Tittle : Journey of Love
Cast : TaoRis, SuLay, HunHan
Genre : Hurts, Romance
Rated : T
Summary : sebuah perjalanan cinta yg dialami seorang huang zhi tao membuatnya mengerti akan arti sebuah kesabaran dan pengorbanan, walaupun dirinya merasakan sakit akan kenyataan pahit yg terjadi di hidupnya. Hingga pada akhirnya Keyakinan dan penantian lah yg membuat akhir kisah cinta hidupnya menjadi sangat indah.. bagaimanakah kisahnya? lets read!
Last Chapter
"Fùqīn.. jangaaann tinggalkaaannn kitaaaa.. Fùqīnnnnnn banguuunnnnn.." teriak luhan
Dang dokter menggeleng ia pun keluar dan mempersilahkan pama lay dan lay masuk
"Fùqīiiinnnnnnnn jawaaaabbb akuuu.. Fùqīiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn!" luhan menangis sejadinya
Lay yg elihat itu mengusap air mata yg teratuh dari matanya ia pun menarik luhan ke pelukannya.
"kenapaaa.. tuhan mengambil.. Fùqīn? Kenapaaa?" isak luhan. Lay mengusap2 pucuk kepala luhan. Luhan melepas pelukan lay ia langsung teringat akan tao. Dan ia berlari sekencang-kencangnya ke tempat tao…
LUHAN POV
Aku berlari dan terus berlari tak peduli lelah kurasakan yg terpenting sekarang adalah tao, aku takut terjadi apa2 dengan dia. Hingga akhirnya aku berhasil sampai di pinggir jalan menuju taman. Dan syukurlah tao masih ada bersama lelaki itu, aku tersenyum lega. Lelaki itu melihat ke arahku dan dia terlihat sedang berbicara sesuatu pada tao yg membuat tao seketika melihat ke arahku dan tersenyum senang mungkin lelaki itu memberitahu kedatanganku.
Tao menghampiriku bersama lelaki itu yg sedang menggenggam tangan mungil tao.
"Gegeee!" ucapnya langsung menghambur memelukku. Aku hanya tersenyum dan mencium rambut hitam tao yg wangi shampoo anak2 *plak
Tao melepas pelukannya, kini aku menggenggam tangan mungilnya menggantikan lelaki itu.
"Xie xie.. kau sudah mau menjaga adikku!" ujarku
"eumm.. kau tidak perlu berterimakasih, lagipula aku senang bisa bermain dengan nya!" jawab lelaki itu
"ahh.. syukurlah kalo begitu.."
"ya.. hmm.. luhan aku harus pergi, hari sudah hampir sore.." ia milirik jam tangan hitam nya. Hmm.. kenapa dia bisa tau namaku ya? Padahal aku memberitahu namaku.
"haha.. kau bingung ya kenapa aku bisa tau namamu?" ucapnya yg memang benar
"ya.. kau tau darimana?"
"tadi, adik mu bercerita banyak tentang kau!"
"eh? Benarkah?"
"eumm.. yasudah luhan aku pergi dulu ya! Oiya, taoie.. gege pergi dulu ya byee!" lelaki itu mengusap rambut tao sekilas
"tapii ge, tao mau main cama gege lagi.." tao mempoutkan bibirnya. Aneh, sejak kapan dia mudah akrab dengan orang yg baru dia kenal. Aku melihat lelaki itu berbalik dan Lelaki itu tersenyum pada tao
"nanti.. kalo tao mau main sama gege lagi, tao kesini saja.. minta antar sama gegemu ya. Gege selalu ada disini..!" ujar lelaki itu. Aku hanya menatap nya hmm.. dia baik sekali..
"luhan, jika suatu waktu kau butuh orang untuk menjaga adikmu lagi kau kemari saja.. aku akan menjaga adikmu." Lelaki itu tersenyum simpul
"aaahhh.. xie xiee.. kau sudah mau membantuku.." aku membungkukkan badanku
"kalau begitu aku pergi! Bye bye!" ucapnya lalu berbalik kembali dan melangkah pergi. Aku menatap kepergiaannya hingga lelaki itu hilang di tikungan. Hmmm.. Dia orang yg terlihat dingin tapi ternyata dia baik. Tunggu….
