Relationship - Chapter two

Cast: Woojin, P! Hyungseob, A!(gs) Jinyoung, B! Jihoon, P!(gs) Hyunbin, K! Minhyun, H!(gs) Samuel, K! Daehwi, L!(gs)

Genre: Drama, Romance(?)

Rated: T()

Length: 1 of (?)

Warning! ini GS bukan Yaoi, umur akan saya acak demi kelengkapan cerita.

.

.

Samuel menyeruput secangkir Americano dengan khidmat. Menikmati rasa pahit yang menyatu pada indra pengecapnya, mencoba menghilangkan rasa penat akibat efek kerja. Ia berada pada kafe yang terletak tepat didepan perusahaan miliknya, kafe yang sangat cocok untuk para workaholic seperti dirinya.

Ia tak pernah merasa selelah ini saat bekerja. Pekerjaannya selalu cepat selesai tanpa keluhan lelah. Namun, ketika ia menginjakan kakinya di Seoul dan memutuskan menggantikan sang Ayah, kata lelah seperti menjadi satu-satunya keluhan yang dapat ia katakan saat ini.

seminggu sudah, Samuel menjadi pemimpin utama diperusahaan milik Ayahnya. Ia tak habis pikir pada jalan pikiran milik sang Ayah, bukankah terlalu muda untuknya menggantikan tahta kepemimpinan pada usia yang baru saja menginjak usia 22 tahun? Ia baru saja mendapatkan gelar sarjananya dua minggu yang lalu. Baru saja merasakan kebebasan setelah beberapa tahun menaungi universitas tempatnya belajar, dan kemudian Ayahnya menghubungi dan mengatakan bahwa ia akan meneruskan perusahaannya yang berada di Seoul sebagai pemimpin utama. Saat itu, Samuel berada di California.

Kembali pada waktu sekarang.

Dengan pelan, Samuel menyandarkan punggungnya sambil bernapas lega. Merasakan semua beban berat seakan hilang seketika. Ia baru bisa beristirahat setelah dua hari terjaga demi menyelesaikan berlembar kertas penting bagi perusahaannya.

"Seonho-ya, dahimu berdarah!"

Suara yang begitu lembut, tiba-tiba saja membuat Samuel merasa tenang. Entah karena efek atau apapun itu, suara tersebut seperti memberikan sihir penenang untuk Samuel. Ia mengedarkan pandangannya, mencari si pemilik suara tadi. Hingga netranya terhenti pada satu titik, dimana dua orang wanita tengah mengobrol—lebih tepatnya satu dari mereka seperti mengomel. Wanita bersurai coklat madu tampak meringis kala wanita yang lain—bersurai kelabu menyentuh perlahan dahinya. Terlihat wanita bersurai kelabu itu, memasang wajah khawatir.

Namun, bukan itu yang membuat Samuel berkerut bingung sekarang. Wanita pemilik surai coklat madu itu terasa familiar baginya. Dengan mencoba menatap dua wanita itu lagi, Samuel yakin, salah satu dari mereka tidak asing baginya. Pria itu memutuskan menghampiri dua wanita itu.

"Seonho?"

Wanita bersurai coklat muda kemudian berbalik, menatap Samuel dengan ekspresi wajah terkejut.

"Eh? Muel-a?"

Dua pasang bibir berpagutan dengan liar, si pria bertubuh jangkung perlahan mengangkat wanitanya kepangkuan. Memeluk erat dan meremas pinggang ramping tersebut, membuat si wanita melenguh keenakan.

Baju yang dikenakan wanita itu, hampir sepenuhnya meninggalkan tubuhnya. Memperlihatkan bahu yang putih serta bekas mark yang terletak pada lehernya.

Suara decakan dua pasang bibir berbunyi begitu keras didalam ruangan sepi tersebut. Si wanita begitu menikmati sentuhan demi sentuhan yang dilakukan si pria. Melenguh begitu keras kala si pria dengan sengaja menyentuh titik sensitifnya, memasukan tangan kanannya ke paha dalam si wanita mengelusnya seduktif, membuat si empunya makin merasakan nikmat diluar batasannya.

