Balasan review buat non-login:
Guest : Sayangnya Kyuu belum bisa nangkapin tuh anak ayam jadi yaaa belum bisa makan ayam deh~ *ganyambung. Here's the update, hope you like it!
ca kun : iya nih, pairnya SasufemNaru kok, Kyuubi Cuma sayang Naru sebagai adiknya :3 hehe, makasih dan ini udah di update, hope you like it!
Haruna mitsuoka : hehe, makasih iya nih Sasuke udah luluh sama Naru, dan ini lanjutannya~
Thanks for NamikazeNoah, Moku-Chan, leehyunseok99, Earl Louisia vi Duivel, Chikashiki Uchiha, dark takuma, DheKyu :)
~(^.^)~
Over Protective
By Badut-chan
Naruto punya Masashi Kishimoto, cerita ini punya saya. Naruto disini sebagai cewek, nggak suka ya jangan dipaksa buat baca ini cerita. Genre family dan friendship, sedikit romance SasufemNaru. Pasang sabuk pengaman kalian semua, karena cerita ini mengandung unsur OOC, typo, dan lain-lain. Resiko ditanggung readers. Dan...
Selamat Menikmati~
Otak jenius Kyuubi mulai berpikir. Bagaimana caranya anak-ayam-tengik-yang-sedang-memeluk-Naru itu segera musnah. Mana rela dia, adiknya yang imut luar biasa disentuh bocah macam Sasuke. Sasuke harus hilang tak berjejak, titik! Perlahan-lahan dalam kepalanya tersusun rencana untuk ngebully Sasuke.
Khukhukhu, bersiaplah mati, Anak Ayam!
Plan A.
Kyuubi menoleh pada dua bocah yang masih berpelukan di depannya. Giginya bergemeretuk saking kesalnya. Dengan sengaja, Kyuubi berteriak (terlalu) lantang,
"Aih, orange cupcake-nya sudah siap! Naru kan lagi nangis, kuenya buat aku saja! Haha!" lantas bocah itu berlari ke dapur.
"E-eh? Apa?" Naru mengangkat kepalanya, sedikit menjauh dari Sasuke. "Aaaaaaah! Kyuu, itu kue Naluuu!"
Sret! Hap! Bruk! Brak! Drap drap drap!
Naru melompat dari sofa, kemudian berlari heboh ke dapur. Bikin Sasuke yang lagi enak-enaknya dipeluk Cuma bisa mengerjapkan mata. Kaget dengan gerakan mendadak Naru. Itachi apalagi. Dia baru aja mau mendekati Naru, eh Naru-nya langsung lari gitu aja ke dapur. Mana pake acara nabrak dia lagi. Aduuuuh.
Di dapur, Kyuubi udah ketawa kayak maniak. Berhasil dengan gampang, eh?
"Kyuu, mana kue Nalu?" Naruto dengan mata kesal yang masih berair mencengkeram baju Kyuubi.
"Mana kutahu," ketus Kyuubi.
"Kuenya masih di panggang, Naru sayang," Mikoto tiba-tiba saja ada di dekat mereka.
"Ah! Tapi kata Kyuu, kuenya udah siap."
Kyuubi, sang tersangka, Cuma melihat Naru dan Mikoto pake pandangan datar. "Apa?"
"Kyuu bohong!"
"Memang," Kyuubi menjulurkan lidah.
"Kalau gitu, Nalu balik lagi deh. Mending sama Kak Cacuke daripada sama Kyuu pembohong! Weee!"
Nah lho! Si Naru mau dekat Sasuke lagi. Kyuubi diam sejenak, mikir. Dan, aha!
"Ya sudah, pergi aja sana sama dia. Aku mau nunggu di sini, jadi kalo kuenya udah matang langsung kumakan," kata Kyuu.
"Apa sih, Kyuu? Itu kan kue Nalu. Kyuu kan punya kue sendiri," Naru menggembungkan pipi. Dia yang sudah jalan terpaksa balik lagi.
"Makanya kau tunggu di sini. Kalau tidak, kuemu kumakan."
"Iya deh, Nalu di sini aja. Bibi, mau Nalu bantuin masak tidak?"
Mikoto tersenyum. "Mau, sini Naru bantuin Bibi bikin pie-nya Kyuu ya."
Kyuubi yang melihat Naru udah betah di dapur langsung pergi dari sana. Sekarang waktunya mengerjai bocah ayam itu! Di ruang tengah, Kyuubi lihat Sasuke masih betah duduk di sofa. Kayaknya sih, lagi menunggu Naru balik lagi ke ruang tengah. Hahaha, rasain!, batin Kyuu. Kyuu terus jalan sampai ke tempat Naru jatuh tadi. Dia ingat, Naru kan lari-lari bawa buku Sasuke. Dan dia sekarang bakal menggunakan buku itu.
