemuda itu menyentuh permukaan kulit halus Karin dengan lembut, lelaki itu menatap Karin dengan tatapan yang penuh dengan rasa rindu yang mendalam. Setalah empat tahun ia berpisah dengan Karin, cintanya terhadap gadis ini tak pernah pudar sedikitpun, entah mengapa rasa cinta itu sekan tak bisa hilang dari lubuk hatinya yang paling dalam.

"Engh," kini Karin sudah membuka kedua kelopak matanya, menampakkan iris Emerland yang indah, betapa kagetnya gadis itu ketika melihat wajah Kazune begitu dekat dengan wajahnya.

"Ku- Kujo-san, ka- kamu sedang apa?" tanya Karin gugup, sekarang gadis itu terlihat panik, sebuah senyum tipis terukir indah dibibir Kazune.

"tahukah kamu Karin bila aku sangat mencintaimu," wajah pemuda ini semakin dekat menuju telinganya, surai surai blonde lelaki diatasnya jatuh disekitar wajah Karin yang kini merona merah, membuat Karin dapat mencium aroma shampo mint yang Kazune kenakan.

"Ju- jujur saj- saja Kujo-san ak- aku tidak tahu," jawab Karin masih dengan wajah yang merona merah.

"Belajarlah untuk mencintaiku Hanazono-san!" bisik Kazune pelan di telinga Karin, hal itu membuat wajah Karin semakin merona merah.

"Ba- baiklah," jawab Karin dengan senyumnya yang manis.

"Arigatou. Dan Bolehkah aku..." Kazune menjauhkan wajahnya dari telinga Karin, lalu berpindah mendekat ke kening gadis dibawahnya.

"Menciummu?" lanjut Kazune sembari mendekatkan wajahnya kewajah Karin.

Diam, Karin hanya diam seribu bahasa, wajah cantik nan manis gadis itu menunjukkan raut wajahnya yang malu malu.

Karena merasa Karin sepertinya tidak keberatan jika ia menciumnya, maka Kazune mendekatkan bibirnya kekening Karin, lalu mengecupnya dengan lembut, setelah mencium kening Karin, Kazune beranjak pergi dari kamar Karin.

'Uh, ke, kenapa aku jadi begini? Rasanya sangat nyaman bila aku berada didekatnya. Eeh Karin apa yang kamu fikirkan? Kamu tidak boleh jatuh cinta dengan Kujo-san!' batin Karin.

*-*Estaba Prometido*-*

Pagi ini Kazune berencana untuk mengajak Karin jalan jalan kesebuah taman di Tokyo, tapi sayangnya Karin terlihat sangat tidak bersemangat pagi ini, entah apa yang membuat Karin terlihat seperti orang yang putus asa.

"Hei Hanazono-san, ada apa denganmu? Kenapa kamu lemas begini?" Kazune mendekat kearah Karin yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu.

"Aku... aku merasa bahwa diriku ini tidak berguna," ucap Karin dengan wajah yang lesu.

"Hm, kenapa kamu bisa merasa seperti itu?" tanya Kazune kepada karin yang kini tengah menatapnya dengan tatapan matanya yang nampak sedih.

"Ku rasa aku tak pantas menjadi seorang istri dan ibu," jawab Karin lesu, sorot mata yang biasa terlihat cerah kini terlihat suram, tetes air matanya tak dapat di bendung lagi, air mata yang jernih itu jatuh membasahi kedua pipi indah Karin.

"He- hei jangan menagis, memangnya apa yang kurang darimu Karin?" tangan Kazune bergerak menghapus linangan air mata dari pipi Karin dengan lembut.

"Aku.. aku tidak bisa memasak. Ka- kalau aku tidak bisa memasak na- nan..."

"Kalau begitu aku akan mengajarimu memasak!"

"Aaah, ini susah sekali!" teriak Karin ketika ia berusaha membalikkan telur gorengnya.

"Nah begini caranya," ujar Kazune lalu segera memegang pergelangan tangan Karin lalu membantu Karin untuk membalikkan telur gorengnya.

