Hallo minna san ^^~ saya Kagou-chan desu…

Atas review, saran, dan semangat para readers sekalian akhirnya saya bisa meng-update fic ini. Saya ucapkan terimakasih atas saran dan ripyu yang sudah me-ripyu fic ini sebelumnya ^^~

Disclaimer:

Naruto always milik Masashi Kishimoto, tapi cerita ini milik saya.

My Sweet Maid

Pairing: SasuHina, tapi mungkin chap berikutnya ada yang lain.

Sumary:

Bagaiman kalau Hinata Hyuga akan dijodohkan oleh ayahnya Hyuga Hiashi, apa yang akan dilakukan oleh Hinata? apalagi dia bertemu dengan cowok nyebelin yang seenaknya menyuruhnya mengganti rugi handphonenya yang rusak dengan menjadi pembantunya selama sebulan! Mana Hinata kan harus mendapatkan pacar selama sebulan agar tidak dijodohkan oleh ayahnya.

Warning:

AU, OOC tingkat tinggi, di cerita ini banyak OOC!

Saya sudah peringatkan di atas, jadi don't like don't read.

Happy reading ^-^

Chapter 2

-

-

-

-

Hinata berjalan di belakang cowok yang menurutnya benar-benar nyebelin, yang seenaknya aja nyuruh dia jadi pembantunya. Dalam hati Hinata berpikir, mimpi apa ya dia semalam? sampai-sampai nasibnya apes kayak gini. Kayaknya tadi malam dia hanya mimpi ketiban duren deh (?), lah kok nyatanya malah ketiban sial. Duh, kalau begini kapan Hinata bisa menjalankan misinya untuk mendapatkan pacar selama sebulan. Haahh... kok kayaknya jadi ribet ya? Kalau begini jadinya mending deh mau aja dijodohin. Ribet amet nih kayak begini. Yah... tapi gengsi juga ya kalau dijodohin, kesannya kayak tidak laku begitu.

Huh... kok cowok ini kelihatan tenang-tenang aja. Oh ya dari tadi Hinata tidak tahu nama cowok nyebelin ini. Dari tampangnya sih sebenarnya cowok ini tampan, tubuhnya yang tegap, dadanya yang bidang, wajahnya yang putih bersih, rambutnya yang hitam, matanya juga hitam onyx. Tapi sayang menurut Hinata model rambutnya jelek, kayak pantat ayam.

"Nah, sudah sampai," ucap cowok itu. "Masuklah!" lanjutnya dengan nada jutek.

Ya ampun, cowok ini kayaknya tidak tahu memperlakukan cewek dengan baik.

"Hhh...iya," Hinata menghela nafas, sebel dan capek dengan tingkah cowok ini. "Eh, cowok nyebelin, aku belum tahu namamu?" tanya Hinata kepada cowok yang ada didepannya. Cowok itu berbalik menatap Hinata.

"Sasuke, Uchiha Sasuke." ucapnya singkat.

"Oh... namamu Sasuke toh, kukira pantat ayam." ucap Hinata dengan nada mengejek sambil tersenyum sinis.

Sasuke mengerutkan dahinya, 'cewek nyebelin' pikirnya dalam hati. "Maksudmu apa? Cewek jelek!" ucap Sasuke tak kalah sinis.

"Grrr... dasar pantat ayam nyebelin!" seru Hinata sambil berlalu melewati Sasuke. Sasuke menyeringai melihat tingkah Hinata 'Cewek yang unik.'

Hinata menghentikan langkahnya di ruang tengah rumah Sasuke. Kalau dilihat-lihat rumah ini bisa dibilang mewah bahkan terkesan glamour. Eh... ngomong-ngomong kamar Hinata ada dimana? Hinata berbalik menatap Sasuke dengan tatapan 'kamar ku dimana?'

"Itu kamarmu!" kata Sasuke sambil menunjuk sebuah kamar.

"Oh..." Hinata hanya ber-oh lalu segera menuju kamar yang ditunjukan oleh Sasuke.

Sedangkan Sasuke juga menuju kamarnya. Kamar Hinata berada di sebelah kamar Sasuke, dan di sebelahnya kamar Sasuke itu ada satu kamar lagi yang masih kosong. Yah dirumah itu hanya ada tiga kamar.

"Hah... aku capek!" kata Hinata sambil merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk. "Jam berapa sekarang ya?" Hinata lalu beralih untuk melihat jam berapa sekarang. "Wah sudah jam 6 sore!" lanjutnya setelah melihat jam yang ada di samping tempat tidurnya.

Drt...drt...drt...

Handphone Hinata bergetar. Dia merogoh handphonenya dan menjawab telepon masuk. "Hallo..." sapa Hinata ramah.

"Hinata!" seru orang yang menelepon Hinata, sampai-sampai Hinata menjauhkan telepon dari telinganya.

"Iya Nii-san, tidak usah teriak begitu kenapa?" kata Hinata kepada cowok yang meneleponnya yang tak lain adalah Neji.

"Heh... gomen, kau sekarang ada dimana? Kenapa kau pergi dari rumah? Apakah kau baik-baik saja? Kau sudah sarapan? Heh... kenapa kau pergi tidak bilang-bilang? Nii-san mengkhawatirkanmu tahu!" Neji nyerocos sendiri, sampai-sampai Hinata menjauhkan handphonnya dari telinganya.

"Iya Nii-san aku baik-baik saja kok, gomen kalau aku pergi tidak bilang-bilang," ucap Hinata menenangkan.

"Oh syukurlah, lalu kau ada dimana sekarang?"

"Eh aku?" Hinata berpikir sejenak. Jika dia bilang kalau dia ada di rumah seorang cowok, bisa-bisa Neji langsung mencari polisi, hiie...serem dah.