Gotcha! Buku bertuliskan Sasuke Uchiha itu tergolek manis di lantai. Kyuubi menyeringai. Dipungutnya buku itu. Lantas ia memandang Itachi yang masih berdiri mematung di tempat ia ditabrak Naru tadi.
"Hoi, Brengsek!" panggil Kyuubi.
Itachi menoleh. "Maksudmu aku?"
"Memangnya siapa lagi?"
Itachi mendengus. Anak lelaki dengan garis di sekitar hidung dan pipinya itu mendekati Kyuubi. "Ada apa Kyuu?"
"Itachi," Kyuu ngomong dengan nada lirih, pelan banget. Bikin Itachi mesti lebih dekat lagi. "Bisa tolong aku, tidak?"
Nah, keluar deh jurus khas Naruto.
Itachi mengedipkan mata nggak percaya. Ternyata... Kyuubi imut juga yah? Tanpa sepenuhnya sadar, Itachi mengangguk-angguk. Matanya lekat menatap ekspresi melas Kyuubi.
"Janji?"
Aiiiiih, ini beneran imuuut!
"Janji."
Mendengar satu kata dari mulut Itachi bikin Kyuubi balik lagi. Bibir mengerucutnya segera berganti dengan seringai. "Nah, ayo, antarkan aku ke kamar Sasuke!"
"Eh?" Itachi mengernyit. "Minta tolong kok ketus begitu sih?"
"Biarin! Cepat, kau sudah janji menolongku kan?"
"Iya, iya," kata Itachi, agak nggak ikhlas. Sekarang ia merasa bodoh udah bilang Kyuubi imut. Kyuubi nggak imut sama sekali! "Ayo ikut aku!" tambahnya.
Jadilah kedua bocah lelaki tersebut berjalan beriringan menuju lantai dua. Di lantai dua ada beberapa pintu. Itachi berhenti di depan sebuah pintu kayu berwarna midnight blue dengan garis-garis vertikal.
"Ini kamar Sasuke."
Kyuubi mengangguk. "Nah, Itachi kau bisa menjaga Naru lagi tidak? Aku takut dia terjatuh lagi dan menangis," kata Kyuu, bernada sedikit lirih.
"Oke," Itachi menyanggupi. Mendengar kata Naru aja langsung bikin dia teringat sosok manis dan imut luarbiasa itu. Cepat-cepat si sulung Uchiha turun, menuju dapur.
Kyuubi memasuki kamar Sasuke. Kamar berdominasi warna midnight blue ini rapi banget. Kyuubi langsung bisa menebak kalau Sasuke adalah penyuka kerbersihan dan kerapian. Sebuah ranjang single bed terletak di pojok kamar. Di sampingnya, ada meja belajar yang penuh dengan buku-buku. Tepat di sebelahnya ada jendela berukuran besar yang bikin Kyuubi bisa liat langit sejelas-jelasnya. Ada tv dan playstation di sudut kiri kamar. Lalu lemari besar di sebelahnya, pasti lemari baju. Dan yang terakhir, ada sebuah pintu lagi. ketika Kyuubi buka, ternyata itu pintu kamar mandi. Kyuubi menyentuh dinding kamar Sasuke, ternyata ada peredam suara.
"Anak ayamku yang malang~" Kyuubi bersenandung seram.
Kyuubi meletakkan buku Sasuke di meja belajarnya. Ia segera keluar lantas menuruni tangga. Bocah lelaki ini melihat Sasuke yang menonton tv di sebelah ayahnya, di ruang tengah. Ia tersenyum tipis, rencana akan berhasil. Di dapur, ia mendapati Naru sedang asyik melihat Mikoto mengocok adonan dengan mixer. Ia menoleh ke kanan-ke kiri, mencari Itachi.
"Hei Naru, mana Itachi?" tanya Kyuubi.
"Itachi sedang pergi berbelanja, Kyuu. Kebetulan oreo untuk milkshake-nya habis," jawab Mikoto, tersenyum lembut khas ibu-ibu.
"Ooh," Kyuubi mengangguk-angguk. Ia mendekati Naru dan membisikinya, "Naru, aku baru saja dari lantai dua dan ternyata disana indah sekali. Aku saja bermain-main di sana dari tadi. Lalu ada jendela besar. Langitnya jelaaaaaaaassss sekali kalau dilihat dari sanaa."
