Tittle : Zero.
Rate : T+.
Genre : Romance, Family, Drama.
Pair : DaeLo (Dan masih banyak lagi)
Cast : B.A.P's Memberi, N / Cha Hakyeon (Vixx's Memberi), Park Jimin (BTS's Memberi).
Author : Skinner Park.
Disclaimer : TS, BigHit, JellyFish Entertainment.
Warning : BL, OOC, Miss Typo(s), DLDR, RnR, No Flamers, Lumayan Drama, AU, Insyaallah ada Crack Pair, ada OC.
Chapter 2 : Yours Zero.
" Namanya Zelo." Jawab Hakyeon hyung sambil tersenyum lebar. Lalu namja yang bernama Daehyun itu menoleh ke arahku, dan dia terlihat begitu terkejut dan terpaku. Dan hal yang sama juga terjadi padaku. Aku pernah mengenal orang itu! Iya benar! Jung Daehyun! Aku sudah ingat sekarang!.
Dengan cepat dia memelukku begitu erat dan begitu kuat, sangat kentara dia begitu merindukan sosok yang mirip denganku itu. Dia pasti begitu merindukan Zero.
" Junyong!..." lirihnya.
" A.. anyeoong.. Na.. namaku Choi Junhong, panggil saja Zelo." Kataku pelan.
Dia melepaskan pelukannya dan tersenyum manis padaku. " Apa hakyeon hyung yang memintamu kemari?." Tanyanya.
" N.. nde."
" Aku ingin dia menjadi mama untuk Daejun. Kau tidak keberatan 'kan?." Tanya Hakyeon hyung.
" Tentu saja tidak. Aku malah sangat senang." Jawabnya.
" Mohon bantuannya." Kataku sambil membungkuk.
Tiba-tiba Daehyun mengelus pipiku lembut, aku melihat wajahnya yang menyiratkan kerinduan yang amat sangat. " Kau manis. Sama sepertinya." Kata Daehyun hyung pelan. Dia tidak mengenaliku sama sekali? Benarkah kau Jung Daehyun yang dulu?.
" Kalian bicaralah berdua dulu, aku ingin membawa Daejun keatas untuk istirahat." Kata Hakyeon hyung.
Akupun bicara berdua dengan Daehyun hyung, walau masih sedikit canggung, aku berusaha untuk mencoba menjadi Zero, karena bagaimanapun aku disini untuk menjadi Zero.
" Jadi bagaimana cara Zero memanggilmu dulu?." Tanyaku.
" Jika ada Daejun panggil saja aku Yeobo. Tugasmu disini untuk menjadi mama Daejun 'kan? Kau juga pasti sibuk dengan keseharianmu, jadi aku akan membantu sebisaku. Tolong buat Daejun kembali seperti dulu…" Kata Daehyun.
" Aku juga akan berusaha sebisaku."
" Terimakasih banyak Zelo, hari ini bagaimana kalau menginap disini?." Tanya Daehyun hyung.
" Eh? Apa tidak merepotkan?." Tanyaku cepat.
" Tidak sama sekali. Akan sangat menyenangkan jika besok pagi kau menyapa Daejun saat dia bangun tidur." Kata Daehyun hyung.
" Baiklah kalau begitu. Aku juga akan mengantarnya ke sekolah besok." Kataku.
" Banyak yang ingin kubicarakan denganmu, bagaimana kalau kita buat sesuatu yang hangat untuk diminum dulu?." Tanya Daehyun hyung.
Kamipun pergi ke dapur untuk membuat cokalt panas disana. Malam ini memang benar-benar dingin. Sebenarnya aku sedikit senang bisa berada disini menemui Daehyun hyung, apalagi aku bisa membantunya sseperti ini.
Setelah aku berfikir lagi, aku tidak tau kenapa aku bisa bertemu lagi dengannya, aku juga tidak pernah tau jika Daehyun hyung sudah menikah dengan orang lain, bahkan sudah mempunyai anak, dan bahkan dia sudah pernah mempunyai masa-masa tersulit dalam hidupnya yang tak pernah kuketahui sepenuhnya. Aku hanya tau dia adalah Jung Daehyun yang pernah kucintai.
