Ino dan Sakura sedang berganti baju di ruang ganti setelah mengikuti pelajaran olahraga
" Hey Forehead, kenapa tadi pagi kau terlambat?" Tanya Ino sambil merapikan bajunya.

" aku telat bangun." Kata Sakura santai.

" haha...makanya kebiasaanmu itu di ubah kalau gak kau bakal telat terus masuk sekolah"

" ini kan baru hari pertama..."

" justru karena ini hari pertama kau harus membuat kesan baik terhadap semua guru...apalagi sama wali kelas"

" Wali kelas ?" tanya Sakura bingung.

" kau tidak tau kalau guru yang memarahimu tadi pagi itu wali kelasmu?" tanya Ino terkejut. Sakura menggeleng mantap menjawab pertanyaaan Ino.

" Astagaaaa!guru itu bakal jadi wali kelas kita selama tiga tahun Forehead!"

" Tiga tahun!?" Ino mengangguk mantap menjawab pertanyaan dari Sakura.

" lebih kau jauhkan dirimu dari masalah...kalau tidak kau aka berurusan dengan guru itu lagi..." kata Ino memperingati.
' astagaaa apalagi yang lebih buruk selain guru menyebalkan itu jadi wali kelasku?' kata batin Sakura.
Ino dan Sakura akhirnya selesai berganti pakaian dan langsung pergi menuju ke ruang kelas.

.

.

" Sakura-Chan..." Sapa Naruto begitu enegik.

" ada apa lagi Naruto?" tanya Sakura sambil melihat ke arah Naruto.

" kau mau jalan ke mall tidak hari ini?" tanya Naruto penuh harap.

" tidakk aku sibuk..." kata Sakura singkat.

" ayolah Sakura-Chan...kita kan sudah jarang jalan-jalan lagi..." kata Naruto memelas.

" aku hari memang sibuk Naruto!" kata Sakura. Naruto akirnya menyerah, dia lalu melihat ke arah Sasuke yang dari tadi membaca bukunya dengan tenang.

" HEIII TEME! KAU MAU MAIN BASKET TIDAK HARI INI?" teriak Naruto.

" Berisik kau Dobe!" kata Sasuke membalas Naruto tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari buku bacaannya.

.

.

Sakura sedang menyiapkan bukunya untuk pelajaran selanjutnya dan berusaha menghiraukan perdebatan antara Naruto dan Sasuke.
' hmmm sekarang pelajarannya apa ya?'

" Hinata-Chan...kau tau apa sekarang pelajaran apa?" tanya Sakura kepada Hinata yang memang duduk di sebelahnya.

" p-pelajaran matematika..." kata Hinata sedikit tergagap.

" kau tau siapa guru yang ngajar? Tanya Sakura lagi.

" k-kalau tidak salah n-namanya Hatake Kakashi Sensei."

" ahhh okeee thankyu " wajah Sakura berubah menjadi masam. Kenapa? Karena Sakura sangat buruk dalam pelajaran tersebut.
' semoga gurunya tidak menyebalkan...'

.

.

Bel sekolah sudah berbunyi, murid kelas X-A sudah duduk di kursinya masing – masing menunggu guru mereka datang.
sretttt
mata Sakura sukses membulat karena guru yang masuk adalah guru berambut perak yang selama ini dipanggilnya guru paling menyebalkan itu.
' jadi dia yang yang namanya Kakashi Sensei?oh Tuhan...habislah aku! '
" kita berjumpa lagi..." Kata Sakura sambil menatap ke araah Sakura yang memang duduk di paling depan dan dekat dengan meja guru. Wajah Sakura bertambah masam setelah melihat Kakashi lagi.

" baik...untuk hari ini aku akan langsung memberikan kalian tes..." terdengar helaan napas pasrah dari para murid. Hari pertama sudah ada tugas...matematika pula!

