DUDDDURURRURUU ! Chap. 2 is coming ! So ? Mangga atuh, Seunghan shipper, Jihan shipper, fans nya Seventeen (katanya namafandomnya '17team' ya?)

Enjoy !

Oh My Ghost !

..Jisoo...Yang hanya memakai celana jeans panjangnya tanpa atasan... mengeringkan rambut basahnya dengan handuk mickey mouseku... yang tersenyum seakan tak punya salah... ada dirumahku... dan sekarang dia berjalan mendekatiku...

" why don't you come in, Jeonghan ?"

... ini gila...

" are you here?" Tangan Jisoo melambai lambai di mukaku.

"AAAAAAHHHHH!"

Itu hal terakhir yang aku ingat sebelum kesadaranku hilang.


Hoaaahmmm... ehm... jam 6 ya. Hoaahhmm... ughh.. bangun ... ayo angkat badanmu, jangan malas.

Ya ampun, aku tertidur dengan jaket juga baju kerjaku. Aku pasti lelah sekali kemarin. Aku juga mengalami mimpi aneh. Pokonya aneh banget. kata orangtua mimpi buruk gak boleh di kasih tau ke orang banyak, pamali !

Dengan terpaksa kuseret tubuhku masuk ke kamar mandi. Ku oleskan pasta gigi rasa strawberry ke atas sikat gigiku. Lalu ,ku tatap sebentar bayangan wajahku di cermin dekat wastafel. Aigoo, kantung mataku tampak lebih besar. Apa karena mimpi aneh semalam ya ? Tunggu, sepertinya ada yang aneh. Seingatku aku langsung mengoles pasta gigi, lalu,... dimana tutup nya ? Apa ada yang baru memakai pasta gigiku ? Aneh, aku kan tinggal sendirian.

Kualihkan sebentar pandanganku dari sikat gigi kembali ke arah cermin di depanku. Apa semalam aku mabuk ? Aniya, aku tak pernah mencobanya, bahkan aku belum berumur 19 tahun. Huh ?! Kenapa shower curtain di belakangku bergerak-gerak ya ?

Sraakk...

" Jeonghan, aku lupa ambil handuk" Dari bayangan di cermin aku melihat ada kepala seseorang yang muncul dibalik shower curtain dengan wajah yang sepertinya familiar.

Maldo andwae... dia orang aneh yang ada di mimpiku semalam. Apa aku masih bermimpi ? Ku balikkan badanku untuk melihatnya langsung dengan mataku sendiri.

" Okay, aku akan mengambilnya sendiri" ucap orang itu sambil membuka shower curtain.

Hey ! Hey! Apa yang akan dia lakukan ? Bukankah kalau dia habis mandi, berarti dia tidak pakai baju sama sekali !

" AAAAHHHH ! Hmmmpphhh! Hmmphh! "

Tangan kiri orang itu malah langsung memeluk badanku dan menutup mulutku dengan tangan yang satunya.

" kenapa kau selalu berteriak, eum ?" Ucapnya sambil melepaskan tangan kananya dari mulutku. Okay, ini bukan dalam mimpi.

Kuberanikan diri untuk membuka mataku. Mataku tepat menatap ke arah matanya. Tangan kanannya terasa dingin di wajahku. Hey ! Kenapa aku jadi diam terpaku begini ?

Dengan cepat aku melepas pelukannya. Ternyata dia masih memakai celana jeansnya. Ralat. Hanya celana jeansnya.

" Ce- ce- CEPAT KELUAR DARI SINI SEKARANG !"

SLASH...

Huh ? Dia menghilang ? Apa dia... hantu?

Aigoo, aku pasti sangat sangat lelah sampai berhalusinasi hebat seperti tadi.


Ffuuhh... ffuuh...

Hmmm..Ramyeon nya belum dingin dingin juga. Tapi aku lapaar. Aaa...em, huaah... masih agak panas ! Air ! Air!

" ini"

Buru buru kuminum air dari gelas yang di sodorkan padaku. Eh ? Aku kan tinggal sendirian disini ? Tadi tangan siapa ?

... Hantu itu lagi !

