Tittle : The Game is On
Disclaimer : semua tokoh di ff ini (kecuali para oc) bukan punya author, saya cuma pinjem nama doang.
Rated : T
Main Pair : Kyusung
Warning : oc bertebaran, typo merajalela, yaoi
A/N : Semua hal dalam ff ini kemungkinan besar bakalan beda jauh sama keadaan sesungguhnya di Korea (soalnya author udah jarang update soal Korsel) dan perawakan tokoh juga seinget author aja hehe (misal, Kris rambutnya masih pirang di ff ini, hehe)
.
Don't like don't read
.
Berita dari South Korea Newspaper
Seoul—kembali polisi menemukan seorang pria muda tewas di apartemennya sendiri dengan kondisi digantung. Polisi menduga kuat pria yang diketahui bernama Park Min Hoon ini mengalami depresi hebat yang berujung pada keputusannya untuk mengakhiri hidupnya sendiri. namun polisi tetap tidak mengabaikan kemungkinan terjadinya pembunuhan mengingat ini merupakan kasus bunuh diri kelima yang terjadi dalam 2 minggu terakhir.
Polisi menduga korban tewas sekitar pukul 2 dini hari. Hal ini diperkuat oleh penyataan Park Min Hoon sendiri yang mengirim pesan kematian di akun jejaring sosial twitter miliknya pada pukul 12 tengah malam. Tubuh pria muda itu ditemukan oleh kekasihnya sendiri, Choi Jun Mi, pada pagi harinya. Sampai saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan perihal kematian Park Min Hoon.
.
Kyuhyun menyesap kopinya dengan tenang. Koran pagi yang baru saja dibacanya tegeletak begitu saja di sampingnya. Jadwalnya kosong seharian ini dan ia tidak bisa meghilangkan perasaan bosan yang melanda dirinya.
Sesekali ia melirik ke arah Yesung yang masih memilah-milah surat yang memintanya menangani sesuatu. Namja manis itu duduk dengan tenang di ujung sofa yang bersebrangan dengannya. Sikapnya sungguh tenang dan manis sehingga orang biasa tidak akan mengira emosinya sedang tidak stabil. Pertengkaran hebatnya dengan Kyuhyun minggu lalu tentang Jonathan Carstairs masih menghantuinya dan seringkali memaksanya untuk kembali menangis.
Hubungan Kyuhyun dan Yesung yang diam-diam dicintainya bisa dibilang sangat renggang seminggu ini. Member super junior yang lain sudah berulang kali mencoba untuk membuat keduanya kembali akur namun hasilnya nihil. Yesung terus berusaha menyibukkan diri dengan kegiatan di dorm mengingat statusnya yang sedang 'wamil'. Sementara Kyuhyun entah bagaimana berhasil membujuk managernya untuk membuatnya super sibuk. Namun hari ini sial bagi keduanya, Kyuhyun tidak mendapat jadwal apapun dan harus mendekam seharian ini di dorm.
Keduanya tetap duduk dalam diam hingga suara kecil Yesung memecah suasana. "Leeteuk hyung menelponku tadi pagi," mulainya setelah meletakkan tumpukan surat yang ditujukan untuk Cho Kyuhyun. "Dia memohon padaku untuk membujukmu agar bersedia menyelediki kasus kematian ayah dan kakek neneknya. Kukatakan padanya kau tidak bisa melakukannya karena kau sedang sangat sibuk sekarang tapi akan kuusahakan."
"Kalau begitu katakana lagi padanya aku tidak bisa menyelidiki kasus itu karena aku sedang dalam kasus lain," balas Kyuhyun acuh tak acuh.
"Kas—Demi Tuhan! Kyuhyun! Kau tidak melakukan apapun selain duduk di depan tv dan meminum kopi bodohmu itu seharian! Tidak bisakah kau bersikap sedikit prihatin padanya?! Leeteuk hyung sangat menyayangimu, apa salahnya membantunya sedikit dengan setuju untuk menangani kasus kematian keluarganya?!" Yesung benar-benar tidak habis pikir dengan kelakukan manusia dihadapannya.
