Kon'nichiwa, subete! Kembali ke chapter 2 di fanfic 'Jinsei, Yokubo & Ai'! XDDD Kira-kira Karin-chan bakal melakukan apa ya di chapter ini? :D Penasaran? RnR XDDDD
~Reply~
Hana Kazusa Laytis: Ah, iya. Sudah ku ubah di chapter ini. Arigatogozaimasu sudah mereview fanfic GaJe ini, silahkan di baca~ ^^
Sonedinda: Iya, ini sudah di update :)
Sweet Crystal: Hehehe, arigatogozaimasu ^^
KK-KazuRin-Chan: Wah, senang melihat reviewmu, makanya aku update chapter 2 ^^ Arigato!
Shanti Dewi: Hahaha, semoga saja itu terjadi :) Arigato sudah mereview! :D
Ayu. P: Domo arigatogozaimashita :)
Dilla: Iya, ini sudah update, kok ^^
Grace: Ya, semoga chapter ini lebih panjang :D
Rhizune Nishikiori Kujo: Wah, kalau author stress, tidak bisa lanjutin fanfic ini lagi XDD
Kazusa Sawa3: Doyo ni, Kazusa-chan. Ganbatte dalam membuat fanfic :)
Kamichama Karin Chu © Koge Donbo
Jinsei, Yokubo & Ai © Chang Mui Lie
WARNING: GAJE, OOC, OOT, GA-NYAM, TYPO, KEPO, DLL
.
.
.
"Sudah, sudah. Sabarlah, Karin-chan. Kazune-kun memang seperti itu. Sudah, minumlah ini," kata Himeka memberikan jusnya.
"Arigato, Himeka-chan. Aku bingung, kenapa dia bisa seperti itu?" tanya Karin.
"Sebenarnya, dulu okaa-san dan otou-sanku, Kazusa-chan dan Kazune-chan mengalami kecelakaan. Ternyata kecelekaan itu mengakibatkan luka yang sangat parah. Jadi, orang tua kami pun meninggal. Sejak saat itu, Q-chan yang merawat kami. Q-chan adalah sopir setia otou-san, aku, Kazusa-chan dan Kazune-chan pun tinggal bersama. Sejak otou-san dan okaa-san meninggal, Kazune-chan terus di ejek oleh teman-temannya karena tidak memiliki orang tua dan karena itu Kazune-chan sampai sekarang... hiks... hiks..."
Tiba-tiba, Himeka menangis. Karin kaget melihat Himeka yang mulai menangis.
"AᅳAh... GoᅳGomen'nasai, Himeka-chan! Gomen ne, karena menanyakan pertanyaan yang aneh padamu. Gomen'nasai..." kata Karin.
Himeka menyeka air matanya dengan tangannya.
"Tidak apa-apa, gomen'nasai karena membuatmu takut" kata Himeka.
"Jadi, karena itu Kazune-kun bersikap dingin seperti itu. Himeka-chan, sebenarnya aku juga tidak punya orang tua... Aku... sejak kecil di rawat oleh bibiku. TaᅳTapi... hiks..." (Author: Aduh... kalian jangan nangis, dong... Aku jadi mau nangis nih gara-gara popcorn-ku di ambil.. #PLAKK!)
"Karin-chan, jangan menangis di sini. Nanti malu dilihat orang..." kata Miyon.
Karin menyeka air matanya dengan menggunakan tangannya. Ia merasa malu pada Miyon.
"Gomen'nasai.." kata Karin.
"Sudahlah, lebih baik jangan ceritakan tentang masa lalu. Forget the past and face the future, oke?"
Karin dan Himeka tersenyum dan mengangguk. Keadaan pun menjadi normal pada saat itu (Author: Dan popcorn-ku kembali lagi! XD).
"KYAA...! JIN-KUN!" teriak seluruh gadis yang ada di kantin kecuali Karin, Himeka, Kazusa dan Miyon.
"Eh?"
Tak lama, muncul seorang pemuda berambut hitam dan bermata kuning emas seperti kucing.
"Huh? Siapa itu Jin-kun?" tanya Karin.
Walaupun cita-cita Karin adalah menjadi seorang penyanyi, tapi ternyata Karin jarang menonton TV.
"Hah? Kau tidak tau Jin-sama?" tanya Kazusa.
Karin menggeleng pelan.
