---------------------------------------------------

Second Piece: Broken Smile

------------------------------------------------------------------------

Yamanaka Ino bukanlah gadis yang mudah menyerah oleh nasib. Memang, hatinya dapat dikatakan sudah tercabik-cabik dikarenakan peristiwa itu, namun ia tidak mau menyerah.

Maka, gadis itupun melakukan segala hal untuk menghilangkan bayangan pasangan Sasuke-Sakura dari benaknya. Ia berlatih setiap hari. Ia menjaga toko bunga milik keluarganya hingga berjam-jam lamanya.

Ia berusaha. Menyembuhkan luka di hatinya.

Lama kelamaan, hal itu bekerja. Ia sudah mampu tersenyum dan memberikan selamat pada mereka berdua. Ia bahkan bisa dengan tulus, mendoakan kebahagiaan mereka berdua.

Karena... sebuah nama yang lain telah mengisi relung hatinya.

OoOoO

Nara Shikamaru adalah nama pemuda yang sekarang disukainya. Pemuda itu memang pemalas, namun ia melihat sosok yang lain dalam dirinya.

Sesosok pemimpin yang bijaksana.

Awalnya ia tidak mengerti, namun sosok pemuda itu telah menghadirkan arti lain bagi dirinya. Ia pun menyelami perasaannya, dan akhirnya ia menyadari.

Ia telah jatuh cinta.

Untuk yang kedua kalinya.

Dan kali ini, ia bertekad untuk mengatakannya, sebelum semuanya terlambat.

OoOoO

Gadis itu mematut-matutkan dirinya di depan kaca. Ia menyisir rambut kuningnya yang panjang, dan mengikatnya seperti biasa. Ia tersenyum memandang pantulan dirinya di kaca.

Bersenandung kecil, gadis itu mengambil sebuket bunga. Ia pun melangkah ke luar kamarnya. Hari ini, ia akan mengatakannya.

Berjalan di jalanan Konoha, ia masih tetap tersenyum. Ia memeluk buket bunga itu erat-erat seolah buket itu adalah barang paling berharga yang dimilikinya. Mata birunya bergerak-gerak, melihat sekeliling, mencari sesuatu.

"Ino!"

Suara berat seorang pemuda menyapanya, membuat gadis itu berbalik.

"Chouji-kun! Lihat Shikamaru-kun?" tanya Ino.

Chouji mengangguk, dan menunjuk ke arah bukit. "Seperti biasa, dia sedang tiduran di sana. Memangnya ada apa? Bukankah hari ini kita nggak ada misi?"

Ino tersenyum malu-malu sambil menunjukkan buket bunga yang sedari tadi dipegangnya. "Aku akan memberikan ini... kepadanya..."

Chouji hanya mengangguk. Ia sudah dapat menduganya, dari awal ketika ia melihatnya.

Gadis yang dicintainya sejak dahulu, kini berdandan dengan sangat cantik. Ia melihat gadis itu tersenyum, sementara itu pipinya bersemu merah.

Ah, gadis itu memang sangat cantik. Dan hari ini ia terlihat semakin cantik.

Andaikan... bunga yang dipegang gadis itu akan diberikan kepadanya...

Ya, gadis yang dicintainya itu akan menyatakan cinta.

Tapi bukan kepadanya.

Melainkan kepada sahabat terbaiknya.

Menyedihkan, bukan?

Gadis yang dicintainya... tidak akan pernah dimilikinya.

Hati pemuda itu patah, namun ia tetap berusaha tersenyum. Ia tidak ingin merusak momen yang berharga bagi gadis yang dicintainya itu.

Biarlah... biarlah ia menyatakan perasaannya...

Aku akan tetap tersenyum... apapun yang terjadi...

Siapapun yang nanti memilikinya, aku akan tetap tersenyum...

Tetap menjaganya...

Tetap mendukungnya...

Ya, ia akan tetap tersenyum, selama gadis itu bahagia...

Akimichi Chouji menarik napas panjang, meredakan badai yang tengah berkecamuk di hatinya. Ia mengalihkan kantong potato chips-nya ke tangan kiri, dan mengulurkan tangannya pada Ino, tersenyum lembut.

"Yuk, kuantar."


to be continued...

ceritanya jadi panjang...

habisnya aku lagi bingung sama countdown...

jadi kubuat ini dulu...

gomenna?

jangan lupa review...