"Leeteuk hyung hanya memintaku untuk menjelaskan fakta yang sudah jelas, bahkan para fanspun sudah tahu kalau ayahnya bunuh diri setelah membunuh kakek neneknya. Dan lagi, mayat ketiga orang itu sudah dikuburkan, dan tempat kerjadian sudah dibersihkan. Seluruh bukti yang ada sudah disita polisi, apa lagi yang bisa kuselidiki? Mungkin daripada membuang tenaga untuk memintaku melakukan hal yang tidak ada gunanya, lebih baik ia datang ke dorm mungkin melihat Kangin hyung dapat membuat perasaannya membaik."
Yesung membuka mulutnya seolah hendak mengatakan sesuatu. Namun kalimat yang keluar dari mulutnya hanya sebuah kalimat pendek. "Akan kukatakan pada Leeteuk hyung kau sedang banyak jadwal."
"Oh, Tuhan," Kyuhyun bangkit dari sofanya, kakinya yang panjang melangkah cepat menuju meja kopi kecil tempat Yesung meletakkan surat-surat permohonan akan jasanya. "Jangan berbohong, katakana padanya aku sedang menyelidiki kasus lain. Lihat ini—" Kyuhyun mengambil tumpukan surat tadi dan mulai membacanya keras-keras. "—Kim Jin Young, istrinya kehilangan kalung berlian, membosankan. Ah, Shin Ye Jun, suaminya menghilang secara misterius, tidak penting. Emh… Jung Ah Sin, ia kehilangan kucing kesayangannya, yang benar saja. Emm… bosan, tidak menarik, sampah, tidak penting. Argghhh tidak ada yang menarik dari kasus-kasus ini!"
"Kalau begitu apa salahnya sedikit membantu Leeteuk hyung?!"
"Tadi sudah kukatakan Yesung hyung-ku yang manis, aku sedang menangani sebuah kasus," balas Kyuhyun dengan tenang sembari beranjak mengambil jaketnya yang tergantung di samping pintu.
"Kasus apa?!"
Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Yesung seolah Yesung tidak pernah bertanya. "Sebaiknya kau bersiap-siap sayangku, kita akan kembali mengarungi medan perang yang parah, lihat ke luar jendela, George sedang menuju kemari."
Yesung menuruti perkataan Kyuhyun, mengambil jaketnya sendiri dan mengenakannya meski otaknya memikirkan ratusan cara untuk menghabisi manusia kurang ajar di depannya. "Siapa George?"
"George Lee, kepala polisi Korea Selatan, pria tinggi yang pernah menyatakan cinta padamu," jawab Kyuhyun.
"Kevin! Kevin Lee! Kyuhyun, nama pria itu adalah Kevin Lee, bukan George Lee!"
"Terserah, oh, dia datang,"
Kyuhyun dengan sigap membuka pintu dorm. Benar saja, seorang pria bertubuh tinggi besar memasuki dorm super junior. Bahkan Kyuhyun sekalipun tampak kurus dan kecil saat berdiri di samping pria ini.
"Nah, nah, tolong katakana padaku kau tidak melakukan apapun pada tempat kejadian, Gavin,"
"Kevin, namaku Kevin. Dan Ya, aku berhasil meyakinkan orang-orangku untuk tidak melakukan apapun terhadap tubuh korban selain menurunkannya dari tali gantungan. Selain itu tidak ada perubahan apapun yang dilakukan pada tempat kejadian," ucap pria tadi, Kevin.
"Oh, sayang sekali! Kau seharusnya membiarkan tubuh orang itu tetap tergantung!" Kyuhyun tampak kecewa selama sedetik, sebelum menutup matanya sendiri dan seluruh emosi lenyap dari wajahnya. Yesung sudah tahu betul arti gerakan itu. Yesung tahu Kyuhyun sedang merancang berbagai kemungkinan terhadap pemecahan kaus yang sedang ditanganinya, kasus apapun itu.
"Itu sangat tidak manusiawi! Tidak mungkin kami membiarkan seorang mayat dalam posisi seperti itu sementara aku kemari menjemputmu. Lagipula apa yang mungkin bisa kau dapatkan dari tubuh seorang pria yang tergantung di gantungan lampu apartemennya sendiri?!"
"Mungkin aku bisa menarik beberapa kesimpulan penting! Lagipula memang apa salahnya membiarkan tubuhnya tetap dalam posisi semula, toh dia sudah tidak ada."