"Oh! Bin-ah, la-lakukan lagihh... enghh.."

pria tersebut makin gencar menggerayangi tangannya, makin semangat menyentuh tempat sensitif milik si wanita. Membuat si wanita makin berteriak keenakan akan service yang diberikan si pria.

"Apa yang kalian lakukan!?" teriakan itu membuat dua pasangan yang saling berpagut akhirnya menghentikan aksinya. Tanpa tau malu, si wanita memperbaiki busananya dengan keadaan masih di pangkuan si pria. Membuat pria yang berteriak tadi berdecak kesal sekaligus menahan hasratnya agar tidak kelepasan.

"Ya! Kwon Hyunbun! Hwang Minhyun! bisakah kalian tidak melakukannya di ruanganku?! Setiap hari aku harus mengendus bekas kegiatan kalian." ucap pria itu.

Si wanita—Hwang Minhyun—berdecak sebal, mencium singkat bibir milik Hyunbin lalu bangkit dari duduknya. Memakai kembali wedges nya yang sempat ia lepas, lalu berjalan dengan anggun mengambil blazer nya yang entah mengapa berada pada kusen jendela.

"Kau terlalu berlebihan, Park Woojin sayang. Kau bisa bergabung bersamaku dan Hyunbin jika ingin. Ah! apa namanya? Oh, threesome!"

Mendengar kalimat Minhyun, Woojin kembali berdecak kesal. Wanita ini selalu mengeluarkan kalimat ambigu.

"Sudahlah. Lanjutkan, aku akan keluar." kata Woojin lalu meninggalkan dua pasangan itu.

Hyunbin menatap Minhyun, "Dia kenapa?" wanita itu mengedikkan bahunya tanda tak tahu.

"Mungkin sedang ada masalah, biarkan saja. Ayo pulang, kita lanjutkan di apartemen mu."

Hyunbin mengeluarkan seringai menggoda, lalu menggandeng wanitanya begitu intim sambil berlalu keluar dari ruangan tersebut.

"Ah! aku lapar sekali." Hyungseob berjalan lesuh memasuki kafe tempat dimana Daehwi bekerja.

Bell berbunyi begitu nyaring kala Hyungseob menapaki kakinya ke ruangan tersebut. Mencari sosok Daehwi, mengitari ruangan luas itu.

Mencari sosok wanita itu, hingga netranya menangkap sosok Daehwi serta wanita asing dan pria yang tengah membelakanginya. Ia sempat berpikir pria itu adalah orang yang baru-baru ini ia kenal, namun berusaha untuk tidak salah anggapan dulu. Lagipula, mana mungkin orang itu mengenal Daehwi, bukan?

Hyungseob dibuat terkejut akan sosok pria yang duduk membelakanginya itu. Ketika ia akan menyerukan nama Daehwi, sebuah suara lain memotongnya. Menyerukan sebuah nama yang benar-benar membuat Hyungseob terkejut.

"Ya! Samuel-ah!"

Hyungseob harap, pemilik nama itu bukan orang yang sama dengan yang ada dipikirannya. Akan tetapi, ekspresi terkejut Daehwi dan wanita yang satu serta pria itu benar-benar mengejutkan bagi Hyungseob.

Bagaimana bisa Daehwi mengenal atasannya yang begitu rupawan ini?

Saat Hyungseon hampir limbung dari berdirinya, sebuah tangan memeluk pinggangnya. Menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke lantai. Hyungseob berniat menengok dan mengatakan terima kasih.

Namun, saat menatap mata tajam itu, Hyungseob seperti berada dalam perasaan yang tidak asing. Seperti merasakan kembali perasaan itu dimasa lalu, yang muncul lagi kala menatap tatapan tajam yang menusuk tersebut.

"Kau tak apa?"

To be Continued

saya gak tau, dimana letak batas baca yang saya buat tadi :( semoga kalian mengerti yahh

Iya, pendek. saya tau, tapi kepala saya sedang kosong sekarang. Saya baru selesai dari beberapa kesibukan di SMA dalam minggu ini, semoga minggu depan gak sibuk yah.btw, jika boleh, follow ig saya: _swxggerkimnnti saya follback kokLast, Fav/foll review juseyonggggg