Chapter 2
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
DxD Highschool ©Ichie Ishibumi
Summary : Naruto adalah Hokage ketujuh yang sedang menyempurnakan Jutsu Hiraishin Jikkukan. Namun karena kesalahan yang tidak ia ketahui, Dirinya beserta Istri dan Mansion Uzumaki Terdampar disuatu tempat yang tak ia kenali sebelumnya.
Genre : Adventure, Drama, Humor, Etc.
Warning :Typo, Gaje, ide pasaran, OOC, OC,Adult Theme, Newbie, Pair Pasaran.
#NaruHarem #GodlikeNaru #DoujutsuNaru #EroNaru #EcchiNaru #JinchurikiNaru
Namikaze Ichie (Ryuu) : Naruto Yasei no Ninja
Rate : M
Pair : (...)
Sewaktu waktu didalam story terdapat unsur 17+ Author tidak bertanggung jawab akibat yang dialami reader-san sekalian setelah membaca Story ini.
Happy Reading
Chapter Sebelumnya...
5 menit berlalu, kini payudara kanan dan kiri sudah penuh dengan kiss mark, bekas gigitan membekas, memberi tanda kepemilikan Hinata hanya untuk Naruto.
"Uhmmmm... Ahhhhhnnn"
"Yaa, Keluarkan sayang.. Jangan ditahan" ucap Naruto disertai senyum mesum diwajah tampannya.
"Te... rus oohhh aaaahhhnn lebih cepat uhhhnm" racau Hinata
Mendengar permintaan sang istri, Naruto menyeringai, ditambahkannya jari telunjuk untuk menemani jari tengah yang sudah berada di liang vagina Hinata. 3 titik sensitif Hinata digempur habis-habisan, 2 jari Naruto di vagina Hinata makin cepat melakukan In-out
"Uuuhhnn heeehhmmm"
"Jangan ditahan sayang" ucap Naruto semakin memperlebar senyum mesum diwajahnya.
"A-aku akan Ke-ke Aaaaaahnnnn!"
"OUUUUUHHHNNNN!"
Jerit Hinata mengantarkan Rasa nikmat, Bebas, seperti sengatan listrik di sekujur tubuhnya. Sungguh Hinata sangat menyukai ini, Cara Naruto memanjakannya, sangat sangat menyukai hal ini.
."I..ni Haah Nik.. maat Haah Naruto-kun Haah Haaah... Haah" ucap Hinata dengan nafas yang terengah-engah setelah orgasme pertamanya dalam 18 tahun.
"Jangan berpikir ini sudah selesai Hinata-chan, Masih panjang waktu untuk memanjakanmu" ucap Naruto dengan menjilati tangannya yang berlumuran cairan cinta Hinata.
Hinata yang mendengar perkataan Naruto hanya tersenyum, "Lakukan sepuas-puasnya dirimu Naruto-kun. Cinta dan tubuhku hanya milikmu seorang" balas Hinata yang sudah bisa bernafas normal.
Dengan cepat Naruto mengarahkan wajahnya ke liang vagina Hinata yang sudah basah akibat orgasme pertamanya tadi. Menjilat, Menghisap, gigit pelan daging kecil mirip kacang tanah milik Hinata.
"Uhhhhhnnnn Kenaaa paaa i...ni lebiiiih niiiikmaaat haaaaah" racau Hinata tak karuan.
kembali Naruto memasukkan 2 jarinya mengocok vagina Hinata pelan, menggoda Hinata pemilik liang surgawi yang kini menggoyang-goyangkan pinggulnya mencari dari kenikmatan 2 jari Naruto.
"Mou Jangan menggodaku sayaaaang" ucap Hinata dengan nada sensual.
.
.
.
Chapter 2 : Tenshi, Da-tenshi, dan Akuma
Warning : Lemon Scene!
kembali Naruto memasukkan 2 jarinya mengocok vagina Hinata pelan, menggoda Hinata pemilik liang surgawi yang kini menggoyang-goyangkan pinggulnya mencari dari kenikmatan 2 jari Naruto.