Para maid yang berada di mansion itu hanya bisa tersenyum ketika melihat tuannya dan calon majikannya terlihat mesra.

"Hore! Aku berhasil!" Kazune tersenyum tipis sejenak, melihat tingkah Karin yang terlihat begitu senang, itu membuatnya merasa bahagia.

"Sekarang kamu harus menggoreng ikan, membuat sushi, spageti, mie ramen, takoyaki, kue mochi, dan kue danggo! "

"Baik! Aku siap untuk belajar memasak!"

Kini semua masakan buatan Karin telah tertata rapi dimeja makan, jantung Karin berdetak cepat ketika Kazune mulai mencicipi satu persatu makanan buatannya. Terlihat sebuah kerutan di dahi Kazune, entah apa komentar Kazune nanti.

"Ini tak bisa dipercaya, masakanmu sangat lezat! Aku tak percaya bila seorang pemula bisa memasak masakan selezat ini!" wajah cantik Karin kini merona merah, denyum manis terukir indah dibibir manis Karin.

"Kau hebat Karin! Aku bangga padamu!" ucap Kazune yang kini tengah merangkul Karin.

"Eh, kau memanggilku dengan nama kecilku?"

"Ya, lagi pula kamu sudah mau belajar mencintaiku bukan, kalau begitu sekarang kita adalah sepasang kekasih. Dan akan terlihat aneh jika kita memanggil satu sama lain dengan nama keluarga," senyum manis terukir indah di bibir manis Karin, gadis itu merasa bahagia sekarang, bahagia karena ia kini sudah memiliki seorang kekasih yang sangat perhatian padanya.

"Ya aku sangat setuju padamu. Lagi pula tidak ada salahnyakan jika aku berpacaran dengan calon suamiku sendiri,"

"Jadi kamu ini berpacaran denganku Karena aku ini adalah calon suamimu? Dan bukan karena rasa sayang dan cinta?"

"Hahaha, tentu saja tidak Kazune-kun,"

~Estaba Prometido~

"Hei Karin ayo cepat kemari!" perintah Kazune kepada Karin yang masih merapikan rabutnya.

"Iya! Aku segera kesana!" ujar Karin lalu berlari menuju mobil Kazune, lalu memasukinya.

"Hei ikatan rambutmu kurang rapi. Sini biarkan aku merapikannya!" ujar Kazune lalu memperbaiki ikatan rambut Karin dengan hati hati.

"Hm, kucir kuda ya?"

Setelah selesai dengan rambut Karin, mobil Kazune langsung melaju dengan cukup kencang menuju taman kota yang terletak cukup jauh dari rumah Kazune. Tanpa disengaja sosok gadis berrambut hitam dengan matanya yang berwarna merah Rubby sedang memperhatikan mobil mewah yang dikendarai oleh Kazune dan Karin, dengan hati yang senang gadis itu mengikuti mobil Kazune menggunakan mobilnya.

"Asik aku akan bertemu dengan Kujo-kun lagi! Dan kali ini takkan kubiarkan dia menolak cintaku lagi!" ucap gadis itu dengan tatapan matanya yang tajam.

Setelah sampai Kazune dan Karin langsung duduk di bangku taman yang teduh karena ada sebuah pohon berada disamping bangku taman mereka, betapa kagetnya gadis bermata Rubby itu ketika melihat seorang gadis yang sebaya dengannya duduk disamping pemuda yang ia cintai.

"Tch, sial!"

"Selamat pagi Kujo-kun~" ucap seseorang dibelakang Kazune sembari memeluk leher Kazune mesra.

'Su- suara itu?!'

TO BE CONTINUED

Hikari : Hallo minna-san! Bertemu lagi dengan saya Takenomaru Hikari dalam fanfic Estaba Prometido ini!

Kazune : Author kamu ini gila ya?

Hikari : Enak saja kamu bilang saya ini gila! Aku sembelih kamu nanti #mengeluarkan golok

Karin : Waaaa! Pembunuhan! Pembunuhan!