Yesung menepuk keningnya sendiri sementara Kevin menatap Kyuhyun tidak percaya. "Aku akan berpura-pura kau tidak baru saja mengatakan hal kejam seperti itu."
"Katakan padaku, apa kau memotong tali yang menggantung tubuhnya?"
"Tidak, aku membuka ikatan tali itu,"
Kyuhyun diam sejenak, Yesung tergoda untuk bertanya kasus apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan, namun ia memilih diam. "Aku akan berangkat menggunakan taksi 30 menit dari sekarang, selama itu, kusarankan untuk tidak melakukan apapun pada tempat kejadian."
"Kau bisa ikut denganku sekarang."
"Bersama polisi?! Oh tidak tidak, aku benci polisi, jadi sampai ketemu nanti."
Kyuhyun membuka pintu dorm semakin lebar, memaksa Kevin untuk segera pergi dari tempatnya berdiri. Sementara Kevin hanya mendesah kasar dan segera pergi setelah melempar senyum manis ke arah Yesung.
Yesung hampir melompat kaget saat dengan tiba-tiba Kyuhyun melompat dan tertawa seperti orang gila. "Akhirnya!" teriak Kyuhyun penuh semangat. "Nah Yesung hyung, aku akan berjalan-jalan sebentar, tunggulah 10 menit dari sekarang setelah itu keluarlah dari dorm—jangan lupa gunakan penyamaranmu—dan naiklah taksi ke dua yang lewat di depan dorm kita. Katakana pada supir taksinya untuk mengantarmu ke JinHwa Apartemen, tunggu aku di dekat pohon paling besar di sebelah selatan apartemen itu dan jangan berbicara pada siapapun."
Sebelum Yesung sempat mengatakan apapun, Kyuhyun sudah melesat pergi meninggalkan dorm.
.
.
Yesung melakukan tepat seperti apa yang dikatakan Kyuhyun. Ia keluar dari dorm 10 menit setelah Kyuhyun pergi, menggunakan kacamata hitam; masker; dan topi, pergi ke JinHwa Apartemen menggunakan taksi ke dua yang lewat di depan dorm, dan menggunggu kedatangan Kyuhyun di dekat pohon terbesar di sebelah selatan apartemen itu.
Dan disinilah ia sekarang, berdiri sendirian di sebelah selatan JinHwa Apartemen. Ia bisa melihat tubuh tinggi besar Kevin yang tampak mondar-mandir di bagian Timur apartemen. Sesekali beberapa polisi menghampirnya dan tampak berdebat dengannya. Entah mengapa Yesung tidak bisa melepaskan pandangannya dari sosok tinggi dan tegap yang masih berjalan hilir mudik di sekitar JinHwa Apartemen itu. Hanya orang bodoh yang tidak bisa melihat daya tarik Kevin. Pria itu jelas adalah tipe pria yang setiap wanita atau pria manis akan melakukan apapun untuk bisa berkencan dengannya. Yesung sendiri tidak bisa memungkiri ia merasa sangat senang saat Kevin mengajaknya berkencan beberapa waktu lalu.
Yesung mendesah dan menutup matanya. Ia tidak habis pikir. Ia memiliki Kevin yang memeluknya saat kedinginan, mencium keningnya sebelum pergi, mencubit hidungnya gemas saat ia melakukan hal bodoh, dan melakukan berbagai hal manis lainnya. Lalu mengapa setiap ia menutup mata justru bukan Kevin yang dilihatnya. Bukan mata hijau menawan melainkan sepasang mata caramel. Bukan suara berat lembut melainkan suara angkuh yang memerintah. Bukan senyum manis melainkan seringai dingin.
Pria manis itu mengerang kecil dan kembali membuka matanya.
Kyuhyun ada di depannya. Seharusnya itu membuatnya kaget karena ia sangat yakin Kyuhyun tidak ada di hadapannya tadi. Namun entah mengapa ia hanya merasa lega saat tubuh yang lebih tinggi darinya itu berada sangat dekat dengan tubuhnya. Yesung benci mengakuinya, namun ia merasa aman saat Kyuhyun ada di dekatnya. Seolah hanya dengan keberadaan Kyuhyun semua bahaya tidak akan berani mendekatinya.
Kyuhyun tidak mengatakan apapun, ia hanya meraih tangan kecil Yesung dan menarik pria manis itu ke arah apartemen. Setelah menyapa Kevin sekilas, mereka segera masuk ke dalam.