"Ah, Nalu mau ke atas!" tepat sesuai perkiraan Kyuubi, Naru langsung berteriak dan melompat-lompat kegirangan.
"Oh, kau mau ke atas Naru? Pergilah, tapi hati-hati ya. Kyuu, kau bisa menemani adikmu kan?" kata Mikoto.
"Makasih, Bibi!," Naru menundukkan badannya sedikit, "ayo, Kyuu!"
Maka berjalanlah kedua kakak-beradik itu ke lantai dua. Sasuke dan Fugaku tampaknya sangat fokus pada tv dan koran, sehingga mereka berhasil naik tanpa sepengetahuan dua orang itu. Kalau iya kan, bahaya. Sesampainya di atas, Kyuubi langsung mengajak Naru ke kamar Sasuke. Naru langsung menyerbu jendela besar itu. Jendela tersebut menghadap langit di belakang rumah, makanya kalau ada orang yang datang lewat halaman depan, mereka tidak akan melihat Naru.
Kyuubi tersenyum iblis melihat Naru yang larut dalam dunianya. Berjingkat-jingkat, ia keluar dari kamar Sasuke. Kyuubi terkekeh. Naru kalau ditinggalkan seperti ini pasti ketakutan, ia lalu akan berteriak-teriak dan melemparkan barang-barang agar gaduh terdengar dan orang-orang tahu ia terkunci. Naru pernah melakukan ini saat terkunci di kamar mandi dan di kamarnya sendiri, jadi Kyuubi tahu persis. Pintar juga ya Naru, tetapi tetap saja Kyuubi lebih pintar.
Jadi rencana Kyuubi tuh seperti ini, dia akan menutup kamar Sasuke dengan Naru di dalamnya. Naru nggak bakal bisa buka pintu karena nggak sampai (Naru berukuran lebih mungil untuk anak seusianya). Naru akan panik dan mengacak kamar Sasuke. Tak perlu takut kedengaran, kamar Sasuke dipasang peredam suara. Lalu tinggal menunggu waktu sampai Sasuke yang mencintai keteraturan membuka kamarnya sendiri dan menemukan kamarnya dalam keadaan sangat-tidak-teratur akan membenci naru. Kemudian mereka tidak akan dekat lagi, yey!
"Aku pulang!"
Kyuubi berlari menuruni tangga saat mendengar teriakan Itachi tersebut.
"Itachi, Itachi," panggilnya sambil berlari. "Kau habis dari mana?"
"Mini market," jawab Itachi. Ia menghentikan langkahnya menuju dapur.
"Dimana mini marketnya?"
"Um, sekitar 1 blok dari sini."
"Apa Itachi bisa menemaniku kesana? Aku mau beli sesuatu untuk Naru."
"Baiklah. Sebentar ya, aku letakkan dulu belanjaan ini di dapur."
"Oke."
Badut-chan :3
Sasuke melirik jam dinding. Hmm, hari sudah semakin siang. Ia teringat tugas rumah yang baru diberikan gurunya hari ini. Tidak ada salahnya kan dikerjakan sekarang? Sasuke bangkit dari duduknya di sofa. Saat tak sengaja melihat dapur, ia jadi teringat Naru. Sasuke nggak tahu kenapa, tapi menurutnya Naru benar-benar manis. Tak seperti anak-anak perempuan lain yang berteriak-teriak di dekatnya, Naru justru memeluknya dalam damai. Cuma ibunya yang pernah melakukan ini sebelum Naru. Jadi Sasuke melangkahkan kaki kecilnya menuju dapur, mencari si kecil Naru.
"Ma, mana Naru?" tanya Sasuke, ketika mata onyx-nya tak menemukan Naru.
"Tadi bermain ke atas bersama Kyuubi," jawab sang Ibu, menoleh dan tersenyum lembut.
"Benarkah? Tadi aku liat Kyuubi dan Kakak pergi."
Dahi Mikoto berkedut sedikit.
"Aku pulang!"
"Ah, itu dia kakakmu dan Kyuubi!" seru Mikoto. "Coba tanya Kyuubi dimana Naru."
Sasuke mengangguk, ia tak membuang waktu untuk segera menemui Kyuubi.
"Hei, kau, mana Naru?" tanya Sasuke, sengak minta dihajar.
Kyuubi yang merasa diajak bicara menggenggam tangannya kuat-kuat. Ia benar-benar kesal dipanggil nggak sopan dengan bocah di depannya. Ia mengatur sebentar nafasnya.
"Naru tadi bermain di lantai dua. Mungkin masih ada di sana," ujar Kyuubi.
