Disclaimer :Death Note© by Tsugumi Ohba and Takeshi Obata

Story by: Kuas tak Bertinta

Pair: NearMattMello

Warning:Typo(s), OOC(maybe), Soft BL, Drabble, seme/uke gak tentu.

Summary:26 Drabble konyol sampai melakonlis tentang trio Wammy. Kita bukan MattMello, NearMello, ataupun MattNear… tapi kita NearMattMello. Karena kita bertiga, tak terpisahkan.


MMN with ABC

Impas...

Mello menatap angkuh ke arah lego yang baru saja ia hancurkan. Near? Dia hanya diam sambil menatap lego yang tadinya berbentuk benteng yang ia buat sendiri.

Near mengalihkan pandangannya ke arah Mello, lalu berjalan mendekat dengan wajah datarnya. Mello yang diperlakukan seperti itu menjadi salting. Ni bocah kenapa sih? Marah? Batin Mello.

'cup'

Mello kicep. Yang barusan... wa da fakh?!

"K-kau...?! Apaan sih?!"

"Saya melakukan apa yang waktu itu Mello lakukan. Ingat saat saya mengambil cokelat Mello? Mello marah dengan cara seperti itu, kan? Kita impas sekarang."

Jealous?

Mello menekuk wajahnya, terus memalingkan wajahnya dari sahabat sejak kecilnya. Matt heran, kenapa lagi dengan bocah labil ini?

"Mells?"

"Ck... diamlah pengkhianat..."

"...Kau, cemburu melihatku bermain bersama Near?" Matt pun menyeringai saat melihat wajah Mello yang sedikit terkejut.

Kamera

Near membeku melihat isi dari kamera Matt. Beberapa foto Mello dengan pose yang cukup menakjubkan dan... beberapa fotonya yang sedang tertidur atau bahkan menyeringai saat memecahkan masalah. Matt... sengaja?

Lukisan

Hari ini kelas melukis. Mello, Near, Matt, Linda, dan anak Wammy lainnya diberi tugas melukis wajah teman mereka, bebas pilih salah satu.

"Near terlihat imut di lukisanmu, Linda!"

"Terima kasih..." Linda tersenyum lalu mendekat ke Near.

"Near... kau menggambar siapa?"

"... Mello dan Matt,"

"Bukannya kita hanya disuruh memilih salah satu teman?"

"Tapi mereka berdua teman saya."

"Kalau begitu aku bukan temanmu?" Linda sedikit kecewa, kenapa dia tidak ikut dilukis di sana.

Near hanya tersenyum simpul dan melanjutkan lukisannya.

M?

Mello dan Matt sibuk berdebat... ini semua karena tadi pagi mereka tidak sengaja melihat huruf 'M' yang tertulis di halaman belakang buku tulis Near.

"Aku yakin kau sudah mengkhianatiku, Matt! Tulisan di buku itu pasti inisial namamu! Near mungkin terlalu senang mendapat teman baru sehingga menulisnya di halaman belakang buku matematikanya!"

"Hah? Bagaimana kalau M itu kau, Mells? Mungkin dia membencimu sehingga berniat memaki-makimu lewat tulisan, sayang tulisannya belum selesai!"

Mereka saling tuding-menuding, padahal dalam hati, mereka berharap bahwa itu inisial nama mereka.

Nirvana...

Near mengabaikan setumpuk pekerjaan di mejanya. Pikirannya sedikit terpecah. Matt dan Mello, apa mereka sekarang sedang bersama-sama di surga? Entah kenapa, Near merindukan mereka, dan ada sedikit rasa tak tenang. Akankah mereka kembali dipertemukan di nirvana itu? Dan apakah nirvana itu benar-benar ada?

Objek perhatian

Mello sudah menyelesaikan tesnya. Duduk diam sambil menatap bosan menunggu waktu habis. Entah sadar atau tidak, mata Mello selalu menatap ke arah bocah berambut putih yang berada di sudut ruangan. Mungkin Mello masih menaruh dendam dan takut dikalahkan lagi dalam tes kali ini? Atau...

Puzzles yang hilang...

Near sibuk mencari ke sana-kemari. Di mana potongan puzzles terakhirnya? Puzzles dengan potongan huruf N di dalamnya. Ya, puzzles lambang huruf hadiah L di hari natal kemarin.

Mello menyeringai dari kejauhan menatap Near yang kesusahan dengan senang. Senyum mengejek tak lepas dari wajahnya. Di tangan kanannya, tergenggam sebuah kepingan puzzles dengan lambang huruf N. Mungkin Mello tak berniat mengembalikannya?

OWARI for chap 2


A/N: Ah, jujur sebenernya saya udah nyiapin plot di otak dari kemarin-kemarin, tapi saya lupa... dan jadi males ngelanjutin... mana minggu ini masa-masa MOS, jadi males banget buat update, mood saya jelek... bayangin aja, saya di MOS 2 hari, dan selalu di hukum selama 2 hari itu... setelah sedikit main kucing-kucingan sama kakak OSIS, akhirnya bisa lolos juga deh dari hukuman.


To:

Fujisaki Fuun: Iya ya... bagusan MattNear, abis Matt itu gak tsun kayak Mello, jadi enak buat diimajinasiin sifat romantisnya rofl, tapi entah kenapa lebih enak diliat NearMello kalo interaksi, walopun ga romantis... Cepter ini gak ada yang spesial maaf ya, Poln...

Orihara psyce: Iya, makasih. Udah di apdet. Dua lagi nyusul ya cepternya?

Radar Neptunus: Bagus deh kalo chap kemarin fluffynya kerasa. Maaf kalo chap ini agak kurang...

Hikaru: Maaf ga bisa apdet kilat. Near dingin? Menurut saya malah kayak uke banget, jadi merasa bersalah buat Near jadi uke gini hahaha.

Orange Brust: Makasih senpai, ga tau kenapa saya suka trisum*?* gini... abis kece aja liatnya jadi saling memperebutkan dan diperebutkan wkwk.

Gomugomu: iya, makasih. Ini udah di update tapi ga kilat maaf ya.

Mari Chappy Chan: aduh, jadi agak nyesel buat Near imut... jadi keliatan uke, ah padahal saya ngarep Near keliatan seme di sini. Iya ini udah apdet...

Frilia269: iya, makasih ini udah dilanjut.


Oke, udah malem dan saya ngantuk besok mesti sahur. Bye Minna-san.

Mind to review?

Kuas tak bertinta