" hmmph... hukkhhh !uhukkh !" Kupukul kupul dadaku karena tersedak barusan. Berarti yang tadi bukan halusinasi. Ya ampun, kenapa hidupku jadi aneh begini.

" Are you okay ?"

" YAAK ! Neo ! kenapa kau selalu menggangguku, eoh ? Dari sekian banyak orang, kenapa aku ? Memangnya apa salahku, eoh ? aku bahkan tak pernah mengenalmu !"

Ku semburkan semua rasa marahku sambil mengacung-ngacungkan sumpitku kearahnya.

" karena aku butuh bantuanmu, Jeonghan"

" aku tak bisa membantumu ! Aku bukan seorang cenayang atau pawang jin atau apalah itu!. Aishi ! Tak bisa kah kau cari orang lain ! "

" kau harus bisa mengingat siapa aku, hanya itu "

" Mwo ? Mengingatmu ? Sudah kubilang aku bahkan tak mengenalmu sama sekali ! "

" aku tak bisa pergi kalau kau tak bisa mengingat siapa aku. "

Aneh, semua ini terlalu aneh. Cukup. Kututup saja kedua mataku erat erat. Siapa tahu saat nanti kubuka mata, dia sudah pergi.

Hana...

" kumohon, Jeonghan. "

...Dul...

" hanya kau yang bisa membantuku "

... Set

Kubuka lagi kedua mataku. Benar, dia sudah menghilang.

kau harus bisa mengingat siapa aku

Kalau benar aku pernah kenal dengannya, kenapa tak langsung beritahu saja siapa sebenarnya dia padaku. Bukankah itu lebih mudah?

Sudahlah, daripada itu lebih baik segera kuhabiskan ramyeonku lalu pergi ke rumah Seungcheol. Mudah mudahan kakinya sudah baikan sekarang.


" Yoboseyo ?Cheol-ah ?"

" Ne, Junghan-ah. Kau sedang apa ?"

" ehmmm... coba tebak !"

" bersiap siap kerja part time lagi ? Kau kan workaholic"

" Aniya ! Coba lagi !"

" Sarapan ramyeon lagi ? Atau malah Jjajangmyun ?"

" Aish, aniya ! Coba lihat keluar jendelamu !"

" wah ! Daebak ! Kenapa gak langsung masuk, Han-ah ? "

" Suprise! Hehe. iya ini juga mau masuk, kok. Tunggu ya ! Bye !"

" dasar. Cepat masuk, palli !"


Author POV

Tok tok tok !

Jeonghan mengetuk pintu di hadapannya. Pjntu rumah Seungcheol tentunya.

" Langsung masuk saja Jeonghan-ah ! Cuma aku yang ada dirumah !" teriak Seungcheol dari dalam rumah

" Ya !"

Dengan langkah ringan Jeonghan menaiki tangga ke lantai dua, lalu masuk ke kamar Seungcheol.

" Anyeong ! Coba lihat apa yang aku bawa untukmu!" Tanya Jeonghan sambil mengambil bola basket yang sedang berputar di jari telunjuk Seungcheol.

Tangan kanan Jeonghan terulur ke depan wajah Seungcheol dengan sekantong plastik putih. Ada logo tercetak dari sebuah bakery tempat Jeonghan kerja part time ( selain di Seventeen cafe ) diatas plastik itu. Seungcheol segera membuka isi dari plastik yang dibawa Jeonghan.

" Woah ! Roti kacang merah !" Segigit besar roti itu langsung masuk kedalam mulut Seungcheol dalam sekejap.

" Aish, apa kau belum sarapan ? Makanlah pelan pelan !"

Pertanyaan Jeonghan dijawab dengan cengiran Seungcheol yang mulutnya terisi penuh dengan roti kacang merah.

Saking gemasnya, kedua tangan Jeonghan memegang pipi Seungcheol yang bulat seperti chipmunk. " aigoo, malangnya uri Seungcheollie"

Tangan Seungcheol bergerak memegang pipi Jeonghan, membalasnya dengan mencubit pelan pipi orang dihadapannya itu. " kau juga, Jeonghan yang malang ! Lihat mata pandamu itu. Jangan terlalu semangat kerja, santailah sedikit . emm?"