"Kau meninggalkan adikmu sendirian di atas, Kyuu?" tanya Itachi, menatap tajam.
"Kurasa tak masalah. Cek saja keadaannya sana."
Sasuke dan Itachi berpandangan lalu berlari menaiki tangga.
"Naruu, kau dimanaa?" teriak Itachi.
Sasuke mengedarkan pandang. Matanya tertuju pada pintu kamarnya yang tepat di depan tangga. Sambil berharap naru ada di sana, Sasuke membuka pintu kamarnya.
Krek.
Brak. Bruk. Praaang!
"Kyuuuu! Kak Itachi! Bibi Mikoto! Paman Fugaku! Kak Cacuke! Ciapa cajaaaaa, tolong Nalu! Huweeeeeee!"
Teriakan cempreng Naru dengan segera membahana tatkala pintu terbuka. Sasuke terpaku di ambang pintu. Itachi yang mendengar segera mendekat.
"Ada apa, Otou—"
Itachi ikut diam. Di matanya terpantul refleksi kamar Sasuke yang luar biasa berantakan. Bantal-bantal berserakan di lantai, buku-buku bertebaran serta beberapa kertas yang dirobekkan, selimut yang terhampar, dan VCD-VCD PS Sasuke keluar dari tempatnya. Terakhir, lampu meja belajar Sasuke sudah berada di lantai, dengan keadaan mengenaskan dimana kapnya penyok dan lampunya pecah.
Mata Sasuke berkilat. Matanya nyalang memperhatikan segala seuatu di depannya. Sementara itu Naruto tengah berlari menujunya, menubruknya dalam satu pelukan. Naru kembali menangis sesengukan di perutnya (sekali lagi, tubuh Naru mungil jadi nggak sampai sedada Sasuke).
"Sa-Sasuke," panggil Itachi agak takut. "Kau ja-jangan marah ya, Naru kan m-masih kecil," bujuk Itachi di sebelahnya.
Sasuke bungkam.
"Naru, sini, sama Kak Itachi aja," Itachi memegang bahu Naru, namun ditepis Sasuke.
"Naru jangan nangis ya," kata Sasuke. Maksudnya mungkin membujuk, tapi apadaya karena tak biasa, nadanya justru datar. "Kan aku ada di sini. Aku peluk lagi ya?"
Itachi shock.
Di lain sisi, Kyuubi tengah menaiki tangga. Ia ingin menjemput Naru yang pastinya sedang menangis sekarang. Ia telah membeli beberapa jeli jeruk untuk menenangkan Naru. Lagipula ia tidak sabar melihat ekspresi marah Sasuke. Terlukis senyum licik di bibir mungilnya.
Dan ketika Kyuubi menapaki anak tangga terakhir, senyumnya musnah. Mulutnya menganga melihat Naru (yang lagi-lagi) berada di pelukan Sasuke.
"Kak Cacuke," Naru mengangkat kepalanya, memandangi Sasuke yang kini berjongkok. "Naru takuut."
"Sudah, jangan takut. Aku di sini," ujar Sasuke.
Bocah berambut hitam itu mengusap rambut Naru. Setelah dada Naru tak begitu berguncang, Sasuke membingkai muka Naru dan menatapnya dalam.
"Jangan nangis lagi ya."
Dan cuup. Sebuh ciuman mendarat di dahi Naru.
...
...
...
"KUBUNUHKAUANAKAYAMSIALANBERA NINYAKAUMENCIUMNARUTAKPUASHA HDENGANMEMELUKNYA!"
Kyuubi tiba-tiba berteriak cepat. Matanya berkilat karena marah. Namun sayang seribu sayang, bocah yang dikutuknya tampat tak mendengar justru mengajak adiknya turun ke bawah. Melewatinya seolah ia bukan apa-apa.
Kyuubi speechless.
"Kau tadi ngomong apa, Kyuu?" tanya Itachi beberapa menit kemudian. Ia memandang heran Kyuubi yang dari tadi diam tak bergerak.
Kyuubi mengerjap, mengumpulkan kesadarannya. "MATISAJAKAUAYAMTENGIK!"
Kyuubi berlari menuruni tangga, mengejar adiknya. Plan A gagal. Siaaaaal!
Bersambung...
Yak, Sasuke dan Kyuubi masih berantem aja nih -_- gomen buat yang minta update-nya cepat malah molor gini. Terus buat ceritanya, gomen lagi kalo ini abal banget. Bikin cerita di tengah sibuknya TO dan tugas kelas 9 itu... susah. Jadi yaa semoga menikmati ceritanya. Saya mohon bantuan dan kritikan dari senpai-senpai semua. Review, please? ;3