All (kecuali Karin) : #Sweetdrop

Michiru : Wah sekarang Karin yang jadi gila!

Hikari : lupakan saja kejadian tadi! Itu memalukan! -_-

Jin : Author kejam sekali kepadaku...

Hikari : Lho, aku punya salah apa sama kamu?

Jin : Kenapa di chapter ini aku tidak dapat peran, dialog dan tidak sempat muncul untuk merebut megami dari cowo cantik, hiks

Kazune : Berhenti memanggilku cowo cantik! Dasar idola rendahan! #mulai mukul Jin.

Jin : Woi kok pakai mukul segala! Dasar kutu buku! #bales mukul Kazune.

Kazune : #mukul Jin lagi.

Jin : #balas mukul Kazune lagi.

Hikari : Oi! Jangan berantem oi!

Karin : Tingkah kalian berdua sangat memalukan!

Hikari : Hoi ayo bacain reviewnya cepat! Cepat! CEPAT!

All (kecuali Hikari ) : Galak banget #dalam hati.

Himeka : Untuk Kuroro Mila-chanwah perasaan mintanya bukan lewat PM deh :D tapi melalui review :3

Hikari : Sudahlah Himeka biarkan saja, yang penting sudah dikabulkan hehehe.

Karin : Berikutnya untuk Meirin Hinamori 16, iya ini gak jadi dihapus kok :3 dan arigatou sudah bilang fic ini keren!

Hikari : Wah, arigatou ne sudah bilang fic ini keren!

Karin : Ini orang kok dari kemarin neplok terus ya?!

Hikari : #ditendang

Kazune : Hm, untuk Koiko Yurikawa, itu tulisannya rate :T bukan rate I ya! Coba lihat perbedaannya " T (T) dan I (I)!

Rara : Yup benar sekali! Itu rate T ya bukan rate I :3

All : Lho kamu ini siapa?

Rara : Aku ini temannya Hikari.

All : Oh, jadi kamu ini temannya author gila itu ya.

Rara : Iya :3

Michiru : Berikutnya untuk Hiruka, yah authornya jangan di bacok dong! Nanti kalau dia mati bagai mana? Nah sekarang sudah lanjut! Selamat menikmati!

Karin : Lebih baik jika author gila itu mati. #PLAKK!

Kazusa : Nah untuk dci, nah ini sudah di next! Silahkan membaca!

Jin : Untuk zeroarui 3 nah ini sudah di terusin kok

Rika : Untuk Kororo chan, iya ini sudah di lanjut kok. Jadi jangan menangis ya.

Kazune : wah seperti anak kecil saja.

Kirika : berikutnya untuk ichiro, bukankah di chapter pertama hal itu sudah di jelaskan. Dan Karin itu gak suka sama Jin OK?!

Jin : Woi tentu saja Karin itu menyukaiku!

Kazune : Enak saja mana mungkin Karin menyukaimu! Dia itu menyukaiku!

Jin : Aku!

Kazune : Tentu saja aku! dasar idola rendahan!

Karin : Sudahlah, lupakan saja mereka #nunjuk Kazune sama Jin yang lagi berantem. Nah untuk Viviana KazuRin, arigatou ne sudah bilang fic ini bagus dan tidak gaje, nah semoga anda menyukai fic ini!

Hikari : Padahal menurutku fic ini aneh.

All (kecuali Hikari ) : Lho cepat amat kembalinya.

Rara : Tentu saja cepat, diakan memakai pesawat jet buat kesini. #nunjuk pesawat jet

Kazune : Berikutnya untuk Guest, arigatou sudah bilang fic ini bagus, nah ini sudah next. selamat menikmati

Karin : Untuk haruno sakura, arigatou sudah review!

Hikari : Arigatou gozaimasu buat yang sudah membaca dan review ya!

All : Selamat menikmati minna-san! Harap review selalu!

REVIEW PLEASE MINNA-SAN!