Chapter 1
Little Matchmaker
multi chapter
genre: romance / humor
rated: T
Pairings: KiraLacus, Asucaga
Warning: OOC, OC, lumayan gaje
ni anime bukan punyak akuuuu!
*tapi kalau pengarangnya mau kasihin ini ke aku, aku bakal menerima dengan senaaaang hati (plak!)*
Author Note:
hai, kembali lagi nie... sekarang ketemu di chapter satu nie... hehe. Sebelumnya, aku mau minta maaf sama para readers bcuzz prolognya membingungkan, ya? Sekali lagi aku minta maaf. Di sini, aku mau bilang... prolog itu sengaja nggak aku beri keterangan apapun kecuali perkataan, bahkan gerak-gerik dan siapa yang ngomong juga nggak. Penginnya sih supaya yang ngebaca bingung-bingung gitu...hehe. hal itu berawal waktu aku baca sebuah *novel... eh, apa ff, ya? Tauk deh* yang epilognya seperti itu. Jadi deh, buat yang kaya gitu... itung-itung pelampiasan rasa sebel gara-gara bingung harus nentuin siapa yang ngomong *ditendang*. Sekali lagi, aku minta maaf ya... untuk kritik dan saran, thx so much...
okelah...kali ini udah cukup cuap-cuapnya, happy reading...
Pagi yang sangat cerah di asrama ZAFT, murid-murid sekolah terpandang di PLANT ini berlalu lalang dengan gembira dan ceria. Hari ini, mereka mendapatkan libur selama 3 bulan dan diizinkan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Akhirnya, setelah enam bulan penuh mereka terkekang di asrama ZAFT, mereka mendapatkan sedikit kebebasan, sebelum mereka kembali terjun dalam tugas pilihan mereka masing-masing. Tapi, tidak begitu bagi dua sahabat yang baru aja keluar dari kamar mereka ini. Murid-murid yang lain menatap heran ke arah kedua orang yang dikenal sebagai murid terpandai di ZAFT bersama dua orang murid cewek yang juga merupakan sahabat mereka.
"Loh...? Ultimate Coordinator dan Red Knight kok lesu sih...?" tanya Dearka Elthman.
"Jangan-jangan kalian di semprot Cagalli lagi...?" tebak Miriallia Haw, pacar Dearka
Mendengar nama Cagalli, kedua orang itu segera menoleh dan menunjukkan raut wajah tak bersahabat pada kedua teman yang sedang bergandengan tangan di belakang mereka itu.
"Eh...? Hehe... tampaknya aku sudah mendapatkan jawabannya..." ucap Dearka
"Tolong..." mulai Kira
"Jangan ingatkan kami..." sambung Athrun
"Tentang kejadian tadi pagi..." ucap keduanya
Dearka dan Miriallia tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan mereka yang sangat kasihan dan tampak bener-bener menderita. Mengingat Cagalli adalah salah seorang dari 4 murid terpandai ZAFT dan mendapat sebutan sebagai Lioness of ZAFT, wajar aja kalau kedua pangeran ZAFT ini tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan Lacus, sang Utahime PLANT dan juga Pink Princess of ZAFT, hanya bisa tersenyum melihat tingkah Cagalli tadi pagi. Kira dan Athrun segera melanjutkan perjalanan mereka sambil bercakap-cakap, berusaha untuk menghapus ingatan mengenai kejadian naas yang menimpa mereka tadi pagi. Kejadian yang sudah berhasil mengganggu tidur nyenyak mereka dan berhasil membuat mereka kena semprotan Cagalli selama 5 menit.
"Hei, Kira..."
"Hmb?"
"Siapa yang akan kau bawa pulang? Bukankah orang tua kita sama..." ucap Athrun dengan nada sedih
"Yah... mungkin aku akan membawa dia..." ucap Kira
Athrun menghentikan langkahnya dan menunduk, dia sama sekali tidak heran mendengar jawaban yang diberikan oleh Kira, meskipun sebenernya, dia mengetahui bahwa Kira mengatakan hal itu dengan sangat terpaksa dan dengan berat hati. Kirapun menoleh, untuk melihat apakah sahabatnya ini baik-baik aja atau tidak. Athrun menghembuskan nafas pelan dan mengangkat wajahnya. Ternyata pikiran Kira sama denganku, pikirnya.
"Aku akan membawa cewek itu"
Mata Kira melebar, kaget.
