Bitter Sweet

Phanaa Present

A story about three idiots and trio freaka with their absurd moment.

Chanbaek, Hunhan, Kaisoo.

Happy Reading !

.

.

.

"Wow kita akan berlibur !" sorak seorang lelaki pendek bersurai madu di depan mading kampus. Teriakannya yang membahana sontak mengambil alih atensi sebagian besar mahasiswa yang berlalu lalang, tak terkecuali kedua orang di sampingnya yang kini tengah menatap jengah ke arahnya.

"Jangan norak seperti itu, Byun. Kau benar-benar membuatku malu" ujar lelaki cantik yang sedari tadi menahan kesal karena teriakan sahabat bodohnya. Sungguh, mereka hanya akan berlibur ke pulau jeju selama 5 hari dan Byun sialan itu menanggapi seperti mereka akan berlibur ke Hawai selama seminggu.

Cengiran bodoh keluar dari bibir tipis pemuda bermarga Byun itu, dia menggaruk kepalanya yang tak gatal dan menatap takut-takut pada orang paling berumur di kelompok mereka. "Ma-maafkan aku lu, aku hanya terlampau senang. Hehe" dan jitakan manis mendarat tepat di atas kepalanya.

.

.

.

"Apa kalian sudah berkemas ?"

Baekhyun menolehkan kepalanya kepada sahabat mungilnya yang lain, Do Kyungsoo. Malam nanti mereka akan berangkat menuju pulau Jeju menggunakan bus, kemudian di sambung dengan satu jam perjalanan menggunakan kapal feri. Topik studi tour ini semakin ramai di perbincangkan oleh mahasiswa jurusan sastra, jurusan yang akan mengadakan studi tour di penghujung semester. Ini pasti akan menyenangkan mengingat mereka akan menjauh sebentar dari rutinitas kampus serta deadline tugas yang terasa mencekik.

"Hei Baek, aku bertanya" ulang Kyungsoo sembari mendengus. Dia ingin mendapatkan respon menyenangkan dari sahabatnya, bukannya malah tatapan melongo dari dua kelereng hazel itu.

"Uh, ak-aku"

"Dia bahkan sudah berkemas sejak dua hari yang lalu, Kyung"potong luhan. Jengah dengan sikap Baekhyun yang terkadang mengalami fase loading yang lama.

"Kau masih ngambek Lu ?" yang di tanya hanya mengerucutkan bibirnya sebal. Bagaimana ia tak marah ? mereka hanya bertiga, sedangkan kursi di bus berpola 2-2. Jadi, salah satu dari mereka harus rela duduk sendiri, dan di sini, sebagai yang tertua, dia –dipaksa- mengalah.

"Hey, ayolah. Nanti kami akan bergantian duduk denganmu, bukankah itu menyenangkan ?" Baekhyun mengalungkan sebelah lengannya ke bahu Luhan, begitu pula Kyungsoo yang kini tengah menatapnya seperti anak yang paling merasa bersalah sedunia, ah bagaimana ia tak luluh jika dua orang ini adalah dongsaeng yang paling ia sayangi ?

"Aku tunggu janji kalian berdua. Aku tidak mau kalau terus-terusan duduk sendiri." Ujarnya dengan jari yang mencubit hidung Baekhyun gemas dan di sambut gelak tawa oleh kedua temannya.

.

.

.

"Kyung, kau dan aku mencari tempat duduk dan Luhan hyung yang akan mengurus koper" Baekhyun berbisik lirih, sedangkan tubuhnya sudah berancang-ancang untuk berlari mencari tempat duduk di dalam bus. Kyungsoo yang berdiri di sampingnya pun ikut-ikutan mengangguk antusias.

Setelah upacara pelepasan yang dilakukan oleh kepala jurusan, mereka di perbolehkan untuk menuju bus masing-masing. Karena susunan tempat duduk tidak di atur, maka mereka harus mencari tempat duduk mereka sendiri. Siapa cepat dia dapat. Huh, sudah seperti prinsip berburu saja.