Ini bukan pertama kalinya Yesung menemani Kyuhyun menangani kasus-kasus kematian. Namun ia tetap tidak bisa menahan pekikannya saat melihat tubuh kaku Park Min Hoon yang terbaring di atas tempat tidurnya. Tubuh pria itu pucat seperti kebanyakan mayat, urat wajahnya seolah tertarik ke atas seperti kebanyakan korban gantung diri lainnya, matanya terbuka dan memancarkan ketakutan yang mendalam seolah bahkan kematian sekalipun tidak dapat membebaskannya dari ketakutan yang dialaminya. Tanpa sadar Yesung mendekatkan tubuhnya ke arah Kyuhyun.
Untuk sesaat Kyuhyun tampak tidak bereaksi apapun. Namun pria tampan itu hampir membuat Yesung menjerit kaget saat dengan tiba-tiba ia melingkarkan tangannya di tubuh Yesung dan menarik pria manis itu kepelukannya. Hanya itu, tidak ada yang dikatakan oleh Kyuhyun tapi itu sudah cukup. Detik itu Yesung sama sekali melupakan ucapan kurang ajar Kyuhyun mengenai Jonathan Carstairs minggu lalu.
Pelukan itu hanya terjadi kurang lebih sepuluh detik sebelum Kyuhyun mulai berjalan menelusuri apartemen Park Min Hoon lalu berlutut disamping tubuh pria malang itu dan mulai melakukan tugasnya sebagai 'reinkarnasi' Sherlock Holmes.
"Pria tampan yang malang," ucap Kyuhyun yang dibalas anggukan Yesung. "Sungguh jahat sekali dua pria yang tega membunuhnya seperti ini."
Butuh beberapa detik bagi Yesung maupun Kevin untuk mencerna ucapan Kyuhyun. Dan Kevin tampak seperti akan pingsan saat menyadari arti ucapan Kyuhyun.
"Ya, benar sekali temanku Gerard, aku dapat memastikan Park Min Hoon dan keempat korban sebelumnya tidak bunuh diri, melainkan ada dua orang pria kejam yang dengan teganya menghabisi mereka semua,"
"Tidak mungkin!" sela Kevin setelah wajahnya kembali berwarna, kegilaan pernyataan Kyuhynu barusan bahkan tidak membuatnya sadar kalau Kyuhyun mengucapkan namanya dengan salah. "Tidak ada bukti perkelahian sama sekali!"
"Lalu? Tidak harus ada perkelahian untuk membunuh seseorang," jelas Kyuhyun. "Pelakunya dua orang salah satunya sangat tinggi sementara yang lainnya lebih pendek, mereka melakukan pekerjaannya dengan sangat teliti bahkan akupun hampir tidak menyadari keterlibatan mereka. Tapi begitulah, sobatku tersayang, setiap pembunuh pasti melakukan sebuah kesalahan yang akan berujung pada kehancuran mereka. Aku sudah memperhatikan setiap polisi yang kau bawa, dan tidak ada satupun yang menggunakan sepatu berujung lancip, aku juga sudah mengecek rak sepatu Tuan Park yang malang, tidak ada sepatu yang berujung lancip. Tapi lihatlah dengan cermat, seseorang melangkah masuk ke dalam apartemen ini dengan sepatu berujung runcing tadi malam dan keluar lagi menggunakan sepatu yang sama pagi ini."
"Kalau tidak ada perkelahian, lantas bagaimana caranya Park Min Hoon terbunuh?! Apa kau barusaja ingin memberitahuku kalau pria ini dengan sukarela bersedia dibunuh?!"
Kyuhyun diam sebelum mengangkat bahunya dengan lesu. Ia terlihat seperti anak kecil yang putus asa. "Aku tidak tahu,"
"Kau tidak tahu?!"
Yesung harus mencengkram lengan Kevin kuat-kuat untuk mencengah pria tinggi itu melempar Kyuhyun keluar dari jendela.