"Aku ada dirumah teman cewek ku kok," ucap Hinata tertawa hambar. "Udah ya Nii-san aku baik-baik saja kok! Dagh..." kata Hinata lalu langsung menutup teleponnya, sebelum Neji bertanya yang macam-macam lagi. "Fiuh... hampir aja, pokoknya Neji nii-san tidak boleh tahu." Hinata bernafas lega. "Eh, lebih baik aku nyiapin makan malam untuk cowok nyebelin itu." Hinata bergegas menuju dapur untuk memasak.

-

-

-

"Hah... sedang apa ya cewek itu?" kata Sasuke. "Sudah jam 7 kurang 15 menit, perutku sudah lapar nih!" lanjutnya.

Sasuke berjalan keluar kamarnya. Baru saja dia sampai di ruang tengah dia sudah mencium aroma sedap makanan yang berasal dari ruang makan. Tanpa membuang waktu Sasuke langsung menuju ruang makan. Sasuke tersenyum saat tiba di meja makan, karena sudah tersedia makanan yang kelihatan lezat di meja makan.

"Wah... semua ini kau yang memasak?" tanya Sasuke kepada Hinata yang sudah duduk di meja makan.

"Tentu saja ayo makan!" jawab Hinata sambil tersenyum manis. Ternyata cowok ini bisa juga menghargai orang lain.

"Hmm, selamat makan!" ucap Sasuke.

Selam 20 menit tidak ada yang bicara di antar mereka berdua, karena masih sibuk dengan makanannya masing-masing. Setelah mereka berdua selesai makan, Sasuke mengelap mulutnya. Suasana hening sejenak sebelum Sasuke memulai pembicaraan.

"Hmm... masakanmu lumayan juga."

"Terimakasih." ucap Hinata tersenyum manis. Hinata berdiri dari duduknya untuk membersihkan meja makan. Sedangkan Sasuke pergi ke ruang tengah untuk duduk di sofa.

"Hei... cewek jelek, buatkan aku secangkir coklat panas!" seru Sasuke berteriak.

Dahi Hinata berkerut, "Grrr... cowok nyebelin" Hinata mengambil sebuah cangkir untuk membuatkan Sasuke coklat panas, lalu dia mencari coklatnya, tapi Hinata tidak menemukannya. Hinata berjalan menghampiri Sasuke untuk menanyakan dimana coklatnya.

"Hei... cowok nyebelin, coklatnya dimana?" tanya Hinata kepada Sasuke yang ada di depannya.

"Di kulkas!" ucap Sasuke singkat.

"Tidak ada tahu"

"Masak sih?"

"Iya..." ucap Hinata yang mulai bosan.

Sasuke beranjak pergi ke dapur untuk mengambilkan coklat. Namun saat Sasuke melangkah, tiba-tiba kakinya tersandung meja dan.....

'Bruughhh......'

Sasuke tejatuh, celakanya Sasuke terjatuh tepat menimpa Hinata....

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

Dan...

'PLAKK....' sebuah tamparan mendarat dengan mulus di pipi Sasuke. Loh kenapa Sasuke ditampar??? O.o

Begini nih urutan ceritanya. Sasuke berdiri, lalu melangkah menuju dapur. Namun baru melangkah satu kali, tiba-tiba dia tersandung kaki meja dan karena keseimbangan Sasuke hilang jadinya dia jatuh deh, tapi jatuhnya menimpa Hinata dan hebohnya lagi... adalah bibir Sasuke yang dengan mulus mendarat di bibir Hinata yang lembut. Yah singkat kata mereka berciuman ^^~. Tentu saja Hinata merasa jengkel dan dia langsung menampar pipi kiri Sasuke. Kalau masalah wajah Hinata sekarang, jangan tanya deh bahkan tomat yang merah pun masih kalah dengan wajah Hinata sekarang. Sedangkan Sasuke wajahnya merah sih tapi merah karena hadiah tamparan gratis dari Hinata.

"Huuhh....cowok nyebelin!" seru Hinata berteriak sambil berlari menuju kamarnya.

Tanpa di sadari Sasuke menyeringai 'semakin menarik' pikirnya dalam hati. Bahkan Sasuke tidak menghiraukan pipinya yang merah karena tamparan Hinata, merasa senang mungkin.

Hinata menutup pintu kamarnya dengan kasar, lalu dia menjatuhkan tubuhnya ke kasur yang empuk sambil memeluk bantalnya. "Tidak... cowok nyebelin jelek! Super duper jelekkkkk...." teriak Hinata histeris. "Hwaa, tadi itu ciuman pertamaku! Tidak...tidak...tidakkk!"

Hinata kelihatan sangat syok dengan insiden ciuman tadi. Bagaimana tidak syok coba? Tadi itu kan ciuman pertamanya atau istilah kerennya nih first kiss-nya malah dengan Sasuke, cowok yang menurutnya super duper menyebalkan.

"Hwaa.... berati bibir ku tidak virgin lagi dong! Tidak... bibirku sudah tidak perawan lagi! Hwaaa...." Hinata parno sendiri. Masak Cuma gara-gara di cium udah tidak perawan lagi (wkwkwkwk, author ketawa ampe keselek)

Sasuke yang mendengar teriakan Hinata hanya bisa ber-sweetdrop saja.

"Cih... berisik sekali" ucap Sasuke sambil masuk ke dalam kamarnya, dia tidak memusingkan masalah ciuman tadi.

TBC

A/N: Nyaha.... akhirnya saya bisa update juga nih fic gaje ^^~ ehe sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada yang sudah nge-ripyu nih fic sebelumnya

Oho yang terakhir saya minta ripyu para readers lagi ^^~

Review please