"Mou~ Jangan menggodaku sayaaaang" ucap Hinata dengan nada sensual.
"Jangan buru-buru sayaang~" jawab Naruto dengan nada sing a song.
Menarik tangannya dari vagina Hinata, Naruto mulai melepaskan semua pakaiannya. Kini terlihat Kejantanan Naruto yang berdiri tegak memberi hormat kepada Hinata.
'Be-besarnya~' batin Hinata merona melihat kejantanan Naruto.
"Tolong manjakan juniorku sayaaaang~" ucap Naruto menyodorkan kejantanannya yang memiliki panjang 20 Cm dengan diameter 6 cm.
"Itadakimasu" ucap Hinata langsung melahap kejantanan Naruto.
Hinata meremas pelan penis Naruto perlahan, Ia mulai menaik-turunkan tangannya. Mulai melahap penis suaminya, Hinata bermain dengan lidah dan sesekali menyedot kepala penis Naruto.
"Uggghhh.."
"Kaa..kau hee..hebaat sayang Ughh"
Racauan Naruto semakin membakar semangat Hinata. Menyedot, mengulum menggunakan lidahnya Hinata semakin cepat memaju-mundurkan kepalanya.
"Uggghhhhh"
15 menit berlalu, kini Naruto merasakan kejantanannya berkedut, memegang kepala Hinata ia mempercepat tempo maju-mundurnya.
"Hughhh Ummmhhhhpptt!"
ringis Hinata yang dipaksa memasukkan penis Naruto makin dalam.
"A-aku akan sa-sampai sayaaang~ Ugghh.."
5 menit berlalu Naruto kini tak mampu menahan sesuatu yang ingin keluar dari kejantanannya.
"A-aku keluar Sayaaaaaaang!" racau Naruto menggila saat mengeluarkan spermanya di mulut Hinata.
'Sluuuuurrp'
'Sluuuuuuuuuuuurrrpp'
PLUK!
"Haah haaah Haah haaaah" nafas Naruto memburu, lemas seketika setelah mengeluarkan spermanya, yang di telan habis oleh Hinata.
"Mou~ kau lama sekali keluarnya Sayaaaang~" ucap Hinata kembali mengocok penis Naruto pelan.
Sreeet!
Dengan cepat Naruto menarik tangan Hinata. "Aku mau bermain dengan dadamu itu Sayaaaang~ Khukhukhu~" ucap Naruto langsung menyambar kedua gunung kembar Hinata.
"Uhhhhnnn Heehhhmmmm pelaaan Sayaaaang" ucap Hinata saat payudaranya diremas, jilat, gigit. Tapi tangan Hinata tiba-tiba gatal, menangkap penis Naruto, kemudian ia kocok dengan cepat.
"Uggghhh Hinata-chan~~ kenapa kau jadi mesum Ne ~"
Agak menjauh, Naruto menghentikan tangan Hinata. Dilebarkan kedua paha Hinata, Naruto mulai menjilati bibir vagina yang masih rapat itu. "Sluuurrpp" Naruto kini mulai menyedot gumpalan daging kecil mirip biji jagung itu. Hinata yang jadi pihak pasif Hany bisa merem-melek dan meremas kepala Surai pirang Naruto menyalurkan rasa nikmat, dan geli di pangkal pahanya.
"Ahhhnnn..."
Desahan melengos dari bibir tipis Hinata, tangannya kini tak hanya meremas kepala Naruto tapi mulai menekan lebih dalam mencari kenikmatan seksual aktivitas nya bersama suami pirangnya itu.
Hinata Mendesah kecewa saat Naruto menghentikan aksinya. Namun senyumnya kembali merekah saat melihat posisi Naruto saat ini.
Saat ini Naruto dalam posisi siap untuk menu utama, menggesekkan ujung penisnya di bibir vagina Hinata.
"Mou ~ jangan menggodaku Naruto-kun~" ucap Hinata dengan nada sensual.