Hey! Aku belum tahu siapa namanya! Ish! Kenapa aku begitu bodoh hingga lupa tidak menanyakan namanya padahal dia sudah tau namaku aishhhh..
"hmm.. taoiee.. apa kau tau siapa nama gege tadi?" aku berjongkok untuk mensejajarkan tubuhku dengan tao
"tao tidak tau ge.." jawabnya polos
"eh? Lalu kau memanggilnya apa? Hanya gege saja? tanpa nama?"
"he'eum.. tapii, tao memanggilnya dlagon gege.." tao tersenyum
"loh? Kenapa?"
"karna, tadi dlagon gege bilang, dia ingin bica telbang sepelti naga"
"lalu apa hubungannya?"
"hmm.. dia juga sangat tampan ge cepelti pengelan yg tao lihat di pilm kaltun ge makanya aku memanggilnya dlagon gege dia juga cenang dipanggil ceperlit itu." Ucapnya yg langsung membuatku tertawa, yampun dia ini masih bocah berumur 4 tahun sudah tau mana yg tampan dan mana yg jelek.
"hmm.. kalo gege tampan tidak?" tanyaku. Dia menggeleng sambil tersenyum.
"eh? Ko begitu?" tanyaku bingung
"gege itu cantiikk.."
"he? Gege itu lelaki bukan perempuan taoo..!"
"tapi, gege itu cantik dlagon gege caja bilang gege cantik!"
"ha? Yg benar?"
"iya.. lulu gege.. tadi kan tao celita coal gege mm.. coal Fùqīn juga..!" aku tiba-tiba terdiam mendengar kata kata tao teringat Fùqīn. Aku menunduk Tanpa terasa air mataku terjatuh lagi.
"gege.. gege kenapa?" tao membelai wajahku dengan tangan kecilnya
Aku mendongak, dan menatap wajah huang zi tao adikku. Aku mengusap rambutnya dan memeluknya, bagaimanapun hanya dia satu-satunya yg ku punya saat ini. Tuhan.. kenapa seperti ini? sungguh rasanya sedih sekali harus kehilangan kedua orangtuaku disaat sperti ini, aku tidak kuasa melihat wajah tao adikku yg masih berusia 4 tahun yg sudah ditinggal kedua orangtua, aku tidak terlalu memikirkan diriku karna aku bisa dibilang lebih beruntung dari tao. Aku pernah merasakan kebahagiaan saat aku masih kecil aku merasakan kasih sayang Fùqīn dan Mǔqīn tapi tao? Sedikitpun dia tidak merasakan kebahagiaan itu. Air mataku semakin deras membuat tao melepas pelukanku.
"gege.. kenapa gege menangic? Apa ada yg menakali gege?" tanyanya dengan wajah polos yg membuatku makin bersedih. Sekuat tenaga Aku menghapus air mataku dengan tanganku kasar. Dan menatap wajah tao. Mata pandanya membuatku ingat pada Fùqīn karena mata tao persis seperti mata Fùqīn.
"gege.. ada yg menakali gege yaa?" ujarnya lagi. Aku menggeleng
"tidak.. tidak ada yg menakali gege.."
"lalu kenapa gege menangic?"
"gege senang sekali mempunyai adik yg baik, imut, manis dan lucu seperti kau tao!"
"huahh gege telimakacih.. tao juga cenang bica punya gege yg cantik dan baik cepelti lulu gege!" ia tersenyum senang dengan mata berbinar
"gege.. sayang padamu tao!"
"tao juga cayang cekali pada gege!" ia memelukku.
Oh tuhan, kumohon berikanlah tao kebahagiaan nanti jangan memberinya sedih aku tidak ingin tao sedih tuhan.. tao, gege janji akan selalu menjaga dan melindungimu gege sayang sekali padamu tao. Aku mempererat pelukan ku. Dan pada hari itu, menit itu, detik saat itu, Tanggal 16 April 1997 menjadi sejarah yg akan selalu ku ingat hingga sampai kapanpun, hari dimana Fùqīn meninggal dunia dan meninggalkan aku dan tao…..
..TBC..