"Benerkah? Kau tidak membawa dia...?"
"Kau juga'kan?"
Kira menunjukkan senyumannya yang telah berhasil membuat beratus-ratus gadis jatuh cinta atau naksir pada pandangan pertama dengannya. Kira, si empunya senyum manis nan menawan, kulit sawo matang, rambut coklat lembut dan mata amethyst *bahasa gaje mode:on*, bisa dipastikan...cewek-cewek akan segera lemas saat melihatnya. Sudah berkali-kali dia menjadi musuh banyak cowok di sekolah ini dan bahkan di seluruh PLANT, bukan hanya karena dia berasal dari keluarga berada yang sangat memberi pengaruh bagi PLANT, namun juga karena kepandaian dan pesona yang dia miliki. Cewek-cewek yang sudah punya pacarpun rela memutuskan cowoknya hanya demi mendapatkan seulas senyum dan sapaan manis dari sang Ultimate Coordinator ini. Sudah tak terhitung lagi berapa cewek yang berkorban demi dia, tapi Kira sama sekali tidak menggubrisnya, dia tidak khawatir menjadi musuh cowok lain, singkat kata, 'EGP, Emang Gue Pikirin?'. Bagi Kira pribadi, telah ada seorang gadis cantik yang menempati hatinya, Putri cantik yang meluluhkan hatinya.
"Yah... mau bagaimana lagi?"
Kira kembali tersenyum dan mengangguk kecil ketika melihat Erica Simmons, guru kelas engineering tingkat akut dan bersamaan dengan itu juga, dia telah berhasil mengirim sedikitnya 10 cewek ke UKS. Yah... itu juga karena mereka sudah mengeluarkan terlalu banyak darah, hoho... menyadari perbuatannya itu, Kira cepat-cepat menunduk, memandang sahabatnya yang duduk di depanya. Cowok berambut biru tua dan bermata hijau jamrud ini menunduk, meratapi nasibnya
"Udahlah... jangan syok gitu... mending kita cepet pergi ke mall untuk beli oleh-oleh..."
"Yah, bener juga, daripada nanti kena semprot Cagalli lagi..."
Tapii, apa yang mereka bayangkan itu tidak terjadi. Di mall...
"Kira, Athrun, kalian bawa barang-barang ini, ya..." ucap Cagalli sambil menunjukkan barang-barang yang ia beli dengan Lacus.
"Haa? A-apa? Sebanyak ini? Apa sih yang kalian beli! Lagi pula'kan..." protes Athrun terhenti ketika tiba-tiba Cagalli menatap tajam padanya
"Ath-run...!"
"Cagz, yang bener aja? Ini banyak banget..." ucap Kira kemudian.
"Ayolah Kira... masa kau tak mau membantuku...?"
Lacus berjalan mendekati Kira dan meminta bantuan dengan nada yang very-very sweetttt. Dengan suara bagaikan bidadari inilah, Lacus berhasil meluluhkan hati banyak cowok. Selain tentunya juga karena kecantikan dan sifatnya yang bisa dibilang nyaris sempurna, khukhukhu. Rambut pink panjang yang diurai, dengan cepit rambut berwarna emas, mata biru laut dan kulit putihnnya, bukan hal yang mengherankan kalau banyak cowok rela berdesak-desak hanya untuk melihat gadis cantik ini tersenyum.
"Ah... Ehmb..."
Kira bergantian melihat dua gadis cantik di depannya ini. Cagalli, kakak kembarnya, menatapnya dengan tajam dan marah, sedangkan Lacus, sahabatnya menatap dengan lembut dan sangat menyakinkan.
"Haaahh~" Kira menghembuskan nafasnya, pertanda kalau dia mengalah
"Iyei! Kalau gitu ayo jalan..." perintah Cagalli
"Terima kasih, Kira~ Athrun~" ucap Lacus sambil berjalan bersama Cagalli
"iIu yang dibilang bebas dari kekangan? Apa ini yang namanya libur..?" protes Athrun
"Ha-ha-ha," Kira mengucapkan kata-kata itu seolah-olah dia tertawa hambar.
Author Note:
Hehe... chapter satu cukup sampai di sini dulu, maaf kalau bahasanya aneh dan ceritanya juga aneh. Maklum, masih sagat-sangat pemula... diharapkan kritik dan sarannya (^o^)v
typo dan teman-temannya harap dimaafkan dan diingatkan,hahahaha