" tenang saja...ini hanya materi dasar yang sudah pernah kalian pelajari waktu SMP... aku akan melihat sampai mana kalian bisa mengerjakan soal – soal ini." Kata Kakahi menjelaskan. Sekarang para murid bisa sedikit bernapas lega. Kakashi lalu membagikan kertas soalnya.

" okeee kerjakan selama 30 menit, dan jangan ada yang mencontek! Kerjakan saja sesuai kemampuan kalian..." para murid langsung mengerjakan soal yang diberikan oleh Kakashi. Sementara itu Kakashi duduk di mejanya Sambil membaca buku bersampul oranye.

.

.

30 menit sudah berlalu, dan Kakashi menginstruksikan smua muridnya untuk mengumpulkan hasil pekerjaan mereka. Kakashi melihat hasil pekerjaan mereka semua.
" hmmm kalian cukup bagus dalam hitungan...hanya ada beberapa pemakaian rumus saja yang kurang tepat. Seperti Uzumaki Naruto, kau kurang tepat memakai rumusnya di beberapa soal dan ada beberapa hitunganmu yang salah..." kata Kakashi tanpa mengalihkan perhatiannya dari kertas hasil latihan para muridnya.

" dan untuk Haruno Sakura..." Kakashi lalu menatap datar Sakura. Sementara Sakura sangat gugup karena mendengar namanya di sebut oleh Kakashi.

" kau bahkan lebih payah dari pada Naruto...hitungan banyak yang salah, lalu pemakaian rumusmu tidak tepat..." kata Kakashi sambil menunjukkan kertas tugasnya. Sakura lalu memandang Kakashi tidak suka.
' dasar guru sombong! ishhhhhh menyebalkan!'

" kalau begitu aku akan menuliskan beberapa rumus yang banyak di pakai dalam matematika di SMA...jadi perhatikan!" kata – kata terkahir Kakshi menatap ke arah Sakura tajam. Kakashi lalu mulai menuliskan beberapa rumus dan juga menjelaskannya.

.

.

Time skip

.

.

Tett...tett...tett...
" oke, pelajaran hari ini cukup sekian..." saat Kakashi hendak keluar dari kelas, ia langsung teringat sesuatu.

" ah...kita masih belum memilih pengurus kelas kan?" tanya Kakashi dan di jawab dengan anggukan oleh para murid.

" hmm baiklah aku akan memilih siapa saja yang akan menjadi pengurus kelas..." Kakashi melirik satu per satu muridnya, mencari siapa yang cocok menjadi ketua kelas—menurutnya. Pandangan Kakashi berhienti pada seorang siswa yang sudah mengambil posisi tidur dan juga memiliki rambut seperti buah nanas.

" Heyy kau siswa yang duduk di belakang dan juga tukang tidurr..." merasa ada yang memanggilnya Shikamaru duduk tegap dan menatap ke arah Kakashi.

" Aku?" tanya Shikamaru bingung.

" hn...kau kutunjuk sebagai ketua kelas " Shikamaru terkejut karena tiba – tiba dibangunkan dari mimpi indah langsung ditunjuk jadi ketua kelas dan juga menggumamkan kata ' merepotkan'.

" lalu kau..." kata Kakashi sambil menunjuk ke arah Sasuke.

" kau jadi wakil ketua kelas..." Saske hanya berkomentar 'hn'. Wow, benar – benar singkat.

" untuk bendahara..." Kakashi kembali mengamati seisi kelas.

" kau..." kata Kakashi menunjuk Hinata.

" H-hai Sensei..." kata Hinata terbata bata. Kakashi kembali memandangi seiisi kelas mencari calon sekretaris yang aka ditunjuknya.

" hmmmm...Haruno, kau yang menjadi sekretaris kelas..."

" hahh? Aku!?" tanya Sakura tidak percaya.

" iya kau...ada masalah?" tanya Kakashi datar sambil menatap tajam Sakura.

" tidak sensei..." jawab Sakura dengan nada pasrah dan juga kesal walaupun tidak kentara.