Naruto menatap sayu manik Lavender Hinata, Ia memang sudah menikah dengan Hinata, tapi ia tak mau melakukannya jika Hinata belum siap.
"Kau yakin Hinata-chan ?" tanya Naruto serius. Hanya anggukan lemah yang Hinata berikan sebagai jawaban.
"Baiklah, mungkin ini akan sedikit sakit sayang~"
Dengan perlahan Naruto memasukkan penisnya ke liang surgawi Hinata.
"Ahhhkkkk pe-pelan pelan Na-naruto-kun"
Naruto mendengar rintihan Hinata, namun ia terus memasukkan penisnya perlahan. Beberapa saat kemudian ia menemukan dinding penghalang 'Selaput dara, ini pasti sakit' batin Naruto yang tak tega dengan Hinata.
Mencium bibir Hinata Naruto membiarkan penisnya diam untuk sesaat. Tangannya meremas lembut payudara Hinata, memberikan rangsangan untuk mengurangi rasa sakit Hinata.
"Heeehhmmm" racau Hinata tertahan ciuman Naruto.
Saat dirasa Hinata sudah menikmati permainan, merasa Hinata sudah rileks, Naruto dengan keras menghentakkan penisnya merobek selaput dara dan merubah status Hinata menjadi wanita seutuhnya.
"ARRRRGGGG!" teriak Hinata melepas ciuman Naruto, rasa teramat sangat perih ia rasakan di vaginanya.
"Hiks.. Hiks.. Sakit Naruto-kun"
"Ja-jangan bergerak dulu Naruto-kun"
Naruto hanya mengangguk sambil menjilati puting payudara sebelah kiri Hinata, meremas lembut payudara sebelah kanannya.
Selama 10 menit terus diberi rangsangan oleh Naruto, Hinata tanpa sadar mulai menggoyangkan pinggulnya mencari kenikmatan.
Naruto yang mengerti gerakan Hinata hanya tersenyum, "Sayang, aku lakukan perlahan yaa~"
"Hu'ump" gumam Hinata.
Memundurkan penisnya perlahan, memajukan perlahan, kegiatan itu terus Naruto lakukan dalam beberapa menit.
"Lebih ce.. phaaat na..rutoo..khuun Uhhhnn"
tanpa banyak bicara Naruto mempercepat gerakan pinggulnya mencari kenikmatan yang baru ia rasakan.
"Ugggghh Seem...piitt.."
"Uuhhhh Aaaahhhh Oouuhhh Uhmmm" racau Hinata tanpa sadar.
"Leebiiih Ceepaat Sayaaaang~!" desah Hinata makin keras, menarik leher Naruto, langsung melumatnya kasar.
"Oouuhhh yaaaaahh, Uhhmmm"
"Oohh vaginamu Niikk..mhaaaat sayaaang~"
"Lebih daalaaaamm Lebih keraaahh Aahss.. Naruto-kun!"
Kini Naruto mulai menggenjot Hinata dengan kasar. Vagina Hinata pun mulai berkedut, otot-otot menegang.
"Oouuhhh... Aaahhhh... Cepaaat, leebbhhiiih cepaaat" desah Hinata menggeleng-gelengkan kepala menikmati persetubuhannya dengan Naruto.
PLOOK PLOOK PLOOK!
Suara benturan selangkangan Naruto dan selangkangan Hinata menggema dikamar mereka. Tak lama kemudian Hinata merasa akan ada yang keluar dari vaginanya, ia mencengkram erat leher Naruto. Otot-otot vagina merapat pertanda ia akan orgasme..
"A-aku akan saaamm..paaai saaa.. yaaang!"
Sleeb Sleeeb Sleeeb
"Oouuhhh Yaaaaahh, Akuu saaampaaai Yaahhnnn!" teriak Hinata menyemburkan cairan cinta miliknya ke penis Naruto.
Menurunkan Tempo genjotannya, tangan Naruto kini bermain-main dengan gunung kembar Hinata yang naik turun karena deru nafas saat mencapai klimaks.