Kata kata Seungcheol barusan membuat Jeonghan teringat kejadian tadi pagi. " Apa kau kenal Jisoo ?"

Seungcheol menghentikan roti yang akan masuk ke mulutnya. " kenapa tiba-tiba begitu ? Apa kau punya masalah dengannya ?"

" Jadi kau kenal dengan Jisoo ?"

" Ani, tapi rasanya nama itu sangat familiar. Hmm... apa nama marganya ? Lee Jisoo? Kim Jisoo?"

Jeonghan mengelengkan kepalanya " aku lupa...".

Sebenarnya Jeonghan ingat nama marga Jisoo, Hong Jisoo. Tapi entah mengapa firasatnya berkata kalau Seungcheol tak boleh ikut dalam masalah ini.

" daripada itu, kenapa kau bisa terkilir ? " Jeonghan berusaha mengalihkan pembicaraan.

" ya, kau tau. Latihan basket dimulai lalu di saat quarter terakhir pertandingan latihan, aku terkilir. Dan timku kalah, hehe "

" padahal kau kapten basket sekolah kita, payah. Huu..." Tangan Jeonghan mengacak ngacak rambut kekasihnya.

" Aish, kkeuman ! Kalau kau masih ikut basket, mungkin saja kau kaptennya, Jeonghan-ah. Kau sangat jago main basket. " ucap Seungchrol sambil menghentikan kedua tangan Jeonghan.

Basket... Keurokuna... sudah lama aku tak main basket.

" Seungcheol-ah"

" Emm.. wae ?"

" sekarang sudah jam setengah 10. Aku ada harus segera ke cafe. "

" kalau begitu hati hati, chagiya !"

Jeonghan berjalan ke arah pintu kamar Seungcheol dan melambaikan tangannya. " Bye bye ! "

" bye !"

BLAAM..

Begitu Jeonghan menutup pintu kamarnya, senyum Seungcheol langsung menghilang.

" Apa Jeonghan sudah bisa mengingatnya ? Sepertinya belum. Kuharap."


Jeonghan POV

Haah... akhirnya aku bebas ! Pelanggan cafe hari ini benar benar membludak !. Coba kita lihat sekarang jam berapa. Hmm masih jam setengah lima sore. Kalau begitu aku mau jalan jalan di sekitar sungai Han dulu.

Woaah.. ramai juga lapangan basket disini. Melihat mereka bermain basket aku jadi ingin ikut bermain. Tapi aku sudah angat lama tak bermain basket. Eh, ada satu bola basket yang menggelinding ke kakiku. Bola siapa ini ? Ada seorang anak laki laki berlari kecil menghampiriku. Mungkin bola ini miliknya ?

" kau tak mau ikut main ? I know you're a basketball freak. Just play it now !"

Sepertinya seseorang disampingku berbicara padaku. ASTAGA ! Hantu itu lagi !

" apa yang kau lakukan disini ?" tanyaku sambil berbisik.

" by the way, anak laki laki itu melihatmu dengan pandangan aneh " Jisoo memajukan dagunya kearah depan.

Kau yang membuatku terlihat aneh, hantu sialan !

" ekhm, ini bolamu ?" Kusodorkan bola yang ada di tangan ku kepada anak laki-laki itu.

" Nde . Gamsahamnida " anak itu membungkuk sedikit lalu berbalik badan kembali ke teman-temannya.

" EHH !"

Dasar hantu sialan ! Kenapa dia tiba tiba menyikut pinggangku ! Aku hampir saja terjatuh. Aish ! Dia malah berbicara tanpa suara " play ! Play ! Play! Fighting !".

" apa kakak tadi memanggilku ?" Anak laki laki tadi kembali menghampiriku. Dia pasti mengira aku memanggilnya barusan.

" ah, tadi... boleh aku ikut main ?"

" Boleh ! Kebetulan kita mau main three on three tapi kurang satu pemain. Ayo !" Dengan cepat anak tadi menarik tanganku ke lapangan ke arah teman temannya.

Hei ! Tadi bukan aku yang berbicara, sungguh ! Pasti ini ulah si Jisoo sialan itu. Terlambat, anak itu sudah menyeretku duluan.