Perbedaan umur kami 7 tahun, cukup jauh untukku bisa mendapatkannya dulu. Tapi tak seharipun aku bisa melupakan wajahnya sejak hari itu. Tapi posisiku saat ini tak lebih dari seorang pengganti saja. Aku bukan orang yang ingin dicintai untuk tujuan pelarian atau pelampiasan. Tapi tak bisa kupungkiri aku masih menyukai Daehyun hyung, tapi hanya sedikit rasa yang kurasakan, karena sudah lama sekali Jongup hyung menghilangkannya karena terus menjadi namjachingu yang baik untukku.
Semudah ini kah aku kembali menyukai orang yang susah payah ingin kulupakan selama 2 tahun penuh? Semudah ini kah aku melupakan kekasihku sendiri? Aku sudah punya Jongup hyung, aku sudah punya Jongup hyung, aku sudah punya Jongup hyung!
" Apa kau juga bekerja part time?." Tanya Daehyun hyung.
" Nde, aku bekerja di café milik teman kakakku." Jawabku.
" Kalau misal kau berhenti kerja part time bagaimana? Aku akan menggantinya, jika kau sangat sibuk tidak akan ada waktu untuk Daejun." Kata Daehyun hyung.
" Emmm… aku belum tau, pemiliknya sangat dekat denganku, jika aku berhenti bekerja dia pasti akan curiga, lagi pula aku baru memberi tau hyung-ku jika aku akan merawat Daejun. Mungkin aku akan mengurangi waktu kerjaku tanpa berhenti dari pekerjaanku." Kataku.
" Apa kau tidak akan lelah jika terus berlanjut lama?." Tanya Daehyun hyung lagi.
" Ani, aku akan berusaha untuk menjaga kesehatanku juga."
Tapi, akan sangat gawat jika Daehyun hyung bertemu dengan Himchan hyung dan Yongguk hyung, mereka bertiga adalah teman lama, selain itu dari mereka lah aku mengenal Daehyun hyung. Jika mereka berdua tau aku disini untuk menjadi ibu dari anak Daehyun hyung akan sangat gawat.
" Memangnya siapa pemilik café itu? Teman lamaku juga ada yang memiliki café." Kata Daehyun hyung.
Mati aku! Kenapa dia bertanya hal yang kutakutkan?
" Papa!."
" Daejun? Kenapa belum tidur?." Tanya Daehyun hyung.
Haaaah… syukurlah ada Daejun!
" Mamaaa! Mama jangan pergi lagi." Kata Daejun sambil berlari memelukku.
" Nde, aku tidak akan meninggalkan Daejun lagi, sekarang Daejun harus tidur nee?."
" Aniyaaa."
" Waeyo?."
" Nanti mama pergi kalau Daejun tidur." Kata Daejun sambil mengeratkan pelukannya padaku, dia kelihatan ingin menangis.
" Kalau begitu bagaimana kalau kutemani Daejun tidur? Bersama dengan papa juga?." Ajakku lembut.
" Tapi janji mama tidak akan pergi lagi?."
" Nde, mama janji kok." Sahutku.
Daehyun hyung terlihat sangat lega melihat Daejun kembali ceria saat bersamaku. Walau ini masih sedikit aneh untukku menjaga anak kecil. Tapi Daejun dan Daehyun hyung sangat membutuhkanku saat ini. Jadi aku juga harus berusaha sebaik mungkin untuk membahagiakan mereka. Sejenak aku merasakan aku juga ikut memiliki keluarga ini. Dan sejenak aku lupa pada statusku dengan Jongup hyung.
Aku tidur disamping Daejun dan Daehyun hyung ada di belakangku sambil memelukku dan Daejun. Ini sangat membuatku grogi dan deg-degan! Daehyun hyung memelukku seperti ini. Aku bahkan tidak bisa melakukan apapun karena ada Daejun.
Tiba-tiba Daejun menangis.
" Ehh? Daejun kenapa menangis? Kan sudah kami temani tidur bersama?." Tanyaku.
Daejun meringkuk didekapanku masih sambil menangis. " Mama… hiks.. Daejun ingin terus seperti ini… hiks hiks.. Kenapa mama pernah meninggalkan Daejun dan papa? Hiks hiks.. " kata Daejun, akupun juga merasakan pelukan Daehyun hyung yang makin erat mendengar cerita Daejun.
" Daejun… " panggilku kalem. " Daejun maafkan mama nee? Mama tidak bermaksud meninggalkan kalian berdua. Buktinya mama sudah pulang 'kan? Jadi Daejun tidak perlu sedih lagi. Setiap malam pasti akan seperti ini lagi. Daejun laki-laki 'kan? Jadi tidak boleh menangis seperti ini." Kataku sambil mengelus surai lembut milik Daejun.
