SARANGHAE,HYUNG !
Kim Jongin – Oh Sehun
Pair!KaiHun
Disclaimer : Cast bukan milik saya.
Note : Di sini umur Sehun lebih tua 2 tahun dari Kkamjong^^
—oO0Oo—
"Dia pacarku."
"MWO ?"
Sehun memekik saat Jongin tiba-tiba merangkul bahunya dan berkata bahwa ia adalah pacarnya.
"Sayang sekali. Ahh Kai bagaimana bisa kau mendapat pacar yang manis seperti dia ?"
"Kenapa ? Aku sungguh beruntung kan ?"
Sehun yang masih shock hanya menatap Jongin dan membiarkan namja itu merangkulnya semakin erat.
"Kalau begitu aku pulang dulu." Chanyeol mengedikkan bahunya dan memberikan senyuman untuk Sehun.
—oO0Oo—
"AWW YAK ! YAK ! HENTIKAN ! ITU MENYAKITIKU—AWW "
Jongin terus mengaduh kesakitan saat Sehun memukulnya dengan buku, disamping itu ia terus berusaha fokus menyetir.
"Berani sekali kau mengakuiku sebagai pacarmu ?"
"Hentikan ! Kau bisa membuat kita kecelakaan."
Sehun segera menghentikan perbuatannya dan kembali ke posisi semula.
"Sekarang jelaskan kenapa kau melakukan itu ?"
"Kau ini benar-benar bodoh, memangnya kau tidak lihat tatapan teman-temanku padamu ?"
"Tatapan apa ?" Tanya Sehun polos.
Jongin heran sebenarnya Sehun itu lebih tua darinya atau bagaimana sih ? Dia sama sekali tidak berpengalaman soal percintaan dan semua yang menyangkut tentang itu.
"Ya Tuhan ! Kau tidak lihat tatapan mesum dari mereka ?"
"Mesum ? Yang aku tahu justru kaulah yang mesum."
Jongin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Apa yang dikatakan Sehun memang benar, ia juga termasuk mesum. Bahkan ia sering berfantasi sedang melakukan hal-hal romantis dengan Sehun.
Pernah suatu malam Jongin masuk ke kamar Sehun ingin menyuruhnya membuat makanan, tapi ia malah berdiri di depan pintu yang sedikit terbuka dan memandangi hyungnya yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk.
Dan Jongin tidak bisa tidur semalaman karena tubuh putih mulus hyungnya terus terbayang dan tercetak jelas dalam pikirannya.
"Yak ! Kenapa melamun ?"
"Eh ? Itu—kita sudah sampai."
Sehun dan Jongin turun dari mobil dan melangkah masuk ke rumah megah yang hanya dihuni oleh mereka berdua.
Jongin melempar tasnya ke meja dan merebahkan tubuhnya di sofa. Ia melonggarkan dasinya dan menekan tombol remote untuk mencari acara menarik.
"SEHUN BISA KAU AMBILKAN JUS YANG ADA DI KULKAS ?"
Sehun mendengus kesal mendengar teriakan adiknya dari ruang tamu.
"Jongin 'kan punya kaki, kenapa harus meyuruhku ?" Batin Sehun.
Tapi akhirnya ia tetap menuruti permintaan—perintah—adik tersayangnya. Sehun berjalan ke ruang tamu sambil meminum jus yang ia siapkan untuk dirinya sendiri.
"Ini permintaan anda Tuan Kim."
Jongin bangkit dan mendudukkan tubuhnya di sofa, ia mengambil jus yang disodorkan Sehun padanya. Tapi tangan jahilnya malah merebut gelas Sehun dan meminum isinya.
"KENAPA KAU MEMINUM JUSKU ?" Ujar Sehun tak terima.
"Hehehe.. jus milikmu kelihatan lebih enak."
"Huu ! Dasar." Sehun mempoutkan bibirnya. Jus yang telah habis setengahnya telah dituntaskan(?) oleh Jongin.
Kemudian Sehun ikut duduk di sofa dan menikmati acara yang disajikan benda tipis persegi panjang yang berada tak jauh dari hadapannya.
PUK
"Pinjamkan pahamu sebentar."
Jongin kembali merebahkan tubuhnya dan menggunakan paha Sehun sebagai bantalan.
Namja itu tidak protes sama sekali, ia malah mengusap lembut rambut Jongin yang kurang rapi dan malah terkesan berantakan. Rasanya sudah lama ia tak merasakan suasana seperti ini bersama Jongin.