" t-tunggu ! Tunggu ! Aku-"

" ah, benar ! Tadi aku tak memperkenalkan diri dulu. Dino, tahun pertama di SHS !" Tangan kananya terulur ke depanku. Dengan awkward, ku jabat tangannya

" Jeonghan, tahun ke tiga di SHS. "

" oh, kalau begitu,Hyung !. Hyung akan bermain dengan Samuel juga Minghao. Aku dengan Hansol dan Mingming !" Dengan antusias Dino memperkenalkan teman temannya. Samuel, Minghao, Hansol dan Mingming. Sepertinya mereka semua keturunan luar negeri.

Kalau sudah begini tidak ada kata mundur. Tidak bisa lebih tepatnya. Okay, i'll take it !.

TAP TAP TAP...

DANKK !

" YEAH! " Dino yang berhasil memasukkan dunk barusan langsung bersorak senang. Dia lumayan, bisa membuat skor dengan waktu secepat ini.

" untuk pemula, boleh juga !" Ucapku sambil steal bola dari Samuel. Sepertinya badanku sangat bermain basket sekarang. Aku bisa merasakannya. meski sudah lama tak main. Badanku seperti hafal semua teknik dalam basketball.

DUUNKK !

Yeah ! Aku berhasil memasukkan dunk dan bergelantung sebentar di ring. Lalu turun dengan elegan ( macam cheonsa jatuh dari langit)

" kalian lihat dunk ku barusan ? Itu baru dunk yang beneran !"

" Itu sih biasa ! ayo main lagi ! " ujar anak yang bernama Minghao dengan aksen yang aneh.

" Call !"


Hahh capeknya ! Mungkin karena aku sudah lama tidak main basket. Kurebahkan sebentar badanku diatas rumput dan memandang langit senja.

" bagaimana ? Was it fun ?" Jisoo tiba -tiba datang dan berbaring di sampingku.

" Daebak ! Aku tak menyangka basket sangat menyenangkan! " teriakku ke arah langit.

"Tentu saja, dulu kau adalah salah satu pemain basket terbaik yang aku kenal. Kau selalu bermain basket tiap hari"

" Jjinja ? Kenapa aku meninggalkan basket ya ?. Kok aku sama sekali tak bisa mengingat itu"

" Itu hanya kau yang tahu, Jeonghan." Jawab Jisoo dengan nada yang penuh arti. Kuubah posisi wajahku menghadap ke arahnya.

" Kau sepertinya kenal sekali denganku. Tapi kenapa aku tak bisa mengenalimu ? Apa dulu kita teman dekat ? Tetangga ?"

Mendengar pertanyaanku, Jisoo menghadapkan wajahnya ke wajahku. Kalau dilihat dari dekat, wajahnya memang sedikit lebih pucat dari orang biasa. Tapi sinar matanya... entahlah, rasanya aku pernah lihat seseorang dengan mata yang sama. Dengan jarak yang sama.

" Menurutmu ? "

-TBC-

Hai hai ! maaf ya kalo updatenya ga bisa secepat yang kalian mau *hiks*. Ini juga udah nyolong-nyolong waktu. Hehe

Author bener-bener baru sama Boyband yang satu ini. Jadi kalau ada character yang ga sesuai aslinya, mianhae~ Juseonghae ~

Buat yang udah ngereview, Gamsahamnida ! Kalo yang kasih review pakai akun, Author selalu bales lewat PM dan disini.

MyNameX : Author juga ngeship Seunghan. Bagi Author JiHan itu kisah lama di Seventeen TV dan sekarang SeungHan. Hehehe. Thanks buat reviewnya !

270 : Emang jarang baget T^T akhirnya karena gereget gak nemu-nemu ff JiHan, Jadinya bikin sendiri :)). Makasih buat review sama sarannya :))

Fanxingege : Di chapter ini bakal jawab pertanyaan kamu :) Thanks ya buat reviewnya !

Shizuluhan : yupp, Seungcheol pacarnya Jeonghan dan Jisoo itu *piiip* nya Jeonghan (nah loh) hehe. Makasih buat reviewnya !

Sekali lagi makasih banyak semua ! Ditunggu update selanjutnya ya ! :D