Setelah itu Daejun tertidur dengan pulas. Aku masih belum bisa tidur dengan baik, selain aku masih berdebar-debar aku juga sangat kepikiran tentang Daejun. Tiba-tiba Daehyun hyung mengeratkan pelukannya lagi dan melesakkan wajahnya ditengkukku.
" Terimakasih, terimakasih banyak sudah membuat keluargaku lengkap lagi…" katanya pelan.
Aku hanya tersenyum kecil sambil menggenggam jemarinnya.
" Nde. Yeobo…" sahutku pelan lalu tertidur.
.
.
.
.
.
Saat aku bangun Daehyun hyung sudah tidak ada, mungkin dia sudah bangun lebih dulu. Bahkan aku tidak datang ke pertandingan tadi malam. Well lagi pula Jongup hyung sudah melarangku.
Kuputuskan untuk membangunkan Daejun.
" Daejunnie… ireona, ayo bangun, hari ini kau harus sekolah." Kataku sambil mengangkatnya hingga terduduk di tempat tidur.
" Cepat mandi, akan aku antar ke sekolah." Kataku.
Daejun tersenyum cerah. " Nde, aku akan segera bersiap-siap." Kata Daejun sambil berlari ke kamar mandi.
Aku duduk di tempat tidur Daejun, melihat ruangan milik Daejun ini. Lalu aku berjalan ke meja nakas milik Daejun, disana ada sebuah bingkai foto. Aku mengambil foto itu dan mellihat siapa yang ada di dalam foto itu.
Daehyun hyung, Daejun dan… Zero… foto mereka bertiga. Aku sangat larut dalam foto itu. Mereka terlihat keluarga yang paling bahagia, sangat tersirat dalam foto itu. Tentu saja Daehyun hyung dan Daejun sangat kehilangan Zero.
Namja itu, memiliki paras yang sama sepertiku. Tak ada sedikitpun yang berbeda dari kami berdua, hanya saja dia memiliki rambut Dark Green, sedangkan aku Dark Blue. Kenapa kami ditakdirkan memiliki paras yang sama? Kenapa Daehyun hyung jatuh cinta padanya? Kenapa bukan padaku yang bertemu dengannya lebih dulu? Apa karena waktu itu aku masih anak-anak?
Tapi… tapi… Aku merasa Daehyun hyung masih mencintai Zero, dan dia melihatku bukan sebagai Zelo. Ini hanya terlewat beberapa bulan sejak kematian Zero, aku sangat yakin Daehyun hyung belum bisa mencintai orang lain, dan karena wajahku mirip dengan istrinya dia mau menerimaku.
" Karena wajah kami sama… Hanya karena wajah kami sama! Sial!." Gerutuku.
" Zelo? Apa kau sudah bangun?."
Aku reflek menaruh foto itu lagi. Dan menoleh kearah Daehyun hyung yang baru masuk.,
" N.. nde, Daejun sedang mandi, setelah ini aku akan mandi juga dan mengantarnya ke sekolah." Kataku.
" Baiklah, aku akan menunggu di ruang makan untuk sarapan nee."
Kemudian Daehyun hyung pergi. " Kenapa aku berfikiran buruk pada Daehyun hyung? Ini adalah keinginanku sendiri untuk membantunya. Apa yang sudah kau pikirkan tadi? Babo Zelo!." Gumamku.
Setelah itu aku mengantar Daejun ke sekolah bersama dengan Daehyun hyung.
" Sekolah yang baik nee." Kataku sambil mencium puncak kepala Daejun sejenak.
" Iya, nanti jemput Junnie lagi ya mama." Kata Daejun sambil memelukku.
" Tentu saja."
Setelah itu Daehyun hyung mengantarku pulang kerumah. Sebenarnya aku ingin langsung ke café untuk bekerja, tapi aku tidak mau Daehyun hyung tau tentang Himchan hyung ataupun Yongguk hyung.
" Apa hyungmu ada dirumah juga?." Tanya Daehyun hyung.
" Jam segini biasanya dia pergi kerumah temannya, lagipula tadi malam pasti dia pergi pertandingan hingga pagi, jadi mungkin nanti siang dia pulang." Kataku.