Mungkin ia harus sedikit meluangkan waktunya atau mengambil libur beberapa hari untuk ia nikmati bersama adiknya.
Tanpa sadar Jongin terus memperhatikan wajah hyungnya dari bawah mengagumi karya Tuhan yang nyaris sempurna. Ia berpikir bagaimana bisa namja cantik itu terlahir sebagai hyungnya.
Sebuah kenyataan yang tak bisa dibantah sekaligus sebagai tembok besar yang menghalangi perasaannya. Jongin tersenyum miris mengingat fakta itu. Tapi sekeras apapun ia berusaha menekan perasaannya ia tetap tidak bisa dan malah semakin bertambah.
"Neomu yeppeo."
"Mwo ?" Ternyata gumaman Jongin terdengar oleh Sehun.
"Salahkah aku menyimpan perasaan ini ?"
Sehun berhenti mengusap rambut Jongin dan menatap namja itu heran.
"Katakan apa aku salah ?"
Dan baru kali ini Sehun merasa Jongin sedang tidak bercanda. Iris malam namja tan itu terus menatap pure hazelnya seolah masuk dan membuatnya tak bisa mengalihkan wajahnya ke arah lain.
"Sehun-ah, apa aku salah jika aku mengatakan—"
Jantung Sehun berdegup kencang diatatap sedalam itu oleh Jongin.
"Aku mencintaimu.?"
Sehun menghela nafas." Kukira kau akan mengatakan apa. Hufftt.. aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu."
Sehun kembali mengusap rambut Jongin tapi tangannya ditahan Jongin dan bahkan digenggam erat oleh namja itu.
Jongin bangkit dan menghadap Sehun.
"Aku mencintaimu Sehun !"
"Aku juga mencintaimu."
"Bukan itu, bukan." Jongin menggeleng pelan.
"Aku. Mencintaimu sebagai seorang pria dewasa, bukan sebagai Jonginnie adik kecilmu."
"Ak—"
"Entah sejak kapan aku mulai merasakan perasaan ini, tapi aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin kau juga mencintaiku dan menjadi milikku kemudian kita—"
PLAKK
"Berhenti bicara atau aku akan memukulmu." Tanpa sadar Sehun menampar pipi Jongin cukup keras. Jongin tertegun mendengar kata-kata dingin yang keluar dari mulut Sehun.
"Kau tahu kenapa aku tidak pernah memanggilmu hyung ? Itu karena kau tidak pernah kuanggap sebagai hyung." Kemudian ia menarik tengkuk Sehun dan melumat bibir namja itu kasar.
Sehun terkejut dan berusaha mendorong tubuh Jongin agar menjauh darinya, tapi sia-sia karena nyatanya namja yang lebih muda darinya itu berhasil mendominasi dirinya.
Jongin terus memperdalam kulumannya dan menekan tubuh Sehun hingga terbaring di sofa dengan dirinya yang menindih tubuh kurus itu.
Selama ini ia hanya bisa berfantasi dengan bibir tipis itu, tapi sekarang ia bisa merasakan betapa lembutnya bibir hyungnya.
"Kau sangat cantik Hunnie."
Jongin mengusap air mata Sehun yang sejak tadi mengalir dari mata indahnya.
"Hiks... le-lepaskan akuhmmmpppp"
Jongin membungkam Sehun dengan bibirnya dan kembali melumat bibir tipis yang membuatnya kecanduan.
"Sekarang katakan kau juga mencintaiku." Sehun menggeleng lemah.
"KATAKAN KAU MENCINTAIKU KIM SEHUN!" Air mata Sehun mengalir semakin deras.
Ia tak menyangka Jongin berubah menjadi sosok egois dan menakutkan, Jongin bahkan berani membentaknya seperti tadi.
"KATAKAN KAU MENCINTAI KIM JONGIN !"
Sehun tetap bersikeras bungkam, Jongin berdecak kesal kemudian menunjukkan smirknya.
"Well, terserah kau saja. Tapi suatu hari nanti aku akan membuatmu mengeluarkan kata-kata itu." Jongin menjauh dari tubuh Sehun dan meninggalkan sofa kemudian menuju ke kamarnya. Ia tak henti-hentinya tersenyum—menyeringai—mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.
.
.
Jongin POV
Ini awal yang sangat bagus untuk membuatnya tunduk padaku mengingat bagaimana dia kubuat tak berkutik tadi.