Mengecap leher jenjang putih susu Hinata, Naruto kembali memberi banyak kiss mark di leher, dan bagian payudara Hinata.
10 menit berlalu, kini Naruto mulai menaikkan tempo sodokannya di liang vagina istri Indigonya. Suhu panas semakin panas dengan kegiatan intim suami-istri berbeda surai ini.
Kriet kriet kriet..
PLAAK PLAAK PLAAK PLAAK!
Suara decitan ranjang dan benturan antar 2 selangkangan menjadi background kegiatan panas Naruto dan Hinata.
"Ahhhnnn..Eeenaaakk.. Naruuuhh"
Hilang sudah Hinata yang Anggun, pemalu, lembut, dan kikuk. Saat ini hanya ada Hinata yang agresif, liar, dan menuntut saat melakukan hubungan intim suami-istri.
Bosan dengan posisi diatas, Naruto mencabut penisnya dan mengangkat Hinata diatas perutnya. "Puaskan aku Hime~ " ucap Naruto serak yang malah terdengar eerr..seksi.
Tanpa banyak bicara Hinata memasukkan penis Naruto ke liang vagina yang kini makin terasa gatal.
Blesssh
"Eenggg..."
Hinata mulai menaik-turunkan pinggulnya memijat penis Naruto yang berada dibawah. Kini Hinata yang mendominasi, tangannya yang awalnya di dada Naruto kini memegang kedua pipi Naruto dan langsung mencium Naruto penuh nafsu.
"Uggghhh..Kau...Liaar Hi-Hinata-chan~ " desah Naruto saat Hinata melepaskan ciumannya dan bergerak semakin cepat.
"Aaahhh...Ahhhh...Akku..Hampir..sammpai Naruuh~ "
PLOOK PLOOK
Naruto hanya menikmati kenikmatan yang Hinata berikan, Hinata yang bekerja, Hinata yang nyatanya kini hampir sampai.
Memegang kedua pantat Hinata, Naruto langsung menghujamkan penisnya cepat membuat Hinata terpekik. Tak mampu menahan serangan dadakan Naruto, kaki Hinata bergetar, mengejang dan tak lama kemudian datanglah sesuatu yang nikmat bagi pelaku
"AAAHHHHNNNNN!" desah Hinata yang kembali orgasme saat merasakan semburan hangat di mulut rahimnya.
"Haah Haaah Haaaah Haah"
Suara nafas memburu Hinata dan Naruto bersautan di kamar mereka.
Mulai bisa mengatur nafas, Naruto perlahan mengeluarkan penisnya dari vagina Hinata.
Pluuk
"Aahnnnn" desah Hinata saat penis Naruto terlepas dari vaginanya.
Membaringkan tubuhnya disamping istrinya, Naruto kembali meremas pelan payudara Hinata.
"Jangan harap ini sudah selesai sayaaang~"
"Payudaramu yang terbaik "
Hari itu Naruto melanjutkan kegiatan nikmat itu hingga jam 8 malam. Total Naruto bersetubuh selama 5 jam. Naruto dan Hinata yang kelelahan hingga lupa untuk makan malam dan langsung tertidur.
Warning : Lemon End
.
.
.
Keesokan harinya, Hinata bangun lebih awal dari Naruto, namun ia tidak bisa apa-apa karena masih merasakan perih di daerah kewanitaannya.
"Uhmm Naruto-kun!"
"Naruto-kun!"
"5 menit lagi Kaa-chan, Hoaaahhm"
"Zzzz... Zzzz.."
Staap!
Hinata menjewer telinga Naruto dengan 'lembut' hingga mata Naruto membola merasakan perih di telinganya.
"Ayoo bangun Naruto-kun!"
"Yaa Yaaa" jawab Naruto terpaksa.
Naruto tersenyum hangat melihat Hinata yang kini bersandar di dadanya.
"Ohayou Tsuma"
"Ohayou Anata hihihi"
"Ne kau kenapa Tsuma ?"
