gulali - 01

walk you home

au!highschool; songfic

inspired by nct dream - walk you home


dua siswa sma itu berjalan menyusuri trotoar dengan tangan mereka saling bertautan. orang awam yang melihat mereka pun pasti akan merasakan aura kebahagiaan diantara keduanya bahkan hanya dengan melihat interaksi mereka pun sudah terlihat dengan jelas.

"kamu ingat kejadian tadi? aku ga bisa berhenti ketawa, hyunbin benar-benar konyol dengan bando peri itu" ujar si manis diiringi dengan tawanya yang khas saat mereka sampai di halte.

lelaki tampan yang menjadi lawan bicarannya pun ikut tertawa mengingat tingkah laku teman mereka yang benar-benar random.

minhyun—si lelaki manis terus mengoceh tentang apa yang terjadi di sekolah tadi, dan di tanggapi senyuman maupun tawa dari jonghyun, bahkan disertai dengan usapan lembut di pucuk kepalanya.

mereka melangkah masuk ketika bus yang akan membawa mereka berhenti di depan mereka. cukup ramai, namun mereka masih mendapatkan tempat duduk.

"jjuyaaa~"

"hm?"

sebelum minhyun mengeluarkan suaranya lagi, jonghyun sudah berdiri saat bus mereka berhenti, dan beberapa orang naik.

minhyun hampir protes, sebelum melihat jonghyun membantu seorang nenek dan menuntunnya duduk di tempat yang sebelumnya ditempati olehnya.

duh jadi makin cinta, batinnya dengan senyum yang terukir dengan manis diwajahnya.

"ah, apa dia pacarmu nak?" tanya nenek itu pada jonghyun dengan melihat minhyun sekilas.

jonghyun mengangguk "iya, nek" jawabnya dengan senyum simpul.

"wah, pacarmu sangat cantik," puji nenek itu, membuat pipi putih minhyun merona. "pacarmu juga baik, tampan pula, kalian serasi, aku doakan langgeng ya" lanjutnya.

ucapan sang nenek membuat wajah minhyun semakin merah padam. "ah, ne, terima kasih doanya nek" cicitnya.

jonghyun hanya dapat menahan tawanya kala melihat kekasihnya tersipu malu seperti itu. benar-benar manis.

ia merasakan tarikan kecil dibajunya, membuatnya menundukkan kepalanya. "ada apa hm?" tanyanya dengan lembut, tangannya pun meraih jemari kekasihnya yang menarik bajunya tadi, lalu mengusap punggung tangannya.

"ayo jajan tteokbboki dulu" ujarnya dengan pelan, ia masih bisa melihat dengan samar rona kemerahan dipipi kekasihnya itu.

jonghyun tersenyum, lalu mengacak poni minhyun dengan sayang. "eung. kajja" balasnya.

minhyun mendongak lalu tersenyum manis pada jonghyun diiringi pekikan yey dengan pelan serta akhiran aku sayang bugi yang terdengar samar, namun cukup terdengar olehnya dan membuatnya tersenyum.


"kamu ingin pedas atau yang sedang saja?"

minhyun terdiam sebentar, "aku ingin yang sedang saja" jawabnya. "oh! aku ingin odeng juga!" lanjutnya.

jonghyun mengangguk, "paman, tteokbboki sedang ukuran besar satu porsi, dan odengnya tiga ya" ujarnya.

minhyun menarik-narik baju jonghyun—kebiasaannya untuk mendapat perhatian jonghyun dan mendapatkan sebuah tatapan tanya.

minhyun menunjuk kedai es krim yang tak jauh dari kedai tteokbboki tersebut. jonghyun tersenyum, lalu mengangguk. "belikan aku coffee float ya"

minhyun berlalu menuju kedai es krim itu setelah mengiyakan permintaan jonghyun, meninggalkan jonghyun yang kini tengah duduk di bangku yang ada di depan kedai tteokbboki.

ditangannya sudah ada satu bungkus tteokbboki dengan tiga tusuk odeng. ia mengambil satu tusuk odeng itu lalu memakannya, seraya menunggu minhyun kembali.

"ini" minhyun menyodorkan satu cup coffee float pesanan jonghyun.

jonghyun tersenyum, "terima kasih" lalu mengambil minumannya dan menyedotnya sedikit.

sedangkan minhyun duduk disebelahnya dengan satu cup es krim vanilla choco chips ditangannya.

jonghyun mengacak poni minhyun dengan sayang kala melihatnya memakan es krim tersebut dengan lahap, menggemaskan.

matanya beralih menatap jam di pergelangan tangannya.

sudah jam tujuh, batinnya.

ia berdiri lalu mengulurkan tangannya dihadapan minhyun yang masih asik dengan es krimnya, membuat minhyun mendongak, menatapnya dengan bingung.