" Baiklah, salamkan untuk hyungmu ya. aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik. Nanti aku akan menjemputmu jika Daejun akan pulang sekolah." Kata Daehyun hyung.
" Nde, terimakasih atas tumpangannya hyung." Kataku.
Setelah itu aku segera masuk ke rumah dan bersiap untuk pergi bekerja.
.
.
.
.
" Hey Junhongie, emangnya kenapa kau minta potong waktu kerja part time?." Tanya Himchan.
" Aku ada kesibukan lain sekarang… Apa hyung mau memotong waktu kerjaku?." Tanyaku.
" Untuk hal itu aku tidak keberatan Junhongie, tapi kesibukan apa lagi yang sekarang kau geluti? Skate? 24 jam rasanya tidak cukup utnukmu. Aku tidak ingin kau sakit karena banyak kegiatan. Hyungmu juga pasti akan khawatir jika ada sesuatu yang terjadi padamu." Kata Himchan hyung.
" Bukan skate kok. Lagipula aku sudah ijin pada Jimin hyung, dan dia membolehkanku." Kataku.
" Haish… baiklah jika Jimin sudah bilang begitu. Tapi ingat! Kau harus jaga kesehatan, aku tidak mau kau sakit ataupun kelelahan." Kata Himchan hyung.
" Baiklah. Terimakasih hyung." Kataku.
" Yasudah, kembalilah bekerja." Kata Himchan hyung.
Siang itu saat jam istirahat, Daehyun hyung menjemputku untuk menjemput Daejun pulang sekolah, aku sengaja minta dijemput ditempat yang agak jauh dari café tempatku bekerja. Lalu kamipun menjemput Daejun disekolahnya.
" Mamaaa!." Seru Daejun sambil berlari dan memelukku.
" Bagaimana sekolahmu hari ini?." Tanyaku sambil menggendongnya.
" Aku dapat seratus ujian bahasa inggris!." Kata Daejun riang.
" Waah… Daejun pintar sekali. Nanti akan mama belikan hadiah untuk Daejunnie."
" Jinjja? Hadiah apa?." Tanya Daejun antusias.
" Rahasia dong. Nanti akan mama belikan nee." Kataku.
" Baiklah, ayo sekarang pulang." Kata Daehyun hyung.
Kamipun segera pulang. " Hyung, aku akan melanjutkan kerja part timeku sedikit lagi, jadi aku akan berangkat setelah mengantar Daejun pulang." Kataku.
" Maaf merepotkanmu seperti ini."
" Gwaenchana… aku mama Daejun 'kan? Jadi aku juga harus menjemputnya saat pulang sekolah." Kataku.
" Terimakasih banyak. Nanti akan aku antar sampai ketempatmu bekerja."
" Samapai ditempat tadi kau menjemputku saja hyung." Kataku.
" Apa tidak apa?."
" Tidak apa kok."
Setelah mengantar Daejun pulang, aku kembali bekerja ke café karena tinggal 1 jam lagi aku bekerja, selain itu hari ini aku ada kencan dengan Jongup hyung. Aku tidak boleh melewatkannya. Sudah 2 minggu ini kami tidak kencan.
" Beres-bereslah, Jongup sudah menunggumu diluar." Kata Himchan hyung.
" Tapi kurang 30 menit lagi hyung." Kataku.
" Sudah tidak apa, sepertinya Jongup tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Kata Himchan hyung.
" Baiklah kalau begitu. Terimakasih banyak hyung." Kataku lalu pergi ke belakang untuk mengambil barang-barangku, alalu segera menghampiri Jongup hyung diluar.
" Kenapa tidak menunggu didalam saja hyung?." Tanyaku.
" Tidak, aku menunggu diluar saja. Hehehe. Hari ini kau makin cantik Junhongie." Kata Jongup hyung sambil mencium pipiku.
" Yah! Hyung! Ini ditempat umum, jangan menciumku seperti itu!." Kataku malu.
" Hahahaha, tidak apa 'kan? Aku ini namjachingumu, lagi pula sudah 2 minggu kita tidak kencan. Entah kenapa aku rindu sekali padamu." Kata Jongup hyung.
" Haish… baiklah ayo kita segera berangkat." Ajakku.