"Hihihi , tak apa-apa Anata. Aku hanya senang akhirnya aku bisa memanggilmu Anata" jawab Hinata yang kini tersenyum.
"Yasudah kau boleh memanggilku begitu sepuasnya Tsuma" balas Naruto yang juga tersenyum.
"Ayoo mandi dulu, kau tak mau kan kita terlambat" lanjut Naruto.
"A-aku tak bi-bisa be-berjalan Na-naruto-kun" jawab Hinata malu, dengan wajah memerah.
"Hahaha maaf-maaf karena semalam kau jadi begini"
"Yasudah ayo aku gendong, kita mandi bersama biar cepat!"
"Hu'ump" balas Hinata
"Tapi aku tak bisa janji bisa menahan nafsu ku Tsuma" ucap Naruto dengan seringai mesum diwajahnya.
Akhirnya mereka mandi bersama dan melanjutkan kegiatan semalam, hingga Hinata keluar 3 kali dan Naruto 2 kali.
Mereka tak sempat untuk sarapan karena kejadian di kamar mandi Hampi membuat mereka telat. Saat ini mereka sedang Istirahat, Naruto sedang membeli makanan di kantin, sedangkan Hinata menunggu di kelas. Hari ini Naruto harus terus menggendong Hinata kemanapun mereka pergi, dan ini yang menjadi perhatian para murid di Kouh Akademi.
"Mou.. Lama sekali Naruto-kun" gumam Hinata yang jengkel karena Naruto yang belum kembali ke kelas.
Setelah beberapa menit akhirnya Naruto kembali ke kelas, namun pandangan tak suka Hinata layangkan kepada 2 gadis yang bersama Naruto.
"Naruto-kun!" panggil Hinata.
"Ha-ha'i Hi-Hinata-chan ?" jawab Naruto gagap karena saat ini Hinata dalam mode galaknya.
Sedangkan 2 gadis yang bersama Naruto hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Cepat kemari!" jawab cepat Hinata.
Naruto yang tau Hinata sedang cemburu berat hanya bisa mematuhi perintah istrinya itu. Akhirnya Naruto duduk disebelah Hinata, dan langsung dipeluk lengannya oleh Hinata.
Hari itu bisa dibilang hari dimana sifat Hinata akan berubah ketika Naruto didekati oleh perempuan lain. Hari ini berjalan seperti biasa hanya saja Hinata yang kini lebih manja kepada Naruto.
.
.
Time Skip Malam hari.
Naruto saat ini tengah melakukan pengintaian di beberapa gedung tua sekitar kota Kuoh. Ia merasakan ada aura negatif yang pekat di salah satu gedung tua itu. Menanamkan sensor dan pendengarannya, Naruto memutuskan untuk turun dan melihat gedung tua yang memancarkan aura negatif tadi.
Wussshhh
Tap!
Mendarat sempurna, Naruto mengendap-endap masuk ke bangunan tua itu. Mata melebar, Rahang mengeras saat Naruto melihat kumpulan makhluk dengan bentuk tak karuan memakan 2 manusia yang telah tak utuh tubuhnya.
Dari pandangan Naruto terdapat 3 makhluk yang memakan manusia dengan rakus.
"BANGSAAATT!"
Bersama Geraman kemarahan Naruto, kedua matanya berubah menjadi Sharinegan. Ledakan cakra memguar dari tubuh Naruto. Surai pirang panjangnya melambai-lambai menebar teror.
"Heh, ada makanan penutup ternyata" ucap Monster dengan kepala banteng.
"Kalian harus MATI!" Ucap Naruto dengan suara berat.
"Kheeh, kalian habisi manusia rendahan itu" perintah Monster itu lagi, yang sepertinya adalah ketua dari kelompok tersebut.
Dengan cepat kedua Monster berlari untuk menyerang Naruto Dengan membawa kapak. Saat 5cm kapal akan memenggal kepala Naruto, tiba-tiba Naruto hilang dan muncul di belakang kedua Monster tadi.
Bugghh Bugghh
Crasssh! Crasssh!