Aku tidak peduli lagi entah dia saudaraku atau bukan, yang aku inginkan sekarang adalah Sehun sepenuhnya menjadi milikku dan mencintaiku seperti aku mencintainya.
Siapa yang akan menghalangiku ?
Orang tuaku telah meninggal dan kami hanya tinggal berdua di rumah ini.
Sempurna.
Ngomong-ngomong aku lapar sekali, apa Sehun sudah menyiapkan makan malam ? Aku segera melepas seragamku dan membersihkan diriku di kamar mandi. Kemudian aku turun ke bawah dan mendapati Sehunku yang manis sedang memasak sesuatu.
Ohh bukankah dia sangat cocok untuk jadi istriku ?
Tapi ada yang aneh dengannya, biasanya dia akan memasang ekspresi manis saat memasak tapi kali ini dia hanya diam dan melamun. Perlahan aku mendekat dan menelusupkan tanganku ke pinggang rampingnya.
GREB
"Masakanmu menggugah selera."
Bohong.
Aku tidak mencium aroma apapun dari masakan Sehun, yang aku lakukan sekarang adalah menghirup wangi tubuh Sehunku di bagian leher putihnya.
Sehunku ? Ya, dia memang Sehunku.
"Jo-Jonginnie ~ "
"Hmm ?"
"Maaf, tadi hyung menamparmu."
"Ssssttt ! Tidak apa-apa, toh aku sudah mendapatkan gantinya dengan menciummu."
"Jongin !"
Aku tahu Sehun berusaha melepas tanganku dari pinggangnya. Tsk ! Tidak akan semudah itu. Kau sangat lemah jika berhadapan denganku karena kau sangat menyayangiku.
"Dengarkan aku !"
Sehun memutar tubuhnya menghadapku membuat aku harus melepas pelukanku.
"Mungkin yang kau rasakan adalah rasa cinta terhadap adik kepada kakaknya. Tolong tata kembali perasaanmu, aku yakin kau—"
"Benarkah ? Lalu bagaimana kalau aku sering berfantasi melakukan hal-hal intim denganmu, apa itu masih bisa disebut sebagai perasaan seorang adik untuk kakaknya ?"
"Jo-Jongin—"
"Aku bahkan sering membayangkan bahwa kau adalah istriku, ibu dari anak-anakku dan hidup bahagia selamanya."
"Kau masih teralu muda, hyung yakin kau hanya bingung dengan perasaanmu—"
"SEHUN !"
Sehun menunduk dan memejamkan matanya sebentar kemudian menatapku dalam. Jangan menatapku begitu atau aku akan memakanmu sekarang.
"Kau berubah Jongin-ah "
"Karena kau."
"Kalau begitu maafkan aku." Aku memegang kedua bahunya. Lagi-lagi air matanya menetes membuatku tidak tega.
"Aku janji akan berubah, berubah untukmu Sehunnie."
Detik kemudian aku kembali menempelkan bibirku di bibir lembutnya dan menyesapnya pelan tidak seperti tadi. Kali ini dia tidak memberontak tapi air matanya terus mengalir dan isakannya tertahan karena aku terus mengulum bibirnya.
Jongin POV END
.
.
Sehun POV
Duniaku serasa runtuh setelah mendengar pengakuan dari seseorang yang sangat aku sayangi sebagai adik. Aku tidak tahu bagaimana bisa dia memiliki perasaan terlarang itu dalam hatinya. Aku juga tidak bisa berbuat kasar padanya karena aku sangat menyayanginya dan dia adalah keluargaku satu-satunya.
Apa aku telah salah dalam mendidik Jongin ? Eomma, appa, kumohon bantu aku.
Aku meneteskan air mataku dan mempererat selimut yang membungkus tubuhku. Malam ini terasa dingin dan sepi.
"Hyung menyayangimu, Jongin-ah."
CEKLEK
Aku merasa seseorang membuka pintu kamarku dan naik ke atas tempat tidur. Itu pasti Jongin, lebih baik aku pura-pura tidur.
GREB
Ia menyibak selimut yang kupakai dan ikut berbaring di tempat tidur. Aku menggenggam erat tangannya yang menelusup di pinggangku. "Nado saranghae Sehunnie." Bisiknya.
Tes
Lagi-lagi air mataku keluar mendengar ia mengatakan kalimat itu. Seharusnya aku senang tapi nyatanya kalimat itu bermakna lain.
TBC