Kamipun segera pergi untuk jalan-jalan, rasanya aku juga merindukan Jongup hyung. Jongup hyung adalah orang yang paling bodoh menurutku. Dia sudah banyak berkorban untuk mendapatkanku. Padahal dulu dia sudah kutolak berkali-kali karena aku masih belum bisa melupakan Daehyun hyung. Tapi dia terus mencoba dan membuatku lupa pada Daehyun hyung.
Akan sangat membuatnya terpukul apabila aku memberii tau padanya jika aku kembali bicara dengan Daehyun hyung lagi. Bahkan aku berperan penting dalam keluarga Daehyun hyung. Rasanya seperti usaha Jongup hyung selama 3 tahun ini sia-sia jika aku kembali meyukai Daehyun hyung.
Karena itu lebih baik dia tidak perlu tau tentang hal ini. Setelah Daejun besar aku tidak akan menemui Daehyun hyung lagi 'kan… Jadi aku bisa bersama Jongup hyung lagi.
Ditengah-tengah kencan tiba-tiba aku mendapat pesan dari Daehyun hyung yang mengatakan bahwa Daejun tiba-tiba menghilang!
Bagaimana ini? Apa yang ahrus kulakukan? Apa aku harus meninggalkan Jongup hyung? Tapi tidak mungkin, Jongup hyung sangat menantikan kencan ini… Tapi bagaimana dengan Daejun? Kenapa Daejun bisa hilang?!
" Jongup hyung…"
. .:: To Be Continued ::. .
A/N : Baiklah ini adalah chapter 2 *udah tau* mian kalo apdetnya kurang asap. Well you know, lebaran sodara pada kerumah, aku nggak bisa ngetik karena keponakan gueh yang masih kecil ngancurin kamar gueh dan berisik ditelinga gueh ditengah-tengah aku ngetik, terus ngutak ngatik kompi gueh sampe kompi ganti tema One Shoot ke tema Myungsoo ke tema Block B, ketema No Mercy, pada rebutan main games juga. Gue streeeesss kucing gueh juga digendong-gendong dan dibanting! Jadi apdetnya agak sedikit terlambat. Josonghabnidaaa (_"_)/\
Buat yang review Chap 1 makasih beuuuuth yah, terimaksaih kalian masih kepo dengan kelanjutan FF ini, mian chap 2 tidak memuaskan… mungkin chap depan aku kasih tau flashback ceritanya Zelo ama Daehyun ketemu. Dan jangan sungkan-sungkan buat panggil aku Skinner nee, jangan author-nim dll… biar lebih akrab ^^
Buat Putri eonni… Eonn nih udah apdet FF-ku… komeng lagi neee…
Oh ya kan aku udah kasih judul anime yaoi lagi tuh… aku mintak video lagi duwoooongg
Puasa udah lewat jadi udah leluasa nonton yaoi…
Ntar pas latihan ato pas ketemu tgl 14 sebelum beli kostum, aku mintaaaakkk xD
Sekalian aku kasih gambar Shizuo ama Gokudera requestanmu hohohoho
Buat Bang 3424, makasih udah kepo xD
Zelo bukan reinkarnasi dari Zero kok.. hohohoho ntar pasti aku certain dari flashback-flashbacknya ^^
Buat
Panggil Skinner aja nee mulai sekarang ^^
Thanks udah support aku untuk jadi author DaeLo nee xD
Nurfadilah
Ternyata ada yang suka ama DaeJun… aku kira nggak ada yang suka ama anak Daehyun
Thanks buat riviewnya xD
Buat Lalany
Salam kenal juga! Skinner imnidaaaaa
Thanks buat support ama riviewnya xD
Pantangin terus ff-ku neee xD
Dan buat anak gueh Daeke Mato tercintrong..
Sumpah gue ngakak liat riviewmu yang " Dae single parent"
Aku nggak kepikiran sampe situ xD
Well syukurin ajah kelahiran Daejun itu membawa berkah bagi DaeLo nantinya xD
Nah karena km suka banget curcol, di A/N Warrior chap 4 udah aku kasih nomor telpon ama fb-ku… ntar lanjutin sepuasnya dah lewat chat ato sms, aku selalu membalas perasaanmu kok hohohohoho xD
Dan buat readers, followers, favers, dan riviewers lainnya neomu neomu neomu neomu neomu gamsahabnida… mian aku gak bisa tulis satu-satu, soalnya udah keburu-buru ini ("_ _)/\ /\(_ _")
Aku sayang kalian semuah *peluk cium* *tampol*
Mind to review again?
.:: Skinner ::.