" kalian bereempat bisa merundingkan dengan yang lainya untuk mengatur jadwal piket kelas dan juga menentukan koordinator yang lainnya...itu saja, kalian boleh pulang. Semua murd merapikan barangnya termasuk juga dengan Sakura.

.

.

Saat hendak keluar kelas, Sakura lagi – lagi dipanggil oleh Kakashi.
" Haruno... " Sakura berbalik malas menghadap ke arah Kakashi.

" ada apa lagi Sensei?" tanya Sakura malas. Kakashi menyerahkan sebuah buku kepada Sakura.

" buatlah buku absen buat kelas ini...di dalam buku itu juga ada jadwal pelajaran, kau bisa memperbanyaknya untuk di bagikan ke teman – temanmu sekalian juga buat buku jurnal..." kata Kakashi to the point.

" hai hai..." kata Sakura santai

" heyyy tunggu dulu! Bantu aku bawa buku paket ini..." kata Kakashi.

" hahhh?kenapa tidak Sensei sendiri saja?"

" kau kira aku bisa mengangkat buku paket sebanyak ini sendirian?"

" kenapa tadi Sensei tidak minta yang laki –lakinya tadi buat bawa buku paketnya?" kata Sakura sambil melipat tangannya di depan dadanya.

" tapi sekarang aku tidak melihat siswa lain selain kau di sini, Haruno.."

" Arghhhh baiklah.." Sakura akhirnya pasrah dan memutuskan membantu Kakashi mengangkat buku paketnya.

.

.

" kau lambat sekali Haruno..." kata Kakashi yang memang berjalan mendahului Sakura.

" ini berat tauu!" kata mengeluh. Yaa tentu saja mereka harus mengantarnya ke ruang guru yang ada di lantai satu, sementara kelas X-A ada di lantai 3. Saat sampai di ruang guru Sakua langsung menaruh begitu saja buku paketnya.

" sudahhh!akhirnya..." kata Sakura terengah – engah.

" segitu aja sudah capek..." sindir Kakashi.

" jelas saja! Buku paketnya berat!" kata Sakura.

" dan seharusnya Sensei berterima kasih kepadaku karena membantu Sensei..." kata Sakura melanjutkan.

" terserah kau saja..." jawab Kakashi acuh.

" hn...ya sudah...aku pulang dulu.." Sakura lalu pergi meninggalkan ruang guru dan berjalan menuju ke halte bus dekat sekolahnya.

.

.

Sekarang Sakura sedang duduk di halte bus sambil meunggu bus datang.
drttt...drttttt...drtttt
Sakura mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah pesan masuk.
From : Saso- Nii
Sakura, sekarang Nii-San ada di Suna. Ada pekerjaan dari perusahaan yang mengharuskan Nii-San tinggal sementara di sini...mungkin sampai bulan Desember atau lebih. Jaga dirimu baik – baik yaaa...oh ya, Nii-San ada ninggalin kamu uang jajan juga...nanti kakak ada kirim uang jajan juga buat kamu tiap bulan...
~ belajar yang rajin~
Sakura membaca pesanya lalu menghela napas
' Saso-Nii keluar kota lagi...berarti aku sendirian lagi...'
Sakura memasukkan ponselnya dan kembali berfokus menunggu bus.
" Heiii kau SMS-an dengan siapa?" kata Kakashi yang tiba – tiba muncul dan mengagetkan Sakura.

" kyaaa Sensei...Sensei sejak kapan di sini?"

" sejak tadi.." jawab Kakashi singkat. Berutung busnya sudah datang, jadinya Sakura tidak perlu menjawab pertanyaan Kakashi.
' kenpa Sensei mengikutiku? ' Ternyata Kakashi juga masuk ke dalam bus yang sama dengan Sakura. Setelah beberapa lama bus itu di halte dekat dengan perumahan Sakura.
' kenapa Sensei masih mengikutiku? ' Kakashi juga turun di halte yang sama dengan Sakura, bisa jadi...