Crasssh! Crasssh!
1 Monster yang tersisa membulatkan matanya saat kedua bawahannya dikalahkan dengan cepat oleh Naruto.
Terlihat kedua Monster kini telah terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Pedang Kusanagi yang Naruto genggam meneteskan sisa darah dari kedua Monster tadi.
Tanpa Naruto sadari muncul lingkaran sihir didekat kedua Monster yang telah terpotong-potong tadi. Keluarlah Rias Gremory dan budak iblisnya dari lingkaran sihir tadi.
"Howeek!"
"Hooweek!"
Issei, Kiba, Asia, dan Koneko langsung muntah setelah melihat apa yang ada didepannya. Potongan tubuh iblis liar kini memudar menkadi partikel-partikel yang hilang diterpa angin. Rias dan Akeno saling pandang, kemudian mengangguk.
Mereka berdua masuk meninggalkan Issei, Kiba, Asia, dan Koneko yang wajahnya sudah pucat pasi. Akeno dan Rias memasang wajah bingung karena satu Monster terlihat tegang tanpa ada seorang pun yang menjadi lawannya. 'Dimana orang yang membunuh 2 iblis liar tadi ?' batin Rias dan Akeno.
BLITTZZZ
DUAAK!
DUAAAAK!
CRASSSH! CRASSSH! CRASSSH!
Yang saat ini dilihat Rias dan Akeno hanya seberkas kilat berwarna kuning keemasan yang muncul dimana-mana. Namun kilat kuning itu seperti memukul, menebas, dan intinya menghabisi iblis liar itu dengan sadis.
Setelah beberapa detik, terlihat iblis liar dengan kepala banteng itu sudah menjadi potongan-potongan kecil. Lalu muncul pemuda bersurai pirang memandang sisa potongan iblis liar tadi.
"Amaterasu"
Muncul api hitam yang menghanguskan sisa-sisa dari tubuh iblis liar tadi. Sedangkan Rias dan Akeno Melebarkan mata ketika melihat siapa yang berada 12 meter didepannya.
Pemuda yang menjadi tranding topik di Kuoh Akademi karena ketampanannya, sifatnya yang ramah, dan selalu tersenyum.
'Naru-kun/Naruto-kun' batin Akeno dan Rias.
"Naru-kun!" Panggil Akeno.
Naruto hanya mengalihkan pandangannya sesaat kepada Akeno dan Rias. Pandangannya masih datar, kembali menatap tempat iblis tadi musnah, Naruto bergumam..
"Kemana saja kalian dari tadi ?" tanya Naruto dengan nada datar dan dingin.
"Aku tau, kalian lah yang seharusnya bertugas membasmi Monster seperti mereka"
"Karena keterlambatan kalian, nyawa 2 manusia tak bersalah melayang sia-sia"
Mendengar semua perkataan Naruto, Akeno dan Rias membatu. Ia memang memiliki tugas untuk membasmi kumpulan iblis liar di wilayah Kuoh.
Setelah mendengar perkataan Naruto, Issei, Kiba, Asia, dan Koneko datang. Mereka mendengar semua yang diucapkan Naruto. Untuk Issei, ia sangat mengerti bagaimana perasaan Naruto saat ini, karena sebelumnya ia juga Manusia. Tapi lain dengan Koneko, ia tak terima King nya diperlukan seperti itu.
"Jaga ucapanmu Pirang!" teriak Koneko membuat semuanya terkejut.
"Apa hak mu berkata seperti itu kepada Buchou ? " lanjut Koneko.
"Kheeh, aku memang tak memiliki hak berkata seperti itu. Namun aku juga tak memiliki hak membasmi makhluk hina itu karena wilayah ini teritori Gremory dan Sitri"
"Tapi aku sebagai manusia merasa marah, sangat marah saat kaumku diperlakukan seperti ini oleh kaum kalian. Tapi kalian yang ditugaskan membasmi makhluk hina itu melalaikan tugas kalian"
Menunduk sejenak Sharinegan yang tadinya sudah dinonaktifkan, kembali menyala. Mangekyou di mata kanannya menyala dalam gelap, menebar teror yang mencekam. Naruto menatap Rias beserta anggotanya,..