"sudah larut, ayo pulang, eomma hwang pasti khawatir" jelasnya saat mendapati minhyun bertanya dimatanya.

minhyun mengecek jam yang melingkar di pergelangan tangannya—jam dengan model yang sama dengan milik jonghyun, lalu menganggukkan kepalanya.

ia meraih uluran tangan jonghyun lalu ikut berdiri dari posisinya, cup es krim yang sudah kosong ia buang di tempat sampah yang tak jauh darinya.

jonghyun mengeluarkan tisu basah dari saku celananya, lalu membersihkan kedua telapak tangan minhyun.

minhyun sendiri sudah merona dengan perhatian kecil jonghyun yang sanggup membuat kerja jantungnya menjadi dua kali lebih cepat.

"kajja?"

"eung. kajja"


kini mereka sudah berada di depan rumah minhyun. jajanan keduanya sudah habis diperjalanan tadi. tangan mereka pun masih saling bertautan, enggan untuk melepasnya.

"sana masuk, sudah terlalu larut, diluar dingin" ujar jonghyun yang kini berhadapan dengan minhyun.

minhyun menggeleng, lalu memeluk jonghyun dengan erat, memendamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu. "ga mau, ayo masuk juga" gumamnya di dalam dekapan jonghyun.

jonghyun tersenyum lalu membalas pelukan kekasihnya yang sedang dalam mode manja. "putri hwang ingin apa hm?" tanyanya dengan lembut, jemarinya menyisir surai kelam nan halus milik minhyum.

"jjuyaaaa~ ayo nginep aja" rengeknya sambil mengusakan hidungnya pada dada jonghyun.

rengekan tersebut membuat jonghyun terkikik, pacarnya menggemaskan sekali. "tidak bisa sayang, besok masih sekolah kalau kamu lupa" ujarnya.

"masuk ya? disini dingin, nanti sakit" ujar jonghyun lembut seraya melonggarkan pelukannya.

bukannya melonggar, pelukan minhyun semakin mengerat, bahkan ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

jonghyun menghela nafas, "besok aku jemput deh, gimana?" tawar jonghyun, tangannya kembali mengusap rambut minhyun dengan sayang.

tak ada balasan, membuat jonghyun lagi-lagi tersenyum, "sabtu kencan gimana?" tawarnya lagi.

tawarannya membuahkan pergerakan, minhyun mendongak, menatap jonghyun dengan tatapan memelasnya yang membuat wajahnya semakin menggemaskan.

"sungai han, chicken, ramyun, es krim, cola?" tambahnya lagi.

minhyun masih mempertahankan posisinya. "baiklah, ditambah minggu kencan seharian dirumah gimana?" ujarnya lagi.

"janji?" cicit minhyun dengan mengacungkan kelingkingnya.

jonghyun tersenyum lalu mengangguk, "iya, janji" ucapnya seraya mengaitkan kelingkingnya pada kelingking minhyun.

air muka minhyun berubah, ia tersenyum manis, lalu melepaskan pelukannya. "jju memang yang terbaik!" pekiknya.

jonghyun ikut tersenyum, lalu mengusak rambut minhyun dengan sayang sebelum merapihkannya lagi. "sudah ya, sana masuk, udara makin dingin" ujarnya sambil mengusap pucuk kepala minhyun.

minhyun mengangguk semangat. "gomawo untuk hari jjuya~" ucapnya yang mendapatkan sebuah anggukan sebagai balasannya.

minhyun berjinjit sedikit, lalu mengecup pipi jonghyun sekilas. "aku menyayangimu, selamat malam jjuya~" ujarnya sebelum melangkah masuk kedalam rumah dengan gerakan cepat.

jonghyun terdiam sesaat merasakan benda lembut itu menyapa pipinya sekilas.

"aku juga menyayangimu, selamat malam, mimpi indah" gumamnya entah pada siapa sebelum melangkah menjauh dari rumah minhyun setelah memastikan punggung minhyun sudah hilang dibalik pintu.


gulali, chapter 01

walk you home, done

written on 23/11/2017

with total 1023 words

written with lowercase

without proofread

if u dont like it,

dont bash the pair, bash me instead

.

see you!

with love, caramelatte-a.