" Sensei...kenapa kau mengikutiku terus?" tanya Sakura yang sudah hilang kesabarannya.

" aku tidak mengikutimu...rumahku ada di sekitar sini..." kata Kakashi yang lalu berjalan melewati Sakura. Ternyata rumah Kakashi tidak jauh dari rumah Sakura, hanya beberapa meter saja jaraknya.
' demi Tuhan...mimpi apa aku semalam?sudah dia jadi wali kelasku, sekarang dia juga tetanggaku lagi...'

.

.

Sakura membuka pintu rumahnya lalu langsung menuju ke kamarnya. Di meja belajarnya ada sebuah amplop yang berisi uang.
' ini pasti dari Saso-Nii ' Sakura lalu menyimpan uangnya dan segera berganti baju.

.

.

Kakashi memasuki kamarnya, melempar tasnya sembarang, melonggarkan dasi yang dipakainya, lalu berbaring di atas tempat tidurnya tanpa berganti pakaian.
' huhh...hari yang melelahkan...' entah apa yang membuat Kaakshi begitu lelah hari ini...apa karena ada gadis berambut pink itu? Ah mungkn karena dia mengajar beberapa kelas dan juga membawa buku paket yang banyak. Tidak butuh waktu lama untuk berbaring, Kakashi sudah terlelap dalam tidurnya lengkap dengan pakaian mengajarnya tadi.

.

.

Time skip

.

Langit sudah gelap saat Kakashi terbangun dari tidurnya.
' ahh sial...aku ketiduran, dan sekarang aku juga kelaparan...' akhirnya Kakashi pergi menuju dapur ingin melihat sisa makanan yang ada.
' aku lupa belanja...' isi kulkas Kakashi ternyata kosong. Mungkin dia terlalu sibuk sampai lupa untuk belanja ke[erluannya. Segera saja Kakashi mengambil mantel dan pergi berjalan keluar rumah.
lebih baik aku makan dulu, sekalian nanti belaja...;

.

.

KEDAI JIRAIYA

.

.

Kakashi melangkah masuk ke dalam kedai dan menunggu pelayan datang.
" permisi...anda ingin memesan apa?" tanya pelayan itu tanpa mengalihkan pandangannya dari buku catatan yang ia pegang. Kakashi tersentak mendengar suara yang sering ia dengar hari ini. Kakashi yang dari tadi melihat daftar menu langsung mengalihkan pandangannya ke arah pelayan itu.

" Haruno?"

" S-sensei?"

" Kau...kerja di sini?" tanya Kakashi sedikit kaget.

" I-iya...sensei m-mau pesan apa?"

" hn...aku pesan ramen saja dengan minum cola..." kata Kakashi.

" Itu Saja?" tanya Sakura memastikan. Kakashi pun mengagguk. Dengan cepat Sakura meninggalkan meja Kakashi dan berjalan menuju dapur mengantarkan pesanan.
'arggghhh sial...ketemu guru menyebalkan itu lagi...'

.

.

Setelah beberapa menit...

.

.

" ini pesanan Sensei..." Sakura meltekannnya dengan sembarangan di atas meja Kakashi.

" kau ini niat tidak menyajikannya?" tanya Kakashi sewot.

" selamat menikmati...SENSEI..." kata Sakura dengan penuh penekanan di bagian akhirnya.
' dasar anak ini...'

.

.

Setelah menyelasaikan makanannya, Kakashi langsung memabayar makanannya dan pergi dari kedai itu. Kakashi tidak langsung pulang ke rumah, dia pergi salah satu supermarket dekat rumahnya untuk berbelanja.
setelah selesai Kakashi langsung pergi menuju ke rumahnya.
' lebih baik aku mandi dulu...' setelah selesai mandi, Kakashi merapikan belanjaanya. Kakashi kembali menuju ke kamarnya lalu membaringkan diri.
' benar –benar hari yang melelahkan...'

TBC...

MOHON DI REVEIW YAA...