"Park Min Hoon pria yang luar biasa cerdas," ucap Kyuhyun. "Ia memberi kita pesan,"
Kyuhyun kembali mendapat kepercayaan dirinya. Tubuhnya seolah kembali diisi penuh oleh semangat. Pipinya merona merah karena terbakar semangatnya sendiri. "Tadi aku sudah berkenalan dengan rekan kerja Park Min Hoon, pria yang baik dan sangat ramah, ia mengaku merasa terpukul akan kepergian rekannya itu. ia berkata padaku tengah malam sebelum rekannya itu tewas ia mendapat pesan dari pria ini, ia tidak menganggap pesan itu aneh Karena pesan itu berkaitan dengan meeting yang memang serarusnya dilaksanakan pada pagi harinya oleh karena itu ia tidak melaporkan pesan itu kepada polisi. Tapi oh sekali lagi teman-temanku, kita tidak boleh melupakan hal sekecil apapun, kan? Jadi kusalin pesan itu dan inilah hasilnya,"
Meeting besok diadakan di ruang 341 karena ruang 219 akan dipakai untuk pertemuan yang lebih penting. Tinggalkan pesan di ruanganku di ruang 157 karena aku akan pergi sekitar pukul 10.45. katakana pada sekertarisku untuk memindahkan buku di pojok ruang 301, buku itu jelek.
Kevin tampak lesu setelah membaca pesan itu. Namun matanya tetap memancarkan semangat seorang pria muda. "Kuberikan kau seharian ini untuk memecahkan kasus ini, Kyuhyun, kalau kau tidak berhasil menemukan dua orang yang kau bilang tadi, kasus ini akan kunyatakan sebagai kasus bunuh diri."
Kyuhyun mengangguk puas dan berlari meninggalkan apartemen, meninggalkan Yesung. "Kevin," panggil Yesung tiba-tiba.
"Ya?"
"Kau yang menangani kasus kematian keluarga Leeteuk hyung kan?"
"… ya"
"Kau yakin apa yang diberitakan itu benar?"
Kevin diam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya, wajahnya mengerut aneh saat dengan ragu ia berkata. "Aku yakin, maksudku, bahakan Kyuhyun sendiri sudah membenarkan berita itu, jadi untuk apa aku membantah tuan jenius itu?"
Kevin menghela napas panjang saat melihat ekspresi terkejut Yesung. "Dia tidak memberitahumu, kan? Dasar anak aneh, aku belum pernah melihatnya sangat bersemangat dalam menyelediki sesuatu dan sangat putus asa setelah menarik kesimpulan, aku tidak bertanya apapun karena kupikir sudah biasa ia bersikap aneh seperti itu."
Yesung hanya diam. Melihat lawan bicaranya yang tidak bersuasa, Kevin kembali berucap. "Yesung, dengar, aku tidak tahu apa hubunganmu dengan Kyuhyun, tapi tidak bisakah kau memberiku satu kesempatan saja, akan kubuktikan kalau aku bisa menjagamu, aku mungkin tidak jenius seperti Kyuhyun, tapi aku bisa melindungimu."
Yesung merasa sangat tersanjung dengan perkataan pria dihadapannya. Namun sekali lagi bukan perlindungan Kevin yang diinginkannya. Bukan tubuh kekar Kevin yang diinginkannya untuk memeluknya. Bukan Kevin. "Kevin, Kyuhyun mungkin manusia paling brengsek di dunia, tapi dia selalu ada untukku. Percayalah, dia selalu ada untuk melindungiku dengan caranya sendiri yang luar biasa aneh. Aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa aku tahan dengan sikapnya yang serampangan dan sok. Tapi wajahnya yang selalu kulihat setiap kali aku menutup mata. Aku—"
"Kau mencintainya, Yesung?"
Sepasang mata hijau mempesona menatap lembut ke arah Yesung. Yesung bisa melihat luka di mata itu, dan ingin sekali ia menghilangkan luka itu. Dan akhirnya kalimat itu keluar, sangat pelan, tapi ia mengatakannya. "Ya, aku mencintainya,"
.
.
TBC
.
Thanks for reading. Review please? Anyway, aku minta maaf ya soalnya bawa2 tragedi keluarganya leeteuk oppa, tapi aku ga pingin nanti ada yang mikir. 'Kyuhyun di sini pinter banget, tapi masa ada anggota bandnya yang kesusahan ga dia bantu'. Dan makasih banget bagi yang udah ngasih masukan. Kalau ada kekurangan di ff ini atau hal yang membingungkan, bilang aja yaaa…
