Aku ingin bercerita sesuatu tentang Dia,

Tapi aku harap kau tidak membocorkannya

Beberapa waktu lalu pada malam hari.

Aku diapartement sendirian,

Bibi tetangga yang biasa menemaniku ketika orang itu lembur sudah meminta izin sebelumnya bahwa malam itu ia memiliki urusan yang harus ia urus.

Akhirnya, dari pada aku menunggunya sendirian maka aku memutuskan untuk tidur dikamar. Tapi, belum sampai aku terlelap dan menemuimu dalam mimpi, aku melihat dia pulang. Biasanya ia akan langsung kekamarku jika ia tidak menemukanku diruang tengah. Tapi, malam itu tidak.

Dia langsung pergi kekamarnya.

Jadi aku memutuskan untuk turun dari tempat tidur, lalu berjalan mengendap seperti pencuri menuju kamarnya. Pintu besar itu terbuka sedikit jadi aku bisa mengintip diantara celahnya. Menangkap sosoknya yang tengah terduduk dipinggir ranjang.

Yang kulihat lagi? Ia memeluk sebuah bingkai kecil. Itu fotomu.

Lalu setelahnya yang bisa kudengar ia berkata

Aku merindukanmu

Dengan tetesan yang mengalir dikedua mata yang selalu tampak elang dan menakutkan ketika memarahiku.

kau benar, dia seperti dinding es berjalan tapi penuh kehangatan di balik sikap kakunya.

Ibu, Ayah menangis.