Luhan bertugas mengurus koper dua kunyuk kecil yang sekarang tengah memilah-milah kursi di dalam bus. Entah kenapa, Luhan mempunyai firasat buruk tentang ini.

"Baek, ada dua kursi kosong di sini" teriak Kyungsoo. Tangannya menunjuk dua kursi kosong di deretan tengah, tapi lagi-lagi Baekhyun menggeleng.

"Kita perlu setidaknya tiga-empat kursi Kyung. Bagaimana bisa kau melupakan ketua suku kita ?"

.

.

.

"Yak! Kenapa kalian memilih kursi ini? aku akan terlihat sangat menyedihkan duduk di sini sendiri.. " Luhan menatap dirinya dengan iba. Dengan jengkel dia menggeplak kepala dua dongsaengnya yang kini mengernyit kesakitan. Anak kunyuk sialan, batin Luhan. Bagaimana mereka malah mengambil tempat duduk di dekat pintu belakang? dia benar-benar akan tampak menyedihkan disana.

"Lu.. "

"APA?! "

Kyungsoo yang akan menoel pundak Luhan hampir saja berganti memukulnya karena kaget.

"It-ituu.. " ujarnya tergagap.

Luhan memandanginya sewot.

"Ingusmu kemana-mana dasar lohan bodoh." Luhan yang tengah sibuk memelototi Kyungsoo seketika terlambat menyadari kalo ternyata ada lelehan cair yg keluar dari hidungnya. Dengan perasaan malu yg amat sangat, dia mengusap kasar hidungnya dengan ujung jaket-

.

.

.milik Baekhyun.

"WOI Jangan pakai jaketku juga setan!"

.

.

Perdebatan mereka akhirnya di menangkan oleh duo krucil read: Baekhyun Kyungsoo. Mengingat sudah tidak ada lagi bangku tersisa kecuali di bagian paling belakang, Baekhyun tidak mau duduk di sana. Dia gampang mual, katanya. Hamil muda memang begitu kan?

Sedangkan pilihan terakhir kalau Luhan tidak mau duduk sendiri adalah duduk dengan bapak supir-di pangkuannya. Dan jika itu terjadi, aku pastikan rate FF ini akan jadi double M. Mantap Mas euuugh sshhh ahhh -oke lupakan.

Jadi dengan sangat terpaksa, dia akan duduk di kursi itu. Luhan telah bertekad untuk memfokuskan dirinya menikmati pemandangan di luar daripada melihat ke samping kanannya. Tempat dimana Baekhyun dan Kyungsoo sedang bercanda berdua. Uh, dia sangat bernafsu dengan mereka. Untuk menuntaskan nafsunya dia berjanji akan melemparkan kedua kunyuk itu ke tengah laut nanti.

Wajah Luhan sempurna menghadap jendela, memperhatikan teman-teman di luar yang masih sibuk menata koper. Dia sudah cukup terhibur sampai akhirnya matanya menangkap beberapa sosok yang mendekati bus mereka. Jantungnya hampir jatuh ke lambung.

"Sialan! "

TBC

.

.

Phanaa's Note :

Chapter 1 end ! ini debut ff humor pertama aku. Jadi kalo garing.. yaudahlah ya. haha –author setan. Dari angst ke humor itu susah ternyata wkwk. biasa dari sad ke comedy itu bikin feel angst yang selama ini di pake harus di buang jauh-jauh. Kenawae ? karna aneh aja kalo habis lucu-lucuan tbtb sedih nangis umbel dimana-mana. Kayak gebetan yang kita kira suka ama kita eh taunya deketin grgr mau cari info soal temen kita. Fak lah, ini nyebelin banget *malah curhat. Udah ah, malah ngaco. Oh iya, Chapter 2 will be published soon. Yuk belajar hargai author ! So, mind to review ?