"Jika kaum kalian terus melakukan hal seperti ini, dan kalian tak mampu mengatasinya. jangan salahkan aku jika aku yang mengatasi masalah ini dengan cara.."
Mereka membatu dengan nada dingin Naruto. Mata merah darah yang menatap nyalang, ditambah tekanan udara yang semakin meningkat membuat beberapa iblis Gremory itu bergetar menunggu kelanjutan pernyataan Naruto.
"Memusnahkan kaum kalian"
Kembali mereka harus mencoba bertahan dengan lonjakan energi yang Naruto keluarkan. Terlihat Issei dan Asia sudah terlihat tak sadarkan diri, Koneko yang sudah berlutut tak kuat menahan tekanan energi yang ia rasakan.
"BRENGSEK! JAGA UCAPANMU BAJINGAN!" Murka Kiba namun keadaannya tak jauh berbeda dengan Koneko.
Rias dan Akeno hanya diam menahan tekanan energi yang mungkin lebih besar dari kakaknya yang seorang Maou Lucifer.
Menghilangkan tekanan cakranya, Naruto berjalan santai mendekati kumpulan iblis Gremory, kemudian berhenti saat sudah sejajar dengan mereka.
"Aku bisa menjadi lawan, namun juga bisa menjadi kawan"
"Hanya kaum mu yang menentukan"
BLITTZZZ
Ucap Naruto yang sangat bisa didengar oleh para iblis Gremory, karena dasarnya pendengaran iblis jauh lebih peka dari Manusia biasa. Kemudian hilang meninggalkan kilat berwarna kuning.
.
.
.
Time Skip 2 Minggu Kemudian
Terlihat 2 sosok sedang berpatroli menjaga keamanan umat manusia. Saat ini mereka berada diatas salah satu gedung tertinggi di Kuoh.
"Ne Anata, bagaimana dengan Rias ? Dua Minggu ini ia terlihat murung saat menatapmu" tanya sosok pertama dibalik topeng putih dengan hiasan bunga lavender.
"Entahlah, kenapa kau tiba-tiba peduli padanya ? bukankah biasanya kau selalu cemburu padanya Ne Rebenda-chan~ ?" balas sosok kedua dibalik topeng rubah berwarna putih.
"Aku juga perempuan Kitsune-kun, aku mengerti bagaimana rasanya jadi Rias" jawab Rebenda.
"Maksudnya ?" tanya Kitsune.
"Mou.. Sifatmu tak peka mu semakin akut Anata" jawab Rebenda khawatir.
Sedangkan Kitsune hanya diam tak mengerti maksud dari perempuan disebelahnya..
.
.
.
Beralih bersama Rias dan anggotanya yang saat ini sedang menghadiri pertemuan 3 fraksi. Fraksi Akuma dihadiri oleh Sirzech Lucifer, dan Serafall Leviathan. Fraksi Da-tenshi diwakili oleh Azazel, gubernur Malaikat Jatuh dan Vali sang Hakuryuukou. Fraksi Tenshi diwakili Seraphim yang juga menjadi tangan kanan Tuhan (Anime) Michael dan adiknya sekaligus seraphim tercantik Gabriel.
"Ada apa kau mempertemukan ketiga fraksi Ne Azazel ?" tanya Sirzech.
"Maa maa, tak perlu buru-buru Sir. Kita masih menunggu 2 orang yang akan menjadi pokok pembahasan kita dalam pertemuan ini" jawab Azazel ogah-ogahan sehingga menimbulkan sweetdrop masal dalam pertemuan itu.
"Apakah kedua orang itu akan benar datang Azazel-dono ?" tanya Michael menanggapi.
"Sudah pasti, karena sebenarnya yang menginginkan pertemuan ini adalah mereka.." jawab Azazel.