"Wah, padahal dia kan sering muncul di TV," kata Himeka.
"Eh? Benarkah? Maksud kalian dia itu artis?" tanya Karin.
Himeka, Kazusa dan Miyon mengangguk.
"Wahh..."
"Oh iya, cita-citamu menjadi apa, Karin-chan?" tanya Miyon.
"Cita-citaku menjadi anime maker dan penyanyi. Memang kenapa?" tanya Karin.
"Kalau cita-citamu menjadi penyanyi, kenapa kau tidak tau Jin-kun?" tanya balik Miyon.
"Aku jarang menonton TV. Biasanya aku suka menggambar," jawab Karin.
"Menggambar... Untuk menjadi anime maker kan? Sekaligus menjadi komikus, ya?" tanya Himeka.
"Benar," jawab Karin.
"Karin-chan memiliki cita-cita yang tinggi, ya," puji Himeka.
"Lho? Kok tinggi? Cita-cita kan tidak punya ukuran tinggi atau pendek.." kata Karin.
"Bukan begitu maksudnya" kata Kazusa.
"Oh... Gomen ne. Kalau kalian? Kalian berita-cita menjadi apa?" tanya Karin.
"Aku mau menjadi pianis yang hebat!" jawab Miyon berseru.
"Aku mau jadi seorang pelukis..!" jawab Himeka.
"Aku mau menjadi seorang gitaris yang hebat," jawab Kazusa.
"Wah. Kalau begitu Kazusa-chan bantu saja Karin-chan memainkan sebuah lagu. Karin-chan yang menyanyi dan Kazusa-chan yang memainkan gitar," usul Himeka.
"Hehehe... Itu kalau Karin-sama dan aku sudah bisa menggapai cita-cita kami," kata Kazusa.
"Ya... semoga saja tercapai," kata Miyon.
Teng! Teng! Teng!
"Wah, bel sudah berbunyi. Ayo kita kembali ke kelas," ajak Miyon.
Karin, Himeka dan Kazusa mengangguk. Mereka pun kembali ke kelas. Saat Karin masuk ke dalam kelas, tanpa sengaja, ia bertabrakan dengan seorang pemuda.
BRUKK!
"Uh!"
Untungnya Karin tidak terjatuh.
"Ah, gomen'nasai, Hanazono-san. Kau tak apa-apa?" tanya pemuda yang di tabraknya.
"Ah, aku tidak apa-apa. Tapi, tokorode kau siapa?" tanya Karin.
"Ah, kau belum kenal aku, ya. Jibun no namae Nishikiori Michiru. Aete ureshi, Hanazono-san," kata pemuda itu.
"Oh, Amarini mo anataᅳ"
"Oh iya, apa Hanazono-san punya e-mail?" tanya Michiru.
"Ah, aku punya. Tapi kalau mau minta, nanti saja ya di waktu istirahat kedua," kata Karin.
"Hm... baiklah. Sampai ketemu di waktu istirahat kedua. Oh iya, ketemunya di taman saja, ya," kata Michiru.
"Oke," balas Karin.
Karin pun masuk dan duduk di bangkunya.
Teng! Teng! Teng!
Bel istirahat kedua telah berbunyi. Karin pun memasukkan buku dan perlatan tulisnya ke dalam tas.
"Oh iya, Michi kan mau minta e-mailku. Aku harus segera ke taman," kata Karin.
Karin pun keluar dari kelas dan segera mencari letak taman sekolah. Ketika sampai di taman sekolah, ternyata belum ada Michiru di sana.
"Belum ada Michi. Tapi, lebih baik aku menunggunya saja," kata Karin.
Karin duduk di bangku taman itu. Secara tiba-tiba, sesuatu yang ada di belakang Karin memeluk Karin dan membuatnya kaget.
PLUKK!
"KYAA! DASAR PLAYBOY!" ucap Karin langsung memukul 'sesuatu' yang tadi memeluknya.
'Sesuatu' itu pun terlempar sangat jauh. Tapi, ternyata itu bukan Michiru! Tapi...
.
.
.
To Be Continued
Chapter 2 selesai!
Gimana? Pendeknya sama atau beda dengan sebelumnya?
Lebih panjang chapter ini atau chapter sebelumnya?
Gomen'nasai kalau tidak bisa memuaskan readers
Penasaran siapa yang memeluk Karin-chan?
Review, please~ X3