Serafall mulai tadi hanya diam memperhatikan, namun dalam hatinya sungguh penasaran sekaligus jengkel karena harus menunggu 2 orang yang telat dalam pertemuan penting tersebut.
"Kuharap kalian sabar dan tenang menghadapi 2 orang ini. Keduanya ibaratkan pedang dan sarungnya. Mereka saling melengkapi, saat aku bertarung dengan sarungnya saja aku kalah, apalagi dengan pedangnya" ucap Azazel menggunakan perumpamaan dalam menilai tamu yang belum datang.
Tok!
"Biarkan ia masuk, hanya dia yang mengetuk pintu cuma sekali, dan juga dialah orang yang kita tunggu-tunggu" ucap Azazel.
Masuklah 2 orang bertopeng, Yang satu topeng putih dengan hiasan bunga, satunya lagi menggunakan topeng rubah berwarna putih.
"Yoo Ero Da-tenshi ! Maaf kami telat. Kami masih harus mengurusi bawahanmu yang menyebalkan!" ucap seseorang menggunakan topeng rubah putih.
'Mereka menggunakan topeng, pakaiannya serba hitam ketat, sarung tangan hitam, dan pedang dipunggung. Sugoooii mereka keren' batin Issei dengan mata berbinar.
"Maaf tuan, dan nona, bisa kalian memperkenalkan diri ?" tanya Sirzech ramah.
"Okee, tak masalah. Panggil saja aku Kitsune. Dan disamping.."
"Yoo bocah kau perkenalan nama asli mu Baka! Disini kau mewakili fraksi ningen (Manusia)" ucap Azazel.
"Harus kaah ?" tanya Kitsune.
"Ya Kitsune-dono, kami selaku pimpinan fraksi akan lebih mempercayai jika semua yang ada disini saling terbuka" Jawab Michael dengan senyum diwajahnya.
"Dan buka tooengmu itu bocah. Sayang wajahmu yang tampan itu jika tertutup topeng" sanggah Azazel menyeringai.
'Da-tenshi brengsek!' batin Kitsune..
"Haaaahh, Baiklah" Kitsune menghela nafas pasrah.
"Ini pasti akal-akalan mu kan, Ero Da-tenshi!"
Setelah mengucapkan itu Kitsune dan satu sosok lainnya membuka Hoodie penutup kepalanya. Setelah itu perlahan mereka membuka topengnya masing-masing. Maka terkejutlah beberapa iblis muda yang mengenal kedua orang bertopeng tadi..
'K-kau..'
'Mereka..'
itulah yang ada dipikiran iblis Gremory dan Sitri saat ini.
'Weeheee Tampan sekali hehe' batin Serafall.
'Hebat durian busuk itu, benar-benar cantik' batin Azazel nista saat melihat wajah wanita cantik yang berada disamping Kitsune.
"Ne Ero Da-tenshi, kau mau ku beri hadiah karena memandang Istri seperti itu Hehmm ?" ucap Kitsune sambil menatap nyalang Azazel.
"Hahahaha, sa-santai saja ka-kawan" ucap Azazel canggung.
"Silahkan kalian memperkenalkan jati diri kalian masing-masing" lanjut Azazel menyudahi acara nistanya.
"Baiklah, Namaku.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hahaha kagak nyangka banyak ANJING review PEDAS nggak pake akun Hahahaha, jujur gua ngakak guling-guling baca Flame dari para ANJING tanpa nama.
Kenapa yang baca sewot ? gak suka tinggal tekan back, lu nggak baca gua juga kagak rugi.
Disini, di FF ini Gua adalah Tuhan, Mau gua panggil Hinata PEREK, LACUR, TANTE, LONTE ITU TERSERAH GUA!
Huhh.. Mana Senin UAS, malah Ngakak baca review orang-orang Goblok. Udah tau mainstream kenapa masih dibaca ?
Hahahaha, berkomentar tanpa akun ? Kelakuan Munafik, Bilang kagak suka, tapi di baca Huh.. Yasudahlah..
